Kertas Penuh Konflik, Emas Jadi Menarik

SHARE:

Pergerakan mata uang dunia, yang tak pernah bisa lepas dari inflasi, kian mengkhawatirkan. Performanya kian lama kian membuat para pebisnis berpikir ulang tentang “menyandarkan” belaka kegiatan usaha mereka pada nilainya yang tidak stabil. Kita tentu tidak hanya bicara mata uang dalam negeri, melainkan juga uang-uang asing seperti Euro, Dollar, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, menjadi masuk akal bila para pengusaha memikirkan jalan lain untuk mengamankan bisnisnya. Situasi ini, lantaran terjadi pada sejumlah orang, dapat menciptakan tren baru yang mewarnai kebijakan pasar. Perubahan-perubahan dapat muncul, sudut pandang berubah, mengganti paradigma bersikap terkait uang, keamanan, harga tukar, hingga isu-isu di hari mendatang.

Salah satu wacana yang muncul—seolah menjawab keresahan inflasi mata uang dunia—adalah pembahasan mengenai dinar dan dirham. Terlepas dari keidentikkannya dengan agama tertentu, minat orang-orang untuk berinvestasi, menabung, dan menggunakan dinar-dirham dalam aktivitas bisnis semakin marak.

Gagasannya sebagai alternatif dari uang kertas yang sarat konflik nasional maupun internasional, cukup menggiurkan mengingat kemampuannya bertahan dari guncangan inflasi dapat diandalkan. Dinar dan dirham mampu menghadapi instabilitas antar negara, sosial, ekonomi, budaya, sampai politik karena bahan bakunya yang termasuk logam mulia. Permainan bursa saham tak akan mengganggu “nilai” emas dan perak, yang mana berarti inflasi bukanlah ancaman bagi bisnis yang berbasis mata uang dinar dan dirham.

Sebenarnya, penggunaan dinar dan dirham tidaklah persis sesuatu yang baru, termasuk di negara kita sendiri. Penulis buku Kemilau Investasi Dinar Dirham, Sofyan al-Jawi, dalam salah satu tulisannya “Numismatik Indonesia”, menuliskan bahwa pada masa lampau, Indonesia pernah memproduksi dan memberlakukan dinar dan dirham sebagai mata uang resmi. Keduanya mendominasi pasar-pasar di Nusantara, seperti: Banten, Cirebon, Gresik, Demak, Kepulauan Maluku, Tuban, Gowa, sampai dengan Malaka dan Pasai.

Informasi tersebut didasarkannya pada buku Ying Yai Sheng Lan, karangan Ma Huan yang berprofesi sebagai penerjemah dan juru tulis Laksamana Cheng Ho dari Cina ketika berkunjung ke wilayah Sumatera Utara pada tahun 1405 sampai 1433. Di dalamnya tertera keterangan yang menyebutkan bahwa Samudera Pasai memberlakukan dinar emas dengan kadar 70 persen, yang produksi pertamanya dikerjakan pada masa Sultan Muhammad dengan satuan mass 40 grains atau 2,6 gram.

Di Aceh, tepatnya masa pemerintahan Sultan Ahmad Malik Az-Zahir (Aceh), kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan, dan Kesultanan Mataram pada tahun 1600-an, penggunaan emas terus berlaku saat VOC telah datang.

 Dirham demikian gagah, bahkan mampu mengalahkan mata uang Hindia Belanda, gulden. Pasca perang Diponegoro, Belanda pernah menarik seluruh dirhamnya di Indonesia guna menolong situasi keuangan negara mereka. Namun, penduduk Indonesia kala itu tak mau melakukannya karena dinar mereka  cuma ditukar dengan uang kertas berjamin tembaga saja.

Masih menurut Sofyan al-Jawi, ketika Jepang menjajah Indonesia, barulah pergeseran kebijakan Indonesia terkait mata uang terjadi. Pemerintah Dai Nippon yang berkuasa saat itu menerapkan UU No. 2 tanggal 8 Maret, yang menetapkan mata uang Indonesia diganti dengan uang kertas Dai Nippon.

Walaupun Indonesia secara mandiri mengeluarkan Rupiah usai proklamasi, kegemilangan ekonomi rakyat yang menggunakan dinar pada rentang tahun 1302 – 1942, kurang lebih 600 tahun, tidak kunjung berulang. Yang terjadi justru kemerosotan, negara terbelit hutang, angka kemiskinan meningkat, dan kondisi Indonesia yang kian bergantung pada negara lain.

Kini, gagasan dinar-dirham kembali mengemuka di tengah situasi sulit bangsa Indonesia. Selain antusiasme masyarakat terlihat dalam beragam kegiatan dan format, muncul pula gerai-gerai penukaran uang kertas dengan emas. Sehingga, mulai dari masyarakat level bawah, menengah, sampai kalangan atas, mampu mengakses dan mengamankan bisnis mereka. [Fatih Zam/Mizan.com/Sumber: wakalanusantara.com

COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Kertas Penuh Konflik, Emas Jadi Menarik
Kertas Penuh Konflik, Emas Jadi Menarik
https://1.bp.blogspot.com/-r5o5IsXetLQ/VxSxUpBKNSI/AAAAAAAABtg/gGNUfPT48YoZh7maXt_jUMqsWH-4Bp4MgCLcB/s400/1_tunesian_dinar.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-r5o5IsXetLQ/VxSxUpBKNSI/AAAAAAAABtg/gGNUfPT48YoZh7maXt_jUMqsWH-4Bp4MgCLcB/s72-c/1_tunesian_dinar.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/04/kertas-penuh-konflik-emas-jadi-menarik.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/04/kertas-penuh-konflik-emas-jadi-menarik.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy