Benarkah Ahok Paling Layak Memimpin Jakarta?

SHARE:

Dari kiri ke kanan: Ganjar Pranowo (batik hijau) , Basuki Tjahaja Purnama (batik merah), dan Ridwan Kamil (kemeja putih). | Detik.com

Ngelmu.com, Serpong - Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta atau Pilkada DKI Jakarta memang baru akan dilaksanakan pada tahun 2017 mendatang, meski begitu euforianya sudah mulai dapat dirasakan pada tahun 2016.
Berbagai golongan mulai dari pelajar hingga pakar politik beradu pendapat di media sosial dan forum lainnya mengenai siapa dan bagaimana kriteria pemimpin yang layak memimpin Ibukota Republik Indonesia ini. Begitu besarnya gengsi jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta ini, hingga berbagai partai politik sudah sibuk mencari arah koalisi, bahkan mencari bakal calon andalannya untuk maju dalam Pilkada DKI 2017.

Bisa dibilang, kemeriahannya dapat dirasakan bahkan oleh masyarakat yang tinggal di luar Jakarta. Ngelmu.com kali ini akan membahas sebenarnya pemimpin seperti apa yang sekiranya cocok untuk memimpin DKI Jakarta?

Jakarta, Ibukota Republik Indonesia dengan segala kesibukkan warganya di siang dan malam hari membuat kota ini seakan tidak pernah istirahat. Gemerlap lampu gedung perkantoran, lampu jalanan, tausyiah yang digelar di masjid, atau dentuman musik di klub malam yang dapat dilihat hingga pagi menjelang, semuanya ada di Jakarta.

Daerah dengan luas sekitar 661,52 kilometer persegi ini terkenal akan modernitasnya. Di sisi lain, Jakarta sebagai Ibukota yang selayaknya menjadi ikon suatu negara ternyata menyimpan segudang masalah yang tidak sembarang orang dapat mengatasinya. Mulai dari urusan sampah, kemacetan, pengembangan infrastruktur, kemiskinan, dan lain-lain.

Karenanya, momen Pilkada di Jakarta sangatlah ditunggu-tunggu tidak hanya oleh warganya tapi juga oleh masyarakat Indonesia baik oleh kalangan yang mendukung Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama atau yang ingin sosok baru menduduki jabatan tersebut. Lalu bagaimana pendapat para ahli?

Beberapa waktu lalu, Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPPUI) digawangi oleh Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Profesor Hamdi Muluk, melakukan studi dengan metode wawancara terhadap 206 orang ahli politik dari berbagai kalangan, mulai dari yang bergelar sarjana hingga yang bergelar profesor.

Menurut hasil studi yang dilakukan oleh LPPUI seorang Gubernur DKI Jakarta haruslah tegas, berani, berintegritas, dan tentunya memiliki kapabilitas. Nah, kriteria kapabilitas kembali dibagi menjadi enam bagian, yaitu visioner, intelektualitas, governability, kemampuan politik, kemampuan komunikasi politik, dan kepemimpinan.

Selain itu, ada juga parameter penilaian karakter personal yang mencakup dua aspek yaitu integritas moral dan tempramen. Aspek-aspek tersebut adalah aspek yang dijadikan kategori penilaian utama dalam studi tersebut. Untuk itu, telah dipilih sembilan orang tokoh yang dianggap potensial untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta sebagai objek penilaian.

Prof. Hamdi Muluk | Monitorday.com
Gelar pakar yang berpartisipasi dalam studi. | LPPUI




Sembilan tokoh yang diikutsertakan sebagai objek penilaian adalah Gubernur Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Walikota Bandung Ridwan Kamil, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, mantan Sekneg dan politisi Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, Bupati Bojonegoro Suyoto, pengusaha sekaligus politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sandiaga Uno, Wagub DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat,  Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, dan mantan Wakil Menteri Pertahanan era Susilo Bambang Yudhoyono Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Syamsoeddin.

Ahok Paling Direkomendasikan?

Hasilnya, dalam kriteria visioner Gubernur DKI Jakarta petahana mendapat peringkat pertama dengan 8.1 poin disusul oleh Ridwan Kamil dengan 7.6 poin, lalu Tri Rismaharini dengan 7.4 poin. Sementara itu, Sandiaga Uno yang sudah menyatakan akan mencalonkan diri pada Pilkada DKI Jakarta 2017 menempati urutan empat dengan skor 6.

Dari segi intelektualitas, Ahok kembali menempati urutan pertama dengan poin 8, sedangkan Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini menyusul dibawahnya dengan poin tipis yaitu 7.9 poin untuk Ridwan Kamil dan 7.8 poin untuk Tri Rismaharini, Sandiaga Uno masih berada di posisi ke-4 dengan 6.1 poin. Dari segi Governability, Tri Rismaharini berada di puncak dengan 8 poin, disusul Ahok dengan 7.9 poin, dan Ridwan Kamil dengan 7.7 poin. Bagi anda yang masih asing dengan istilah governability, aspek ini mencakup penilaian kemampuan manajerial, implementasi kebijakan, dan penyelesaian masalah. 

Dalam aspek kemampuan politik Ahok menempati urutan pertama dengan 8.2 poin, Tri Rismaharini di urutan ke-2 dengan 8.05 poin, dan Ridwan Kamil di urutan ke-3 dengan 7.72 poin. Dari segi kemampuan komunikasi politik, Ridwan Kamil yang dikenal ramah dan bersahabat menempati urutan pertama dengan 7.9 poin, disusul Tri Rismaharini dengan 7.7 poin, Ahok berada di urutan ke-3 dengan 7.4 poin, di posisi ke-4 dengan poin 6.4 ada Yusril Ihza Mahendra yang beberapa waktu lalu sempat mendeklarasikan niatannya untuk mencalokan diri menjadi orang nomor satu di Jakarta. Sandiaga Uno berada di urutan 6 dengan 6.3 poin.

Selanjutnya, Tri Rismaharini menempati urutan pertama dalam aspek kepemimpinan dengan poin 7.77, disusul Ridwan Kamil dengan 7.71 poin. Ahok menempati urutan ke-3 dengan 7.17 poin, dan wakilnya, Djarot berada di urutan ke-4 dengan 6.68 poin. Secara umum, dalam hal kapabilitas Ahok berada di urutan pertama dengan skor total 7.87.

Bersaing ketat dengan Tri Rismaharini yang mendapat nilai total 7.77, dan Ridwan Kamil yang mendapat nilai total 7.74. Disebutkan pula dalam hasil studi ini orang yang paling direkomendasikan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta adalah Ahok (dipilih 79.74% responden), Ridwan Kamil (dipilih oleh 38.88% responden), dan Tri Rismaharini (dipilih oleh 38.67% responden). Selain itu, disebutkan juga nama-nama tokoh yang tidak direkomendasikan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta, yaitu Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, dan Sjafrie Sjamsoeddin.

LPPUI

Hasil Studi Dianggap Bermuatan Politik

Dilansir dari Monitorday.com, Dr. Syahganda Nainggolan berpendapat bahwa hasil studi yang dilakukan oleh LPPUI tidaklah logis, dan ada kemungkinan ditunggangi motif politik. Lebih lanjut, Syahganda mengatakan bahwa hasil studi ini merupakan permainan politik yang dilakukan oleh pendukung Ahok. "Secara kasat mata sebenarnya kita sudah tahu bahwa survei ini didasari motif yang tidak netral," katanya.

Menurutnya, ada beberapa indikator yang bisa dijadikan alasan studi yang dilakukan oleh LPPUI tidak dapat diterima. Pertama, bisa dilihat hasil studi ini seringkali menempatkan Yusril Ihza Mahendra di jajaran terbawah dalam raihan poin. Contohnya, dalam hal intelektualitas dimana mantan Mensekneg ini menempati urutan terakhir dengan raihan 5.4 poin saja.

LPPUI

Menurut Syahganda, Yusril secara intelektualitas lebih tinggi daripada Ahok. Syahganda memiliki beberapa alasan yaitu, pertama, Yusril Ihza Mahendra bergelar doktor sedangkan Ahok tidak. Selain itu, Yusril pernah dinobatkan sebagai profesor nomor satu di Universitas Indonesia (UI) versi QS, THE, dan Webometrics. “Dia (Yusril Ihza Mahendra) mencapai gelar akademik tertinggi, sebagai doktor. Juga seorang profesor. 

Sedangkan Ahok dari kampus biasa biasa saja. Bukan doktor. Mungkin ini bukan indikator penting menurut Muluk dkk, namun itu sebuah common sense bahwa tingkat intelektualitas tersebut sangat terkait dimana seseorang menimba ilmu,” jelasnya.

Syahganda menambahkan, hasil studi ini bertujuan untuk menggertak Megawati dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) agar mendukung Ahok dengan uraian yang disampaikan oleh Muluk bahwa PDIP akan hancur pada 2019 jika tidak mendukung Ahok. Kedua, untuk melakukan deligitimasi terhadap para ulama yang mendukung Yusril sebagai calon terbaik dari kalangan Islam. Bagaimana menurut anda?

Dikutip dari berbagai sumber. 

COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Benarkah Ahok Paling Layak Memimpin Jakarta?
Benarkah Ahok Paling Layak Memimpin Jakarta?
http://usimages.detik.com/community/media/visual/2016/02/25/e515e4f8-6feb-429b-a04b-8708698c0b63_43.jpg?w=800&q=60
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/08/benarkah-ahok-paling-layak-memimpin.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/08/benarkah-ahok-paling-layak-memimpin.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy