Inilah 5 Fakta Penting Tokoh Feminis R.A Kartini

Raden Adjeng Kartini atau singkatnya R.A Kartini, seorang pahlawan feminis nasional yang menggetarkan Indonesia dengan perjuangannya memperjuangkan kesetaraan wanita atau yang sering kita kenal dengan Emansipasi Wanita.

Pahlawan feminis Nasional ini lahir pada 21 April 1879, Jepara, Jawa Tengah. Untuk itu setiap tanggal 21, bulan April dijadikan hari Kartini.

Seperti yang sudah terlihat dari namanya, Kartini merupakan anak yang terlahir dari kalangan bangsawan untuk itu terdapat gelar R.A (Raden Ajeng) di depan nama Kartini, perolehan gelar kebangsawanan Raden Ajeng dipakai oleh Kartini sebelum beliau menikah, dan bila Kartini menikah maka gelar kebangsawanan tersebut diganti menjadi R.A (Raden Ayu) menurut silsilah tradisi Jawa.

Orang Tua Bangsawan

Ayahanda dari Kartini merupakan putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV yang bernama R.M Sosroningrat. Dan Ibunda Kartini yang bernama M.A. Ngasirah, beliau ini merupakan anak seorang Kyai atau pemuka agama di Telukawur, Kota Jepara.

Dikarenakan Ibunda yang bukan berasal dari keturunan darah biru, melainkan keturunan rakyat biasa, oleh sebabnya sebuah peraturan dari kolonial Belanda mewajibkan seorang Bupati menikah dengan kalangan bangsawan juga, inilah yang memotivasi ayahanda Kartini untuk meminang seorang wanita dari kalangan bangsawan yang bernama Raden Ajeng Woerjan, seorang bangsawan keturunan langsung Raja Madura saat itu.

Sebagai seorang putri bangsawan, Kartini mempunyai kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Sang Ayah kemudian menyekolahkan Kartini di ELS (Europese Lagere School). Dari sinilah Kartini mempelajari bahasa Belanda dan bersekolah hingga Kartini berumur 12 tahun, pada saat itu seorang anak perempuan harus tinggal dirumah.

Pemikiran Feminis Kartini

R.A Kartini sangatlah aktif dalam menjalin komunikasi dengan temannya yang berada di Belanda melalui surat menyurat, hal ini ditunjang dengan kemampuan Kartini berbahasa Belanda dengan fasih. Dari melakukan korespondensi atau surat menyurat inilah Kartini tertarik dengan pola pikir perempuan Eropa yang Kartini baca dari berbagai media seperti surat kabar, majalah serta buku yang beliau baca.

Kartini mulai berpikir untuk memperjuangkan perempuan pribumi karena dalam pemikirannya kedudukan wanita pribumi memiliki status sosial yang rendah saat itu. Saat Kartini berumur 20 tahun, dia lebih banyak membaca buku-buku yang beraliran feminis seperti karya Louis Coperus yang berjudul De Stille Kraacht, karya Van Eeden, Augusta de Witt serta berbagai roman-roman feminisme yang seluruhnya berbahasa Belanda, bahkan buku karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta.

Inilah yang menumbuhkan pengetahuannya di bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Dalam suarat yang dikirim untuk temannya tersebut, Kartini menceritakan penderitaan wanita-wanita pribumi yang dinilai terhambat pengetahuannya karena di Jawa sendiri wanita harus dipingit.

Meski Kartini terkenal karena aktifnya memperjuangkan emansipasi perempuan, terdapat pemikiran-pemikiran Kartini lontarkan yang berhubungan dengan moral kehidupan. Di dalam surat yang sering dia kirimkan kepada teman-temannya dapat diketahui bahwa Kartini juga memperdebatkan hal lain seperti kepercayaan, agama dan adat.

Kartini dapat diinterpretasikan sebagai sosok yang kritis, feminis murni, ambisius dan vokal terkait penyamaan hak antara perempuan dan laki-laki, maksud yang sebenarnya adalah Kartini menginginkan agar semua orang dapat mewujudkan potensi terbaiknya. Dengan begitu kita bangsa Indonesia dapat maju.

Rosa Abendanon dan Estelle "Stella" Zeehandelaar merupakan teman wanita dari Belanda yang mendukung pemikiran yang diutarakan R.A Kartini. Dalam sejarah dituliskan bahwa Kartini mendapatkan izin dari ayahanda untuk menjadi seorang guru. Namun Kartini dilarang untuk melanjutkan pendidikan di Batavia ataupun ke Belanda.

Pemikiran Radikal

“Dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia berselisih, terpisah dan saling menyakiti”
Pemikiran yang sepintas terlihat sama dengan pemikiran John Lennon ketika membuat lagu dengan judul Imagine. Pemikiran yang kontroversi dan berkesan radikal, kita bisa menerka mungkin saja ketika Kartini menulis ini, Kartini merasa geram ketika agama yang harusnya memfasilitasi manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesamanya justru jadi sumber pertikaian dan konflik.

Kisah Cinta Kartini sebagai Madu


Di usia 24 tahun, R.A Kartini dipinang oleh seorang lelaki yang bernama Kanjeng Raden Mas (K.R.M) Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang merupakan seorang bangsawan dan juga bupati di Rembang yang telah memiliki tiga orang istri.

Disinilah R.A Kartini mendapatkan sebuah pengertian dari sang suami, hingga akhirnya Kartini mendapatkan kebebasan untuk mendirikan sekolah khusus wanita pertama yang berdiri di sebelah kantor pemerintahan Kabupaten Rembang yang kini lebih dikenal dengan Gedung Pramuka.

Dari pernikahan ini, Kartini melahirkan anak laki-laki yang bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada tanggal 13 September 1904. Takdir berkata lain, 17 September 1904 tepatnya empat hari setelah melahirkan putranya tersebut, R.A Kartini wafat, kemudian dimakamkan di Desa Bulu, Kabupaten Rembang.

Di tahun 1912, berdirilah Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang kemudian menyebar ke Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon, dan daerah lainnya. Sekolah itu diberi nama “Sekolah Kartini” guna menghormati jasa Kartini semasa hidupnya.

Sepeninggal R.A Kartini, muncul seorang pria kebansaan Belanda bernama J.H. Abendanon yang ketika itu memiliki jabatan Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia-Belanda mulai mengumpulkan surat-surat yang pernah ditulis oleh R.A Kartini ketika Kartini aktif melakukan surat-menyurat dengan teman-temannya yang berada di Eropa ketika itu.

Dari situ kemudian disusunlah buku yang berjudul 'Door Duisternis tot Licht' dan lalu diterjemahkan dengan judul “Dari Kegelapan Menuju Cahaya” yang terbit pada tahun 1911. Buku tersebut telah dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat surat-surat yang ditulis oleh Kartini.

Ide-ide yang dituliskan oleh Kartini  dalam suratnya tersebut kemudian membuat orang banyak menarik perhatian masyarakat ketika itu terutama kaum Belanda sebab yang menulis surat-surat tersebut adalah wanita pribumi.

Pemikiran Kartini banyak mengubah pola pikir masyarakat belanda terhadap wanita pribumi ketika itu. Tulisan-tulisannya juga menjadi inspirasi bagi para tokoh-tokoh Indonesia kala itu seperti W.R Soepratman yang kemudian menbuat lagu yang berjudul 'Ibu Kita Kartini'.

Garis Keturunan Kartini Saat Ini

Seperti diketahui sebelum wafat R.A Kartini mempunyai seorang anak bernama R.M Soesalit Djojoadhiningrat hasil pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Anak Kartini yakni Soesalit Djojoadhiningrat sempat menjabat sebagai Mayor Jenderal pada masa kependudukan Jepang. Ia kemudian mempunyai anak bernama RM. Boedi Setiyo Soesalit (cucu R.A Kartini) yang kemudian menikah dengan seorang wanita bernama Ray. Sri Biatini Boedi Setio Soesalit.
Dari hasil pernikahannya tersebut, beliau mempunyai lima orang anak bernama (Cicit R.A Kartini) yang masing-masing bernama RA. Kartini Setiawati Soesalit, kemudian RM. Kartono Boediman Soesalit, RA Roekmini Soesalit, RM. Samingoen Bawadiman Soesalit, dan RM. Rahmat Harjanto Soesalit.

COMMENTS

loading...
Nama

#PrayforAleppo,4,10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,2,2 tahun jokowi-JK,3,30 September,2,Aa Gym,1,Aceh,3,Aceng Rahmat,1,Administrasi,2,adversity quotient,2,Agung,1,agus yudhoyono,5,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,26,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,10,ahok tersangka,5,ahok tidak boleh jadi gubernur,3,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,AIMI,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,Akbar Hashemi Rafsanjani,1,aksi 121,2,Aksi 1212,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,22,aksi 312,1,aksi 412,2,Aksi Bela Islam,1,aksi bela islam jilid III,6,aksi BEM,1,aksi damai 212,7,aksi damai bela islam III,8,aksi demo 4 november 2016,6,aksi mahasiswa 121,2,aksi mata-mata,1,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,4,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,Aleppo,2,Amal Islami,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,anak bermain,1,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,Anak korban perang di Suriah,1,analytics,1,Angelius Wake Kako,1,Anies Baswedan,9,Anton Charliyan,1,arabisasi,1,ASI,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,2,Bank,1,Bantuan,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,Bashar,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Bela Rakyat,1,BEM,1,Bendera Tauhid,1,Berita,15,berita terkini Aleppo,3,Biksu,1,binjai sumut,1,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,9,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,brealfie,1,budaya,1,budaya arab,1,budaya islam,1,bullying,3,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,3,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,Cagu,1,Cagub-Cawagub DKI,2,calon gubernur dki,4,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,2,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,Cristiano Ronaldo,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,Database,1,debat gubernur jakarta,3,debat pilkada jakarta,5,Debat Terbuka,2,Debat Terbuka Perdana,2,Demo,2,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,Demo FPI 161,3,demo mahasiswa,3,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,desain rupiah baru,5,Detik,1,dialog nasional,1,Din Syamsuddin,2,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,djarot,3,Doa,3,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dr Utami Roesli,1,Drama,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,10,Email,1,Enni Sri Hartati,1,Epilog,1,Erdogan,3,Fahmi Darmawansyah,1,fashion,1,Fatwa MUI,2,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,FPI,8,FPI ditolak,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,Gadis Cacat,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Geografi,2,Gerindra,1,Globalisasi,1,GMBI,5,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,Gubernur Jambi,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,Habib Rizieq,6,habib rizieq shihab,12,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,Hari Ibu,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hotel Novita Jambi,1,Hubungan,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,110,Ibu,1,ibu dan anak,3,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,Imam Besar FPI,2,Imam Besar Pemimpin Republik Indonesia,1,Imam Prasodjo,1,Iman,1,IMD,1,imunisasi,3,Indonesia,3,indonesia bukan arab.,1,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inneke Koesherawati,1,Inspirasi,2,Internasional,2,Internet,2,Investasi,1,Ira Koesno,1,Iran,1,ISIS,1,Islam,1,islamophobia,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,325,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,janji kandidat gubernur jakarta,1,Jaringan,1,Jasmani,1,Jatuh,2,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kanker payudara,1,kapal induk,1,Kapolda Jabar,1,Kapolda Jawa Barat,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,4,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,4,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,Kepulauan Seribu,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,21,Kesehatan Mata,1,kesehatan wanita,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,2,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komnas HAM,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,2,Komunikasi,1,Konflik,1,konflik suriah,3,Konsolidasi,1,Konstitusi,1,Konsultasi Syari'ah,2,Koperasi,1,korban terorisme,1,Korupsi,1,KPK,1,KPU DKI,1,Kucing,2,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,kuliner,1,Lafadz Alloh,1,Lagu,1,Laut Hitam,2,liburan,1,Lingkungan,4,Literasi,1,LSM,1,lukas enembe,1,Lukisan,1,Mabes Polri,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,Mahasiswa,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Majelis Ulama Indonesia,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,Makar,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,2,manfaat daun patah tulang,1,Mantan,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,mata-mata,1,Maulid Nabi,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,menyusui,3,Metrotv,1,MK,1,Moderator,1,MUI,5,Muslim Rohingya,1,Myanmar,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,2,Negara,2,Norma,1,ojk,1,Olahraga,40,om telolet om,1,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,146,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,7,Organisasi,1,ormas,1,Ormas Dayak,1,otomotif,2,pahawan di uang rupiah,4,pahlawan dalam rupiah baru,5,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,pakaian minim,1,Panasbumi,1,pancasila,1,Panelis,1,Panggil,1,panti rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa,1,Pantun,1,parenting,18,pasangan suami istri,3,pasien panti rehabilitasi disiksa,1,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pembunuhan pulomas,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,5,Penembakan,1,pengasuhan anak,10,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,53,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,Pengungsi Rohingya,1,pengusaha dan penguasa,1,Pengusiran,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penistaan Agama,2,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,penyakit lupus,1,Perang Narkoba,1,perang Suriah,4,perdukunan,1,pergantian desain uang rupiah,4,Peringatan,1,Peristia,1,Peristiwa,57,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,Pesawat Militer Rusia,2,Peserta,1,Pilgub DKI Jakarta,1,pilkada DKI,8,Pilkada Jakarta 2017,102,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Polisi,1,Politik,23,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,PP-PMKRI,1,ppatk,1,Prabowo,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,Presiden,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,2,Presiden Turki,1,Produk Mengandung Babi,1,program anies-sandi,1,program cagub DKI,2,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,3,Puisi,54,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reformasi,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,rumah tangga,1,Rupa,1,rupiah baru,5,Rusia,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,5,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,13,Sejarah Jakarta,1,Sejarah Natal,1,Sel,1,selingkuh,1,Seni,2,Sepak Bola,1,Serba-serbi,4,sertifikat halal,3,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,Sholat Shubuh,2,si buni yani,1,Sidang,4,Simbol Haji,1,Sintang,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,14,spanduk menolak wayang,1,srebrenica,1,Sri Mulyani,2,stasiun televisi,1,Statistika,1,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Suriah,6,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,sylviana murni,3,Tabligh Akbar,2,tabligh akbar istiqlal,1,Tahanan Perempuan,1,tahun baru,2,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,11,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,Tengku Zulkarnain,1,tentang islam,1,terhangat,1,Terkini,4,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,timnas Indonesia,1,tindakan subversif WN Cina,1,Tips,1,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,3,tolak reklamasi,2,Tour Jakarta,1,tragedi suriah,1,Turki,2,uang baru,2,uji materi UU Pilkada,1,Ulos,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,2,Ustadz Bachtiar Nasir,1,UU sertifikasi produk halal,1,Uus Komika Hina Ulama FPI,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,Vespa,1,video,70,Wafat Saat Sujud,1,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wali Kota Jambi,1,Warga Cina tanam benih cabe berbakteri,1,Wayang,2,wayang kulit,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,Wirausahawan,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,Yayat Supriyatna,1,yenny wahid,1,Yusuf Mansur,2,
ltr
item
Ngelmu.com: Inilah 5 Fakta Penting Tokoh Feminis R.A Kartini
Inilah 5 Fakta Penting Tokoh Feminis R.A Kartini
https://4.bp.blogspot.com/-a3Bd6a5tRVU/V7LzhMwkwDI/AAAAAAAABmE/fbTmBt-irxQTjR1UT0HNzzkOTYTJE65bgCLcB/s640/kartini2.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-a3Bd6a5tRVU/V7LzhMwkwDI/AAAAAAAABmE/fbTmBt-irxQTjR1UT0HNzzkOTYTJE65bgCLcB/s72-c/kartini2.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/08/biografi-RA-Kartini.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/08/biografi-RA-Kartini.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy