Yuk Kenali Gaya Berpolitik Para Gubernur Jakarta Sejak Lalu

SHARE:

Ngelmu.com, Jakarta - Gaya berinteraksi setiap orang tentu saja memiliki ciri dan khas tersendiri, dari mulai bersikap dingin namun perhatian bahkan bersikap mencari muka atau berpura-pura baik. Sekilas itu mirip dengan definisi sederhana gaya berpolitik kan? Apalagi sikap-sikap yang disebutkan tadi juga memang mirip-mirip dengan tokoh-tokoh politik di Negeri ini.

Republik Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi asas demokrasi dan musyawarah didalamnya, karena memang sejatinya makna demokrasi adalah untuk rakyat, oleh rakyat dan dari rakyat. Berbicara untuk dan oleh rakyat, sebentar lagi di tahun 2017 mendatang sebuah perhelatan akbar pemilihan kepala daerah atau pemilihan Gubernur di DKI Jakarta akan berlangsung.
Kompas.com



Kita semua tentu kenal dengan Ali Sadikin, Suwirjo ataupun Sutiyoso yang kita sering panggil Bang "Yos". Namun, tahukah kamu? Gubernur DKI Jakarta tidak sedikit dan pengusungan mereka pun juga ada dari militer. Berikut ini adalah profil para Gubernur DKI Jakarta terdahulu dan gaya berpolitik yang mereka lakukan.

Suwirjo (1945-1947) dan (1950-1951)


Raden Suwirjo merupakan tokoh pergerakan Indonesia, Suwirjo lahir di Wonogiri pada 17 Februari 1903 silam. Suwirjo mendapat amanah sebagai kepala daerah pertama Jakarta. Gaya berpolitik Suwirjo terkenal berani, meskipun dirinya bukan dari rezim militer.

Berani yang dimaksud adalah saat Jepang menutupi berita bahwa Jepang berhasil ditaklukan oleh sekutu. Tanpa takut akan segala resiko yang akan terjadi, Suwirjo mengabarkan kepada masyarakat Jakarta bahwa Jepang telah kalah. Sampai-sampai Bung Karno dan Bung Hatta diminta oleh rakyat Jakarta untuk menyegerakan Proklamasi. Melihat antusias Suwirjo dan keberaniannya mengabarkan peristiwa tersebut membuat Suwrjo diminta untuk memimpin Jakarta pada 23 September 1945.
Akibat keberanian dan dianggap Vokal oleh NICA atau Nederlandsch Indiƫ Civil Administratie, Suwirjo diculik. Meskipun sempat diculik, Suwirjo tetap berada di Jakarta dan memerintahkan semua pegawai pamongpraja agar tetap beraktifitas seperti biasa.

Daan Jahja (1948-1950)

Merupakan pemimpin Jakarta dari Militer, Daan Jahja lahir di Padang Panjang pada 5 Januari 1925 silam. Mendapatkan amanah memimpin Jakarta di umur yang sangat muda yaitu 25 Tahun dan memiliki pangkat sebagai Letnan Kolonel TNI.
Daan Jahja memiliki gaya berpolitik yang kental dengan rezim militer, saat itu Daan Jahja menghadapi problematika yang pelik selama menjabat. Salah satunya adalah aksi Kapten Westerling yang mencoba untuk merebut kekuasaan negara karena merasa tak terima atas penyerahan kedaulatan oleh Belanda pada Indonesia. Pada awal tahun 50, Jakarta mengalami masalah administrasi dalam proses mengambil alih pemerintah Jakarta kepada pola Nasional, Daan Jahja dengan ketekunannya berhasil melaksanakan proses nasionalisasi tersebut.

Sjamsuridjal (1951-1953)

Jakarta pun pernah dipimpin oleh Wali Kota Solo sebelum era Joko Widodo. Sjamsuridjal memimpin Jakarta 2,5 tahun lamanya.
Dalam kepemimpinan yang singkat itu, Sjamsuridjal dikenal dengan berpolitik praktis dan cepat tanggap. Tanpa banyak bicara dan diliput oleh awak media, Sjamsuridjal memiliki kebijakan yang sangat pro rakyat khususnya dalam masalah pelistrikan dan masalah alam sosial rakyat Jakarta saat itu. Sjamsuridjal pun saat itu mempunyai kebijakan guna mengatasi masalah listrik yang sering padam yaitu dengan membangun pembangkit listrik di Ancol, guna meningkatkan penyediaan air minum Sjamsridjal membangun penyaringan air di Karet dan menambah suplai air dari Bogor.
Selama menjadi kepala daerah di Jakarta, Sjamsuridjal juga sangat memperdulikan bidang pendidikan, dia mendukung pembangunan Universitas Indonesia.

Sudiro (1953-1960)

Adalah seorang kepala Daerah Jakarta saat itu masih berstatus administratif tingkat pertama. Tokoh yang berasal dari Yogyakarta ini memiliki sebuah kebijakan birokrasi yang sampai saat ini dipakai di seluruh Indonesia pula, kebijakan tersebut adalah memecah wilayah hingga ruang terkecil yaitu, Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), dan juga memecah Jakarta menjadi tiga wilayah administratif yang dipimpin oleh seorang patih.
Gaya berpolitik Sudiro cukup membuat kita takjub dan berterima kasih karena dialah yang memperhatikan pentingnya sebuah sejarah, Sudiro lah yang mempunyai ide untuk melestarikan bangunan yang bernilai sejarah salah satunya membangun Monumen Nasional. Mendengar keinginan Sudiro, tanpa pikir panjang sang bapak Proklamator Soekarno pun mendukung keinginan Sudiro tersebut.

Dr. Soemarno (1960-1964) dan (1964-1965)

Serupa seperti Suwirjo, Dr. Soemarno merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta yang berkesempatan memimpin Jakarta dua periode. Selain berasal dari rezim Militer, Dr. Soemarno juga berprofesi sebagai dokter.
Namun, gaya berpolitik dari Dr. Soemarno adalah politik amanah, beliau yang melanjutkan amanah dari pendahulunya yaitu masa Sudiro. Dr. Soemarno lah yang merealisasikan pembangunan Monas, Patung Selamat Datang, dan Patung Pahlawan yang terletak di Menteng. Tak hanya itu, Dr. Soemarno adalah orang yang membuat konsep rumah minimum yaitu rumah dengan luas 90 meter persegi yang dibangun dari luas tanah 100 meter persegi.

Henk Ngantung (1964-1965)

Henk Ngantung merupakan gubernur pelaksana tugas dari Dr. Soemarno yang kala itu ditunjuk oleh Bung Karno sebagai menteri dalam negeri (Mendagri).
Henk Ngantung merupakan gubernur kontroversial karena saat itu dia hanya dipilih sepihak oleh Bung Karno. Alasan Soekarno atau Bung Karno memilih Henk Ngantung adalah karena Soekarno berharap Jakarta nantinya akan menjadi Kota Budaya.
Gaya berpolitik dari Henk Ngantung tak begitu terlihat jelas. Bahkan dia sering dipanggil oleh presiden karena hanya untuk mengatakan bahwa pepohonan di tepi jalan terlalu padat dan harus dikurangi. Problema pengemis yang ada di Jakarta sudah sejak lama merusak pemandangan kita, namun ternyata sejak dahulu sudah berusaha direlokasikan namun gubernur tak pernah berhasil.
Henk Ngantung pun mengalami pencopotan Jabatan secara sepihak oleh negara karena saat itu dirinya dianggap sebagai antek PKI.

Ali Sadikin (1966-1977)

Ali Sadikin menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta selama 11 tahun lamanya, sebagai seorang Gubernur di Ibukota negara Ali Sadikin disebut sebagai orang yang berhasil.
Berhasil yang dimaksud adalah Ali Sadikin mampu merubah total Jakarta sehingga menjadikan Jakarta sebagai kota metropolis. Gaya berpolitik Ali Sadikin sangat sederhana dan dicintai rakyat.
Karena itu Ali Sadikin pun memiliki panggilan akrab dari penduduk kota Jakarta yaitu Bang Ali. Bang Ali memiliki jasa dalam hadirnya perayaan tahunan hari jadi Kota Jakarta atau Jakarta Fair.
Terlepas dari itu, Bang Ali juga memiliki kebijakan yang sangat kontroversional yaitu mengembangkan industri hiburan malam di Jakarta, termasuk mengizinkan penyelenggaraan perjudian di Jakarta dengan memungut pajak dari mereka untuk pembangunan Kota Jakarta.

Tjokropranolo (1977-1982)

Sebelum menjadi gubernur Jakarta, Tjokropranolo merupakan seorang asisten Ali Sadikin selama satu tahun. Tjokropranolo merupakan anak dari seorang Bupati di Temanggung Jawa Tengah.
Gaya berpolitik dari Tjokropranolo adalah sering blusukan, ia sering blusukan ke pabrik guna mengecek kesejahteraan buruh dan menggagas upah mereka. Tjokropranolo sangat berjasa dalam merelokasikan ratusan tempat untuk puluhan ribu pedagang kecil agar dapat berdagang secara legal. Kemacetan lalu lintas sejak saat itu sudah menjadi momok Ibukota.

R. Soeprapto (1982-1987)

Soeprapto memulai karirnya dari rezim Militer yang bertugas sebagai sekretaris Jenderal Depdagri. Dengan pengalamannya itu, Soeprapto mencoba untuk turun tangan menangani masalah yang mulai rumit.
Gaya berpolitik yang berkonsep pragmatis dan bersih mengenai proyek pembangunan Jakarta sebagai ibukota negara. Soeprapto juga mengonsentrasikan konsepnya dalam wacana stabilitas, keamanan dan ketertiban. 

Soeprapto juga yang membuat Master Plan DKI Jakarta untuk periode 1985-2005, yang sekarang dikenal dengan Rencana Umum Tata Ruang dan Rencana Bahagian Wilayah Kota.

Wiyogo Atmodarminto (1987-1992)

Wiyogo Atmodarminto, (Letjen TNI Purnawirawan) (lahir 22 November 1922; umur 86 tahun; lebih dikenal dengan panggilan Bang Wi) adalah Gubernur DKI Jakarta periode 1987 - 1992.
Sebelumnya, ia bertugas sebagai Duta besar RI untuk Jepang. Wiyogo pernah menjabat Panglima Kowilhan II (1981-1983) dan Panglima Kostrad antara Januari 1978 hingga Maret 1980.
Wiyogo merupakan salah satu aktor pencetak sejarah dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta.
Di massa kepemimpinannya Soeprapto secara rutin berkunjung ke berbagai tempat di Jakarta. Ia dikenal sebagai pemimpin yang terbuka dan bersikap disiplin. Di awal kepemimpinannya, dia memutuskan untuk menerapkan konsep BMW: Bersih, Manusiawi, berWibawa di Jakarta.

Soerjadi Soedirja (1992-1997)

Letnan Jenderal (Purn) Soerjadi Soedirdja (lahir di Batavia (Jakarta), 11 Oktober 1938; umur 73 tahun) adalah salah satu tokoh militer dan politik Indonesia. 

Di masa kepemimpinannya, ia membuat proyek pembangunan rumah susun, menciptakan kawasan hijau, dan juga memperbanyak daerah resapan air. Adapun proyek kereta api bawah tanah (subway) dan jalan susun tiga (triple decker) yang sempat didengung-dengungkan di masanya belum terwujud.

Lebih tepatnya, Soerjadi adalah gubernur yang menyaksikan selesainya pembersihan jalan-jalan Jakarta dari becak, suatu usaha yang telah dimulai sejak gubernur sebelumnya (Wiyogo). 

Selain itu Peristiwa 27 Juli 1996 terjadi pada masa Jakarta di bawah kepemimpinannya. Beliau juga merupakan salah satu dermawan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, yang berlokasi di jalan raya Jakarta km 4 pakupatan-serang,Banten.

Sutiyoso (1997-2007)

Gubernur DKI Jakarta Periode 1997-2007, berlatar belakang militer dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal (Purn), akrab disapa Bang Yos.

Kariernya di bidang militer sebagian besar berjalan di lingkungan Militer. Ia dipandang tepat pindah dari markas Kodam Jaya ke Kantor Gubernur DKI. Keberhasilannya mengamankan Jakarta dalam pemilihan umum (pemilu) 1997, banyak dibicarakan orang, selain sikapnya yang tegas dalam menertibkan jajarannya. Ia adalah tokoh yang dikenal akrab dengan para ulama yang sering mengerahkan pasukan untuk menggerebek tempat-tempat judi dan arena maksiat di Ibu Kota. Ia melenggang ke Balai Kota pada 6 Oktober 1997 sebagai gubernur DKI Jakarta. 

Pada jabatannya periode pertama, ia bertekad membangun kota metropolitan Jakarta agar sejajar dengan kota besar dunia lainnya. Tapi krisis moneter dan ekonomi serta perubahan konstalasi politik yang ditandai kerusuhan massal Mei 1998, membuatnya harus memfokuskan program kerjanya dalam upaya pemulihan dan rehabilitasi keamanan dan ketertiban ibukota.

Kemudian terpilih pada periode kedua, pada tahun 2002, lalu Sutiyoso dengan program-program yang penting dan strategis dijalankan yang kelak lebih dapat dirasakan manfaatnya. Seperti penanganan problematika transportasi Jakarta, solusi masalah banjir, menanamkan program Jakarta Go Green, menertibkan kawasan publik dari pihak tak berkepentingan, memindahkan warga dari pemukiman kumuh ke rumah susun massal murah, dan program memelihara kesehatan warga dengan membagikan Kartu Sehat kepada keluarga miskin. Busway Transjakarta yang beroperasi sejak 15 Januari 2004 sebagai titik awal reformasi total angkutan umum ibukota Jakarta yang lebih nyaman, layak dan manusiawi merupakan satu di antara empat sistem transpotasi umum yang dikelola secara makro.

Sutiyoso adalah seorang Gubernur DKI Jakarta yang beruntung, di bawah lima periode presiden yaitu, Suharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan SBY.

Fauzi Bowo (2007-2012)

Gubernur DKI Jakarta yang satu ini juga menaruh perhatian besar terhadap kemajuan pembangunan pendidikan, pembinaan generasi muda, serta meningkatkan kualitas SDM warga DKI Jakarta. Salah satunya dengan meluncurkan Kartu Gratis Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun. Ini merupakan komitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi peserta didik di Jakarta. Pemerintah Provisi DKI Jakarta dapat memenuhi kebutuhan operasional sekolah melalui pemberian Biaya Operasional Pendidikan (BOP).

Fauzi Bowo adalah Gubernur DKI Jakarta, Gubernur periode 2007-2012 ini mengakhiri masa jabatannya tanggal 7 Oktober 2012, mampu membawa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperoleh penghargaan sebagai Pelayanan Informasi Terbaik Melalui Internet, hal ini ditandai dengan terpilihnya website www.Jakarta.go.id sebagai Juara Pertama tingkat Nasional oleh Bakohumas, Kementerian Komunikasi dan informatika RI pada tahun 2010 dan 2011, serta pada tahun 2010 Juara Ketiga website terbaik versi Perhimpunan Profesi Humas seluruh Indonesia (PERHUMAS) dan pada tahun 2011 penghargaan lainnya Juara Kedua pelayanan e-Gov terbaik versi majalah Warta Ekonomi. Serta terbentuknya Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian yang diamanatkan Undang-Undang No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,17,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,33,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,16,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Yuk Kenali Gaya Berpolitik Para Gubernur Jakarta Sejak Lalu
Yuk Kenali Gaya Berpolitik Para Gubernur Jakarta Sejak Lalu
https://4.bp.blogspot.com/-cl-t93IwXdw/V6CumSSGOSI/AAAAAAAABKo/7nicpWcH09MoC1nu4gqg5aC5KZHr-RHEACLcB/s640/kover.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-cl-t93IwXdw/V6CumSSGOSI/AAAAAAAABKo/7nicpWcH09MoC1nu4gqg5aC5KZHr-RHEACLcB/s72-c/kover.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/08/kenali-berpolitik-gubernur-dki.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/08/kenali-berpolitik-gubernur-dki.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy