Setelah Terminal 3, lalu apa?

SHARE:

oleh: Fajar Muhammad Rydho
Mahasiswa Manajemen FE UI
Terminal 3 ultimate bandara Soekarno Hatta yang baru saja beroperasi mampu mengakomodasi penumpang hingga 25 juta orang per tahunnya, dengan demikian menambah kapasitas total bandara hingga menjadi 50 juta penumpang per tahun. Angka ini sebenarnya masih jauh dari kapasitas yang harus dimiliki oleh Soekarno Hatta mengingat jumlah penumpang yang menggunakan jasa bandara secara aktual pada tahun 2015 saja telah mencapai 57 juta penumpang. Terlepas dari itu semua, kehadiran terminal 3ultimate sangat patut diapresiasi sebagai sebuah lompatan dalam pelayanan transportasi udara di Indonesia.
Ambisi besar untuk menjadikan bandara Soekarno Hatta sebagai hub (bandara pengumpul) utama di asia tenggara patut didukung penuh. Kehadiran terminal 3 ultimate akan meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan penumpang. Kondisi bangunan terminal di bandara Soekarno Hatta yang cukup semrawut akibat overcapacity selama dekade terakhir akan cukup teratasi dengan kehadiran terminal 3 ultimate ini.
Namun, kesemrawutan terminal yang akan segera berkurang belum diiringi oleh pengurangan kesemrawutan pada sisi udara bandara. Sederhananya seperti ini, suatu sistem bandara terdiri dari sisi udara dan sisi darat. Sisi udara meliputi seluruh wilayah yang diakses oleh pesawat terbang, meliputi landasan pacu (runway), landasan taxi (taxiway), dan landasan parkir pesawat (apron). Hanya orang-orang dengan otoritas tertentu yang dapat mengakses wilayah ini. Sedangkan sisi darat merupakan seluruh wilayah bandara selain sisi udara, yaitu gedung terminal, wilayah drop off dan penjemputan penumpang, serta area parkir kendaraan.
Kapasitas merupakan terminologi yang digunakan untuk menyatakan jumlah penumpang yang melewati sistem terminal mulai dari pintu masuk, security check, check in, hingga masuk ke pesawat terbang. Jumlah orang yang mampu diakomodasi oleh bandara dalam melewati keseluruhan proses ini pada satu satuan waktu dinamakan kapasitas terminal atau kapasitas sisi darat (landside capacity). Sedangkan jumlah pesawat yang mampu diakomodasi oleh landasan pacu dalam melakukan aktivitas lepas landas dan mendarat dalam satu satuan waktu dinamakan kapasitas sisi udara (airside capacity). Kedua kapasitas diatas bertindak independen satu sama lain dan dihitung secara terpisah. Dengan demikian, penambahan kapasitas terminal dapat diartikan penambahan daya tampung terhadap penumpang, namun tidak akan menambah daya tampung terhadap aktivitas pesawat terbang. Jumlah penumpang yang dapat dilayani di terminal akan semakin banyak namun jumlah pesawat yang dapat dilayani untuk beroperasi akan tetap sama saja.
Lalu apakah pembangunan terminal 3 ultimate akan membuat operasional bandara Soekarno Hatta semakin baik? Dari segi pelayanan penumpang, jelas akan semakin baik, namun tidak demikian bagi pengelola bandara dan maskapai penerbangan.
Secara teori, dengan kondisi memiliki 3 gedung terminal dan 2 landasan pacu, bandara Soekarno Hatta saat ini mampu melayani 50 juta penumpang per tahun dan mengakomodasi 370.000 pergerakan pesawat per tahun. Pergerakan pesawat merupakan satuan hitung untuk mengukur aktivitas operasional tinggal landas dan mendarat yang menggunakan landasan pacu. Tabel dibawah ini akan menunjukkan bahwa sejak tahun 2012, secara teori bandara Soekarno Hatta sudah mengakomodasi pesawat melebihi kapasitas yang dimilikinya. Akibatnya terjadi antrian yang cukup panjang dalam menggunakan landasan pacu, dengan kata lain, akan sering terjadi delay (baik itu antrian untuk tinggal landas maupun antri di udara untuk menunggu giliran mendarat). Sekali lagi, meskipun gedung terminal ditambah, hal itu tidak akan mempengaruhi kemampuan bandara dalam mengakomodasi aktivitas pergerakan pesawat. Sampai detik ini bandara Soekarno Hatta tetap menjadi bandara yang terlalu padat bagi aktivitas pesawat terbang.
Tabel 1. Utilisasi Landasan Pacu Soekarno Hatta
TahunPergerakan Pesawat per TahunTingkat UtilisasiStatus
2006247,84166.98%under capacity
2007248,48267.16%under capacity
2008264,67971.53%under capacity
2009279,79975.62%under capacity
2010310,85184.01%under capacity
2011345,50893.38%under capacity
2012381,120103.01%over capacity
2013399,430107.95%over capacity
2014390,984105.67%over capacity
2015386,615104.49%over capacity
Lalu apa yang harus dilakukan? Pembangunan landasan pacu ketiga adalah sebuah keharusan bila tidak mampu membangun bandara baru. Berikut proyeksi pertumbuhan pergerakan pesawat yang akan terjadi bila mengacu pada stabilitas permintaan yang ada saat ini, diramalkan menggunakan trend projection method
Tabel 2. Proyeksi Pergerakan Pesawat.
TahunPergerakan PesawatPertumbuhan
2016434,15912.30%
2017453,9104.55%
2018473,6614.35%
2019493,4114.17%
2020513,1624.00%
2021532,9133.85%
2022552,6633.71%
2023572,4143.57%
2024592,1643.45%
2025611,9153.34%
Berdasar proyeksi pergerakan pesawat diatas, maka bandara akan semakin berantakan dengan tingkat delay yang semakin tinggi (saat ini rata-rata delayadalah 5 menit, dan akan semakin tinggi bila tidak diatasi). Hal ini bisa saja diatasi secara cepat, yaitu dengan tidak memenuhi permintaan tersebut, artinya tidak ada penambahan slot, tidak ada penambahan jumlah penerbangan, tidak ada penambahan maskapai. Apa artinya hal tersebut? Artinya permintaan penumpang untuk melakukan perjalanan tidak akan terpenuhi dan harga tiket pesawat akan semakin tinggi diakibatkan oleh terjadinya kekurangan supply.
Berikut gambaran overcapacity yang akan terjadi hingga  tahun 2025, mencapai 65%.
Tabel 3. Proyeksi Utilisasi Landasan Pacu
TahunPergerakan Pesawat per TahunTingkat UtilisasiStatus
2016434,159117.34%over capacity
2017453,910122.68%over capacity
2018473,661128.02%over capacity
2019493,411133.35%over capacity
2020513,162138.69%over capacity
2021532,913144.03%over capacity
2022552,663149.37%over capacity
2023572,414154.71%over capacity
2024592,164160.04%over capacity
2025611,915165.38%over capacity
Lalu apa yang terjadi bila pemerintah membangun landasan pacu ketiga? Kapasitas landasan pacu akan bertambah menjadi 645.000 pergerakan pesawat per tahun. Sesuai dengan proyeksi pergerakan pesawat diatas dan dengan kapasitas yang meningkat menjadi 645.000 pergerakan, maka keadaan akan sedikit lebih baik sesuai dengan tabel di bawah ini.
TahunPergerakan Pesawat per TahunTingkat UtilisasiStatus
2016434,15967.31%under capacity
2017453,91070.37%under capacity
2018473,66173.44%under capacity
2019493,41176.50%under capacity
2020513,16279.56%under capacity
2021532,91382.62%under capacity
2022552,66385.68%under capacity
2023572,41488.75%under capacity
2024592,16491.81%under capacity
2025611,91594.87%under capacity
Hingga tahun 2025 bandara akan berada di level undercapacity, namun permasalahannya adalah pembangunan landasan pacu ketiga tidak akan bisa terlaksana dalam waktu dekat. Merupakan pekerjaan rumah yang sangat berat bagi pemerintah untuk merelokasi ribuan rumah penduduk yang berada disekitar bandara agar lahannya bisa digunakan untuk membangun landasan pacu ketiga.
Tidak adakah solusi lain? Salah satu hal yang bisa menjadi pilihan solusi adalah dengan mengubah konfigurasi pesawat yang beroperasi. Saat ini aktivitas penerbangan didominasi oleh pesawat narrow body (berbadan menengah) dengan kapasitas sekitar 150 hingga 200 penumpang. Jika maskapai bisa menggabungkan beberapa penerbangan yang menggunakan pesawat narrow body menjadi satu penerbangan dengan pesawat wide body(berbadan besar), maka operasional bandara akan lebih baik. Tapi, ini bukanlah opsi yang ramah bagi maskapai mengingat inefisiensi yang akan terjadi bila menggunakan pesawat berbadan besar, serta tidak akan ramah jadwal bagi penumpang karena akan berkurangnya pilihan jadwal penerbangan akibat penggabungan itu.
Oleh sebab itu, setelah terminal 3, upaya yang harus dilakukan pemerintah selanjutnya adalah pembangunan landasan pacu ketiga.
Daftar Referensi:
Airport Council International. (2016) : Annual Trafic Data. Diakses pada 15 Februari 2016
Ejupi, B. (2010) : Pristhina International Airport : Capacity Expansion and Service Standards. Rochester Institute of Technology, 21-26.
Federal Aviation Administration. (1983). Airport Capacity and Delay. U.S Department of Transportation.
Horonjeff R., Francis M., William S., dan Seth Y. (2010) : Planning and Design of Airports Fifth Edition, McGrawHill, 497-514.
Jasimuddin S., Seraj A., Abdullah B. (2001) : An Econometric Analysis of International Air Travel Demand in Saudi Arabia, Journal of Air Transport Management, 7, 143-148.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2016) : Klasifikasi Bandar Udara. Diakses pada 24 Maret 2016
Kopsch, F. (2011) :  A Demand Model for Domestic Air Travel in Sweden, Journal of Air Transport Management, 20, 46-48.
L’Hotellier, E. (2014) : Parallel Runway Separation. IVAO. Diakses pada 20 Mei 2016
L’Hotellier, E. (2015) : Wake Separation. IVAO. Diakses pada 20 Mei 2016
Suryono, H. (2014) : Metode Forecasting. Universitas Gadjah Mada
Trani, A. (2003) : Review of Airport Runway Capacity. Virginia
Valdes, V. (2014) : Determinants of Air Travel Demand in Middle Income Countries, Journal of Air Transport Management, 42, 75-84.
The Travel Insider. (2016). Common Airplane Types Configuration Data. Diakses pada 20 Mei 2016
Wielken D., Peter B., dan Marc G. (2013) : Do Airport Capacity Constraints Have a Serious Impact on The Future  Development of Air Traffic, Journal of Air Transport Management, 28, 3-13.
Wielken D., Peter B., dan Marc G. (2011) : New Empirical Evidence on Airport Capacity Utilization : Relationship Between hourly and Annual Air Traffic Volume, Research in Transportation Business & Management,1, 118-127.
Sumber: https://fajarmuhammadrhydo.wordpress.com/2016/08/11/setelah-terminal-3-lalu-apa/

COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Setelah Terminal 3, lalu apa?
Setelah Terminal 3, lalu apa?
https://www.pegipegi.com/travel/wp-content/uploads/2016/08/terminal-3-soetta.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/08/setelah-terminal-3-lalu-apa.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/08/setelah-terminal-3-lalu-apa.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy