Ada “Jangkrik” di Bisnis Reklame JPO Ibukota

SHARE:


Jembatan Penyeberangan Orang di Pasar Minggu Roboh dan Menyebabkan Korban Jiwa. Siapa harus tanggung jawab?
Kasus robohnya jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan yang memakan korban jiwa menimbulkan pertanyaan dan saling tuding mengenai siapa yang harusnya bertanggung jawab.

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bertanggung jawab atas musibah yang menimpa tiga warga Depok. Ketiganya tewas akibat ambruknya jembatan penyeberangan orang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu tanggal 24 September 2016. Menurut Pradi, pemerintah DKI Jakarta harus bertanggung jawab lantaran fasilitas umum itu tidak dipelihara dan diperhatikan dengan baik.

Pemerintah Kota Depok meminta Pemprov DKI mengevaluasi seluruh bangunan yang bisa mengancam keselamatan orang. Asisten Tata Praja Kota Depok Sri Utomo menuturkan Pemkot Depok meminta Jakarta bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pengobatan warga Depok yang menjadi korban tewas dalam musibah tersebut. Pemkot Depok juga menyerahkan kepada polisi untuk mengusut kemungkinan adanya kelalaian dalam pemeliharaan dan pengawasan fasilitas umum yang membahayakan warga.

Sementara itu Gubernur DKI Basuki T. Purnama yang akrab dipanggil Ahok membela diri. Menurutnya JPO di Jakarta banyak yang dibangun oleh pihak swasta. Ahok menduga keberadaan mafia reklame JPO menjadi biang kerok dari kondisi JPO Jakarta yang membahayakan dan kelebihan beban.

Ahok menegaskan bahwa banyak sekali pihak swasta yang membangun JPO tapi tidak mau memelihara. JPO yang dibangun oleh pihak swasta tersebut kemudian dijadikan media untuk pemasangan reklame iklan tanpa ada tambahan konstruksi dengan alasan penghematan. Hal ini yang menyebabkan JPO menjadi kelebihan beban dan ambruk.

Ahok menduga Ia menduga ada mafia atau oknum dari agensi periklanan maupun pihak lain yang sengaja menguasai JPO sebagai lahan bisnis mereka. Ia juga tidak menutup kemungkinan bahwa ada pelanggaran yang dilakukan di tingkat perijinan yang notabene adalah anak buahnya. “Pelanggaran terjadi semua, dulu yang izin pengawasan bisa disogok saya kira," kata Ahok di Balai Kota, Senin tanggal 26 September 2016.

JPO memang menguntungkan untuk digunakan sebagai media pemasangan reklame iklan.

Untuk mencegah terulangnya peristiwa nahas tersebut, ke depannya Ahok melarang pemasangan reklamasi di JPO. Meskipun ada gagasan agar reklame dipasang dalam bentuk LED (Light-Emitting Diode), prinsip dari pemasangan reklame ditegaskan Ahok tidak boleh menutupi JPO dan hanya reklame berukuran kecil yang diperbolehkan untuk dipasang.

Terkesan Lempar Tanggung Jawab

Ahok mengatakan ada mafia reklame JPO yang bermain sehingga JPO bisa kelebihan beban dan roboh.
Jawaban Gubernur DKI yang terkesan melempar jala tak kasat mata untuk mencari kambing hitam membuat anggota DPRD Jakarta Abdul Ghoni angkat bicara. Ia mengatakan bahwa seharusnya yang diperiksa adalah Badan Pemeriksaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jakarta terkait izin dan pajak reklame. Pasalnya semua reklame yang dipasang di DKI Jakarta harus mengajukan ijin melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang kemudian ditindaklanjuti oleh BPKAD. Semua reklame yang dipasang harus berijin dan membayar pajak.

Ketua Fraksi Partai Gerindra itu menyebut, tugas pemeriksaan serta pemeliharaan JPO di Jakarta seharusnya dilakukan oleh Dinas Perhubungan. Komisi D pun akan menggelar rapat dengan memanggil pihak terkait ambruknya JPO Pasar Minggu pada Senin tanggal 3 Oktober 2016 mendatang. Lebih lanjut Abdul menyatakan bahwa secara pribadi ia tidak melihat bahwa kejadian ini diakibatkan oleh mafia reklame seperti yang dikatakan oleh Ahok.

Polda Metro Jaya sendiri juga sedang mengadakan pengusutan atas peristiwa ini. Kepolisian memanggil dan meminta keterangan kepada Dina Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terkait peristiwa yang menewaskan tiga orang tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengatakan, JPO merupakan sarana jangka panjang yang seharusnya dilakukan perawatan. Apabila terbukti ada kelalaian dalam perawatan polisi akan meminta pertanggung jawaban pihak yang lalai tersebut. Iriawan mengatakan bahwa kepolisian belum sampai menyelidiki adanya unsur korupsi dalam pembangunan JPO tetapi tidak menutup kemungkinan penyelidikan akan dilakukan ke arah itu.

Permasalahan mengenai tidak layaknya JPO di ibukota memang sudah mengemuka sejak tahun 2015 lalu. Pada bulan November tahun lalu tersiar kabar seorang wanita muda diperkosa di JPO Pondok Indah. “Horor”nya JPO di ibukota memang bukan main-main.

Dishub DKI Jakarta sendiri sudah pernah mengeluarkan rencana untuk merenovasi 61 JPO yang terhubung dengan halte TransJakarta. Selain itu, ada 26 JPO yang akan direvitalisasi oleh pihak swasta. Dinas Perhubungan sendiri mengaku hanya bertanggung jawab pada JPO yang ada di lintasan halte TransJakarta, selebihnya ada yang menjadi tanggung jawab Suku Dinas Perhubungan dan pemerintah pusat.

Berikut 26 JPO yang akan direvitalisasi oleh pihak swasta:

- JPO Busway Polda Jakarta Pusat.
- JPO Poncol Jakarta Pusat.
- JPO Keramat Jati Jakarta Timur.
- JPO Kampung Melayu Jakarta Timur.
- JPO Gambir Jakarta Pusat.
- JPO Patung Kuda Jakarta Pusat.
- JPO Ibdu Kaidun Jakarta Pusat.
- JPO Robinson Pasar Minggu Jakarta Selatan.
- JPO Pasar Mester Jakarta Timur.
- JPO depan Polres Jakarta Timur.
- JPO Jalan Suryapronoto Jakarta Timur.
- JPO MT Haryono depan Gelael Jakarta Selatan.
- JPO Keramat Raya Jakarta Pusat.
- JPO Pelni Jakarta Pusat.
- JPO Daan Mogot dekat terminal Kali Deres Jakarta Barat.
- JPO Daan Mogot dekat Imigrasi Jakarta Barat.
- JPO Askes Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat.
- JPO Pasar Enjo Jakarta Timur.
- JPO Pemeliharaan Halte Bus Reguler/ Selasar.
- JPO Sentra Primer Timur, Jakarta Timur, - JPO I Gusti Ngurah Rai depan Rusun Jakarta Timur.
- JPO Pramuka Jakarta Pusat.
- JPO Mampang Jakarta Selatan.
- JPO Jalan Tentara Pelajar Kebayoran Lama Jakarta Selatan.
- JPO Waduk Pluit Jakarta Utara.
- JPO Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

JPO Daerah Lain Juga Disalahgunakan

Jembatan Penyeberangan Orang di dekat UIN Ciputat

Permasalahan mengenai keberadaan JPO bukan hanya merupakan masalah DKI Jakarta. Pemerintah Kota Tangerang Selatan dikabarkan tidak menanggapi keluhan sejumlah warga terkait perubahan fungsi jembatan penyeberangan orang di Jl Juanda, dekat kampus UIN Jakarta.

Jembatan penyebarangan orang (JPO) menjadi tempat baliho atau media luar ruang berukuran besar untuk mempromosikan berbagai produk hasil industri dan tidak lagi menjadi sarana orang menyebarang jalan yang padat arus lalu lintasnya.

Sejak pembangunan JPO tersebut pada tahun 2013 lalu keberadaan JPO tersebut memang sudah dianggap aneh. Pasalnya lokasi JPO tersebut terlalu jauh, sekitar 300 meter dari zebra cross, tempat warga dan mahasiswa menyeberang dari arah Masjid Fathullah dan Rumah Sakit Syahid ke pintu gerbang kampus UIN.

Letak JPO juga berjarak sekitar 50 meter dari dari perempatan Legoso Polsek Ciputat, tempat biasa orang menyeberang. Akibatnya, jarang terlihat ada orang memanfaatkan prasarana kota tersebut.

Mahasiswa UIN pernah menanyakan perihal JPO kepada pihak pimpinan UIN Jakarta. Diperoleh jawaban bahwa JPO dibangun oleh swasta dengan kompensasi dapat difungsikan sebagai media iklan seperti baliho.

Pihak swasta yang membangun JPO Ciputat itu mendapat kompensasi titik lokasi usaha media luar ruang pada bangunan JPO tersebut, sehingga dapat menentukan di mana lokasi strategis yang paling menguntungkan bagi bisnisnya.

Kini kondisi JPO satu-satunya di Jl Juanda Ciputat itu cenderung memprihatinkan, karena kerangka besinya mulai banyak yang rusak dan penuh coretan dengan warna-warni cat, kecuali di bagian yang menjadi tempat reklame terlihat masih bagus. 




COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Ada “Jangkrik” di Bisnis Reklame JPO Ibukota
Ada “Jangkrik” di Bisnis Reklame JPO Ibukota
http://images.solopos.com/2016/09/jembatan-penyeberangan-orang-JPO-di-Pasar-Minggu-roboh.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/09/ada-jangkrik-di-bisnis-reklame-jpo.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/09/ada-jangkrik-di-bisnis-reklame-jpo.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy