Ahok Ogah Cuti Selama Kampanye, Terus Bagaimana?


Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki T. Purnama yang akrab dipanggil Ahok sudah memastikan diri untuk kembali mencalonkan diri sebagai gubernur pada pilkada tahun 2017 mendatang. Memperoleh dukungan dari Partai Golkar, Hanura dan Nasdem, gubernur yang sempat ingin maju dari jalur independen ini untuk sementara bisa tenang karena dipermudah langkahnya dan bisa maju dari jalur kepartaian yang tentunya lebih sedikit rintangannya.

Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki T. Purnama enggan cuti selama masa kampanye pilgub. Ahok pun melakukan permohonan uji materi UU pilkada yang mewajibkan kepada daerah petahana yang akan maju kembali di pemilihan untuk cuti. 

Menjelang waktu kampanye pilkada DKI yang dijadwalkan dimulai pada akhir Oktober mendatang, Ahok kembali bikin cerita. Pria yang menjadi gubernur menggantikan Joko Widodo yang berhasil menyabet kursi Presiden RI sebelum masa kerjanya sebagai gubernur berakhir ini bakal memperjuangkan kemungkinan untuk tidak cuti selama menjalankan kampanye.

Ahok telah mengajukan uji materi Pasal 70 ayat 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada ke Mahkamah Konstitusi. Pasal tersebut berbunyi sebagai berikut:

Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota, yang mencalonkan kembali pada daerah yang sama, selama masa kampanye harus memenuhi ketentuan:
a.       Menjalani cuti di luar tanggungan negara.
b.      Dilarang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya.

Petikan UU Pilkada pasal 70 ayat 3 yang sedang diajukan uji materi oleh Ahok

Berdasarkan pasal tersebut Basuki tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai gubernur Jakarta dan kehilangan hak untuk menggunakan fasilitas yang terkait jabatannya tersebut selama masa kampanye berlangsung. KPU mewajibkan petahana untuk cuti dari jabatan sejak 26 Oktober 2016 sampai dengan 11 Februari 2017.

Mantan Bupati Belitung Timur ini merasa dirugikan dengan keberadaan peraturan tersebut. Pasalnya ia harus cuti selama 4 bulan. Ada beberapa argumen menarik dari Basuki mengenai kenapa ia ogah untuk cuti selama masa kampanye gubernur.

Pertama, Ahok ingin fokus mengawasi pembahasan APBD DKI 2017 agar tak ada anggaran siluman yang dimasukkan baik dari DPRD maupun Kemendagri.

Ahok mengatakan bahwa alasan dirinya tidak mau cuti adalah untuk mengawal pembahasan APBD. Ia khawatir akan banyak anggaran siluman jika pembahasan APBD tidak ia kawal. Sumber foto: Tempo

Alasan yang kedua, menurut Ahok Pemprov DKI Jakarta sedang menjalankan banyak program unggulan atau prioritas. Sehingga pengawasan dari gubernur DKI, tegas Ahok, sangat dibutuhkan guna memastikan terlaksananya proses penganggaran untuk program-program tersebut. Program dimaksud antaranya adalah pengembangan sistem transportasi atau pembangunan angkutan massal berbasis rel dan program angkutan massal berbasis jalan.

Ketiga, Ahok percaya bahwa ia perlu mengawasi program dan anggaran penyediaan perumahan rakyat, yang tengah dikerjakan Pemprov DKI untuk meningkatkan kualitas lingkungan perumahan dan pemukiman kota. Kemudian program jaminan pemeliharaan kesehatan dan program prioritas lainnya.

Keempat Ahok juga mengklaim bahwa dirinya perlu mengawal dan dan mengawasi anggaran serta program-program dalam mengantisipasi banjir, rob, dan genangan. Pasalnya beradasarkan informasi yang diterima Pemprov DKI dari stakeholder akan ada fenomena alam yang memicu terjadinya cuaca tidak bagus.

Menjadi "penjaga banjir" juga salah satu alasan kenapa Ahok enggan cuti. Pasalnya waktu kampanye bersamaan dengan musim hujan. 

Dalam sidang uji materi yang dipimpin oleh hakim konstitusi Anwar Husman pada tanggal 31 Agustus lalu Ahok memberikan argumennya atas permohonan pengajuan materil terhadap Pasal 70 ayat 3 huruf a adalah karena penafsirannya dapat bertentangan dengan UUD 1945.

Ia berpandangan bahwa penafsiran seperti ini jelas bertentangan dengan hak konstitusionalnya sebagai pemohon sebagaimana diatur dalam UUD 1945 yaitu pasal 18 ayat 4 yang berbunyi, "gubernur, bupati dan wali kota masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten dan kota dipilih secara demokratis."

Ahok melanjutkan hal itu juga terkait isi UUD 1945 Pasal 27 ayat 1 yang berbunyi, "segala warga negara bersama kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualiannya."

Sedangkan pada UUD 1945 Pasal 28D ayat 1 dan ayat 3 berbunyi, setiap orang berhak pengakuan, jaminan perlindungan, dan kapasitas hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. Setiap warga Negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.

Menanggapi berbagai alasan Ahok, anggota Komisi II dari Gerindra, Ahmad Riza Patria,menyebut Ahok hanya mencari-cari alasan dan tak patuh pada aturan. Pasal 70 Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada, katanya, telah jelas mengatur kepala daerah wajib cuti di masa kampanye Pilgub.

Menyoroti alasan Ahok untuk mengawal APBD, Ariza menegaskan bahwa Ahok tidak bekerja sendirian. Dia menyebut mantan Bupati Belitung Timur itu masih memiliki pelaksana tugas yang menggantikannya. Belum lagi, ada jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah hingga DPRD yang akan mengawal penyusunan APBD 2017 itu.

Oleh sebab itu, politisi Gerindra ini menilai sikap Ahok yang ngotot tak mau cuti cukup berlebihan. Dia menyarankan Ahok untuk lebih percaya terhadap anak buah, DPRD dan Kemendagri untuk menyusun APBD 2017 dengan baik. 

Sementara itu Yusril Ihza Mahendra yang merupakan salah satu pakar hukum tata negara menanggapi isi argumen Ahok dalam sidang uji materi. Yusril yang merupakan salah satu calon pesaing Ahok di pilkada DKI – meskipun sampai saat ini belum ada kejelasan partai yang bersedia mengusung – dengan tegas mengatakan tidak melihat ada pertentangan antara UU Pilkada itu. Kewajiban cuti sebagai cagub petahana, juga dinilai sebagai satu hal yang seharusnya.

Yusril Ihza Mahendra yang juga berambisi menantang Ahok di pilkada DKI menyatakan bahwa argumen Ahok untuk mengajukan uji materi UU Pilkada tersebut tidak berlogika.

“Norma pasal 70 ayat 3 itu sudah terang benderang artinya. Petahana yang mencalonkan diri kembali di daerah yang sama wajib cuti di luar tanggungan negara. Dan ini bukanlah hasil penafsiran, sebagaimana dipahami oleh pemohon," kata Yusril saat menjadi pihak terkait dalam sidang  lanjutan di Gedung MK hari Kamis tanggal 15 September 2016. 

Ia juga mempertanyakan argumen Ahok yang seolah menyatakan bahwa pilgub DKI akan menjadi tidak demokratis jika Ahok sebagai petahana diharuskan cuti. Yusril menutup dengan mengatakan bahwa ia tidak melihat ada logika yang masuk akal dalam argumen yang disampaikan oleh Ahok selaku pemohon. 

Jika melihat tanggapan dari kedua orang di atas yaitu Ariza dari Gerindra dan Yusril Ihza Mahendra yang merupakan Ketua Umum Partai Bulan Bintang sekaligus bakal calon gubernur pesaing Ahok, tampaknya tidak heran juga jika kedua orang yang memang jelas ‘oposisi’ ini ingin menjegal langkah Ahok. Nah, mari kita lihat pendapat dari pihak yang cukup netral.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimmly Ashiddiqie mengatakan, ketentuan cuti bagi calon petahana yang diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota merupakan kewajiban. Artinya tidak ada alasan bagi Ahok untuk menolak ketentuan tersebut. Meskipun tentu merupakan hak gubernur DKI itu untuk melakukan langkah hukum dalam usahanya membatalkan pasal yang tersebut di atas.

Jimmly sendiri menilai alasan Ahok menolak cuti karena ingin mengawal APBD tidak kuat. Sebab, tanpa Ahok sekalipun, roda pemerintahan daerah tetap bisa berjalan. Kalaupun cuti dilakukan presiden, maka negara juga tetap bisa jalan.

"Negara jalan terus. Konstitusi dipisahkan dari pejabatnya. Presiden pun kalau berhalangan ada wakil, negara sebagai konstitusi jalan terus. Maksudnya UU mencegah konflik kepentingan. Itu sejarahnya. Jangan disalahtafsirkan," jelas mantan Ketua MK tersebut.

Ahok Pasrah 

Terlepas dari langkah hukum yang sedang diusahakannya Ahok sudah menyatakan bahwa dirinya siap cuti selama kampanye jika nantinya gugatan uji materi dirinya ditolak oleh Mahkamah Konstitusi.

Tampaknya memang gugatan Ahok kecil kemungkinan akan dikabulkan oleh MK. Pasalnya sidang pada hari Senin tanggal 5 September 2016 lalu telah menghadirkan DPR yang diwakili oleh Sufmi Dasco Ahmad serta pihak pemerintah Presiden RI yang diwakili Kuasa Hukum Kementerian Dalam Negeri Widodo Sigit Pudjianto. Baik DPR maupun Pemerintah, memberikan pandangan untuk MK agar menolak gugatan Ahok.

"Menyatakan bahwa pemohon tidak memiliki kekuatan hukum atau legal standing, sehingga permohonan a quo (gugatan terhadap UU Pilkada) harus dinyatakan tidak dapat diterima," kata Sufmi Dasco Ahmad.

"Menolak pengujian para pemohon seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan pengujian para pemohon seluruhnya atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima," ujar perwakilan pemerintah Presiden RI, Widodo Sigit Pudjianto.

Sebenarnya kalau melihat kembali sejarahnya, Ahok justru orang yang menyerukan agar Fauzi Bowo yang dulu gubernur petahana cuti selama masa kampanye. Pada pilgub 2012 di mana Foke sebagai petahana dan Jokowi-Ahok sebagai penantang, mantan bupati Belitung Timur itu mengatakan, "Kita tidak takut. Kita hanya ingin menjadikan Jakarta sebagai contoh, dimana para calon gubernurnya taat aturan, yang incumbent saat kampanye dalam mengambil cuti." Hal tersebut dinyatakan jelas oleh Ahok usai diskusi publik debat cagub di Universitas Al-Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Rabu 6 Juni 2012 silam. 


Duh, kok plin plan sih?

COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,85,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,224,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,52,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,36,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,6,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,21,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Ahok Ogah Cuti Selama Kampanye, Terus Bagaimana?
Ahok Ogah Cuti Selama Kampanye, Terus Bagaimana?
http://kedaipena.com/wp-content/uploads/2016/06/AHok-gede-1.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-rCaCff42878/V9pfsIno8oI/AAAAAAAABXE/MRV6JiB_DogUzz9Tv78nLiGC2E1AGZ9sgCLcB/s72-c/uu%2Bpilkada.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/09/ahok-ogah-cuti-selama-kampanye-terus.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/09/ahok-ogah-cuti-selama-kampanye-terus.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy