Apa Salah Ngomong "Kafir"?

SHARE:

Kafir. Kata tersebut menjadi trending topic sosial media akhir-akhir ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa panasnya suhu politik jelang pilkada DKI Jakarta ikut andil dalam memopulerkan kata “kafir”. Bagi sebagian orang gubernur incumbent yang bakal bertarung lagi untuk kursi DKI 1 periode 2017-2022, Basuki T. Purnama, adalah seorang “kafir”.

Demonstrasi untuk menolak Ahok yang non muslim marak terjadi. bukan hanya ramai di media sosial saja, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bahkan berhasil menghimpun ribuan masanya untuk berdemonstrasi di Monas untuk menolak Ahok. Dalam spanduknya mereka menuliskan “Haram Pemimpin Kafir”.
Demo HTI dan FPI Tolak Pemimpin Kafir tanggal 4 September 2016. Sumber: cnn

Pergerakan menolak pemimpin kafir di sosial media juga tidak kalah menarik. Baru-baru ini seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang bernama Boby Febrik Sedianto mengeluarkan sebuah video yang sontak menjadi viral. Dalam video tersebut Boby yang mengatasnamakan GEMA Pembebasan berorasi dengan menggunakan jaket kuning dan berlatar Rektorat UI, mengajak untuk menolak Ahok sebagai gubernur DKI. Alasannya lagi-lagi karena Ahok itu kafir.




Universitas Indonesia sendiri telah mengeluarkan pernyataan bahwa video yang dibuat Boby tersebut tidak ada hubungannya dengan UI, alias ilegal atau tidak resmi. Melalui pernyataan tertulis UI mengatakan bahwa Boby tidak punya hak untuk mengatasnamakan UI. Pihak kampus juga menegaskan bahwa bagi mereka tindakan Boby tersebut tidak mengindahkan etika aktivitas akademik di umumnya serta rapikan tertib kehidupan kampus di khususnya.

UI menyatakan bahwa aksi Boby juga melanggar Ketetapan Majelis Wali Amanat UI yang menyatakan, "rakyat UI tidak boleh melakukan subordinat  terhadap orang lain atas dasar agama, etnisitas, gender, orientasi seksual, orientasi politik dan  cacat fisik.”

Boby akhirnya menuliskan surat permintaan maaf setelah otoritas kampus memanggilnya. Entah apa isi pembicaraannya, mudah-mudahan anak muda itu terhindar dari nasib yang lebih buruk dari sekadar menjadi bahan bully di sosial media. 

Surat permintaan maaf bermetrai dari Boby Febrik Sedianto. Ada apa dibalik permintaan maaf ini? 

Sampai saat ini belum ketahuan nasib Boby selanjutnya. Tetapi dukungan dari berbagai pihak juga mengalir kepadanya. Ada dukungan agar Boby tidak sampai ditindak berlebihan misalnya sampai dikeluarkan dari kampus. Hal ini disuarakan oleh koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi. Adhie yang merupakan jubir presiden era Gus Dur ini berpendapat bahwa orasi yang dilakukan Boby merupakan bentuk kebebasan berpendapat yang dijamin oleh undang-undang

Aksi Boby ini juga memancing komentar pedas dari Ahok yang balik menyerang bocah itu secara pribadi. Menurut Ahok orasi Boby yang mengatakan dirinya kafir merupakan suatu bentuk rasisme. Ahok berpendapat bahwa pihak kampus seharusnya men-DO Boby karena dianggap telah menghina pribadi Ahok. Padahal Boby tidak mengungkit-ungkit ras Ahok. Jadi kurang tepat sebenarnya kalau Boby dibilang “rasis”.

Pria yang pernah melakoni berbagai profesi mulai dari pengusaha sukses, Bupati Belitung dan anggota DPR RI ini bahkan melontarkan kalimat berikut, yang sebenarnya berbau SARA juga: "Bila perlu dia (Boby –pen) pindah ke Timur Tengah kalau dia pindah partai politik yang untuk mau menumbangkanPancasila. Silakan." 

Bukan menuduh. Menggunakan logika saja kita sudah bisa membaca apa maksud Ahok dengan mengatakan “pindah ke Timur Tengah.” Padahal Boby bukan keturunan Timur Tengah.

Selain Boby, aktivis Gema Pembebasan lain dari Universitas Negeri Jakarta yang bernama Febi Rizki Rinaldi juga turut mengeluarkan video yang serupa. Videonya bisa disaksikan di bawah ini.



Pro dan kontra mengenai penyebutan “kafir” yang dianggap menghina dan merendahkan pun merebak. Bahkan beberapa pihak lebih jauh mengatakan bahwa penyebutan “kafir” ini bisa dikategorikan sebagai tindak pidana yaitu termasuk pada ujaran kebencian.

Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik menyatakan:  “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)”.

Hukumannya tercantum pada pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik: “Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah)”.

Secara khusus terkait dengan pilkada, pada pasal 116 ayat (2) jo. Pasal 81 ayat (1) jo. Pasal 78 huruf b UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah secara tegas melarang penggunaan isu SARA untuk menyerang calon kepala daerah/wakil kepala daerah dan/atau partai politik”. Bahkan, dalam pasal 81 ayat (1) UU No. 32 Tahun 2004 menyatakan pelanggaran tersebut merupakan tindak pidana.

Tetapi benarkah kata “kafir” memang merupakan kata yang menunjukkan kebencian dan permusuhan?

Kafir sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Arab yang  kata dasarnya terdiri dari huruf kaf, fa' dan ra'. Asal katanya adalah kufur yang berarti menutup. Pada zaman sebelum datangnya Agama Islam, istilah tersebut digunakan untuk para petani yang sedang menanam benih di ladang, kemudian menutup (mengubur) dengan tanah. Sehingga kalimat kāfir bisa dimplikasikan menjadi "seseorang yang bersembunyi atau menutup diri". Dengan demikian kata kafir menyiratkan arti seseorang yang bersembunyi atau menutup diri. Setelah Islam, syariatnya mengartikan bahwa kafir adalah seorang yang mengingkari Allah sebagai satu-satunya yang berhak disembah dan mengingkari Rasul Muhammad sebagai utusan-Nya. Kafir sendiri merupakan kata yang menunjukkan bentuk tunggal. Bentuk plural dari kafir adalah kuffar.

Ditinjau dari segi bahasa, sebenarnya kata kafir tidak selamanya hanya berperuntukkan bagi non muslim, karena ada penggunaan kata kafir atau pecahan dari kata kafir seperti kufur, yang bermakna inkar saja, tidak sampai mengeluarkan seseorang dari keislaman. Contohnya kufur nikmat, yaitu orang yang tidak pandai/mensyukuri nikmat Tuhan, atau dalam istilah lain disebut sebagai kufrun duna kufrin (kekufuran yang tidak sampai membawa pelakunya kafir/keluar dari islam).

Sementara itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) “kafir” artinya orang yang tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Banyak orang mengira bahwa “kafir” artinya “tidak percaya kepada Tuhan atau tidak memiliki agama”. Jika pengertian tersebut yang dipakai maka memang pantas orang-orang beragama selain Islam yang digelari “kafir” merasa marah dan tersinggung. Toh kenyataannya mereka memang percaya kepada Tuhan dan menganut sebuah agama. Bahkan banyak di antara mereka meyakini bahwa Tuhan yang mereka sembah pada dasarnya sama dengan Tuhan yang disembah oleh orang Islam, hanya saja caranya yang berbeda.

Padahal jika kita benar-benar mengacu kepada pengertian kafir menurut KBBI, hal itu tidak benar. Kafir merupakan istilah yang khusus terkait dengan agama Islam. “Kafir artinya orang yang tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya.” Pengertian itu sendiri sudah jelas mengecualikan orang-orang yang tidak percaya kepada Allah (Tuhan) dan Rasul (Muhammad SAW). Boleh jadi orang-orang yang beragama selain Islam meyakini bahwa mereka percaya pada Tuhan yang sama, hanya namanya saja yang berbeda. Tetapi jelas mereka tidak percaya kepada Rasulullah SAW. Padahal untuk dikeluarkan dari kategori “kafir” menurut KBBI orang tidak bisa hanya percaya kepada Allah SWT, tapi juga harus percaya kepada Rasulullah SAW sebagai rasul terakhir yang membawa penyempurna bagi risalah-risalah para nabi dan rasul yang terdahulu.


Jadi jelas persoalannya bahwa “kafir” itu bukan cercaan atau tudingan, bukan juga ujaran kebencian dan permusuhan. “Kafir” adalah sebuah istilah dalam bahasa Indonesia yang sejauh ini penggunaannya sudah tepat ditujukan bagi orang-orang yang bukan beragama Islam. 

Jadi kalau ada yang bilang, “Emangnya loe Tuhan bisa-bisaan mengkafirkan orang?” sebaiknya baca lagi KBBI. Oke, sob?

COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,17,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,33,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,16,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Apa Salah Ngomong "Kafir"?
Apa Salah Ngomong "Kafir"?
https://4.bp.blogspot.com/-O9fM0qZjmLs/V9fC9TTqYBI/AAAAAAAABVU/qiqx0zjsTBoJsvDfuD20qAiAMSpR2e0PACLcB/s1600/HTI%2Bvs%2BAhok.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-O9fM0qZjmLs/V9fC9TTqYBI/AAAAAAAABVU/qiqx0zjsTBoJsvDfuD20qAiAMSpR2e0PACLcB/s72-c/HTI%2Bvs%2BAhok.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/09/apa-salah-ngomong-kafir_13.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/09/apa-salah-ngomong-kafir_13.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy