China Saja Sudah Tinggalkan, Mosok Indonesia Malah Genjot Pembangkit Listrik Batubara?

SHARE:

Salah satu program yang dicanangkan pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah program listrik 35.000 MW. Program ini bertujuan untuk membangun pembangkit listrik mencapai 35000 Megawatt hingga 2019. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 6-7 persen setahun, penambahan kapasitas listrik di dalam negeri membutuhkan sedikitnya 7.000 megawatt (MW) per tahun. Artinya, dalam lima tahun ke depan, penambahan kapasitas sebesar 35.000 MW menjadi suatu keharusan. Kebutuhan sebesar 35 ribu MW tersebut telah dikukuhkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Untuk mencapai tujuan tersebut pemerintah mempertimbangkan untuk memanfaatkan cadangan batubara dalam negeri yang saat ini berlimpah dan tidak terserap pasar. Direncanakanlah pembangunan 117 PLTU batubara yang mampu menyumbangkan 10 ribu MW energi listrik.

Sebagai sumber energi batubara jauh lebih murah dari minyak mentah. Saat itu setengah dari energi listrik di Indonesia dihasilkan dengan menggunakan bahan bakar minyak sehingga membuat Indonesia menjadi salah satu importir minyak mentah terbesar di dunia. Kondisi ini menjadikan negara kita rentan terhadap fluktuasi harga minyak mentah global. Dari segi biaya penggunaan batubara yang diproduksi secara lokal akan jauh lebih murah dibandingkan dengan minyak mentah impor. Penghematan yang dilakukan akan sangat signifikan dan harga jual listrik ke masyarakat juga bisa dikurangi.

Batubara memang sumber energi yang "murah". Tapi dampak kerusakan lingkungannya nyaris mustahil dikompensasi.
Seperti yang kita maklumi pula industri batubara dalam negeri sedang berada di ujung tanduk. Pada tahun 2015 ekspor batubara dalam negeri mengalami anjlok tajam setelah mencapai puncaknya di tahun 2014 mencapai volume 410 megaton. Pengiriman ke Tiongkok yang merupakan negara tujuan ekspor batubara terbesar mengalami penurunan 49% di 2015 dan outlook untuk tahun ini bahkan lebih buruk. Rencana pemerintah untuk membangun PLTU batubara itu juga ditujukan untuk membangkitkan kembali industri batubara. Pemerintah berharap untuk ‘menepuk dua lalat dalam sekali tepuk’. Rencana itu mungkin akan menjadi rencana yang brilian jika saja tidak ada dampak lingkungan yang mengerikan akibat penggunaan batubara sebagai bahan bakar. 

Masih segara dalam ingatan kita bencana asap yang mencederai kehidupan masyarakat di Beijing, Tiongkok. Selama berbulan-bulan Beijing dan kota-kota di sekitarnya dikepung asap yang berasal dari pembakaran batubara yang digunakan sebagai sumber energi di kawasan industri sekitar Beijing. Bahkan karena peristiwa itulah Tiongkok memutuskan untuk mengurangi penggunaan batubara sebagai sumber energi dan mulai beralih ke energi yang bersih dan terbarukan. Rencana pembangunan PLTU batubara ini akan membuat Indonesia tampak mundur setelah menandatangi dan meratifikasi Protokol Kyoto yang isinya komitmen negara-negara untuk mengurangi emisi karbon.

Beijing diselimuti asap yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar.

Padahal industri batubara menyimpan momok yang menakutkan mulai dari hulu sampai hilir. Di hilir jelas bahwa emisi yang dihasilkan dari pembakaran batubara jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar fosil lain seperti minyak dan gas, apalagi jika dibandingkan dengan sumber energi bersih terbarukan.

Sementara di hulu proses penambangan batubara juga telah terbukti mengakibatkan kerusakan lingkungan dan menurunkan standar hidup masyarakat tempat tambang batubara berada. Propinsi Kalimantan Timur yang merupakan penghasil batubara terbesar di dalam negeri menjadi bukti kerusakan akibat aktivitas penambangan batubara. Untuk bisa lebih efisien dari kompetitor di Australia dan India perusahaan pertambangan batubara di Indonesia menggunakan teknik penambangan terbuka yang mengakibatkan kerusakan lahan yang parah. Akibat kegiatan tersebut sungai-sungai dan sumber air lain di propinsi Kalimantan Timur mengalami pencemaran. Akibatnya pertanian di kawasan tersebut juga rusak. Hutan dan area vegetasi lainnya hancur dan megakibatkan Samarinda, ibukota Kalimantan Timur, rentan terhadap banjir akibat hancurnya vegetasi di sekitar kota tersebut.  Padahal bisa dipastikan jika skema pemerintah jadi dijalankan proses pertambangan yang tidak mengindahkan kesinambungan lingkungan tersebut akan menyebar ke kawasan-kawasan lain yang memiliki cadangan batubara.

Belum lagi dampak kesehatan akibat penambangan batubara. Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Harvard yang dirilis tahun lalu menunjukkan bahwa terjadi kematian bayi prematur sebanyak 6.500 per tahun terkait polusi akibat pertambangan batubara di Indonesia. Studi tersebut menunjukkan pula bahwa ada potensi peningkatan angka kematian terkait industri batubara sebanyak 21.200 jiwa jika pemerintah meneruskan programnya untuk menggenjot industri batubara dengan pembangunan 117 PLTU batubara tersebut.


Asap pembakaran batubara yang dihasilkan PLTU menimbulkan polusi udara.

Dapat disimpulkan bahwa arguman batubara sebagai sumber energi yang murah dan efisien tersebut tidak memasukkan perhitungan biaya lingkungan dan kemanusiaan yang timbul akibat penggunaannya. Kenyataannya dampak kerusakan yang timbul akibat penambangan dan pembakaran batubara jauh lebih mahal dibandingkan dengan investasi sumber energi  ‘mahal’ seperti pembangkit listrik tenaga matahari atau angin. Karena itulah berbagai negara telah memutuskan untuk mengurangi atau menghentikan penggunaan batubara sebagai sumber energi. Lalu Indonesia, mosok malah mau terjun ke api?

COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: China Saja Sudah Tinggalkan, Mosok Indonesia Malah Genjot Pembangkit Listrik Batubara?
China Saja Sudah Tinggalkan, Mosok Indonesia Malah Genjot Pembangkit Listrik Batubara?
http://www.hargen.co.id/resources/content/blog/150923082858_batu-bara.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/09/china-saja-sudah-tinggalkan-mosok.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/09/china-saja-sudah-tinggalkan-mosok.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy