Duhai Jilbab, Riwayatmu Kini


Desainer asal Indonesia Anniesa Hasibuan menjadi yang pertama di dunia menampilkan koleksi full hijab pada acara New York Fashion Week (NYFW). Wanita yang lahir pada tanggal 30 Juli tiga puluh tahun silam ini membuat sejarah di dunia dan menjadi headline situs dan blog fashion di seantero dunia.


Anniesa memang bukan desainer wanita Muslim pertama yang pernah mendapat kehormatan tampil dalam acara NYFW. Nailah Lymus asal Amerika Serikat pada tahun 2011 merilis agensi modelling Muslimah bernama Underwraps dan sudah pernah juga menampilkan koleksinya di NYFW. Sementara itu Sumiyyah Rasheed dengan brand Ann-Nahari juga pernah menampilkan koleksi dengan model berhijab di NYFW. Tetapi Anniesa adalah yang pertama kalinya menampilkan seluruh koleksi dengan hijab. Dan yang paling penting, Anniesa berasal dari Indonesia dan punya kantor pusat butik di Jakarta. Jadi tentu bagi orang Indonesia kita patut ikutan bangga.

Koleksi Anniesa Hasibuan yang diperagakan di New York Fashion Week. Judul koleksi wanita kelahiran 1986 ini bertajuk Djakarta. Berbagai pujian mengalir untuk koleksinya ini.

Maraknya “tren” jilbab di dunia akhir-akhir ini merupakan sebuah 'revolusi' di mana Indonesia sebagai negara dengan penganut agama Islam terbesar di dunia tentu turut menjadi bagiannya. Umat Muslim melihat terjadinya perubahan besar gaya berpakaian para muslimah selama satu dekade terakhir. Bagi sebagian hal ini merupakan hal yang patut disyukuri. Kesadaran para muslimah untuk mengenakan hijab dirasakan sebagai sebuah hasil yang paripurna dari strategi dakwah yang berkembang di Indonesia. Akan tetapi sebagian merasa bahwa hal itu tidak sepenuhnya benar. Mau tidak mau timbul berbagai argumen bahwa tren pakaian muslim dan jilbab tidak lepas dari pengaruh kapitalis pasar fashion.

Indonesia sendiri mencatatkan sejarah perkembangan jilbab yang tidak melulu 'bertaburkan swarowszky'. Kenyataannya muslimah di Indonesia pernah harus 'berperang' demi mempertahankan jilbab mereka.

Model jilbab yang menjadi 'tren' di Indonesia tahun 1950-an

Drama pelarangan jilbab di Indonesia terjadi pada tahun 70-80an, yaitu ketika Depdikbud mengeluarkan peraturan untuk melarang semua siswi muslim mengenakan jilbab ke sekolah. Bermula dari kebijakan wajibnya seragam sekolah dalam SK Dirjen Dikdasmen No.052 tahun 1982.

Di dalam SK itu,  sebenarnya tidak dilarang penggunaan jilbab oleh pelajar-pelajar muslimah di SMA-SMA Negeri, hanya saja, bila mereka ingin memakai jilbab di sekolah, maka harus secara keseluruhan pelajar putri  di sekolah memakai jilbab.

Dengan kata lain hanya ada satu paket seragam saja di sekolah. Dan pilihan untuk pelajar-pelajar muslimah: pakai jilbab seluruhnya atau tidak sama sekali? Tentu tidak aneh bila hal ini menimbulkan tanda tanya, terutama di kalangan yang mendukung  jilbab. Kenyataannya memang saat itu para murid muslimah yang hendak berhijab dipersulit, dihalang-halangi bahkan sampai diancam. Tidak lama setelah kemunculan SK 052, terjadi kasus pelarangan jilbab di SMAN 3 Bandung pada tahun 1982. Akhirnya para muslimah berjilbab menjadi pariah di sekolah mereka sendiri. Bahkan banyak di antaranya yang keluarganya turut melakukan intimidasi agar mereka melepaskan jilbabnya. Orang tua khawatir jika putri mereka lantas tidak bisa lulus sekolah dan mengenyam pendidikan karena mempertahankan jilbab. Sungguh masa-masa kelam bagi para muslimah.

Namun ternyata, peraturan tersebut tidak memadamkan semangat wanita muslim untuk berjilbab, bahkan semakin membakar semangat wanita muslim di Indonesia untuk memperjuangkan hak mereka untuk mengenakan jilbab. Pada tanggal 15 Januari 1983, siswi-siswi yang berjilbab dari SMA, SMEA, dan SGA Tangerang, Bekasi, dan Jakarta juga mengajukan protes ke DPRD DKI Jakarta menuntut agar dibolehkan mengikuti pelajaran dengan tetap mengenakan pakaian muslimah.

Akhir 1989 atau awal 1990, MUI mengadakan Munas dan menghasilkan keputusan perlunya meninjau kembali peraturan tentang seragam sekolah. Menindaklanjuti hasil Munas tersebut, MUI beberapa kali menemui Depdikbud, terutama dengan Hasan Walinono, Dirjen Dikdasmen. Pada pertemuan di sebuah restoran di kawasan Monas,   bulan Desember 1990, kedua belah pihak sepakat untuk menyempurnakan peraturan seragam sekolah. Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu itu tiba. Pada tanggal 16 Februari 1991, SK seragam sekolah yang baru resmi ditandatangani, setelah melalui proses konsultasi dengan banyak pihak, termasuk Kejaksaan Agung, MENPAN, Pimpinan Komisi XI, DPR RI, dan BAKIN.

Tampak bahwa perjuangan syariat jilbab memang bukan perkara mudah. Kaum muslimah Indonesia harus benar-benar berjuang untuk mempertahankan jilbabnya. Perjuangan mereka ini harusnya juga direkam dengan baik dalam sejarah perjuangan kebebasan Hak Asasi Manusia. Hak untuk menjalankan syariat agama dengan sebenar-benarnya.

Karena itu kondisi revolusi jilbab yang terjadi di pertengahan tahun 2000 menjadi catatan tersendiri yang patut sama-sama dicermati.

Revolusi ini boleh jadi sekali memang merupakan hasil dari tarbiyah keagamaan yang mulai menampakkan hasil. Para muslimah ramai meninggalkan rok span mini dan beralih menggunakan jilbab berwarna-warni. Angka penjualan jilbab, pakaian muslimah beserta aksesorinya mengalami kenaikan pesat sehingga omset para pedagang meledak. Terciptalah Indonesia, sebuah negara kiblat mode baru. Kiblat fashion pakaian muslimah.

Tidak heran jika banyak desainer konvensional yang meluncur ke lini ini. Sebagai pebisnis tentu prediksi omset yang menggiurkan tidak lepas dari perhitungan. Dan yang membuatnya semakin menarik – the cherry on top, kata orang Inggris – adalah keyakinan bahwa bisnis ini akan membawa pebisnisnya ke surga.  

Kondisi ini menimbulkan friksi yang boleh jadi terlihat, boleh jadi tidak terlihat (atau pura-pura tidak melihat). Di satu sisi jilbab sebagai sebuah trend pakaian menjadi sebuah “jalan tengah” bagi para muslimah yang enggan untuk meninggalkan “kepribadian” mereka sepenuhnya. Hasrat wanita untuk tampil cantik adalah sesuatu yang timeless, tidak bisa dipungkiri itu. Dan bagi sebagian wanita menutup tubuh dan rambutnya adalah sebuah langkah yang akan mengurangi bahkan mungkin menghapus kecantikan itu.

Dengan kemunculan jilbab sebagai trend fashion, para muslimah yang tadinya enggan mulai menemukan jalan keluar. Warna warni cantik, model yang bervariasi dan bentuk-bentuk pakaian yang tidak melulu gedombrongan tanpa bentuk membuat para muslimah tertarik. Jilbab yang dulu dinilai sebagai pakaian emak-emak sekarang terlahir kembali menjadi mode yang bisa dikenakan oleh muslimah semua umur. Kini frasa “lebih cantik dengan jilbab” jadi memiliki arti yang harfiah. Dan para muslimah tidak lagi tertarik untuk sekadar ‘menjilbabi hati’ melainkan juga kepala dan tubuhnya.

Tidak ada perintah Allah swt untuk 'menjilbabi hati'. Ada juga jilbab (motif) hati. 

Di sisi lain umat Islami yang lebih ‘puritan’ tidak jarang memandang perkembangan ini sebagai sesuatu yang memalukan. Tidak semua, tentu. Tapi akan sangat naif jika kita menihilkan keberadaan kalangan ini. Bagi mereka sangat memalukan jika jilbab menjadi sebuah komoditas tanpa makna yang hanya dipakai agar perempuan terlihat baik dan menarik. Kenyataannya memang tidak jarang para wanita mengenakan jilbab dengan cara yang dianggap tidak senonoh, misalnya memadukan jilbab dengan pakaian super ketat yang membentuk tubuh dengan berlebihan.

Mereka memandang kondisi ini justru sebagai sebuah kemunduran. Seolah-olah perjuangan para muslimah untuk mempertahankan jilbab mereka di masa lampau ternodai dengan keberadaan jilbab sebagai trend fashion. Tidak bisa berkelit juga sih, untuk beberapa orang memang jilbab hanya berakhir sebagai selilit kain yang sudah kehilangan kehormatannya. Bahkan jilbab banyak berakhir di kepala-kepala para terpidana korupsi.


COMMENTS

loading...
Nama

#PrayforAleppo,4,10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,2,2 tahun jokowi-JK,3,30 September,2,Aa Gym,1,Aceh,3,Aceng Rahmat,1,Administrasi,2,adversity quotient,2,Agung,1,agus yudhoyono,5,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,25,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,10,ahok tersangka,5,ahok tidak boleh jadi gubernur,3,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,AIMI,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,Akbar Hashemi Rafsanjani,1,aksi 121,2,Aksi 1212,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,22,aksi 312,1,aksi 412,2,Aksi Bela Islam,1,aksi bela islam jilid III,6,aksi BEM,1,aksi damai 212,7,aksi damai bela islam III,8,aksi demo 4 november 2016,6,aksi mahasiswa 121,2,aksi mata-mata,1,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,4,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,Aleppo,2,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,anak bermain,1,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,Anak korban perang di Suriah,1,analytics,1,Angelius Wake Kako,1,Anies Baswedan,9,Anton Charliyan,1,ASI,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,2,Bank,1,Bantuan,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,Bashar,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Bela Rakyat,1,BEM,1,Bendera Tauhid,1,Berita,15,berita terkini Aleppo,3,Biksu,1,binjai sumut,1,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,9,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,brealfie,1,bullying,3,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,3,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,Cagu,1,Cagub-Cawagub DKI,2,calon gubernur dki,4,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,2,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,Cristiano Ronaldo,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,Database,1,debat gubernur jakarta,3,debat pilkada jakarta,5,Debat Terbuka,2,Debat Terbuka Perdana,2,Demo,2,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,Demo FPI 161,3,demo mahasiswa,3,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,desain rupiah baru,5,Detik,1,dialog nasional,1,Din Syamsuddin,2,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,djarot,3,Doa,3,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dr Utami Roesli,1,Drama,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,10,Email,1,Enni Sri Hartati,1,Epilog,1,Erdogan,3,Fahmi Darmawansyah,1,fashion,1,Fatwa MUI,2,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,FPI,8,FPI ditolak,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,Gadis Cacat,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Geografi,2,Gerindra,1,Globalisasi,1,GMBI,5,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,Gubernur Jambi,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,Habib Rizieq,6,habib rizieq shihab,12,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,Hari Ibu,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hotel Novita Jambi,1,Hubungan,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,108,Ibu,1,ibu dan anak,3,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,Imam Besar FPI,2,Imam Besar Pemimpin Republik Indonesia,1,Imam Prasodjo,1,Iman,1,IMD,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inneke Koesherawati,1,Inspirasi,2,Internasional,2,Internet,2,Investasi,1,Ira Koesno,1,Iran,1,ISIS,1,Islam,1,islamophobia,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,319,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,janji kandidat gubernur jakarta,1,Jaringan,1,Jasmani,1,Jatuh,2,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kanker payudara,1,kapal induk,1,Kapolda Jabar,1,Kapolda Jawa Barat,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,4,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,4,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,Kepulauan Seribu,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,21,Kesehatan Mata,1,kesehatan wanita,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,2,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komnas HAM,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,2,Komunikasi,1,Konflik,1,konflik suriah,3,Konsolidasi,1,Konstitusi,1,Konsultasi Syari'ah,2,Koperasi,1,korban terorisme,1,Korupsi,1,KPK,1,KPU DKI,1,Kucing,2,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,kuliner,1,Lafadz Alloh,1,Lagu,1,Laut Hitam,2,liburan,1,Lingkungan,4,Literasi,1,LSM,1,lukas enembe,1,Lukisan,1,Mabes Polri,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,Mahasiswa,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Majelis Ulama Indonesia,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,Makar,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,2,manfaat daun patah tulang,1,Mantan,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,mata-mata,1,Maulid Nabi,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,menyusui,3,Metrotv,1,MK,1,Moderator,1,MUI,5,Muslim Rohingya,1,Myanmar,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,2,Negara,2,Norma,1,ojk,1,Olahraga,40,om telolet om,1,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,145,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,7,Organisasi,1,ormas,1,Ormas Dayak,1,otomotif,2,pahawan di uang rupiah,4,pahlawan dalam rupiah baru,5,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,Panelis,1,Panggil,1,panti rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa,1,Pantun,1,parenting,18,pasangan suami istri,3,pasien panti rehabilitasi disiksa,1,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pembunuhan pulomas,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,5,Penembakan,1,pengasuhan anak,10,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,53,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,Pengungsi Rohingya,1,pengusaha dan penguasa,1,Pengusiran,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penistaan Agama,2,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,penyakit lupus,1,Perang Narkoba,1,perang Suriah,4,perdukunan,1,pergantian desain uang rupiah,4,Peringatan,1,Peristia,1,Peristiwa,57,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,Pesawat Militer Rusia,2,Peserta,1,Pilgub DKI Jakarta,1,pilkada DKI,8,Pilkada Jakarta 2017,101,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Polisi,1,Politik,23,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,PP-PMKRI,1,ppatk,1,Prabowo,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,Presiden,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,2,Presiden Turki,1,Produk Mengandung Babi,1,program anies-sandi,1,program cagub DKI,2,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,3,Puisi,54,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reformasi,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,rumah tangga,1,Rupa,1,rupiah baru,5,Rusia,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,5,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,13,Sejarah Jakarta,1,Sejarah Natal,1,Sel,1,selingkuh,1,Seni,2,Sepak Bola,1,Serba-serbi,4,sertifikat halal,3,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,Sholat Shubuh,2,si buni yani,1,Sidang,3,Simbol Haji,1,Sintang,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,14,spanduk menolak wayang,1,srebrenica,1,Sri Mulyani,2,stasiun televisi,1,Statistika,1,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Suriah,6,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,sylviana murni,3,Tabligh Akbar,2,tabligh akbar istiqlal,1,Tahanan Perempuan,1,tahun baru,2,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,11,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,Tengku Zulkarnain,1,tentang islam,1,terhangat,1,Terkini,4,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,timnas Indonesia,1,tindakan subversif WN Cina,1,Tips,1,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,3,tolak reklamasi,2,Tour Jakarta,1,tragedi suriah,1,Turki,2,uang baru,2,uji materi UU Pilkada,1,Ulos,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,2,Ustadz Bachtiar Nasir,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,Vespa,1,video,68,Wafat Saat Sujud,1,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wali Kota Jambi,1,Warga Cina tanam benih cabe berbakteri,1,Wayang,2,wayang kulit,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,Wirausahawan,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,Yayat Supriyatna,1,yenny wahid,1,Yusuf Mansur,2,
ltr
item
Ngelmu.com: Duhai Jilbab, Riwayatmu Kini
Duhai Jilbab, Riwayatmu Kini
https://1.bp.blogspot.com/-e76DyrfaDLk/V9-qb45DQMI/AAAAAAAABXo/lmZU90pSXGo8sHNlACJuQCT9zJewwbYyQCLcB/s320/jilbab.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-e76DyrfaDLk/V9-qb45DQMI/AAAAAAAABXo/lmZU90pSXGo8sHNlACJuQCT9zJewwbYyQCLcB/s72-c/jilbab.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/09/duhai-jilbab-riwayatmu-kini.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/09/duhai-jilbab-riwayatmu-kini.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy