From “Hero” to Zero, Kisah Para “Ustad” Dukun yang Ternyata Tukang Tipu

Mbah Dukun sering digambarkan berpenampilan kusut dan tinggal di gubuk reyot. Padahal dukun juga ikut perkembangan jaman. Saat ini orang-orang yang berprofesi dukun juga hidup mentereng bergelimang harta.

Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia klenik dan perdukunan di Indonesia memang memiliki daya tarik misteriusnya sendiri. Konon agama asli Indonesia yang merupakan kepercayaan dinamisme dan animisme mengakibatkan masih kentalnya pengaruh praktek-praktek mistis dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Agama Islam yang katanya dianut oleh nyaris 90% rakyat Indonesia sampai saat ini belum berhasil menangkal maraknya praktek perdukunan di dalam negeri. Boleh jadi praktek perdukunan di tanah air memang tidak akan bisa sepenuhnya hilang. Bahkan di tengah masyarakat yang bersikap anti pati terhadap agama dan mengagung-agungkan teknologi seperti para millennial, praktek-praktek perdukunan masih tumbuh subur bagaikan jamur di musim hujan.  

Tidak jarang pelaku-pelaku perdukunan justru diyakini oleh para “pasien”nya sebagai orang-orang yang memang melaksanakan praktek-praktek yang sesuai dengan syariat Islam. Tentu juga tidak jarang para dukun tersebut dengan yakin mengiklankan diri sebagai “kiai” atau “ustad” untuk membuat para pasien mereka semakin tertarik untuk memasrahkan diri ke tangan mereka.

Ki Joko Bodo lebih senang disebut "paranormal". Pria ini juga memanfaatkan ketenarannya untuk bermain film. Dukun artez!

Dukun-dukun di Indonesia memang bisa hidup dengan nyaman, bahkan ada yang kaya raya dengan klien-klien para pengusaha dan politisi kaya raya. Sebut saja Ki Gendeng Pamungkas yang digelari Raja Santet. Ada pula Ki Joko Bodo yang sempat dikabarkan telah bertobat dan berhenti dari dunia perdukunan, tapi kemudian dibantahnya sendiri. Kedua tokoh itu mengaku memiliki klien-klien orang-orang besar di negeri ini. Dan jika melihat berlimpahnya aset yang dimiliki oleh mereka berdua, sepertinya memang bukan mustahil jika pasien-pasien mereka adalah orang berduit. Tapi ya bisa jadi juga mereka bisa menggandakan uang seperti tokoh di bawah ini, yang sedang jadi sorotan seluruh Indonesia.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Nama Dimas Kanjeng Taat Pribadi sebenarnya bukan baru saat ini saja menjadi perbincangan ramai. Sejak tahun 2013 sudah banyak kabar heboh tentang pria yang mengaku bisa menggandakan uang dengan bantuan ilmu mistis ini. Padepokan miliknya di Desa Wangka, Kecamatan Gading, Probolinggo selalu dipenuhi tamu. Tidak jarang pria yang kerap mengunggah video aksinya dalam menggandakan “uang ghaib” ke Youtube ini melakukan pembagian santunan kepada warga sekitar. Biasanya dalam acara-acara tersebut Taat Pribadi mengundang tokoh masyarakat sekitar untuk hadir.

Pertengahan Februari 2016 lalu nama Dimas Kanjeng Taat Pribadi mencuat setelah adanya pelaporan atas dirinya mengenai kejahatan penipuan sebesar Rp 25 miliar. Kasus tersebut makin berkobar setelah salah satu anak buah yang bekerja di padepokan Taat Pribadi yang bernama Abdul Gani ditemukan tewas terbunuh. Pembunuhan tersebut diduga dilakukan atas suruhan Taat Pribadi.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Agus Andrianto mengatakan Abdul Gani dikenal cukup dekat dengan Taat Pribadi. Bahkan, dia diduga mengetahui penggandaan uang yang dilakukan Taat Pribadi di Padepokannya.

"Tapi karena sudah mulai sadar, dia juga yang menjadi pengumpul (uang), kemudian takut dipertanggungjawabkan secara hukum, yang bersangkutan membantu orang yang pernah menyetor (uang)," terang dia.

Padahal Dimas Kanjeng Taat Pribadi merupakan sosok yang amat disegani di Probolinggo. Ia bahkan pernah menobatkan diri menjadi Raja Probolinggo dan acara tersebut dihadiri oleh pihak pemerintah serta militer.

Saat ini Dimas Kanjeng yang ditangkap oleh polisi diprediksi masih memiliki uang hingga 1 triliun Rupiah yang disembunyikan entah ke mana.

Ngeri sekali Om Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini, Sobat Ngelmu. Kayaknya di antara para dukun terkenal di Indonesia baru dia yang ketahuan sampai melakukan pembunuhan dan tertangkap polisi. Biasanya dukun kan kalau mau mencelakai orang pakai santet. Nah, kalo yang berikut ini dukun mesumnya.

Gatot Braja Musti
 
Gatot dan Reza sempat tak terpisahkan.
Nama Gatot Braja Musti mulai mencuat ke permukaan sejak ramainya kasus “menghilangnya” Diva musik Indonesia Reza Artamevia pada tahun 2004 silam. Ternyata belakangan diketahui bahwa Reza saat ini berada di Padepokan Braja Musti yang terletak di sebuah tempat di Garut. Dari situ nama Aa Gatot mulai terkenal sebagai guru spiritual Reza dan juga Elma Theana yang sempat lebih dulu bergabung di padepokannya.

Gatot Braja Musti sendiri tidak membatasi diri dalam “bisnis spiritual”. Pria berkumis klimis ini merambah dunia tarik suara dan perfilman. Ia sempat menelurkan beberapa buah film yang diutradarai dan dibintanginya sendiri meskipun kurang laris di pasaran. Ia juga pernah menelurkan sebuah album musik yang nasibnya tidak jauh beda dengan film-filmnya. Rupanya Reza yang setia menjadi “santri”-nya tidak balas mengajari Gatot untuk bernyanyi.

Terakhir pria yang selalu tampil necis dan kerap bersorban ini bahkan mampu mengukuhkan dirinya menjadi ketua umum PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia). Tetapi malang dalam penggrebekan sebuah hotel di Lombok bulan Agustus lalu Gatot dan Reza terseret dalam kasus narkoba.

Penyelidikan polisi menemukan bukti bahwa Gatot adalah seorang bandar narkoba yang berkedok padepokan ilmu agama. Diketahui bahwa para “murid” Gatot kerap berpesta narkoba di padepokan pria yang dikabarkan juga terseret kasus kepemilikan senjata api ilegal tersebut. Dalam salah satu acara di televisi aktor Tio Pakusadewo mengatakan bahwa sejak dulu dia kerap memperoleh barang haram narkoba dari Gatot. Tio juga mengatakan bahwa Gatot memang kerap mengeluarkan retorika-retorika agama layaknya seorang ustad pada saat “berjualan”.

Elma Theana yang mengaku telah tobat dari mengikuti ajaran Gatot juga mengakui bahwa di padepokan itu ia kerap mengonsumsi sejenis zat berasap yang membuatnya bisa membaca Al Qur’an meskipun sebenarnya ia mengaku tidak bisa. Namun Elma menolak jika dikatakan bahwa zat yang dikonsumsinya adalah narkoba. Elma mengaku Gatot menginformasikan kepadanya bahwa zat tersebut adalah sarana agar manusia bisa bersatu dengan alam jin.

Kontroversi Gatot tidak berhenti sampai di situ. Seiring dengan membesarkan kasus, diketahui bahwa Gatot kerap kali melakukan tindak kejahatan seksual terhadap para “santri” wanitanya. Entah benar atau tidak, salah seorang mantan “santriwati” mengaku telah dilecehkan oleh Gatot yang beralasan bahwa dirinya sedang dirasuki Malaikat Izrail. Padahal Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa. Mosok iya iseng merasuki Gatot? Doh.

Jaya Komara dan Koperasi Langit Biru
 
Jaya Komara mengaku dibantu Malaikat Jibril menggandakan uang para nasabah.
Kasus Koperasi Langit Biru mencuat ke permukaan pada tahun 2012 lalu. Koperasi Langit Biru (KLB) merupakan penipuan berkedok lembaga keuangan (koperasi) yang menjanjikan imbal hasil yang tidak masuk akal, yaitu mencapai 100% per bulan.

Setelah kasus mencuat dan ditelisik ternyata KLB adalah skema ponzi yang pembayaran “keuntungan” bulanan nasabah lama dilakukan dari uang pemasukan nasabah baru. KLB sendiri adalah sebuah MLM besar di mana para nasabah melakukan perekrutan secara aktif anggota-anggota baru. Semakin banyak nasabah yang berhasil direkrut oleh seseorang semakin besar bonus yang dijanjikan.

Hal yang menarik dari KLB adalah iming-iming mistis yang menyertai penipuan ini. Jaya Komara yang merupakan pemilik KLB dikenal sebagai seorang “ustad” yang memiliki kemampuan ghaib. Komara sendiri dikabarkan bisa menggandakan uang milik para nasabah. Hal tersebut mengakibatkan para nasabah mudah percaya dan merelakan uang mereka untuk “dikelola” meskipun imbal hasil yang dijanjikannya tidak masuk akal. Komara sendiri pernah menginformasikan bahwa ia dibantu oleh Malaikat Jibril dalam menggandakan uang para nasabah.

Namun alih-alih Jibril, malangnya Komara justru lebih dulu bertemu dengan Izrail. Jaya Komara ditemuka tewas di sel tahanannya setelah ia diciduk kepolisian. Pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengatakan bahwa Jaya Komara gantung diri. Wah wah.




COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,85,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,224,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,52,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,36,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,6,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,21,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: From “Hero” to Zero, Kisah Para “Ustad” Dukun yang Ternyata Tukang Tipu
From “Hero” to Zero, Kisah Para “Ustad” Dukun yang Ternyata Tukang Tipu
http://2.bp.blogspot.com/-3lnG3pkYhsA/UxkxiMyBUQI/AAAAAAAABBw/s4zx3XXanC0/s1600/dukun.png
http://2.bp.blogspot.com/-3lnG3pkYhsA/UxkxiMyBUQI/AAAAAAAABBw/s4zx3XXanC0/s72-c/dukun.png
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/09/from-hero-to-zero-kisah-para-ustad.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/09/from-hero-to-zero-kisah-para-ustad.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy