101 Jenis Durian Lokal Unggul Asli Indonesia Dari Aceh Hingga Papua


Durian lokal unggul asli Indonesia terbukti memiliki rasa dan tekstur daging yang juara jika dibandingkan durian lain. Aroma, warna dan bentuknya yang khas juga menjadi daya tarik tersendiri bagi durian lokal yang unggul.

Durian lokal yang memiliki kekhasan masin-masing ini dapat ditemui hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Berikut sekilas dari jajaran durian lokal unggul khas nusantara dari Aceh hingga Papua:
 

1. Durian Apel Pobit


Daging durian lokal unggul Apel Pobit berasal dari wilayah Nangroe Aceh Darussalam. Durian Apel Pobit rasanya manis. Konon kabarnya, semut saja tetap setia menanti di kulit luar bersama sekutunya kutu putih. Semut dan kutu itu menempel di sela sela durinya yang berukuran sedang berwarna kuning kecoklatan dengan ujungnya yang runcing agak menekuk dan tidak beraturan.

Disebut durian Apel karena bentuknya menyerupai buah apel, khususnya di bagian bawah buahnya berlekuk ke dalam seperti pantat buah apel. Ciri khas lain durian ini setiap ruang berisi satu biji dengan ketebalan daging buah lebih dari 1 cm, berwarna kuning cerah dengan tekstur lembut, legit, tidak berserat, tidak terlalu berair dan tidak terlalu kering, beraroma sedang dengan rasa manis, sedikit bersoda, dan sedikit berasa pahit serta berbiji sedang.


Durian ini mudah untuk dibuka dengan tangkai buah agak pendek dan besar. Daging buah sekitar 20 persen dari berat total buah karena kulitnya lumayan tebal dan biji berukuran sedang.






Dinamakan Pobit karena durian ini milik orang yang sering dipanggil POBIT (kakak kecil). Jika anda penasaran anda masih bisa mendapatkannya di bulan Januari ini di daerah asalnya Geunie Jalan Beureunuen Tangse KM 20 setelah Kecamatan Keumala.

sumber abi-maryam.blogspot.co.id

2. Durian Asoe Kaya

Durian Asoe Kaya berasal dari Kabupaten Aceh Besar tepatnya dari Desa Nusa Kecamatan Lhoknga. Durian lokal unggul varietas Asoe Kaya berkemampuan produksi tinggi, bentuk buah agak bulat telur, rasa manis legit, tekstur buah halus dan tidak berserat. Daya simpan buah agak lama, tahan terhadap hama penggerek buah dan penyakit busuk akar, sifat buah agak mudah dibelah.

Keunggulan lainnya adalah warna daging buah putih kekuning-kuningan, ketebalan daging 1,5 cm serta aroma daging harum. 

3. Durian Pha Gajah


Durian lokal unggul Pha Gajah berasal dari Kecamatan Tanah Luas, Meurah Mulia dan Matang Kuli Kabupaten Aceh Utara. Durian varietas Pha Gajah berkemampuan produksi tinggi, berkualitas buah baik, bentuk buah lonjong besar, daging buah tebal, rasanya manis dan halus serta beraroma harum.

Warna kulit luarnya kuning, tahan terhadap hama penggerek buah dan penyakit busuk akar. Keunggulan lainnya adalah berat perbuah mencapai 2,5 ? 3 kg, hasil perpohon 150-200 buah/musim dan ketebalan daging 1,5 cm.


4. Durian Rubah


Rubah artinya tumbang, durian lokal unggul ini tumbuh di atas batu kemudian suatu ketika angin kencang menerpa, pohon ini tumbang tapi tidak mati kemudian tumbuh lagi dan berproduksi seperti biasa. Masyarakat desa Beungga Nangroe Aceh Darussalam menyebutnya durian Rubah.

Rasanya manis dan dagingnya tebal dan lembut, ukuran biji sedang. harga buah durian ini di atas rata rata atau hampir dua kali lipat dibanding harga buah durian lainnya di lokasi yang sama.
sumber: abi-maryam.blogspot.com

5. Durian Mangat


Durian ini berasal dari Desa Blang Malo Kecamatan Tangse sekitar 100 meter dari jalan raya Beureunuen Tangse KM 31, Aceh. Buahnya tidak terlalu besar, kulit berwarna hijau pudar dan daging buahnya berwarna putih,tebal, ukuran biji sedang. Rasanya yang super enak, legit sampai terasa lengket di kerongkongan. Nama Mangat itu artinya enak.

Berikut video penelusuran durian Mangat 

sumber: abi-maryam.blogspot.com

6. Durian Umpang Duek


Umpang duek artinya sejenis karung, dinamakan umpang duek karena buahnya yang besar menyerupai karung. Di beberapa kebun di pemukiman Beungga Aceh Darussalam juga didapati durian lokal unggul jenis ini dan setiap daerah walau bernama sama namun memiliki cita rasa berbeda dan keunggulan yang berbeda pula.

Batang induk utama durian umpang duek wilayah beungga sudah mati dan yang ada sekarang adalah turunannya yang kualitasnya tentu sudah mengalami penyimpangan genetik sehingga kwalitasnya bisa menurun atau memiliki kualitas yang lebih bagus.

Durian ini sulit ditemukan karena hanya berbuah sekali setahun dan bahkan kadang tidak berbuah. Masyarakat juga kurang tertarik dengan misi perbanyakan durian unggul bahkan tidak sedikit masyarakat yang curiga duluan. sehingga harus dilakukan pendekatan terlebih dahulu dan itu membutuhkan waktu lama. hanya beberapa orang yang sudah mengenal dekat yang mau membantu upaya pelestarian durian lokal yang unggul.

Inilah upaya tim relawan pemakan durian dalam menelusuri jejak durian Umpang Duek, 


sumber: pembibitan-nursery-mavila-aceh-utara.blogspot.com/

7. Durian Mie Eh


Durian lokal unggul Mie Eh adalah salah satu yang populer di Aceh. Menurut cerita orang orang tua dahulu,  durian ini sangat disukai oleh harimau sehingga jika malam hari tiba, warga tidak berani mengambilnya karena biasanya ada harimau yang menunggu di bawah pokok pohon durian satu ini.

Mie eh arti dalam bahasa Indonesianya adalah harimau tidur. Ada juga cerita yang mengatakan disebut Mie Eh karena buahnya melengkung pada satu sisi sementara sisi yang satunya lagi tidak berisi sehingga buahnya melengkung persis perut kucing ketika sedang tidur.

Durian jenis ini mengandung alkohol yang tinggi sehingga jika memakan dalam jumlah yang banyak bisa menyebabkan pusing atau mabuk.

Berikut video upaya penelusuran durian Mie Eh,


8. Durian Buloh Blang Ara


Dinamakan Durian Buloh karena pohon induknya tumbuh berdekatan dengan bambu buluh sehingga masyarakat Desa Alue Calong Kecamatan Tangse wilayah Aceh ini menyebutnya Drien Buloh.



Berikut ini video pencarian kebun durian buloh

sumber: abi-maryam.blogspot.com

9. Durian Hijo


Durian lokal unggul Hijo kulitnya berwarna hijau, sehingga masyarakat Desa Pucok Dua Kecamatan Tangse menyebutnya durian Hijo.
 

10. Durian RP2


Durian lokal unggul ini tumbuh di Desa Pucok Dua Kecamatan Tangse. Durian ini menjadi incaran pecinta durian karena dagingnya biasanya tanpa biji.  Diberi nama RP2 karena pemiliknya bernama ratna durian, lalu menjadi Ratna Pucok Dua dan disingkat jadi RP2.

Inilah aksi para relawan yang berusaha melestarikan pohon durian lokal unggul khas Aceh 


11. Durian Cagee


Masyarakat Desa Pulo Ie Kecamatan Tangse menyebut durian lokal unggul ini sebagai Drien Cagee yang artinya Durian Beruang. Seperti halya durian Mie eh yang sering ditunggui harimau di malam hari, maka durian ini sering dihampiri oleh beruang madu karena hanya durian ini yang memiliki rasa yang sangat manis.

Inilah upaya relawan melestarikan durian unggul negeri sendiri untuk jenis Durian Cagee.

Inilah suasana proses penyambungan yang dilakukan oleh para siswa SMKN 1 Beungga dalam melestarikan durian Cagee




12. Durian Lhoong


Kalau ingin mencari durian lokal unggul datanglah ke Desa Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Kecamatan Lhoong adalah daerah penghasil durian yang terkenal di Aceh. Sebagian besar buah durian yang beredar di Banda Aceh berasal dari daerah ini.

Desa Lamsujen sendiri adalah desa yang memiliki kebun durian yang sangat luas. Ada yang unik dari nama Lamsujen ini. Dalam Bahasa Aceh, Lam artinya dalam, Su artinya suara, dan Jen artinya setan. Jadi, apabila diartikan per kata, Lamsujen berarti dalam suara setan. Nama desa di sana  memang kebanyakan adalah nama-nama hantu.

Desa Lamsujen terletak di sisi sebelah kiri dari jalan raya Banda Aceh – Meulaboh. Untuk menuju kebun durian di lereng perbukitan, mobil harus menyusuri jalanan tanah liat berbatu yang cukup licin. Di sebelah kiri jalan terdapat sungai berbatu yang memiliki air sangat jernih dengan aliran gemericik merdu.

Tradisi di desa Lamsujen, masa panen durian menunggu durian jatuh langsung dari pohon. Inilah yang menjadi rahasia kenapa durian Lhoong ini rasanya lebih enak daripada durian dari daerah lain di Aceh. Pohon-pohon ini kira-kira berusia 40-50 tahun”,

sumber: buzzerbeezz.com

 


13. Durian Bintana


Durian lokal ini adalah unggulan Nasional dari Medan, merupakan silangan dari durian lokal Aceh dan Thailand. Warna dagingnya kuning tebal dan beraroma keras. Rasa dagingnya gabungan antara manis, pahit dan kering. Bijinya Kempes

Durian lokal unggul ini kerap diberi label durian Medan Raja inal adalah durian Bintana, yang sejatinya merupakan durian unggul dari kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.
Kelezatannya menandingi Durian unggul Malaysia dan Thailand.


14. Durian Ginting


Durian lokal unggul Ginting berasal dart wilayah Sumatera Utara.  Varietas ini berhasil dikembangkan dan telah mendapat penghargaan dari Menteri Pertanian. Durian Ginting memiliki daging buah yang tebal. Ukuran buahnya pun berbeda dengan kebanyakan, karena besar dan memanjang hingga mencapai 45 cm.

15. Durian Si Kapal Medan


16. Durian Bustawang Medan




17. Durian akada 02 


Durian Akada 02 berasal dari Sumatera Barat, aromanya tidak terlalu tajam, cocok bagi yang tidak suka bau durian menusuk penciuman. Rasanya manis namun sedikit beraroma alkoholik.

Tekstur dagingnya halus, kesat. Tebal daging antara 1 - 1,2 cm. Porsi buah dapat dimakan rata-rata 38%. Kadar airnya sedikit dengan rata-rata kadar gula 43%, kadar asam 0,25%. Bobot buah durian lokal unggul ini antara 1,8 - 3,2 kg per butirnya.


18. Durian Kalumpang Sijunjung


Durian lokal Kalumpang Sijunjung termasuk durian unggul asal Sumatera Barat. Bentuk buahnya bulat (Globose), Berat per buahnya 1,58 – 2,61 (Kg). Tebal kulit buah antara 0,7 – 1,08 cm. Warna daging buah kuning, rasa daging buah sangat manis namun ada rasa pahitnya dari kurang ke sedang.

Ketebalan daging buah 1,18 - 1,98 cm, kandungan air 55,78 – 59,97 persen, kadar gula 35,49 - 36,02 persen, kandungan lemak antara 3,65 - 4,3 persen, kandungan vitamin C antara 222,72 - 226,08 (Mg/100g). Persentase bagian buah yang dikonsumsi antara 35,33 – 43,18 persen.


19. Durian Kayu Tanam



Salah satu sentra produksi durian yang terkenal di Pariaman adalah Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, yang bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 1 jam dari Kota Padang ke arah Bukittinggi. Keunggulan durian lokal unggul ini tentu saja rasanya yang sangat lezat khas durian Kayu Tanam Pariaman.

Selain rasanya yang nikmat, faktor kedua yang mempengaruhi popularitas durian dari wilayah ini adalah harganya yang terjangkau. Ketika sedang musimnya, durian-durian ini tidak hanya dijajakan dipinggir jalan saja. Konsumennya hingga ke banyak kota besar yang ada di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di pulau jawa dan Sumatera.

Para penjual yang berada di pinggiran jalan raya sepanjang Kayu Tanam menyediakan pondokan-pondokan kecil tempat di mana para penyuka durian bisa langsung menikmati kelezatan durian di tempat.

Saat melakukan perjalanan jauh, tentunya tidak ada salahnya rehat sebentar sambil menikmati durian. Daging durian yang manis cocok dipadukan dengan ketan putih atau lemang ketan. Tidak jarang, para penjual durian juga menyediakan lemang untuk dinikmati oleh pelanggan.

Sumber Rusdi Chaprian

20. Durian Tembaga asal Riau



Durian tembaga asalnya dari Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan. Ukuran durian lokal unggul ini kecil, namun warna dagingnya benar-benar kuning (agak ke jingga atau oranye) dan rasanya manis.



Penampakan luar durian tembaga adalah bentuk ukurannya kecil dan berwarna hijau. Sekilas, tak ada yang menarik dari durian tembaga. Namun begitu dibelah, warna kuning jingganya nampak menarik perhatian serta isinya padat meski kecil. Durian tembaga sangat manis rasanya. Dagingnya pun tebal, sehingga makin enak saat dikunyah di mulut. Benar-benar manis dan bikin nagih.

21. Durian Sijantung Kampar



Sejarahnya durian si jantung awalnya dari sebuah kontes. Pada tahun 2007 Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar melaksanakan kontes buah durian se Kabupaten Kampar. Dalam kontes tersebut durian lokal unggul dari Desa Bukit Malintang meraih juara II dengan nama durian Jantung.

Kemudian pembinaan terhadap petani pemilik pohon induk durian si jantung, lebih diintensifkan oleh penyuluh pertanian Lapangan ( PPL ). Untuk memperbanyak bibit durian jantung pemilik pohon induk dibina oleh PPL bekerja sama dengan petugas pengawas benih tanaman menjadi penangkar bibit durian.

Pada pertengahan tahun 2008 varitas baru unggul Nasional durian jantung Kampar dilepas oleh Direktur Jenjeral Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura atas nama Menteri Pertanian Refublik Indonesia di Bogor (Jabar).

Untuk pengembangan durian Sijantung Kampar di Desa Bukit Malintang telah dilakukan penanaman oleh kelompok tani Buah Sari Madu seluas 18 Ha / 18 KK yang merupakan bantuan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Riau melalui APBD tahun 2008.

Cirinya durian Kampar bentuk buah Lonjong, ujung durinya runcing, tebal kulit buah sedang. Warna buah hijau kekuningan, warna daging buah Kuning. Rasa buahnya manis lezat dengan aroma buah harum namun tidak terlalu tajam.

Sifat buah agak sukar dibelah, keadaan daging buah halus, kering berlemak.  Berat Buah per butirnya antara 1,5 s/d 5,5 Kg.

22. Durian Ome Kampar


Durian lokal unggul Ome Kampar asalnya dari desa Padang Balam, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau.


23. Durian Tionsu


Dutian lokal unggul Tionsu asalnya dari desa Pulau Rambai, Kecamatan Timur, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.


Bentuk buahnya bulat lonjong, ukuran buah tingginya 22-25 cm, diameter 20-22 cm. Warna kulit buah hijau Kekuningan dengan ketebalan Kulit Buah antara 0,8 – 0,9 cm. Bentuk duri Buah Kerucut Rapat.

Ketebalan daging buah antara 2,0 - 2,5 cm, warna daging buahnya kuning Kunyit, rasa manis, bentuk biji lonjong, warna biji Kuning. Jumlah biji Per buah antara 5 – 6 Biji Sempurna. Kandungan Gula antara 28,7 -29,8 derajat (brix), kandungan Vitamin C : 134,7 – 137,2 mg/100 g.

Aroma buahnya harum, jumlah juring Perbuah biasanya 5 Juring, berat Perbuah antara 1,5 – 3,0 kg.

24. Durian Bentara



Durian bentara adalah durian asli dari daerah Bengkulu. Varietas ini telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementan, dengan no 001/PVL?2006, 21 Juli 2006. Sebaran geografis durian ini meliputi Kecamatan Kerkap, Kecamatan Padang Jaya, Bengkulu.

Durian lokal unggul ini punya keistimewaan tersendiri dibanding durian lainnya, kandungan gulanya mencapai 25,8 brix, artinya rasa durian ini terbilang sangat manis dikelasnya. Ia memiliki kandungan lemak rendah, yakni 4 %, kadar air 76%, dan produksi buahnya bisa mencapai 125-175 buah/pohon/musim.

Bentuk buah durian ini bulat panjang. Berat per buahnya sekitar 2,5-4 kg. Tekstur daging buah durian bentara ini berserat dan berserabut. warna daging buahnya kuning tembaga, beraroma harum, dan keadaaan daging buahnya kering, tidak benyek. Sifat buahnya pun mudah dibelah.

Jadwal durian ini berbuah yakni dari bulan Juli sampai dengan Desember, dan lama bunga mekar menjadi buah sekitar 135-150 hari. Durian bentara ini mampu beradaptasi baik di daerah berketinggian 300 mdpl, dengan pH tanah 6,5.

25. Durian Selat


Provinsi Jambi adalah salah satu daerah penghasil durian di Indonesia, durian yang terkenal di Jambi adalah " Durian Selat " yang berasal dari kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi.

Walaupun di beberapa daerah lain dalam Provinsi Jambi juga banyak kita temukan pohon
durian, namun durian selat lah yang lebih populer. Durian lokal unggul ini mempunyai ciri khas tersendiri yaitu beraroma harum, manis dan ukuran buah yang tidak terlalu besar.



Saat musim durian, kota Jambi begitu sangat ramai oleh pembeli durian dari berbagai daerah. Namun, memilih dan membeli durian yang matang sempurna memang sangat sulit, apalagi bagi seorang pemula.


26. Durian Namlung Petaling 06 Kepulauan Riau


Pulau Bangka selain terkenal sebagai daerah penghasil timah juga terkenal dengan wisata kulinernya, siapa yang tidak kenal dengan martabak bangka yang sangat TOP banget. Selain terkenal karena timah dan kulinernya, Bangka juga dikenal sebagai sentra penghasil buah durian yang berkualitas.

Tanaman durian merupakan buah unggul di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terutama di Kabupaten Bangka Barat. Jenis durian namlung ini mempunyai masa berbunga sampai dengan masa panen (runtuh) mulai dari bulan November, Desember, Januari sedangkan puncak panen pada bulan Februari. Sentra produksi durian wilayah Kabupaten Bangka Barat terdapat di Kecamatan Jebus dan Kecamatan Simpangteritip.

Durian lokal unggul jenis Namlung Petaling -06 banyak ditemukan di Desa Jebu Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat.


27. Durian Kajang Lampung



Durian kajang adalah salah satu ikon durian lokal unggul asal provinsi Lampung. Salah satu tempatnya bernama Sukadanaham di Bandar Lampung. Itulah, demi reputasi itu, pedagang berburu durian lokal hingga Palembang, Bengkulu, bahkan Medan.

Lampung, yang dikenal sebagai daerah penghasil durian. Ada beberapa penjual durian, meskipun tidak banyak. Ternyata, durian yang dijual bukan durian khas Sukadanaham yang sudah dikenal hingga ke luar Lampung.


28. Durian Dahlan


Durian lokal unggul varietas Dahlan dari Lampung juga sudah dilepas sebagai varietas unggul nasional, tidak kalah hebatnya. Durian varietas Dahlan dan Sikapal sama-sama berasal dari varietas unggul lokal.

Adapun durian juga tidak kalah dengan durian varietas lain. Durian Dahlan berasal dari Desa Durian Sirait, Kecamatan Sibirubiru, Deliserdang. Selama proses seleksi, mulai dari karakter tanah, bentuk tanaman, daun, bunga, buah hingga potensi produksi dari yang akan dihasilkannya.



29. Durian Si Seupah


Asal durian lokal unggul ini dari Pandeglang bentuknya yang bulat telur, aroma dan tekstur daging yang menarik dari “Si Seupah” membuat jenis ini disukai hampir semua masyarakat di Indonesi.



Berdasarkan hasil uji prefensi konsumen terhadap buah durian secara nasional, Durian “Siseupah” dari Pandeglang termasuk dalam form pencarian durian nasional. Lima kategori dalam diskripsi durian "Si Seupah" sesuai dengan indikator preferensi konsumen yang dilakukan oleh Tim Peneliti Durian dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbutrop) Solok di beberapa sentra dan daerah konsumen durian di Indonesia.



30. Durian “Si Radio”


Durian lokal unggul yang juga dijuluki si manis ini juga masih dari kawasan Pandeglang. Durian ini memang berbeda dari durian lokal lainnya, selain dari namanya yang unik.



Penamaan “Si Radio” sendiri awalnya dari seorang pembeli yang menukarkan
radionya dengan durian. Rasa yang manis dengan daging lembut tanpa serat menarik pengujung Festival Durian Sinpasa pada bulan April 2015 di Pasar Modern Sinpasa Sumarecon, Bekasi.

“Si Radio” memang memiliki banyak keunggulan dari kulit luarnya yang tipis  serta memiliki daging tebal bahkan tanpa serat. “Si Radio” pun, dibandrol dengan harga tak kurang dari Rp 100.000 per buah. Walapun di banderol cukup mahal “Si Radio” memiliki pengemarnya sendiri di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Surabaya, Jakarta, Bandung dan beberapa wilayah lainnya.

31. Durian Mas


Durian lokal unggul ini berasal dari Rancamaya, Bogor, Jawa Barat, telah dilepas sebagai varietas unggul. Bentuk buahnya lonjong dengan pangkal meruncing. Warna kulit buah kuning kemerahan dengan ketebalan antara 5-10 mm. Bentuk durinya runcing dengan susunan rapat. Daging buah berwarna kuning menyala, tebal, cenderung kering, berlemak, berserat halus, dan rasanya sangat manis.

Aromanya harum dan tidak begitu tajam. Jumlah pongge dalam setiap buah antara 2035 buah. Jumlah biji sempurnanya 20-30. Bentuk biji lonjong dengan ukuran sedang. Bobot buah rata-rata antara 1, 5-2 kg. Produksi buah sekitar 50-200 buah/pohon/tahun. Durian ini tahan penyakit busuk akar, tetapi tidak tahan hama penggerek buah.


32. Durian Perwira


Durian perwira adalah durian lokal unggul asli dari Majalengka, Jawa Barat. Durian ini diangkat oleh salah seorang petani bernama H. Iding. Beliau mempromosikan durian perwira dari tahun 1990. Indukan pohon durian perwira milik Iding sudah berumur 300 tahun, beliau pun sudah mengangkat sosok durian perwira ke kalangan maniak durian di seluruh Nusantara.

Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat lalu menetapkan durian perwira sebagai durian unggul karena rasanya manis, daging tebal, dan warnanya kuning menggoda.

Sebaran geografis buah bernama latin Durio zibethinus Murr ini adalah di Kec. Sindangwangi dan Kec. Rajagaluh, Kab. Majalengka, Jawa Barat. Keunggulan utama dari durian perwira adalah produksi dan resistensi. Buahnya berbentuk bulat dengan kulit relatif tipis dan berwarna hijau.

Bijinya berbentuk bulat telur. Durinya besar, berbentuk kerucut, serta tersusun rapat. Berat buah ini sekira 2-3 kg, tebal kulit buahnya ± 1 cm, warna daging buah kuning, tekstur daging buah halus tidak berserat, kandungan air agak kering, aroma buah tajam/kuat, jadwal berbuah November-Februari, panen musiman Januari, dan produktivitas tanamannya tinggi, antara 200-300 buah/pohon/tahun.

33. Durian Bokor


Durian lokal unggul ini berasal dari Majalengka, Jawa Barat. Bentuknya bulat panjang dan berduri besar yang tersusun jarang. Berat buahnya sekitar 3 atau 4 kilogram. Durian bokor atau durian aden memiliki rasa tidak begitu manis dengan daging buah kuning dan harum.

Keunggulannya, tahan terhadap penyakit busuk yang sering melanda akar pohon. Kulit durian bokor juga berwarna hijau kekuningan.Durian asal majalengka jawa barat ini, termasuk durian yang banyak di cari oleh para penggila durian. Jenis durian memiliki rasa hampir sama seperti durian Thailand, orang menyebutnya durian montong asal Indonesia.

Ciri-ciri durian bokor bentuk buah Panjang, warna kulit Hijau kekuningan. Bentuk duri rapat dan tersusun sejajar, tekstur buah dagingnya tebal, lembut, kering dan berwarna kuning. Bentuk bijinya kecil.

Rasanya agak Pahit sedikit manis, untuk ukuran besar beratnya antara 3-4 kg per buahnya.



34. Durian Siriwig


Durian lokal unggul ini berasal dari Rajagaluh, Majalengka, Jawa Barat. Dilepas sebagai varietas unggul pada tahun 1993. Mampu berproduksi 100 buah per pohon dan tahan penyakit akar serta penggerek batang. Bentuk buahnya bulat telur dengan kulit warna hijau kekuningan. Durinya besar dan jarang.

Durian ini mudah dibelah . berat buah 1,5-2 kg per buah. Jumlah juring lima dengan biji sempurna sebanyak 13-15 butir. Warna daging putih susu dengan ketebalan sedang. Rasanya manis, bertekstur halus, den beraroma harum menyengat.

35. Durian Matahari


Dinamai matahari lantaran warna dagingnya kuning cerah. Rasanya sangat enak, daging buah cukup tebal. Reza menemukan pertama kali di daerah Cimahpar, Bogor, tahun 1997. Ia tumbuh di tanah milik seorang warga bernama Pak Ukong. Saat itu varietasnya tergolong baru dan belum memiliki nama.

Durian ini berasal dari Cimahpar, Bogor. Daging buahnya kering dan tebal dan berwarna kuning cerah. Tekstur daging buahnya lembut dan rasanya manis. Keunggulan durian ini adalah lebih tahan hama penyakit daripada durian lainnya.

Warna kulitnya hijau kecokelatan, jenis durian ini memiliki buah yang bulat panjang setebal 0,5-1 cm. Durinya besar, runcing, jarang, dan bengkok. Berat buah 2 – 3,5 kg. Daging buah tebal, kering, berlemak, tekstur halus, aroma tidak tajam, dan manis. warna daging buah kuning, kering, bertekstur halus, berasa manis gurih, dan beraroma harum.


36. Durian Hepe


Nama durian lokal unggul ini dikaitkan dengan keadaan bijinya yang kempes (hepe: Sunda). Durian ini antara lain dapat ditemukan di daerah Jonggol, Bogor. Buahnya berbentuk bulat telur clan berwarna hijau kecokelatan. Kulit buah agak tebal dengan duri runcing dan tersusun rapat.

Keistimewaannya antara lain terdapat pada daging buahnya yang tebal dan rasan.ya yang manis pahit. Daging buahnya berwarna krem, agak berserat dan kering. Ukuran buahnya sedang, bobotnya antara 1-2 kg/buah. Produksi per pohonnya antara 300-400 buah/ tahun.


Buahnya berbentuk bulat telur dengan warna cokelat kekuningan dan tebal 0,8-1 cm. Duri kulit buah berbentuk kerucut, kecil, dan tersusun rapat. Berat buah 1½ - 2 kg. Daging buah berwarna putih kekuningan, tebal agak kering, tekstur halus, berlemak, aroma tajam, dan manis.

si Hepe, disebut hepe karena bijinya kempes ( kempes = hepe bhs sunda ), durian ini berasal dari jonggol daerah bogor timur. Keistimewaan nya biji kempes, dagingbuah berwarna krem, dengan rasa manis agak pahit.


37. Durian Petruk


Walau durian jenis petruk ini belum pernah menyabet juara di berbagai lomba kabupaten dan provinsi, namun durian petruk telah diakui dan disertifikasi oleh Departemen Pertanian sebagai varietas unggul. Hal itu berbeda jika dibandingkan Buah Durian Lokal jepara lain seperti buah durian Sukarman yang sesekali pernah menyabet juara di tingkat provinsi.

Asal nama Durian Petruk berasal dari pemilik alias penemu Durian Petruk yaitu Pak Petruk asal bangsri yang tinggal di Dukuh Randusari, Desa Tahunan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Karena nama penemunya Pak Petruk maka dinamakan Durian Petruk.

Asal mula durian ini adalah dari Dukuh Randusari, Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan Jepara. Bentuk buahnya bulat telur terbalik (ujungnya agak runcing), kulit buahnya tipis (+ 3 mm), dan warnanya hijau kekuningan. Daging buah berwarna kuning, berserat halus, agak lembek, dan rasanya sangat manis, namun aromanya tidak begitu tajam / menyengat. Jumlah pongge per buah berkisar antara 5-10 biji sempurna. Ukuran bijinya kecil dan berbentuk lonjong. Kemampuan produksi antara 50 – 150 buah per pohon dengan berat buah masing-masing antara 1 kg. – 1,5 kg.

Durian Petruk sekarang terus diteliti untuk dikembangkan. Setiap tahun, di Jepara selalu diadakan Lomba Buah-Buahan dengan durian sebagai kontestan utamanya. Event ini berlangsung pada bulan Desember, saat musim durian mencapai puncaknya.

Walau durian jenis petruk ini belum pernah menyabet juara di berbagai lomba kabupaten dan provinsi, namun durian petruk telah diakui dan disertifikasi oleh Departemen Pertanian sebagai varietas unggul Nasional. Hal itu berbeda jika dibandingkan Buah Durian Lokal jepara lain seperti buah durian Sukarman yang sesekali pernah menyabet juara di tingkat provinsi.

Sentra penjualan durian di Jepara adalah Pasar Ngabul (7 km sebelum masuk kota Jepara dari arah Kudus). Tapi jika anda ingin menikmati buah durian sambil menikmati suasana pedesan, anda dapat membeli langsung kepada pemilik pohon yang tersebar hampir disemua desa di Kecamatan Tahunan, Bate Alit, Bate Gede, dan biasanya harganya lebih murah. Durian Petruk sering mendapat perhatian dinas pertanian jepara dikarnakan varietasnya langka dan diperkirakan hanya ada di jepara. Saat ini satu bibit durian petruk jepara yang baru berumur sekitar 5-6 bulan sudah dijual dengan harga Rp 15.000/bibitnya


38. Durian Sunan


Durian ini berasal dari daerah Gendol, Boyolali, Jawa Tengah. Karenanya, sering disebut sunan gendol. Bentuk buahnya bulat telur terbalik. Kulit buah berwarna hijau kecokelatan. Durinya berbentuk kerucut, kecil, dan susunannya jarang.

Kulit buahnya kurang dari 5 mm dan mudah dibelah-belah. Daging buah berwarna krem, sangat tebal, kering berlemak, dan berserat halus. Aromanya harum tajam dan rasanya manis.


Jumlah pongge per buah ntara 20-35 buah. Jumlah biji sempurnanya hanya 1-2. Biji berbentuk lonjong dan berukuran kecil. Berat rata-rata buah antara 1,5-2,5 kg. Produktivitas mencapai 200-800 buah/pohon/ tahun. Durian ini mempunyai daya tahan yang baik terhadap penyakit busuk akar dan hama penggerek buah.


39. Durian Si Mimang


Si Mimang adalah salah satu jenis durian asli Indonesia yang berasal dari daerah Sigaluh, Banjarnegara Jawa Tengah.

Durian Si Mimang mulai dikenal tahun 2003, setelah menjadi salah satu juara dalam Festival Buah Unggul Nasional yg diadakan oleh Majalah Trubus. Buah yang berbentuk lonjong, kecil dan Kulitnya berwarna hijau kekuningan dengan duri-duri yang tumpul pada bagian kulit yang cembung dan duri-duri runcing terdapat pada bagian yang cekung.

Daging buah ini berwarna kuning, tebal agak berserat dengan kadar air yang sedikit serta mempunyai rasa yang manis dengan sedikit rasa alkohol. Aroma yang harum dan sangat tajam menjadikan buah ini gampang di kenali.
Buahnya sulit dibelah. Produksinya per tahunnya dapat mencapai sekitar 400-500 buah per pohon.

Si Mimang sangat sesuai dengan tren buah masa kini, yang enak rasanya dan kecil ukurannya dengan harapan sekali makan habis. Si Mimang menjadi buruan para pencinta dan pemburu duren di propinsi Jawa Tengah. Tidak susah untuk memasarkan durian ini, karena buah yang belum matang saja sudah banyak dipesan orang. Harga durian ini pun bervariasi anara Rp60ribu - 200 ribu,tergantung ukuran.

Jika dilihat dari sisi penampilan Si Mimang ini kurang meyakinkan. Namun jika dilihat dari rasa tidak kalah dengan jenis durian unggul lainnya.

Kekurangan dari Si Mimang adalah dlihat dari penampilan yang kurang menarik. Akan tetapi fakta-fakta di atas telah cukup membuktikan bahwa Si Mimang patut di jadikan pilihan di antara jenis-jenis  durian yang ada.

40. Durian Lawkra


Durian Lawkra berasal dari Dukuh banaran, Desa sewurejo, Kecamatan Majogedang, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.

Ciri-ciri durian Lawkra adalah bentuk buah lonjong agak bulat,ujung menonjol. Ukuran buah memiliki tinggi 20-25cm san diameter 15-20cm. Jika masih muda berwarna hijau, warna kulit buah masak hijau kekuningan,tebal kulit buah 0,8-1,4cm. Duri buah berbentuk Kerucut rapat dan cukup keras. Daging buah berwarna kuning seperti di lapisi lilin. Daging buah memiliki ketebalan 1,0-1,5cm. Tekstur daging buah halus berlemak,rasa nya manis pahit. Sifatnya agak sulit di belah,waktu panen dari bulan Februari-April. Produksi buah per tanaman 400-600kg/tanaman/tahun.


41. Durian Teji


Durian yang di hasilkan dari Karanganyar mempunyai citarasa yang khas yang mungkin tidak ditemui di daerah lain. Varietas Unggul Nasional asal Kabupaten Karanganyar antara lain Durian Sukun, Durian Teji, dan Durian Lawkra. Varietas itu mempunyai keunggulan tersendiri, sehingga mampu menciptakan ciri khas suatu daerah.

Teji bakal dikembangkan untuk diekspor. Jenis durian tersebut dibudidaya di beberapa wilayah Karanganyar seperti Jumapolo, Mojogedang, Matesih dan Jumantono.

Ciri-ciri durian teji adalah bentuk buah lonjong,Ukuran tinggi buah 20-25cm dan Diameternya 15-18cm. kulit buah yang masih mentah maupun yang sudah matang berwarna Hijau. Warna daging buah kuning keputihan, dengan tekstur halus kesat serta aroma yang harum.


42. Durian Kumbokarno


Durian kumbokarno (Durio sp) merupakan tanaman pohon buah golongan durian yang merupakan campuran durian lokal dengan durian monthong. Rasanya manis, harum yang khas dan lembut. Ukuran buah dan dagingnya pun cukup besar menyerupai durian monthong.

Rasanya manis, legit, terasa bertaburan mentega dan susu. Jika ada rasa kres-kres soda yang berujung sedikit pahit, itu adalah efek dri kandungan alkoholnya yg begitu tinggi. Jadi bagi yang belum terbiasa, sebaiknya jangan memakan daging buahnya yg tebal itu lebih dari 3 pongge. Nanti bisa dibikin pusing tujuh keliling.


Daging duriannya jika kita pegang dijamin tidak menimbulkan bekas noda, alias tudak lengket dan njemek. Tampilan buah luarnya pun sdemikian cantik, durinya berlekuklekuk dengan warna hijau semburat kuning. Daging buahnya kata para penggemarnya mirip lembutnya es krim yg meleleh. Dagingnya berwarna kuning dengan kombinasi warna putih di bagian atasnya, seperti sengaja ditaburkan salju atau tepung.

43. Durian Kholil


Keunggulan durian kholil ini dibandingkan adalah dari warna daging buah yang kuning, biji kecil, dan rasanya yang manis kadar alkohol rendah.

Pengembangan Durian Kholil, di antaranya di Bubakan, Kecamatan Mijen. Di daerah tersebut  terdapat embung mini yang dijadikan sebagai pengelolaan air bagi para petani buah serta andalan untuk agrowisata.


44. Durian Tarmin


Durian tarmin yang merupakan varietas tanaman durian unggulan asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah,  mendapatkan sertifikat hak perlindungan varietas tanaman atau PVT dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP).

Ciri-ciri durian tarmin adalah berat buah 1,6 kilogram hingga 1,9 kg, panjang tangkai buah 5 - 5,5 centimeter, jumlah buah per tandan 3 - 4 buah, warna daging buah kuning mentega, tekstur daging buah lembek berserat dan waktu panen antara Juni hingga Juli.


45. Durian Kanjeng


Durian Kanjeng yang merupakan varietas asli Kecamatan Ngebel Kota Reog Ponorogo Jawa Timur. Kebun Durian Kanjeng yang luasnya sekitar 2,5 hektar ini, Selain pohon durian yang sudah produktif, di kebun ini juga dikembangkan ribuan benih durian.

Kenapa dinamakan durian kanjeng, karena konon durian ini adalah durian yang paling disukai oleh kanjeng atau petinggi keraton wengker di jamanya. Sehingga diberi nama durian kanjeng. Itulah sepintas sejarah tentang durian kanjeng. Yang diharapkan menjadi ikon baru untuk Ponorogo selanjutnya dibidang perkebunan.

Durian kanjeng paling unggul dari mulai rasa, aroma, kelembutan dan ketebalan dagingnya. Sehingga dinas pertanian bersama petani setempat melakukan pengembangan dan perluasan daerah perkebunan di daerah penghasil durian kanjeng di desa Ngrogung.


46. Durian Badugol


Durian jenis Badugol menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Durian jenis ini berasal dari Lingkungan Gogolatar, Kelurahan Kaweron, Kecamatan Talun. Nama Badugol sendiri juga diambil dari singkatan kata Blitar Asli Durian Gogolatar (Badugol).

Keistimewaan kualitias durian ini diakui dalam Festival Durian se-Jawa Timur pada tahun 1 Maret 2010 lalu di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur di Malang. Badugol saat itu dinobatkan sebagai Raja Durian.

Pemilik pohon durian ini tidak pernah menjual hasil panenannya kepada pedagang. Selama ini, penjualan dilakukan langsung ke konsumen yang berasal dari berbagai kota, antara lain Kediri, Tulungagung, Malang, dan Blitar sendiri.

47. Durian Tawing


Jenis durian ini memiliki daging buah yang tebal dengan biji yang relatif kecil, rasanya manis dengan sedikit rasa pahit menyertainya.

Sesuai namanya, Durian Tawing berasal dari Dusun Tawing, Desa Puntukdoro, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Sebuah desa yang terletak di kaki Gunung Lawu.

Videonya bisa disaksikan di sini



48. Durian Bidowonosalam


Durian Bido Wonosalam telah mendapat tempat tersendiri di lidah pemburu dan penggemar durian. Sementara oleh pemerintah, Durian Bido Wonosalam telah dilepas sebagai Varietas Unggul yang ditandai dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 340/Kpts/SR.120/5/2006.


Sering ada pelancong yang bertanya, mengapa harga durian di Wonosalam justru relatif lebih mahal, padahal Wonosalam adalah tempat produksi durian?


Alasan utama mengapa harganya relatif lebih mahal adalah karena durian yang dijual di kawasan Wonosalam umumnya durian yang benar-benar matang di pohon. Jadi tanpa ada rekayasa untuk mempercepat kematangannya. Matangnya pas sekali, tidak kurang tidak lebih. Jika matang, kulitnya tidak sampai mlethek atau terbuka.

Durian seperti ini umumnya mempunyai rasa yang khas. Dagingnya lembut dan tebal, tidak terlalu garing ataupun lembek, rasanya legit dan sedikit ada rasa pahitnya. Rasa pahit inilah yang membuat “kecanduan” para pelancong untuk terus menikmati durian.

Konon, durian yang dihasilkan petani di Wonosalam, apapun jenisnya, rata-rata mempunyai rasa pahit dan rasa pahit inilah yang mungkin membedakan dengan durian yang dihasilkan dari kawasan lain.

Untuk memperoleh durian dengan tingkat kematangan yang pas seperti itu, diperlukan kesabaran dan usaha ekstra keras. Para petani durian di Wonosalam umumnya memberi perlakuan khusus dengan cara mengikat tangkai bagian bawah durian dengan tali rafia dan disangkutkan pada ranting terdekat. Dengan cara ini, durian dibiarkan terus sampai tua dan matang di pohon secara alami.

Tanda kalau durian sudah matang adalah tangkai bawah akan terlepas sendiri dari tangkai atasnya yang langsung menempel di ranting atau cabang pohonnya. Karena ada tali yang mengait, maka durian yang terlepas tadi tidak langsung jatuh ke tanah, tetapi tetap tergantung di cabang atau ranting.

Para petani tinggal mengambil buah yang matang tadi dengan melepas ikatan tali. Dengan demikian, buah durian yang diambil benar-benar matang dan tetap utuh karena tidak terjadi benturan seperti ketika jatuh langsung ke tanah. Biasanya kalau durian langsung jatuh ke tanah kulitnya akan terbuka, dan hal ini tentu saja membuat rasa durian ngabar atau hambar dan cepat busuk.


49. Durian Oranye atau Emas atau Limas


Salah satu varian yang ada di Wonosalam adalah durian oranye. Sebagian orang menyebutnya sebagai durian emas atau durian limas. Disebut durian oranye karena warna daging buah durian ini cenderung oranya (jingga) atau kuning keemasa. Saya sendiri sering menyebutnya durian belanda karena warnanya seperti kostum tim nasional sepakbola Belanda, oranye atau jingga.

Di kawasan Wonosalam durian oranye ini mulai dikembangkan sekitar awal 2000-an. Sudah bisa berbuah pada usia 4-5 tahun sejaka penanaman dilahan. Jadi durian ini termasuk jenis durian genjah dan juga cocok di tanam di dekat rumah karena pohonnya yang tidak cenderung meninggi atau tumbuh vertikal.

Durian ini mempunyai rasa dan aroma yang “datar” saja. Namun, meskipun begitu durian ini tetatp lezat dinikmati. Selain itu durian jenis ini ditengarai baik untuk pencernaan dan bagi orang-orang yang bermasalah dengan asam urat.

Tampilan kulit buah durian oranye juga cenderung kuning keemasan. Kulit yang tak terlalu tebal sehingga memudahkan membelahnya. Durian ini akan lebih nikmat jika dikonsumsi pada 2 hari setelah jatuh secara alami dari pohonnya. Rasanya akan “lebih jelas” dan tidak culas.

50. Durian Sukun


Durian Sukun, salah satu tanaman buah varietas Durio zibetinus yang populer dari sekian banyak jenis durian, khususnya Durio Zibetinus. Bagi penyuka durian, biasanya mengenal buah Durian Sukun ini.

Durian Sukun termasuk durian yang memiliki daging yang tebal, karena biasanya biji tidak berkembang dengan sempurna alias ukuran biji cenderung kecil. Rasa buahnya yang manis dengan aroma yang tajam, dan memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Buah Durian Sukun berwarna kuning dan sangat menarik.

Sayangnya Durian Sukun tidak tersedia dalam jumlah banyak di pasaran, berbeda dengan durian jenis lain yang bisa berlimpah. Produksi Buah Sukun masih rendah disebabkan kurangnya usaha pembudidayaan tepat. Lambatnya pertumbuhan tanaman durian dan kurangnya regenerasi atau pembibitan yang baru menyebabkan tanaman durian yang ada hanya sebagai warisan yang turun-temurun.


Durian yang aslinya berasal dari Matasih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini pohon induknya sekarang tinggal beberapa batang saja.
Jenis tanaman yang bernilai ekonomis tinggi ini perlu diselamatkan agar tidak punah.


51. Durian Kelud





52. Durian Ripto


Durian “ripto” asal Trenggalek Jawa Timur ini Tekstur daging buahnya tebal-lembut berwarna putih-kekuningan, rasanya gurih tersaput manis yang terukur sehingga tidak menyebabkan mblenek. Buah yang sudah masak tidak begitu sulit “memecahnya” sehingga risiko terkena tajamnya ujung duri sangatlah kecil.

Nama Ripto diambil dari nama pemilik pohon durian tersebut yaitu Bapak Suripto yang saat itu merupakan Ketua Kelompok Tani “SRI REJEKI”. Pohon induk varietas “RIPTO” hanya ada satu batang sebagai Pohon Induk Tunggal (PIT) yang beralokasi di Dusun Ponggok Desa Dukuh dengan ketinggian ± 250 mdpl, kemiringan ± 15 %, dan curah hujan yang cukup sepanjang tahun. Diperkirakan tanaman ini telah berumur diatas 100 tahun, dan saat ini memiliki tinggi ± 20 m dengan diameter batang bawah ± 80 cm.

Durian varietas “RIPTO” memiliki beberapa kelebihan yang layak diketahui oleh para penggemar dan peminat durian.

Kelebihan tersebut menurut Tim Peneliti/pengamat yang telah membuat usulan pelepasan Varietas Durian “RIPTO“, diantaranya adalah : rasa buah manis legit, daging buahnya tebal (7-8 mm), Tekstur daging buahnya halus dan berat Buahnya untuk ukuran sedang antara 1,5kg -2,2 kg perbuahnya.

Warna daging buahnya Kuning Tua, kulit buahnya tipis ( 0,8-1,2 mm) tapi mudah dibelah. Presentase bagian yang bisa dimakan antara 25 – 30 % perbuah. 

Bagi para penggemar durian dan penasaran untuk mencicipi lezatnya Durian Ripto, silahkan datang ke Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek pada musim panen antara bulan Januari-April. Selain varietas Ripto, tersedia dengan melimpah varietas-varietas durian lokal lainnya yang juga lezat rasanya.


53. Durian Gapu


Durian gapu, khas Kediri Jawa Timur, dari hasil penelitian memiliki kandungan alkohol paling sedikit dari semua jenis durian.

Untuk maniak durian yang tidak suka rasa alkohol, durian Gapu bisa jadi salah satu pilihan. Rasa buahnya manis sekali, karena kandungan gulanya antara 31,33 - 32,100 briks.

Keistimewaan lain, gapu memiliki kandungan vitamin C/100 g yang tinggi, antara 9,802 - 9,853 mg. Kandungan lemaknya 0,36 - 0,375%. Dengan keunggulan-keunggulan itu, wajar bila gapu banyak disukai dan dicari konsumen. Biasanya sebelum sampai pasar sudah habis dibeli orang.

54. Durian Mansau


Durian Mansau Berasal dari Nanga Pinoh, Kalimantan Barat. Ciri-ciri Durian Mansau adalah bentuk buah bulat agak lonjong, warna buah kuning, bentuk duri kerucut kecil, runcing dan rapat, sifat buah mudah dibelah.

Bobot per buah 0,9-1,5 kg, berat daging buah 277-460 gram. Ketebalan kulit buah 0,9 cm, jumlah juring  5 buah, jumlah ponge 14-17 buah. Warna daging merah tua, banyak biji sempurna 14-16 buah, bentuk biji lonjong kecil, ketebalan daging 0,5-1 cm.

Keadaan daging kering, rasa daging manis, tekstur daging halus, aroma daging tidak berbau, produksi buah per tanaman 200-359 buah/tahun.


55. Durian Aspar


Asalnya dari Pelaman Mabah, Kalimantan Barat. Pohon induknya setinggi 35m dengan lebar tajuk 20m. Bentuknya menyerupai payung sampai kerucut. Ukuran buah rata-rata besar. Setiap buah memiliki 5 juring dan masingmasing berisi 18—22 pongge.

56. Durian Raja Mabah


Durian Raja Mabah asal Dusun Mabah Balai Karangan, Kalimantan Barat. daging buah putih kekuningan, tebal, rasa manis sedikit pahit, berat rata-rata 3 kg dan berat maksimal mencapai 8 kg.

Ciri khas Durian Raja Mabah adalah bentuknya Buahnya seperti belimbing. Bentuk buah sekilas menyerupai Durian Bangkok


57. Durian Sawah Mas


Ciri-ciri Durian Sawah Mas adalah berdaging buah kuning, lembut, manis, gurih dan harum. Berasal dari Mabah, Kalimantan Barat, durian ini dikenal juga dengan nama lai mas. Bentuk durian ini bulat dengan ujung yang runcing.

Warna kulit durian ini hijau dan durinya jarang-jarang. Berat durian ini bisa mencapai empat kilogram. Warna daging buahnya kuning dan dagingnya bertekstur halus serta beraroma harum.


58. Durian Kalapet Kayu Tanam


Asal Desa Kayutanam,  Kalimantan Barat. Pohon induk yang ditemukan di sana berusia 60 tahun dan berisi 150 200 butir buah. Waktu ditemukan tingginya 30m dengan lebar tajuk 20m. Percabangan rapat mulai ketinggian 1m.

Setiap buah terdiri dari 5 juring berisi 15— 18 pongge. Teksturnya halus, agak kering, manis gurih dan harum. Kulit buah hijau kekuningan. Informasi bibit dapat diperoleh di Loka PSB TPH I, Kalimantan Barat.


59. Durian Rinbud


Durian Rinbud Berasal dari Desa Mabah, Kecamatan Sekayam, Provinsi Kalimantan Barat. Ciri-ciri Durian Rinbud Adalah Bentuk kuncup bunga bulat, Warna mahkota bunga Putih, Warna benang sari Putih kekuningan, Jumlah bunga per tandan 18-20 kuntum, Waktu berbunga Juli-Agustus, Waktu panen Desember-Januari

Bentuk buah bulat, ukuran tinggi buah 28-32cm, diameter 24-26, warna kulit buah muda hijau, warna kulit buah masak Coklat kehijauan, ketebalan kulit buah 1,5-2,0cm , berat kulit per buah 2,0-2,5 kg.

Bentuk duri buah kerucut besar jarang tumpul, keras sulit di belah, ketebalan daging buah 2-3cm , aroma daging buah sedang, warna daging buah kuning, tekstur daging buah halus, rasa daging buah manis, bentuk biji agak lonjong, warna biji coklat.

60. Durian Lokad


Durian Lokad Berasal dari Desa Mabah,Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Produksi buah/tanaman/tahun 750-1.200kg.

61. Durian Manjar


Durian Manjar Berasal dari Desa Sotok, Kecamatan Sekayam,Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Produksi Buah/Tanaman /Tahun 400-840 kg.


62. Durian Terong


Durian Terong Berasal dari kecamatan Sekayam di kabupaten Sanggau Kalimantan Barat seperti durian lokal kalbar sebelumnya menarik perhatian orang karena rasanya enak manis  legit dan kering tidak becek, warnanya  kuning menarik.

Durian Terong memiliki karakteristik kuantitatif ukuran buah dengan tinggi 13-15 cm dan  diameter buah 10-11. cm, ukuran buah dengan range yang demikian membuat buah ini bentuknya bulat dan kecil beratnya hanya 800-1.500 gr.

, tidak seperti buah durian yang biasa berbentuk bulat atau lonjong dibanding dengan durian Rinbud berbentuk bulat dan berat buah 5000-7000 gr dan durian varietas Lokad berbentuk bulat dan berat buah 5000-7000 gr, namun durian Terong ini tidak kalah dalam rasa dan penampilan jika di hidangkan di atas meja. Uniknya dari buah tersebut adalah bentuknya yang bulat seperti bola.


Warna buah hijau dengan bentuk duri meruncing. Bobot buah antara 800 – 1.500 gr dengan ketebalan kulit mencapai 1,5 – 2 cm, jumlah juring per buah 5, pongge 1 – 2 per juring  dengan warna daging kuning keemasan. Tekstur daging buah halus dan kering, rasa manis legit dengan aroma sedang. Tebal daging buah 3 cm. Bentuk biji bulat panjang atau lonjong dengan jumlah biji kempes 1 per buah. Untuk produksi per pohon 500 – 700 buah/pohon/tahun.

Rasa buah yang manis legit dan kuning, tetapi halus dan lembut, empuk bagai ice cream, dengan warna daging buah kuning keemasan dan ketebalan daging mencapai 3cm berbalut kulit hijau dan beraroma sedang, membuat durian Terong layak diacungi jempol dan menjadi durian favorit.

Dalam satu buah durian Terong terdapat 5 juring, setiap juringnya berisi 1-2 pongge daging durian. Ukuran biji normal,bulat, lonjong, dimana setiap satu buah terdapat 1-2 biji kempes, dengan ketebalan daging mencapai 3cm.

63. Durian Gantar Bumi


Durian Gantar Bumi merupakan durian yang berbuah besar yang hanya bisa ditemukan di kawasan hutan wilayah Kalteng, dan sudah dipatenkan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat menjadi varietas unggul nasiona.

pada tahun 2007 lalu, Distankanak setempat telah menanam 6.910 pohon durian di lahan seluas 78 hektar di wilayah Kecamatan Teweh Tengah terletak di sepanjang ruas jalan menuju desa Lemo yang merupakan proyek bantuan pemerintah pusat (APBN).

Kawasan yang sudah ditanami itu merupakan sentra buah buahan yang dekat dengan kota Muara Teweh. Dan pengembangan sentra buah buahan tersebut dilakukan dengan dua pola lahan seluas 48 hektar berupa bantuan langsung masyarakat dan lahan 30 hektar dengan sistem kontraktual (pembukaan lahan,saprodi dan bibit ditangani rekanan) sedangkan untuk pengelola diserahkan kepada masyarkat setempat.

Durian yang dikembangkan mulai tahun 2006 di kawasan perbukitan tersebut diantaranya jenis sitokong dan durian lokal yang sudah menjadi varietas unggul nasional gantar bumi, untek undang dan liang naga anak. Saat ini Kabupaten Barut juga memiliki lahan sentra durian baik inti maupun plasma yang dilakukan sejak 2002 lalu di kawasan desa Kandui dan Pandran kecamatan Gunung Timang di atas lahan seluas ratusan hektar.


64. Durian Gelapir


Durian gelapir merupakan produk unggulan lokal yang dikembangkan petani di Kec. Tewang Sengalang Garing, Kab. Katingan, Kab. Kotawaringan Timur, Kota Palangkaraya. Para petani di daerah itu menanam durian di lahan miliknya, karena bisa meningkatkan pendapatan mereka.

Bentuk buah durian ini agak bulat. Ukuran panjang buah 25-35 cm, diameternya 15-25 cm, dan bobot buahnya 2,5-3,5 kg/buah. Warna kulit buah kala muda hijau kekuningan, duri buah berduri besar panjang, panjang tangkai buah 2-4 cm, warna daging buah krem, dan tebal daging buah 0,8-,0 cm.

Soal rasa, durian ini memiliki rasa manis legit. Aromanya pun harum tak menyengat. Selain itu serat buahnya halus, kandungan air buah agak basah, panjang bijinya 3-5 cm dengan diameter 2-3 cm.

Produksi buah durian gelapir per tahunnya sekitar 150-250 buah/pohon/tahun. Musim panen durian ini biasanya pada bulan Oktober hingga Januari, bahkan Februari. Selain itu, daya simpan durian ini pun bisa mencapai 7 hari.


65. Durian Lay Bibir Merah


Durian Lay merupakan jenis durian endemik pulau Kalimantan terutama di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan sesuai dengan nama ilmiahnya yaitudurio kutejensis yang artinya: durian dari Kutai. Selain di Kalimantan, pohon ini juga tumbuh baik di pulau Sumatera meliputi Riau, Palembang dan Jambi.

Di Jawa ditemukan tumbuh baik Taman Buah Mekarsari Jawa Barat, Bawen Semarang Jawa Tengah dan Banyuwangi Jawa Timur.

Jika dilihat warna daging buahya, durian lay tidak benar-benar berwarna merah. Warnanya kuning tua sedikit agak orange. Jika pada umumnya bunga durian berwarna putih sampai kuning muda, durian lay berbeda, bunganya berwarna merah cerah. Mungkin sebutan durian merah berasal dari warna bunga yang unik ini. Bunga durian lay yang berwarna merah cerah.


Keistimewaan durian lay, selain pada warna daging buah yang memang menarik, juga pada aroma yang relatif lebih lembut dibanding durian varietas lain. Tidak berlebihan kiranya jika Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Departemen Pertanian) memperkirakan durian lay memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan buah tropika, termasuk untuk tujuan export.

Aroma yang lembut, warna menarik, tahan simpan dan musim panen yang berbeda dengan durian pada umumnya menjadi modal yang lebih dari cukup untuk menjadi salah satu komuditas unggulan masa depan.

66. Durian Si Dodol


Durian asal Kalimantan Selatan ini berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan. Beratnya cukup ringan karena biasa tak leih dari dua setengah kilogram. Durian ini warna dagingnya kuning mengkilap dan teksturnya halus cenderung lembek. Durian sidodol beraroma harum dan memiliki rasa manis gurih.

67. Durian Si Hijau


Asal durian ini sama dengan durian si dodol dan si japang. Penamaannya kemungkinan dilatarbelakangi oleh warna buahnya yang tetap hijau walaupun sudah matang.

Bentuk buahnya bulat dan biasanya berjuring lima. Kulit buahnya ditumbuhi duri yang berbentuk kerucut, berujung tajam, dan tersusun rapat satu sama lain.

Buahnya agak mudah dibelah. Daging buah berwarna kuning menyala dan mengilat, agak lembek, dan teksturnya berserat halus. Rasanya manis gurih dan aromanya harum. Bobot buah rata-rata antara 2-2,5 kg per buah.

68. Durian Si Japang


Semua juri sepakat menobatkan si japang sebagai durian terbaik di kontes durian unggulan 2009 yang digelar Ditjen hortikultura Departemen Pertanian RI di Ragunan, Jakarta Selatan. Beragam kombinasi kualitas daging buah seperti kekuningan, legit, manis, dan tekstur lembut dimiliki si japang.

Kualitas daging buah itu didukung penampilan buah yang menarik. Bentuk buah seperti hati, mungil, dan kulitnya bersih. “Bobot rata-rata paling 1 kg


69. Durian Mantuala Batu Benawa


Mantuala merupakan buah yang menyerupai buah durian namun warnanya cenderung ke orange dengan buah lebih tebal dengan bau tidak terlalu menyengat. Buah khas Kalimantan yang sebelumnya tumbuh subur di hutan Kalimantan Selatan tersebut kini mulai sulit ditemukan, bahkan pada saat musim buah sekalipun. Peningkatan pengembangan varietas tersebut, antara lain ditempuh dengan dikembangkannya program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) dan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT).

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan telah mendaftakan buah Mantuala Batu Benawa sebagai varietas unggul daerah tersebut ke Badan Pendaftaran dan Perlindungan Varietas.


70. Durian Menoreh Kuning



Durian Menoreh Kuning merupakan durian unggulan nasional yang berasal kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulonprogo yang sudah mendapatkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No 316&317/kpts/SR120/5/2007.




Keunggulan dari Durian ini antara lain: varietas yang tahan terhadap hama penyakit lalat buah, pertumbuhannya bisa cepat dengan percabangan yang rapat dan kokoh, buahnya berwarna menarik dan berukuran besar, rasa dan aroma yang khas, dagingnya tebal dengan warna kuning mentega, serta mudah pemeliharaannya.


71. Durian Kencono Rukmi


Durian ini berwarna menyala  sesuai namanya Kencono yaitu emas. Warna yang emas ini seperti harapan warga Gunungkidul  agar memberi berkah layaknya emas. Konon, Akhir 2012 lalu merupakan tonggak bagi Gunungkidul yang berhasil mendapatkan Surat Keputusan Kementerian Pertanian yang menyebutkan Kencono Rukmi ialah durian asli Gunungkidul.

Apa yang spesial dari duren Kencono Rukmi?

Rasa duriannya  tidak berair dan legit. Tidak hanya itu, kulit durian Kencono Rukmi berwarna kuning, berbeda dengan durian yang lainnya. Dusun Karangsari adalah sentra duren Kencono Rukmi. Jumlah pohon ini bertambah dengan banyaknya pelanggan yang datang ke pasar.Harga durian ini sekitar  50.000 sampai 75.000. Bagi kalian yang mempunyai darah tinggi, tidak usah takut. Karena durian ini ujiklinik aman.


72. Durian Si Tokong


Durian Sitokong memiliki bentuk seperti kerucut. Durian ini memliki bentuk yang  bulat panjang dengan warna hijau kekuningan. Bentuk dari kulit buah ini  seperti kerucut dengan tersusun rapat. Buah ini mudah untuk di belah. Konon buahnya 2-2,5 kg. Ketebalan kulit sekitar 5-8 mm.

Biji durian ini berbentuk lonjong. Daging buahnya tebal, kering, bertekstur halus, berwarna kuning, berlemak, beraroma harum cukup tajam, dan rasanya manis. Varietas ini tahan terhadap penyakit busuk akar.


73. Durian Otong


Durian otong ini memiliki kulit yang lembek sehingga agak sulit dibelah. Selain itu beratnya yang mencapai 2-4 iligram per hari. Namun durian tetap menjadi  kesukaan penggemar durian karena daging buahnya yang tebal, tidak mengandung banyak air, sedikit lemak, bertekstur halus, rasa yang manis, serta aroma yang tak terlalu tajam.

74. Durian Si Kapal


Durian ini asli plasma nutfah Indonesia. Varietas durian ini jumlahnya ratusan, sekitar 67 jenis durian unggul asal negera ini, di antaranya kualitasnya ada yang lebih baik dari durian asal Thailand, dari segi rasa, beberapa ada yang sama. Ada banyak  varietas durian dengan kualitas terbaik seperti durian petruk, bawor, menoreh, ginting, sikapal, bintana, namlung, merah dll.


75. Durian Lampelu


Durian Lampelu  berasal dari Desa Lumapelu Kec. Taniwel Seram Bag.Barat. telah dilepas sebagai Varietas Unggul Nasional sesuai SK tgl 08 April 2011.  Tebal kulit buah 0.8 – 1,7 cm  Jumlah juring perbuah 5 buah. Durian ini memilki warna daging buah kuning, Rasa daging buah manis .Tebal daging buah 1,2 – 2,0 cm. Pemilik PIT D. Mananue Peneliti/Pengusul : BPSBB PP Prov. Maluku.

76. Durian Bantal Mas


Durian ini hidup di daerah tropis, dan berbuah sekali dalam setahun. terdapat buah durian, salah satunya adalah bantal mas. Di sebut bantal emas karena daging buahnya sangat besar dan tebal seperti bantal dan berwarna kuning keemasan. Adapun bijinya kecil-kecil dan kempes.

Pohon durian bantal mas memiliki tinggi 16-30 meter, lebar tajuknya 10-12 meter. Bentuk tanamannya seperti payung, percabangan  agak jarang, ketinggian 5 meter, dan kedudukan cabangnya horizontal.

Jumlah buah per tandannya 2-4 buah, bentuk buahnya panjang seperti bantal, warna hijau kekuningan, berat per buah 3-6 kg, ketebalan kulit buah 1,5-2 cm, jumlah juring per buah 5, jumlah pongge per buah 18-25. Daging buah durian bantal mas ini berwarna kuning, dagingnya tebal, rasanya manis, enak dan bertekstur halus. Aromanya harum menyengat, durinya kerucut panjang dan runcing, biji per buahnya 10-20 biji dengan bentuk agak lonjong dan kecil.


77. Durian Bakul


Durian ini diberi nama bakul karena dalam satu bakul, keranjang yang dipakai untuk membawa durian, hanya dapat terisi satu atau dua saja, sehingga diumpamakan besarnya seperti bakul.


78. Durian Semengguk Sakti


Durian ini memiliki isi yang besar. Warnanya kuning tidak terlalu menyala. Durian ini memiliki daging yang besar dalam satu muatan bentuk durian yang tidak terlalu besar.


79. Durian Tampilan


Durian Tampilan berasal dari daerah Sulawesi Tengah yang memiliki duri begitu tajem dan warna daging durian tersebut agak kekuningan yang begitu lembut dagingnya.


80. Durian Sawerigading


Durian Asal Palopo yaitu Durian Sawerigading. Apa yang membedakan durian Sawerigading ini dengan durian lainnya?

Durian yang di bahasa lokal dikenal dengan nama Durian Lompo teleini, memiliki daging yang tebal dan buah kecil. Selain itu, dari daunnya saja, sudah tercium aroma khas durian.


81. Durian Tamalatea


Durian tamalatea berasal dari nama daerah durian hijau, durian tersebut berasal dari Sulawesi Selatan.

Bentuk duri dari durian tamalatea bersegi runcing, kerapatan duri sedang, tekstur dagingnya halus tetapi agak berserat.


82. Durian Lalong


Kabupaten Luwu di Sulawesi Selatan menjadi tempat asal varietas durian Lalong.



83. Durian Soya Maluku


Durian ini adalah milik warga Kota Ambon dan telah menjadi Varietas Nasional. Rasa durian soya lebih gurih dan namanya kerap dicatut untuk durian dari sentra lain di Provinsi Maluku.

Ini dia penampakannya di video



84. Durian Gumumae


Durian Gumumae berasal dari Dusun Kampung Baru, Desa Dawang, Kecamatan Bula Kab. Seram BagianTimur. Durian ini telah didaftarkan sebagai Varietas Unggul Nasional.

Warna kulit buah durian Gumumae yang masakakan tampak hijau kecoklatan, berduri besar, jarang, berbentuk kerucut, tengak agak cembung dan ujung seperti kait.

Keunggulan varietas ini jumlah buah per dompol tinggi, berat buah tinggi, kadar gula tinggi, aroma

buah sedang, tekstur dagung buah halus tidak berserat, daging buah tebal dan mudah dibelah.


85. Durian Kumara


Durian Kumara berasal dari Desa Savana Jaya Kecamatan Buru Utara Selatan. Durian Kumara dilepassebagai Varietas Unggul Nasional dengan warna kulit buah hijau tua, warna daging buah kuning mentega, rasa daging manis, duri buah besar dan jarang.


86. Durian Sawai


Durian Sawai berasal dari Desa Sawai Kecamatan Wahai Kabupaten Maluku Tengah. Durian Sawai juga sebagai Varietas Unggul Nasional. Warna kulit buah durian Sawai hijau kekuningan, warna daging buah kuning mentega, keadaan daging buah agak kering, dan duri buah besar dan jarang.



87. Durian Pelangi Aturiri Papua Barat


Durian Pelangi Aturiri berasal dari Papua Barat durian Pelangi Aturiri tinggi 21 m, bentuk tajuk piramida, waktu panen Februari – Maret dan Juli- Agustus. Batang bentuk penampang persegi, lingkar 135 cm, warna abu-abu kecoklatan, tekstur permukaan agak kasar (sedang).

Cabang tinggi percabangan pertama 456 cm, arah tumbuh lurus; Daun: bentuk empat persegi, warna permukaan hijau, warna bagian bawah krem, panjang 14.5 – 18.5 cm, lebar 4.2 – 6.5 cm, ujung meruncing (acuminatus), pangkal daun runcing (acutus), tepi daun rata.

Irisan melintang cekung, belahan daun simetris. Bunga posisi pembungaan pada cabang, pembungaan rutin (satu/dua kali pertahun), kepadatan bunga padat, bentuk bunga sebelum mekar bulat pendek, bentuk ujung bunga sebelum mekar runcing.

Diameter sedang, warna kelopak luar hijau, warna kelopak dalam kuning, warna mahkota putih kekuningan, warna kepala putik oranye, warna benang sari putih kekuningan, bentuk petal spatula lebar, posisi putik terhadap benang sari setara, jumlah kelopak bunga 5, jumlah mahkota bunga 5, warna kepala putik oranye, waktu berbunga Oktober – November dan Maret – April.

Buah bentuk elips bulat, bentuk ujung membulat, panjang tangkai sedang (5 – 6 cm), bentuk area tempelan tangkai menonjol/runcing, duri ada, bentuk duri kerucut (tipe III), bentuk ujung duri melengkung, panjang duri sedang (8-9 mm), kepadatan duri sedang.



Duri di sekitar dasar tangkai tidak ada, area tanpa duri di sekitar tangkai buah sempit, berat buah sedang ( 1.2 – 2.6 kg), ketebalan kulit buah sedang (8-16 mm), panjang buah pendek (15-17 cm),

lebar buah sempit (13 -1 5 cm), kedalaman lekukan juring tidak ada/lemah, jumlah lokus (juring) buah 4 – 5, warna kulit buah muda – buah tua hijau-hijau kecoklatan.

Ketebalan daging buah sedang ( 8-16 mm), tekstur daging buah pulen/halus, serat rendah, rasa manis daging buah kuat, rasa pahit daging buah tidak ada, aroma buah lembut warna daging buah gradien merah-kuning-putih; Biji: panjang 4.5-5.5 cm (panjang), lebar 2.0-2.5 cm (sedang).

Berat 16.9 g (sedang), jumlah 8 – 15 biji (sedang), bentuk lonjong (bulat panjang), warna coklat muda, intensitas warna coklat sedang. Sifat-sifat khusus lainnya: presentase bagian buah yang dapat dikonsumsi 37.39%, intensitas berbuah 1-2 kali/tahun, hasil 400-800 buah/pohon/tahun.



88. Durian Nanga Kalimantan Utara


Durian Nanga berasal dari Desa Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan Silsilah.

Waktu panen pada bulan April dan Agustus, bentuk buah membulat tidak beraturan/ ireguler.


89. Durian Betao



Durian ini memperoleh nama dari Desa Betao Kecamatan Pituriawa Kabupaten Sidenreng Rappang.

Durian Betao berbentuk agak lonjong dengan panjang sekitar 25 cm diameter sekitar 15 cm. Warna buah agak kuning seperti mentega. Aroma tidak terlalu kuat. Dalam satu juring terisi 2-5 butir isi durian.

Rasa buahnya manis gurih. Dibanding dengan durian-durian lokal lain yang berbentuk lebih bulat, rasa Durian Betao lebih enak. Tidak asam dan tidak pahit.


90. Durian Bung Karno atau Durian Ajimah



Durian jenis ini bisa ditemukan di daerah Ciomas, Bogor. Duri kulitnya besar dan jarang. Kulitnya tipis dan berwarna hijau agak keabuan. Dagingnya tebal berwarna kuning muda dan kering dengan teksturnya berserat.

Rasanya sangat manis sedikit kepahitan. Pongge buah besar, tetapi bijinya kecil-kecil. Kebanyakan buahnya tumbuh dengan sempurna. Walaupun berukuran kecil, tetapi jika dibuka isi daging sangat padat. Ukuran buahn tergolong sedang, karna rata-rata dengan berat 1,5 sampai 3 kg/buah.

91. Durian Saman


Durian Saman berasal dari Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur.

92. Durian Teretung (Durio oxleyanus)

Teretung atau kerantongan adalah durian hutan yang mempunyai duri yang lebih panjang dari durian biasa.  Keunikan teretung adalah pada cara membuka buah tersebut.  Buah tersebut harus dibelah melintang untuk mengeluarkan isinya. Tidak seperti umumnya durian yang mempunyai juring kulit buah berjumlah 5, maka  juring teretung buah berjumlah 4 atau genap.


Dengan kulit yang senantiasa berwarna hijau cerah meskipun sudah matang, teretung mempunyai daging buah yang tebal dengan biji kecil. Rasa daging buah tidak kalah dengan durian biasa, bertekstur lembut dan halus serta aroma  yang lebih wangi.

93. Durian Sidikalang


Durian Sidikalang warna kulitnya kuning keemasan dan ukurannya lumayan besar untuk buah durian.

Rasa dagingnya sangat manis namun biji durian sidikalang ukurannya besar. Tetapi ukuran biji yang besar tak masalah karena dagingnya sangat tebal. Untuk tekstur, durian sidikalang memiliki tekstur yang legit dan creamy.

94. Durian Gundul



Berasal dari daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Keunikan buah ini terletak pada buahnya yang tidak memiliki duri seperti buah durian pada umumnya sehingga dapat mempermudah dalam penanganan pasca panen. Rasa buahnya manis dengan kandungan gula 14 -15 derajat brix.

Ketebalan daging buah buah 0,5 cm seperti daging buah durian lokal pada umumnya dan berwarna kuning terang dengan produktifitas dapat mencapai 200 – 400 kg/pohon/tahun. Tanaman ini mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah sampai sedang dengan ketinggian 250 - 700 dpl.



95. Durian Aboe

 

 

96. Durian Sawang



Durian Sawang berasal dari Desa Blang Ranto, Kecamatan Sawang.

Rasa dan aroma durian Sawang menusuk hidung masyarakat maupun pemburu durian yang sudi menempuh jarak hingga puluhan kilometer dari jalan negara, Banda Aceh-Medan, tepatnya melalui tikungan Krueng Mane, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.

 

97. Durian Meureudu

 

 

98. Durian Bawor


Durian Bawor telah lama menjadi kebanggaan warga Kemranjen, Banyumas Jawa Tengah.







Bibit durian bhinneka bawor di hasilkan dari berbagai macam jenis spesies durian yang dijadikan menjadi satu batang dengan batang pokoknya bibit durian montong dengan spesies-spesies yang lain dari bibit durian lokal yang mutunya bagus.

99. Durian Bubur


Durian ini berasal dari Semarang, di daerah Brongkol. Bentuk buahnya cukup bulat panjang dengan duri runcing serta tersusun rapat. Kulit buah berwarna kuning sedikit kehijauan-hijauan dan berjuring lima. Belimbingan dari juringnya jelas terlihat. Daging buah padat, tebal dan pongge yang berjumlah 1 hingga 5. Teksturnya agak kering dan kesat, rasanya manis dengan aroma harum.

Ukuran buah durian lumayan besar, dengan berat per buah antara 4 hingga 5 kg, sedangkan biji kecil-kecil. Produktivitas tanaman dewasa cukup tinggi, per pohon menghasilkan 300-400 buah/tahun.


100. Durian Lutung


Berikunya adalah jenis durian yang ditemukan di Kendal yang mempunyai rasa yang sangat legit. Bentuk nya hampir sama dengan buah-buah durian yang lainnya akan tetapi kulit berwarna keabu-abuan dengan duri kulitnya besar-besar.

Duri dari durian ini tersusun rapat dan kokoh tentu saja durian yang padat seperti ini banyak di cari orang. Keunggulan dari durian ini bijinya kempes dan bisa berproduksi 100 buah/tahun.


101. Durian Kendil


Salah satu durian yang berasal dari Brongkol, Semarang yang tentu saja sudah terkenal di kalangan pencinta durian lokal. Namanya sangat sesuai dengan bentuk yang bulat seperti periuk atau kendil.

Uniknya adalah kulit dari buah durian ini sangat mudah untuk dibelah. Buahnya terdiri lima juring clan disetiap juring berisi daging yang menyatu sehingga terlihat penuh dan padat. Berat buah yakni sekitar 3,5 kg dan untuk produktivitas rata-rata 570 buah.

102. Durian Susu Molek


Durian lokal unggul ini ukurannya tergolong jumbo alias besar dengan bobot sekitar 5-10 kilogram. Durian susu molek memiliki kualitas daging yang tebal, berwarna putih, terasa manis, tidak lengket serta mampu bertahan 20 hari.

Saat ini, durian susu molek ini hanya tumbuh di Desa Kebonsari, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Pohonnya hanya dimiliki satu orang yakni Pak Pramono. Loaksinya di lereng gunung Merbabu.




Nama susu molek diberikan kepada durian ini karena banetuk buah mirip dengan payudara perempuan. Pohonnya pun diyakini berusia puluhan tahun dan hampir ratusan tahun dengan ketinggian sekitar 25 meter dan diameter sekitar dua meter.

(Firtra Ratory dari berbagai sumber)

COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,85,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,224,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,52,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,36,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,6,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,21,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: 101 Jenis Durian Lokal Unggul Asli Indonesia Dari Aceh Hingga Papua
101 Jenis Durian Lokal Unggul Asli Indonesia Dari Aceh Hingga Papua
https://1.bp.blogspot.com/-yMF-HjXhM5Q/V8lAE315pNI/AAAAAAAAGQ8/2OO-2wkxHlwqbrjaF6HU7H2U7bZkA3RsACLcB/s640/Jenis%2BDurian%2BLokal%2BUnggul%2BAsli%2BIndonesia.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-yMF-HjXhM5Q/V8lAE315pNI/AAAAAAAAGQ8/2OO-2wkxHlwqbrjaF6HU7H2U7bZkA3RsACLcB/s72-c/Jenis%2BDurian%2BLokal%2BUnggul%2BAsli%2BIndonesia.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/09/jenis-durian-lokal-unggul-indonesia.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/09/jenis-durian-lokal-unggul-indonesia.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy