Pemerintah Revisi PP Telekomunikasi, Dominasi Telkomsel Terancam?



Ngelmu.com, Depok - Beberapa waktu ini cukup ramai dibicarakan mengenai perseteruan Indosat dengan Telkomsel yang hingga kini masih berlanjut. Ternyata, rencana pemerintah melakukan revisi PP nomor 52 tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi dan nomor 53 tahun 2000 Tentang Penggunaan Spektrum dan Frekuensi Orbit Satelit adalah penyebabnya. Yang menjadikan wacana revisi PP 52 dan 53 ini ramai adalah adanya rencana network sharing yang cukup kontroversial karena salah satu pihak operator merasa dirugikan. Dari 3 pihak yang terlibat, yaitu XL, Indosat dan Telkomsel, ada pihak yang menuding bahwa Telkomsel habis-habisan melobi agar kebijakan ini tidak diterapkan. Ngelmu.com kali ini akan membeberkan fakta-fakta mengenai revisi kedua PP tersebut.

Mengapa harus dilakukan revisi?

Bisnis telekomunikasi adalah bidang bisnis dengan nilai perputaran uang yang besar. Bagi operator telekomunikasi, sangat penting untuk melakukan perluasan jaringan. Namun, kondisi geografis Indonesia yang terpisah pulau-pulau dan wilayahnya yang begitu luas seringkali menyulitkan operator untuk memperluas jaringannya terutama dari segi biaya.
Karena itulah dalam revisi PP 52 ini dicantumkan kebijakan network sharing.

Tujuan dari diadakannya revisi ini adalah untuk mendorong pembagian peran antar operator telekomunikasi yang adil dan merata. Bukan rahasia lagi, Telkomsel mengklaim sebagai operator telekomunikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia, dengan jaringan terluas. Namun, masyarakat juga tentunya tahu bahwa Telkomsel juga merupakan operator dengan tarif telekomunikasi yang paling mahal dibandingkan 2 operator lain yang dilibatkan pemerintah dalam rencana revisi kedua PP ini.

Peningkatan Kualitas Layanan dan Tarif yang Bersaing

Dengan adanya network sharing, itu berarti operator telekomunikasi harus berbagi dalam hal penggunaan infrastuktur aktif telekomunikasi dengan operator telekomunikasi lain. Misalnya, seperti yang dilakukan Indosat Ooredoo dan XL Axiata dengan menggunakan BTS bersama namun spektrum masing-masing, teknik sharing ini disebut dengan MORAN (Multi Operator Radio Access Network). Dengan begitu, setiap operator telekomunikasi dapat memiliki cakupan operasi yang sama-sama luas sehingga terjadi persaingan harga yang kompetitif dan menghapuskan monopoli. Jika tidak ada monopoli, maka biaya telekomunikasi di Indonesia bisa semakin murah dan setiap operator akan terpacu untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.

Sementara itu, pengamat telekomunikasi Garuda Sugardo merasa kebijakan network sharing ini, yang sebelumnya tidak diwajibkan dan bersifat kebijakan bisnis antar perusahaan saja jika diwajibkan hanya akan menguntungkan operator telekomunikasi yang malas membangun infrastruktur telekomunikasi dalam negeri. "Indosat sejatinya telah memiliki segala macam lisensi yang sama dengan Telkom sehingga layak disebut Full Network Service Provider, dengan segala hak dan kewajibannya," ujar Garuda.
Perkataannya menegaskan berarti Indosat pun seharusnya wajib melakukan pembangunan infrastruktur.

Hubungan Indosat dan Telkomsel memanas

Network sharing yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah berbagi jaringan, "seharusnya benar-benar berbagi dan bukan satu operator berbagi dan yang lain hanya meminta bagian saja," Ujar Garuda. Hal berbeda disampaikan oleh CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli yang mengatakan bahwa PT. Telkom sering mempersulit pihaknya untuk memperluas jaringan, salah satunya adalah saat Indosat ingin melakukan sewa 120 situs BTS 4G Maluku, Alexander mengklaim bahwa Telkom tidak memberi sewa kepada Indosat dengan alasan fasilitas tersebut belum siap, namun diketahui ternyata Telkomsel diberikan izin untuk menggunakannya. Alexander menambahkan, hal ini tidak hanya terjadi pada Indosat tetapi juga pada operator lain seperti Hutchison Three (Tri). Ia mengatakan itulah sebab utama mengapa operator telekomunikasi selain Telkomsel sulit berkembang di luar Pulau Jawa, sementara Telkomsel bisa berkembang karena mendapat kemudahan akses terhadap fasilitas milik Telkom.

CEO Indosat, Alexander Rusli | youtube.com/watch?v=RP6BRuJEJAE

Tanggapan Telkomsel

PT. Telekomunikasi Indonesia tidak diam dan menanggapi tudingan tersebut. Dilansir dari Kompas.com, Vice President PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom Indonesia), Arief Prabowo menjelaskan bahwa jaringan telekomunikasi khususnya telekomunikasi broadband di wilayah Indonesia timur masih sangat minim dan hanya tersedia di beberapa kota saja. Selain itu, Arief juga menekankan kepada operator telekomunikasi di Indonesia untuk bersama menunaikan kewajiban untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

"Tapi point yg terpenting, kita seluruh operator sama-sama membangun jaringan broadband sampai ke pelosok termasuk Indonesia Timur. Itu menjadi tanggung jawab seluruh operator. Jangan hanya membangun di kota-kota besar saja," ujar Arief. Arief juga menegaskan bahwa Telkom tidak berusaha menjegal kebijakan tersebut, namun meminta kebijakan network sharing ini dilakukan jika operator sudah sama-sama memiliki jaringan yang luas. "Bukan menjegal, harus equal treatment dalam kondisi yang sama. Artinya jika sudah sama-sama memiliki jaringan yang sama-sama luas, barangkali akan lebih fair,” kata Arief.

Selain network sharing, ada lagi?

Dalam pasal 25 revisi PP nomor 53 tahun 2000 disebutkan bahwa spektrum yang dikuasai oleh operator dapat dipindah tangankan. Dilansir dari Selular.id, Menurut pengamat kebijakan publik, Riant Nugroho, spektrum atau frekuensi adalah sumberdaya yang terbatas dan harusnya dimiliki oleh negara tidak boleh diperdagangkan. 

”Sebaiknya draft itu ditarik kembali, setelah itu Kemenkominfo mengajak para pelaku bisnis telekomunikasi untuk duduk bersama membahas revisi kedua PP yang kontroversial tersebut. Setelah itu  lakukan simulasi kebijakan, agar dampak negatif dari public policy yang akan dikeluarkan dapat diketahui sehingga tak menjadi permasalahan baru dikemudian hari,” ujarnya. Jika terlalu banyak spektrum atau frekuensi dikuasai asing, maka telekomunikasi Indonesia terancam dikuasai oleh pihak asing pula. Bagaimana tanggapan anda?

Dikutip dari berbagai sumber.

COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,85,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,224,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,52,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,36,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,6,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,21,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Pemerintah Revisi PP Telekomunikasi, Dominasi Telkomsel Terancam?
Pemerintah Revisi PP Telekomunikasi, Dominasi Telkomsel Terancam?
https://3.bp.blogspot.com/-EbIV6MtjlwE/VAW4dAts3II/AAAAAAAAAPM/HRVqwD20EOU/s1600/280813121414_telkomsel2.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-EbIV6MtjlwE/VAW4dAts3II/AAAAAAAAAPM/HRVqwD20EOU/s72-c/280813121414_telkomsel2.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/09/pemerintah-revisi-pp-telekomunikasi.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/09/pemerintah-revisi-pp-telekomunikasi.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy