Politik di Tempat Ibadah? Dalam Islam Malah Kudu, Tuh


Puluhan ribu jamaah menghadiri Tabligh Akbar dan dan Doa Bersama untuk Jakarta di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, Minggu 18 September 2016.

Acara Tabligh Akbar dan Doa Bersama untuk Jakarta yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal pada hari Minggu tanggal 18 September lalu berhasil berjalan dengan lancar dan khidmat. Puluhan ribu umat Muslim dari berbagai kalangan menghadiri acara yang dilaksanakan ba’da shalat Dzuhur berjamaah tersebut.

Sebelumnya sempat beredar kabar mengenai pembatalan acara tersebut. Acara yang dalam promosinya bertajuk “Silaturrahim Akbar Doa untuk Kepemimpinan Ibu Kota” tersebut digagas oleh Aliansi Peduli Ummat dan Bangsa. Akan tetapi karena dianggap tidak sesuai izin, sempat dikabarkan bahwa acara tersebut dibatalkan oleh Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI).

Spanduk promosi acara dan surat pengurus Masjid Istiqlal mengenai pembatalan acara.

Akan tetapi dengan adanya koordinasi yang baik antara panitia acara dengan pihak kepolisian terutama Polda Metro Jaya, akhirnya acara tersebut berhasil tetap dilangsungkan. Pihak kepolisian sendiri menerjunkan ratusan personilnya demi menjaga keamanan acara tersebut, yang memang pada dasarnya sebuah acara yang damai demi syiar Islam.

Awalnya banyak pihak yang meragukan dan meremehkan keberadaan acara tersebut. Memang kenyataannya acara itu diadakan menjelang Pilgub DKI Jakarta. Para dai dan ulama yang menghadiri acara tersebut menyerukan agar Umat Islam bersatu dan tidak bersikap apatis dalam masalah politik, termasuk juga dalam memilih pemimpin daerah yang bisa menjadi representasi bagi umat Islam yang nyatanya mayoritas di Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh para tokoh agama dan politik penting di negeri ini seperti Amien Rais, Hidayat Nur Wahid, Habieb Riziq, Didin Hafidhuddin, Yusril Ihza Mahendra dan Bachtiar Nasir.

Melalui laman Facebook-nya Ust. Bachtiar Nasir yang merupakan salah satu panitia acara merilis hasil silaturahim akbar tersebut yang disebutnya sebagai Risalah Istiqlal. Dalam 9 poin risalah ini sangat jelas bahwa para pemuka agama Islam mengajak umat Islam untuk memilih pemimpin yg seakidah dan mengajak peran aktif saat pilkada serta menolak semua bentuk pokitik uang yg kerap terjadi saat pemilihan kepala daerah. Boleh dibilang Masjid Istiqlal sudah digunakan sebagai sarana politik praktis. Berikut adalah isi dari Risalah Istiqlal tersebut:
  1. Kepada umat Islam untuk merapatkan barisan untuk memenangkan pemimpin muslim yg makin bagus.
  2. Diserukan kepada partai pro rakyat supaya berupaya maksimal untuk menyepakati satu calon pasang gubernur muslim.
  3. Diserukan kepada seluruh umat Islam supaya beramai-ramai memakai Copyright pilihnya pada pilkada DKI 2017.
  4. Diserukan kepada umat Islam untuk berpegang teguh kepada agamanya dengan hanya memilih calon muslim dan haram memilih non muslim dan haram pula golput.
  5. Diserukan kepada kaum muslim untuk menolak, melawan dan melaporkan segala bentuk suap bagus itu berbentuk money politic ataupun Agresi fajar.
  6. Pentingnya partai politik pro rakyat memaksimalkan daya yg mereka miliki serta melibatkan seluruh potensi umat untuk memenangkan pasangan cagub dan cawagub yg disepakati umat.
  7. Mengokohkan ukuwah dan mewaspadai segala bentuk fitnah dan adu domba yg ditujukan kepada calon yg diusung umat.
  8. Mengingatkan seluruh pengurus KPUD DKI, RT RW, yg ditugaskan sebagai KPPS untuk mengawal dan mengawasi jalannya pilkada supaya terwujud Pilkada DKI yg adil.
  9. Mengimbau kepada partai yg mendukung calon non muslim untuk mencabut dukungannya. Apabila tak mengindahkan imbauan ini, maka diserukan kepada umat tak memilih partai tersebut.

Banyak respon terhadap acara tersebut. Bagi sebagian pihak acara tersebut dianggap tidak etis karena telah menggunakan masjid yang merupakan tempat suci untuk berpolitik. Masjid yang dianggap sebagai rumah Allah SWT dianggap telah digunakan tidak sesuai fungsinya. Salah satu tokoh yang mengutarakan hal tersebut adalah Ulil Abshar-Abdalla, salah seorang pegiat Jaringan Islam Liberal. Melalui akun twitternya @ulil yang memiliki ribuan pengikut menantu Gus Mus ini bercuit, “Udah dilarang oleh pihak Istiqlal, kok acara ini masih berlangsung? Stop politisasi masjid!”.

Cuitan Ulil menanggapi kegiatan tabligh akbar di Istiqlal 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri memang pernah mengeluarkan keputusan yang sekilas tampaknya melarang terjadinya segala macam kegiatan politik praktis di masjid. MUI Kota Tangerang secara tegas melarang masjid dijadikan sebagai sarana ajang kampanye politik oleh kandidat yang akan maju dalam Pemilukada Kota Tangerang pada tahun 2013 lalu. Bahkan larangan untuk melakukan tindakan kampanye di tempat ibadah itu sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 78 huruf (i), yang menyebutkan, kampanye dilarang menggunakan tempat ibadah dan tempat pendidikan.  

Akan tetapi kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai kegiatan kampanye atau menjadi ajang untuk mempromosikan tokoh yang bakal menjadi calon gubernur. Sama sekali tidak ada kegiatan tersebut. Jadi jika dikatakan bahwa terjadi kegiatan politik di acara tersebut memang benar. Tetapi jika dikatakan bahwa kegiatan politiknya terlarang atau bertentangan dengan UU pilkada, jawabannya adalah tidak.

Penceramah muda dan pengarang buku-buku Islami Felix Siauw dalam laman Facebook-nya juga menanggapi mengenai argumen pihak-pihak yang ‘menyerang’ kegiatan politik di Masjid Istiqlal. Ia menulis:

“Setahu saya di zaman Rasulullah, Masjid Nabawi bahkan dipakai untuk menyiapkan perang, untuk membaiat pemimpin negara.
Tambahan lagi, dalam Islam tidak dipisahkan aktivitas agama dengan aktivitas politik, sebab aturan Islam juga mencakup politik.
Islam memandang politik “siyasah” adalah mengurus urusan ummat, aktivitas para Nabi dan Rasul itu ya mengurus ummat atau politik.
Disitu mengapa Allah wajibkan pemimpin itu Muslim, dan mewajibkan pemimpin itu juga menerapkan aturan dari-Nya.
Jadi SANGAT aneh bila ada pihak yang tidak bolehkan acara dengan alasan “berbau” aktivitas politik, ini pemahaman yang salah.
Apalagi disaat yang sama, ada yang bolehkan orang kafir masuk ke masjid berkampanye, jelas-jelas mendukung kekufuran.
“Jangan suudzann lah, siapa tahu dia mau masuk Islam“, nah kalau ini alasannya, lain lagi bahasannya, itu justru bahayakan ummat.
Masuk Islamnya belum tentu, kampanyenya sudah pasti bukan buat kepentingan Muslim, malah cenderung merugikan.
Dan ini tamparan bagi para dai, mubaligh, dan ulama, bisa jadi selama ini ummat belum memahami bahwa politik itu harus Islam.
Karena itulah ummat harus terus diberitahu, bahwa Islam itu mengatur segalanya, termasuk tentang kepemimpinan.”

Dalam Islam sendiri tidak ada larangan untuk menggunakan masjid sebagai sarana pendidikan politik maupun politik praktis bagi kepentingan umat. Kenyataannya Rasulullah SAW sendiri justru mencontohkan bahwa masjid merupakan pusat segala kegiatan terkait kepentingan umat, bukan sekadar tempat ibadah ritual.

Indonesia sendiri mengalami proses depolitisasi masjid pada era penjajahan Belanda. Orientalis Belanda Snouck Hourgunje memberikan rekomendasi kepada pemerintah Belanda untuk melarang masjid-masjid dan umat Islam dari dunia politik. Dengan cara seperti itu, Belanda bisa memastikan umat Islam tidak akan pernah bangkit, dan mampu melakukan perlawanan dari penjajahan. Snouck yang terkenal dengan pengetahuannya yang luas tentang Islam dan Muslim tahu betul bahwa jika fungsi masjid sepenuhnya dipakai, bibit-bibit perjuangan yang muncul untuk melawan penjajah akan semakin sulit untuk dipadamkan. Jelas bahwa royek depolitisasi masjid merupakan bagian dari penjajahan Barat di dunia Islam.  Maka, orang Islam yang menyerukan masjid disterilkan dari politik Islam adalah bagian dari proyek penjajahan ini.

Pada jaman Rasulullah SAW dan para Khulafaur Rasyidin masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah mahdhah, tetapi juga ibadah secara umum. Seperti kajian, pusat pemerintahan hingga Baitul Mal kaum Muslim.

Fungsi masjid seperti ini telah ada sejak Nabi membangun Masjid Nabawi, dan dilanjutkan hingga generasi Khulafa’ Rasyidin. Bukti autentik yang tidak bisa disangkal adalah berdirinya Ustuwanah Haris dan Ustuwanan Wufud, di masjid Nabawi. Ustuwanah Haris adalah tempat Sayyidina ‘Ali, sebagai pengawal Nabi, untuk menyampaikan informasi dari dan kepada Nabi. Sedangkan Ustuwanan Wufud adalah tempat, di mana para utusan kenegaraan diterima oleh Nabi SAW.

Bahkan masjid menjadi tempat berlatih perang. Suatu ketika Rasulullah SAW mengizinkan ‘Aisyah menyaksikan dari belakang beliau orang-orang Habasyah berlatih menggunakan tombak mereka di Masjid Rasulullah  pada hari raya. Masjid juga menjadi pusat pengendalian Rasulullah dalam mengirimkan pasukan perang, termasuk para dai, ke seluruh penjuru jazirah pada waktu itu. Masjid juga menjadi pengadilan untuk menyelesaikan konflik di tengah masyarakat.

Karena itu umat Islam tidak perlu berkecil hati jika ada pihak-pihak tertentu yang menganggap bahwa berpolitik di masjid itu salah atau tidak baik. Islam memang berbeda dengan agama-agama lain. Mungkin agama lain mengkhususkan rumah ibadahnya hanya untuk kegiatan-kegiatan peribadatan ritual, tapi tidak dalam Islam. Meskipun sih, sebenarnya banyak contoh kasus yang beredar di dunia maya menunjukkan bahwa hal itu tidak sepenuhnya benar, banyak acara-acara keagamaan agama lain yang terekam kamera dan beredar di dunia maya menunjukkan adanya perbincangan-perbincangan politik yang bahkan mengerucut secara jelas mendukung satu calon terjadi di rumah-rumah ibadah mereka. Dan ketika Rasulullah SAW sudah mencontohkan, tentu umat Islam tidak perlu peduli dengan kasak-kusuk pendapat pihak-pihak yang bertentangan dengan beliau SAW. 

COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,85,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,224,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,52,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,36,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,6,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,21,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Politik di Tempat Ibadah? Dalam Islam Malah Kudu, Tuh
Politik di Tempat Ibadah? Dalam Islam Malah Kudu, Tuh
http://www.infohumas.com/wp-content/uploads/2016/09/126-1-696x350.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-7lXHUyVmYB0/V-CuZWJtZEI/AAAAAAAABYY/ig9rLR08C6Aqi0qrNZmRe-ZzDbguMNUJQCLcB/s72-c/pembatalan-doa-istiqlal-620x330.png
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/09/politik-di-tempat-ibadah-dalam-islam.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/09/politik-di-tempat-ibadah-dalam-islam.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy