Menko Luhut Lanjutkan Reklamasi Teluk Jakarta, Demi Siapa?


Ngelmu.com - Pro dan kontra mengenai reklamasi Teluk Jakarta kembali memanas. Setelah sempat tertunda karena ditentang oleh berbagai pihak mulai dari Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti sampai mantan Menko Maritim Rizal Ramli, akhirnya Menko Maritim pengganti Rizal yaitu Luhut Pandjaitan membuka kemungkinan untuk melanjutkan proses reklamasi tersebut.

Rizal yang dicopot jabatannya pada reshuffle kabinet oleh Presiden Jokowi Juli lalu sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan untuk membatalkan izin reklamasi Pulau G dan moratorium reklamasi. Tidak pakai berlama-lama, setelah berhasil menduduki jabatan Rizal, Luhut langsung tancap gas untuk melancarkan proyek reklamasi. Luhut menyebutkan, semua proyek pembangunan reklamasi akan dilanjutkan tanpa terkecuali, termasuk pembangunan Pulau G yang sudah distop Rizal Ramli karena didapati melakukan pelanggaran berat dalam berbagai sektor.

Menurut Luhut, pihaknya telah mengumpulkan semua data dari stakeholder terkait pembangunan reklamasi, dan telah mendengarkan penjelasan banyak pihak termasuk dari PLN. Hasilnya pembangunan pulau buatan ini diputuskan dapat dilanjutkan.

Sontak saja keputusan Luhut ini membakar amarah berbagai pihak, termasuk para mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Indonesia. Adik-adik mahasiswa ini langsung melangsungkan aksi demonstrasi damai ke kantor Kemenko Maritim pada hari Selasa tanggal 13 September 2016. 

BEM UI melakukan aksi untuk menolak reklamasi Teluk Jakarta


Tuntutan para mahasiswa dalam demonstrasi tersebut adalah untuk mengadakan tatap muka langsung dengan Menko Maritim Luhut Pandjaitan. Akhirnya pada pukul 20.00 WIB perwakilan mahasiswa diterima oleh Menko Luhut Pandjaitan di kantornya.

Perwakilan mahasiswa BEM UI diterima oleh Menko Maritim Luhut Pandjaitan. Pertemuan ini ditujukan agar Menko mengubah kebijakan untuk melanjutkan reklamasi Teluk Jakarta yang sempat dimoratorium oleh Menko sebelumnya yaitu Rizal Ramli.

Selain para mahasiswa dari BEM UI tampak dalam demonstrasi damai tersebut mahasiswa yang mengenakan jaket almamater hijau. Mereka diketahui berasal dari BEM UNJ.

BEM UI dan UNJ bergabung dalam aksi menolak dilanjutkannya reklamasi Teluk Jakarta


Keputusan Luhut untuk melanjutkan proyek reklamasi juga mendapatkan kecaman dari sejumlah aktivis dan masyarakat nelayan yang tergabung dalam Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta (KSTJ). Mereka menilai Luhut lebih berpihak kepada kepentingan perusahaan pengembang daripada rakyat banyak. Salah satu anggota KSTJ, Tigor Gemdita Hutapea mengatakan, sedikitnya ada 9 (sembilan) kesalahan yang dilakukan Luhut ketika memutusakan untuk melanjutkan reklamasi Teluk Jakarta, khususnya Pulau G.

Ini dia sembilan kesalahan Luhut terkait reklamasi Teluk Jakarta

Pertama, Luhut menentang pernyataan presiden yang meminta agar pemerintah jangan sampai dikendalikan oleh swasta dalam mengambil kebijakan terkait pembangunan di kawasan pesisir utara Jakarta.

Kedua, Luhut menyakiti hati nelayan dan memunggungi laut dengan menghilangkan area tangkap nelayan.

Ketiga, Luhut juga merusak lingkungan karena melanjutkan reklamasi yang sudah terbukti akan merusak ekosistem Teluk Jakarta.

Keempat, Luhut mendukung dan melindungi korupsi karena proyek reklamasi Pulau G sendiri sudah diketahui publik sedang diselimuti kasus grand corruption.

Kelima, Luhut melecehkan pengadilan yang telah memutus Reklamasi Teluk Jakarta harus berhenti.

Keenam, Luhut juga melanggar UU Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil karena tidak adanya Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sebagai dasar kebijakan pemanfaatan ruang di pesisir untuk reklamasi.

Ketujuh, Luhut melanggar prinsip kehati-hatian dengan melanjutkan reklamasi yang sudah banyak dipastikan akan menimbulkan kerusakan.

Kedelapan, Luhut tidak transparan karena tidak pernah membuka data-data tim komite gabungan pemerintah terkait penghentian proyek Pulau G. Alih-alih ia malah membuat keputusan sepihak untuk menguntungkan pengusaha.

Kesembilan, Luhut mengkhianati semangat pemerintahan Jokowi untuk membangun poros maritim dan negara kepulauan dengan membangun pulau palsu yang menggusur nelayan tradisional.

Tapi Luhut Pandjaitan punya jawaban juga atas tudingan-tudingan tersebut. Luhut menegaskan bahwa keputusannya untuk melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta sudah sesuai demi kepentingan nasional dan DKI Jakarta.

Yang utama menurut dia pulau-pulau reklamasi tersebut akan berfungsi sebagai giant sea wall yang berfungsi untuk menangkal rob air laut membanjiri Jakarta yang memang berada di bawah permukaan laut.  Pulau-pulau reklamasi tersebut juga diklaim bakal bisa menangkal penurunan permukaan tanah Jakarta yang dinyatakannya turun 7,5 cm per tahun.

Selain itu, Luhut juga mempertimbangkan sumber air di Jakarta. Ia berpendapat jika bendungan hasil reklamai sudah jadi, maka nanti 2 meter di bawah air asin dan sisanya air yang bisa diproses jadi air minum.

Luhut sendiri yakin dengan keputusannya karena menurutnya Kemenko Kemaritiman sudah mendalami kajian dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) hingga PLN, termasuk kajian hukum karena ada putusan PTUN.

Selain itu dari sisi pengembang yang menurut para aktivis adalah pihak yang dilindungi dan diuntungkan, Luhut bersikeras bahwa semua syarat untuk melanjutkan reklamasi pantai utara di Jakarta sudah beres dan bisa dipenuhi pengembang. Termasuk di dalamnya adalah dokumen Amdal.

Persoalan nelayan yang khawatir akan kehilangan kemampuan melaut akibat reklamasi, Luhut mengklaim sudah dipikirkan dengan matang juga. Ia berpendapat bahwa pada dasarnya zona yang akan digunakan untuk reklamasi memang sudah sangat tercemar sehingga nelayan tidak bisa menangkap ikan di sana.

Luhut mengungkapkan, nelayan nantinya akan mendapat rumah susun yang layak jika proyek reklamasi Pulau G telah kembali dijalankan. Luhut juga mengizinkan 1.900 kapal yang ada di wilayah tersebut dapat berlayar hingga ke Pulau Natuna. Tak hanya itu, mantan Menko bidang Politik Hukum dan Keamanan ini juga menjanjikan para nelayan di pulau tersebut untuk melaut di pulau dengan air yang masih bersih. Menurutnya nelayan bisa masuk ke pulau yang airnya bersih, yaitu 12 km atau 13 km dari pantai Jawa.

Soal maraknya penolakan, Luhut menilai masalah reklamasi ini hanya dipolitisasi saja.

Meskipun demikian menurut Muslim Muin, Ketua Kelompok Keahlian Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB), proyek reklamasi bukan hanya akan menguntungkan sebagian kecil orang berduit saja, tapi malahan berpotensi memperparah banjir Jakarta, merusak lingkungan laut, dan mempercepat pendangkalan sungai. 

Bendungan raksasa di mulut-mulut sungai, menurut Muslim, akan memperlambat aliran air dan mempercepat pendangkalan, yang pada akhirnya memperparah banjir ke bagian hulu.

Senada dengan Muslim, Sohei Matsuno, profesor asal Jepang yang mengajar di sebuah universitas Palembang, melalui makalah berjudul “Jakarta Flood Prevention With a True Cause”, menilai proyek itu sangat mahal. Pertama, fondasi tanggul laut Teluk Jakarta lebih dalam ketimbang tanggul Afsluitdijk di Belanda. Artinya, memerlukan biaya jauh lebih besar. Demikian pula biaya pengurukan pulau-pulaunya.

Kedua, menurut Sohei, akan sangat mahal pula biaya ekonomi dan sosial untuk memindahkan berbagai pemangku kepentingan di situ, termasuk nelayan dan mereka yang bertumpu hidup pada ekonomi pesisir.

Sohei memperkirakan, harga tanah di pulau-pulau buatan itu bisa mencapai Rp 40 juta per meter persegi sebagai akibat mahalnya biaya pembangunan proyek. Investor swasta yang terlibat hampir mustahil menyediakan lahan murah untuk orang-orang miskin yang tergusur. Mereka akan membangun pasar real estate kelas atas.

Kementerian Lingkungan Hidup pada 2003 menyebutkan, pengurukan laut (reklamasi) akan merusak ekosistem Teluk Jakarta, menghilangkan sepenuhnya hutan mangrove. Padahal, hutan ini berperan penting sebagai benteng alami daratan dari gempuran air laut, tempat hunian beragam satwa khas, serta sebagai tempat berkembang biak aneka hewan laut. Pengurukan akan mengancam sektor perikanan lokal, tumpuan hidup nelayan, dan memicu konflik sosial.

Lembaga swadaya masyarakat Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan menilai pembangunan ini hanya modus melindungi properti perumahan, pergudangan swasta, dan kawasan elite. Sebaliknya, dua pelabuhan ikan tradisional akan ditutup dan puluhan bahkan ratusan ribu warga nelayan harus dipindahkan.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai proyek ini tidak masuk akal, karena akan merusak lingkungan pantai Jakarta secara keseluruhan, serta menyalahi konsep pembangunan maritim yang dipromosikan Presiden Joko Widodo.

Tentu saja para “kritikus” ini bukan hanya bisa asal kritik saja. Mereka juga mengajukan saran yang lebih murah dan masuk akal jika yang memang dituju adalah mengatasi banjir Jakarta. Sohei dan Muslim, misalnya, mengusulkan pembangunan tanggul pantai yang lebih sederhana pada daerah yang mengalami penurunan tanah, serta mempertinggi tanggul sungai di daerah muara.

Gambaran rencana reklamasi Teluk Jakarta. Nantinya kawasan ini akan menjadi kawasan perumahan, pusat perbelanjaan dan perkantoran mewah. Apa ada masa depan bagi masyarakat kebanyakan di sana?

Kenyataannya proyek reklamasi sendiri memang lebih banyak digarap oleh pengembang swasta. Data yang diperoleh Kompas.com dari Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta menyebutkan, sembilan pengembang tersebut adalah:
  1. PT Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Marunda
  2. PT Pelindo II
  3. PT Manggala Krida Yudha
  4. PT Pembangunan Jaya Ancol
  5. PT Kapuk Naga Indah (anak perusahaan Agung Sedayu)
  6. PT Jaladri Eka Pasti
  7. PT Taman Harapan Indah
  8. PT Muara Wisesa Samudera (anak perusahaan Agung Podomoro)
  9. PT Jakarta Propertindo.
Nantinya pulau-pulau reklamasi tersebut akan menjadi semacam kota baru yang mewah dan modern lengkap dengan gedung-gedung apartemen dan pusat perbelanjaan mewah. Sudah pasti bukan masyarakat berpenghasilan rendah yang akan tinggal di kawasan tersebut, Sob.


COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,85,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,224,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,52,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,36,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,6,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,21,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Menko Luhut Lanjutkan Reklamasi Teluk Jakarta, Demi Siapa?
Menko Luhut Lanjutkan Reklamasi Teluk Jakarta, Demi Siapa?
https://4.bp.blogspot.com/-XSiQSL2IyRM/V9jklxfxr8I/AAAAAAAABVw/UkgQOtekCXMvqNy9gt6G7GbFsRhh-b9VACEw/s320/kesalahan%2Bluhut.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-XSiQSL2IyRM/V9jklxfxr8I/AAAAAAAABVw/UkgQOtekCXMvqNy9gt6G7GbFsRhh-b9VACEw/s72-c/kesalahan%2Bluhut.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/09/pro-dan-kontra-mengenai-reklamasi-teluk.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/09/pro-dan-kontra-mengenai-reklamasi-teluk.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy