Beberapa Respon Negatif Pasca Mardani Jadi Alternatif Dampingi Sandiaga Di Pilkada Jakarta

Ngelmu.com - Pasca kemunculan Mardani Ali Sera sebagai alternatif pendamping Sandiaga Uno untuk Pilkada Jakarta 2017, muncul sejumlah respon yang arahnya cenderung negatif.


Apa saja dan bagaimana respon tersebut, berikut sejumlah catatan kecilnya:

1. Sindiran pasangan Sandiaga-Mardani hanya boneka.

Sindiran ini muncul di beberapa grup whatsapps dan laman facebook. Yang menarik adalah yang munculnya dari kalangan internal PKS sendiri.

Para penyindir cenderung menyatakan pencalonan pasangan ini hanya aksi main-main dan tidak serius. Setidaknya ada dua alasan kemungkinan sindiran itu muncul:

A. Sebagai kritik agar pimpinan PKS memilih pasangan yang punya "modal finansial" yang cukup dan tidak lagi terjun bertarung dengan tangan kosong.


Kritik ini realistis mengingat menggerakkan mesin partai dan kader tetap butuh bensin dan amunisi.
Namun di sisi lain, semangat berjuang yang makin membara di sebagian kader PKS juga mulai membesar untuk menumbangkan pemimpin arogan yang membawa agenda konglomerat hitam yang akan merampok NKRI dan tidak menghormati mayoritas muslim.

Semangat ini memunculkan atmosfir "siap berjuang sampai habis" meski tanpa dana alias modal dengkul. Dan dalam kondisi seperti inilah, biasanya mesin politik PKS mencapai performa puncaknya.


B. Bisa juga sindiran ini adalah bentuk "fitnah" terselubung kepada DPP Gerindra dan DPP PKS.

Tujuannya untuk melemahkan mesin politik kedua partai tersebut.

Pasangan Sandiaga-Mardani dituding hanyalah merupakan umpan untuk memperoleh keuntungan finansial dan fasilitas lainnya dari berbagai sumber, termasuk dari pihak incumbent.

Selayaknya pihak internal Gerindra dan PKS mulai menelusuri dari mana respon-respon jenis ini muncul dan membesar untuk segera diantisipasi, sebelum fitnah makin menggerogoti akar rumput.

2. Kemunculan pasangan Sandiaga-Mardani juga memunculkan protes penolakan dari kalangan simpatisan.

Ketua simpatisan Muhammad Idrus atau Tim Relawan JakartaKeren M Hadi Nainggolan menuding elite PKS tidak mendengar aspirasi dari bawah.


"Kami kaget, seluruh simpatisan Muhamad Idrus kaget dengan keputusan tersebut. Padahal nama beliau sangat jarang muncul. Ini sudah deal elite pimpinan partai. Bukan lagi mendengar aspirasi dari bawah," tutur Hadi saat dihubungi BeritaSatu.com di Jakarta, Kamis.



Sementara Muhammad Idrus sendiri menyatakan siap memberi dukungan penuh atas keputusan munculnya pasangan Sandiaga Uno dan Mardani.
 

3. Respon Partai Politik

Berbagai respon Partai politik yang belum menentukan koalisi nampak masih mengarah ke negatif pasca kemunculan alternatif pasangan Sandiaga Uno - Mardani Ali Sera.

A. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)


Seperti dimuat di laman Rakyat Merdeka Online, PPP belum merestui Mardani Ali Sera yang diusung PKS untuk mendampingi Sandiaga Uno di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Sekretaris Jenderal DPP PPP, Arsul Sani menegaskan partainya hingga saat ini masih menimbang untuk mengusung Yusril Ihza Mahendra atau Sandiaga Uno.

PPP bahkan menawarkan alternatif calon wakil gubernur dari internal PPP yakni Yusuf Mansyur dan Okky Assokawati anggota DPR RI, sementara dari eksternal ada Silviana (Sylviana Murni) dan Saefullah (birokrat).

Saat ini PPP memiliki modal 10 kursi di DPRD DKI Jakarta, butuh 12 kursi lagi untuk bisa mengajukan pasangan calon.

B. Partai Demokrat


Hingga Sabtu pagi, 10 September 2016, Partai Demokrat masih belum mengeluarkan pernyataan dan respon terkait munculnya alternatif pasangan Sandiaga Uno - Mardani Ali Sera.



Sebelumnya sempat mencuat bahwa Partai Demokrat DKI Jakarta mengusulkan pasangan Sandiaga Uno dan Yusril untuk maju di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Saat ini Partai Demokrat memiliki 10 kursi di DPRD DKI Jakarta.

C. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)


Partai Kebangkitan Bangsa merasa tidak diajak bicara lalu menolak pasangan Sandiaga Uno - Mardani Ali Sera melalui Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Abdul Aziz.

"Kalau memang seperti itu, kami PKB akan menarik dukungan dan akan membangun poros baru," kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Abdul Aziz saat berbincang, seperti dilansir oleh detiknews.com Jumat (9/9/2016).


PKB bahkan merencanakan mengusung Yusril Ihza Mahendra sebagai cagub bersama PAN, Partai Demokrat, dan PPP.

Sementara itu PKB sendiri hanya memiliki enam kursi di DPRD DKI, sedangkan Partai Demokrat memiliki 10 kursi, PPP 10 kursi, PKB 6 kursi, dan PAN 2 kursi.


D. Partai Amanat Nasional (PAN)


Sementara PAN juga merasa belum diajak berkomunikasi dan masih belum menerima alternatif pasangan Sandiaga Uno dan Mardani Ali Sera. PAN merasa Mardani tidak memiliki popularitas yang cukup untuk maju di Pilkada DKI Jakarta 2017.


Ada kemungkinan Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN akan mengajukan calon atau poros alternatif. Jika mereka tergabung dalam satu koalisi, suara mereka sudah lebih dari cukup untuk mencalonkan diri pada Pilkada DKI dengan 28 kursi, sedangkan persyaratan minimal memiliki 22 kursi di DPRD. 

4. Beredarnya foto pernikahan ke-3 dari salah satu kader PKS Mahfudz Siddiq.


Sebenarnya pernikahan anggota DPR RI Mahfudz Siddiq dengan mantan komisioner KPI Agatha Lily adalah urusan pribadi. Namun memang publikasinya di media berpotensi memancing kegaduhan di internal PKS.

Beredar masifnya foto ini diduga adalah hasil "operasi khusus" dan juga memiliki motif terselubung yakni kembali mencitrakan negatif PKS yang sengaja diseret ke isu poligami.

Sementara Mahfudz Siddiq sendiri dikabarkan sebelum pernikahan ini berlangsung sudah menceraikan istri pertama dan kedua.

Isu poligami memang menjadi salah satu isu yang efektif untuk menggerus elektabilitas PKS di setiap ajang pilkada.


Pembicaraan terkait topik ini mulai menghangat khususnya di kalangan ibu-ibu PKS. Isu pernikahan pejabat publik memang salah satu yang menjadi sorotan akhir-akhir ini.


Sementara calon yang diusung PKS, Mardani Ali Sera adalah kader PKS yang hanya memiliki satu istri. Sepertinya tidak ada untungnya kader PKS terhanyut terlalu dalam bab yang masuk ranah urusan pribadi ini.

(FR)

COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,85,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,224,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,52,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,36,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,6,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,21,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Beberapa Respon Negatif Pasca Mardani Jadi Alternatif Dampingi Sandiaga Di Pilkada Jakarta
Beberapa Respon Negatif Pasca Mardani Jadi Alternatif Dampingi Sandiaga Di Pilkada Jakarta
https://4.bp.blogspot.com/-05zG7K-OtZA/V9OUFyArJnI/AAAAAAAAGkc/s1fiJawbQEYD0BDyoSjK2BLPRYI-A1CiACLcB/s640/respon%2Bnegatif%2Bsandiaga%2Buno%2Bmardani.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-05zG7K-OtZA/V9OUFyArJnI/AAAAAAAAGkc/s1fiJawbQEYD0BDyoSjK2BLPRYI-A1CiACLcB/s72-c/respon%2Bnegatif%2Bsandiaga%2Buno%2Bmardani.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/09/respon-negatif-pasca-mardani-dampingi-sandiaga-di-pilkada-jakarta.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/09/respon-negatif-pasca-mardani-dampingi-sandiaga-di-pilkada-jakarta.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy