Apa Iya 'Wahabisme' Mencetak Teroris?

Di tengah maraknya fitnah dan serangan terhadap umat Islam di seluruh dunia, propaganda “Wahabisme” menjadi salah satu pintu masuk untuk menyamaratakan Islam dengan aksi terorisme. Indonesia yang selalu tidak mau kalah dengan Barat dengan cepat mengadopsi istilah “Wahabi” sebagai musuh. Tanpa mengetahui sejarah dan sepak terjang pemikiran wahabi, bahkan terkadang tanpa tahu pasti apa itu wahabi, penyematan kata ini kepada salah satu kelompok telah menjurus kepada pengecapan kelompok atau pihak yang digelari wahabi ini sebagai kelompok ekstremis, berbahaya, dan teroris.

Di Barat sendiri istilah wahabisme menjadi momok yang dianggap bertanggung jawab terhadap aksi-aksi terorisme radikal yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mengaku Muslim di seluruh dunia. Dan karena Wahabisme adalah ajaran yang dinisbatkan kepada Muhammad bin Abdul Wahab yang mengembangkan dakwahnya terutama di negara Arab Saudi, negara itu kini dituding sebagai pelaku utama propaganda radikalisme yang telah melahirkan para teroris berbaju Muslim.

Penisbatan ajaran wahabi kepada pokok-pokok pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab sendiri sebenarnya tidak terlalu tepat. Dan apakah memang pokok-pokok pemikiran beliau adalah yang menjadi acuan bagi para teroris untuk melakukan aksi kekerasan, itu juga masih penuh dengan kontroversi. Sebagian besar pihak yang mengklaim bahwa ajaran Muhammad bin Abdul Wahab identik dengan kekerasan memiliki agendanya sendiri untuk mengatakan bahwa hal itu benar. Tapi tidak sedikit pula para ulama yang diakui di dunia dan memiiki tingkat keilmuan yang tinggi, mengatakan bahwa pokok-pokok ajaran yang dibawa Muhammad bin Abdul Wahab adalah persoalan pemurnian akidah semata yang tidak ada hubungannya dengan anjuran penggunaan kekerasan terhadap pihak-pihak yang tidak bersalah. Dengan kata lain penisbatan istilah wahabi yang bermakna peyoratif tersebut kepada Muhammad bin Abdul Wahab adalah fitnah keji yang dilakukan oleh pihak-pihak yang merupakan musuh Islam untuk memecah belah persatuan di kalangan umat Islam sendiri.
 
Muhammad bin Abdul Wahab
Artikel ini tidak bertujuan untuk memberikan kuliah panjang atau ingin menimbulkan perdebatan panjang lebar mengenai apakah memang tepat menisbatkan istilah wahabi kepada Muhammad bin Abdul Wahab. Artikel ini bertujuan untuk merangkumkan pokok-pokok pandangan dari Mohammed Alyahya, seorang pengamat isu-isu Timur Tengah, mengenai bahayanya menjadikan ajaran wahabi sebagai satu-satunya kambing hitam atas kelompok-kelompok radikal yang mengaku sebagai bagian dari Islam.

Menurut Alyahya menjadikan wahabisme dan Arab Saudi sebagai pencipta dan pendukung aksi radikalisme adalah “umpan” yang digunakan oleh penjahat sebenarnya untuk mengalihkan perhatian dunia. Pengkambinghitaman ini mengalihkan dunia dari alasan-alasan politik, ekonomi dan psikologis yang kompleks yang menjadi penyebab sesungguhnya kenapa ada orang yang tertarik untuk bergabung dengan kelompok radikal dan memilih menjadi seorang teroris. Karenanya dengan terus-menerus menyalahkan wahabisme dan Arab Saudi, aksi memerangi terorisme tidak akan pernah bisa membasmi akar permasalahan yang sesungguhnya. Ini hanya akan menjadi kegiatan yang tidak ada akhirnya.

Istilah wahabisme sendiri sebenarnya adalah sebuah termin peyoratif dan anti-Arab untuk pemikiran Salafi. Salafi sendiri adalah pemikiran dalam Islam yang mengajarkan agar seluruh tata cara peribadatan kembali mengacu kepada praktek-praktek yang memang telah diajarkan dan dilakukan oleh para “salaf” yaitu para sahabat Rasulullah dan generasi setelahnya (tabi’in). Hal ini dimaksudkan agar tata cara peribadatan dalam Islam tidak tercemari oleh praktek-praktek inovasi (bid’ah). Jadi sebenarnya pemikiran salafi sendiri tidak berhubungan dengan politik dan mayoritas Muslim yang menganut ajaran (manhaj) salaf bukanlah orang-orang yang suka akan kekerasan.

Kenyataannya kelompok-kelompok radikal yang beroperasi saat ini tidak ada hubungannya dengan wahabisme atau Arab Saudi. Ambil contoh Taliban di Afghanistan, adalah kelompok anti imperialis yang muncul akibat reaksi dari kolonialisme Inggris di Asia Selatan. Meskipun ada kelompok teroris yang menisbatkan diri mereka dengan pemikiran salafi, banyak sekte-sekte lain dalam Islam yang secara ideologis berseberangan dengan salafi – sufi Naqshbandi dan Syiah, misalnya – juga menjadi pelaku-pelaku jihad yang dianggap radikal di Irak, Afghanistan dan Suriah.

Dan masih saja banyak media Barat yang berupaya keras menggambarkan kegiatan teror hanya dilakukan oleh satu kelompok yang seragam dan terorganisir secara keseluruhan dan memiliki satu ideologi, yaitu wahabisme yang berakar dari Arab Saudi. Argumen ini mengarahkan masyarakat untuk membayangkan bahwa para teroris asal Eropa yang bergabung dengan IS direkrut dengan cara “kebetulan” mereka datang ke sebuah masjid yang didanai oleh Arab Saudi yang berdiri di Paris, London atau di salah satu kota. Di masjid itu mereka membaca sebuah buku yang berisi pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab yang mengajarkan tentang Keesaan Allah dan pemurnian akidah. Beberapa minggu kemudian, buku tersebut telah memberikan pengaruh dan doktrin yang begitu kuat kepada orang-orang tersebut sehingga mereka tergerak untuk meninggalkan seluruh hidup mereka dan terbang ke Irak atau Suriah dan ikut serta menjadi pejuang yang nantinya akan dikirim kembali ke negara-negara asal mereka di Eropa dan menjadi ujung tombak pelaksanaan aksi teror di sana.
 
Kemunculan IS sebagai kelompok radikal tidak bisa disikapi hanya dengan menyalahkan "Wahabisme"
Padahal kenyataannya jauh lebih kompleks dari itu. Sebagian besar pelaku terorisme di Eropa bahkan bukan Muslim, atau kalaupun mengaku beragama Islam, bukanlah Muslim yang baik. Kenyataannya mereka adalah penjahat-penjahat kelas teri yang pernah dihukum oleh negara karena melakukan tindak kejahatan. Sebagian besar memiliki catatan kejahatan bahkan ada yang pernah dihukum penjara. Penyalahgunaan obat-obat terlarang dan kecanduang alkohol bukan hal yang baru bagi para pelaku teror tersebut. Radikalisme yang mereka lakukan tidak ada hubungannya dengan agama. Sebagian orang yang memilih bergabung dengan IS di Suriah dari Eropa dilaporkan telah membeli buku seperti “Islam untuk Pemula” sebelum terbang ke Timur Tengah. Satu-satunya kesamaan yang mereka miliki satu sama lain adalah keyakinan yang keliru bahwa Islam dan Barat adalah dua dunia yang terkunci di dalam sebuah perang peradaban yang tidak mungkin bisa disatukan.

Begitu pula dengan radikalisme yang berkembang di Timur Tengah. Bukti-bukti menunjukkan bahwa tidak tepat jika menuding munculnya kelompok-kelompok radikal di kawasan tersebut adalah hasil “didikan” wahabi dan Arab Saudi. Tunisia adalah negara dengan populasi pendukung IS terbesar di luar Irak dan Suriah. Meskipun para petinggi IS di Tunisia berasal dari Irak dan Suriah, kenyataannya negara ini beraliran sekuler yang sampai baru-baru ini dipimpin oleh diktator yang memiliki paham berseberangan dengan Arab Saudi. Bahkan selama masa kepemimpinannya ada larangan terhadap aktivitas-aktivitas keagamaan yang didanai oleh Saudi. Saudi bahkan dipandang sebagai “musuh” terkait kebijakan negara tersebut di Irak dan Suriah.

Di belahan lain dunia, Arab Saudi melakukan aktivitas terkait keagamaan Islam dengan cukup masif di India. Di negara tersebut pertumbuhan masjid, sekolah dan lembaga-lembaga sosial yang didanai oleh Saudi sangat pesat. Dan ternyata jarang ada kelompok “jihad radikal” yang lahir dari India yang jumlah populasi Muslimnya mencapai 170 juta jiwa.

Pertumbuhan kelompok-kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam di Timur Tengah sejak tahun 1970an sebenarnya tidak semata didorong oleh faktor ideologi. Kegagalan pemerintahan negara-negara Arab untuk memenuhi ekspektasi rakyatnya sendiri dan kecenderungan sistem diktatorial yang represif menjadi penyebab yang tidak kalah penting. Sama halnya dengan permasalahan keterasingan sosial dan psikologis yang mendorong sebagian Muslim Eropa bergabung dengan kelompok radikal, akar permasalahan di Timur Tengah tersebut juga harus ditanggulangi untuk benar-benar memerangi terorisme.

Argumen sebagian orang bahwa kaum ulama dan pihak yang mengaku Islam “moderat” tidak angkat suara atas meningkatnya aksi radikalisme atas nama Islam juga merupakan sebuah fitnah yang keji. Sudah sejak tahun 1990an mufti besar Arab Saudi, Abdul Aziz bin Baz, mengeluarkan fatwa yang mengutuk aksi bom bunuh diri yang marak terjadi saat itu. Mufti saat ini, Abdul Aziz bin Abdullah al-Sheikh, juga menyerukan kepada rakyat Arab Saudi untuk tidak ikut-ikutan bergabung dengan kelompok radikal yang menyebarkan teror di negara-negara tetangganya. Sejalan dengan pemikiran Salafi tradisional, Abdul Aziz bin Abdullah al-Sheikh menyerukan kepada umat Muslim untuk tetap patuh kepada pemimpin sah negara masing-masing.


Sementara itu Arab Saudi yang dituduh sebagai negara gembong teroris justru menjadi penangkal kelompok radikal di kawasan Timur Tengah. Arab Saudi telah memerangi Al Qaeda bukan hanya dengan tindakan militer tetapi juga dengan memberikan argumen-argumen keagamaan yang menolak ideologi yang diusung oleh Al Qaeda. Para ulama di Arab Saudi secara aktif memberikan pernyataan-pernyataan berbasis keilmuan agama untuk mencegah tindakan teror maupun retorikanya. Dan dengan bantuan para ulama salafilah program rehabilitasi pihak-pihak yang pernah mendukung dan turut serta dalam kelompok radikal bisa dilakukan.


Kesimpulannya menyalahkan wahabi atau salafi atas segala bentuk radikalisme bukan hanya kesalahan intelektual atau ketidakadilan untuk pemikiran tersebut, tetapi juga mendistorsi dan berpotensi untuk menggagalkan dunia melihat akar permasalahan terorisme. Ideologi keagamaan yang digunakan kelompok-kelompok radikal untuk menjustifikasi aksi teror hanyalah topeng untuk mengalihkan perhatian dari masalah yang sebenarnya. Menyalahkan atau berusaha menghancurkan sebuah ideologi seperti salafi tidak akan mengakhiri radikalisme.  


COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,aksi mata-mata,1,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,2,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,86,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,229,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,mata-mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,54,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,37,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,7,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,timnas Indonesia,1,tindakan subversif WN Cina,1,Tips,1,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,22,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Warga Cina tanam benih cabe berbakteri,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,Yusuf Mansur,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Apa Iya 'Wahabisme' Mencetak Teroris?
Apa Iya 'Wahabisme' Mencetak Teroris?
http://i.huffpost.com/gen/1987163/images/o-WAHHABISM-facebook.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-TM3exBcmUrM/WA3OCotloLI/AAAAAAAABa0/AKdoQSioRHYmWOx674oc0BAlIl4dKfYDQCEw/s72-c/hamka.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/10/apa-iya-wahabisme-mencetak-teroris.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/10/apa-iya-wahabisme-mencetak-teroris.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy