Fitnah Gubernur Papua, "Timses Bayangan" Ahok Ancam Keutuhan NKRI

SHARE:


Dalam pemasaran memperoleh endorsement untuk produk yang kita jual merupakan langkah yang penting. Jika ada orang terkenal yang mengaku membeli, menggunakan dan suka kepada produk yang kita pasarkan, kemungkinan besar orang-orang yang kagum dengan orang terkenal itu akan ikut-ikutan membeli produk kita. Dalam politik hal itu tidak ada bedanya. Saat tiba waktunya kampanye jelang pemilihan, tim sukses para calon akan berusaha keras mendapatkan endorsement  untuk calonnya.

Tentu saja terkadang tidak bisa kita pungkiri ada pendukung calon yang tidak masuk dalam tim sukses resmi, namun tidak kalah bersemangat dan kreatif dalam mencari dan mempromosikan dukungan untuk calon pilihan mereka. Sayangnya terkadang pihak-pihak yang tidak resmi atau "timses bayangan" tersebut menggunakan cara-cara yang kurang beretika dalam mendukung calonnya, misalnya saja berbohong mengenai endorsement. Di era penyebaran informasi yang serba cepat saat ini hal tersebut tentunya justru akan menjadi peluru yang berbalik menghancurkan citra calon yang mereka dukung. Lebih lagi, sebuah endorsement palsu yang dibuat secara berlebihan dan menyangkut hal-hal yang sensitif bukan hanya akan melukai calon yang didukung, tapi juga berbahaya bagi kedamaian bangsa.

Dalam pilkada DKI kali ini sudah beberapa kali kita dengar orang-orang seperti Ridwan Kamil dan Yenny Wahid yang namanya dicatut dalam kampanye endorsement untuk gubernur petahana Basuki T. Purnama. Ridwan Kamil yang cukup exist di dunia maya tersebut tentu saja cepat memperoleh kabar dan bukti mengenai dukungan palsu yang mengatasnamakan dirinya. Berita tentang Emil yang kecewa dengan ulah segelintir pendukung Ahok tersebut sempat menjadi viral di dunia maya.

Sempat beredar rumor jika Walikota Bandung Ridwal Kamil mendukung Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017. Dukungan Ridwan Kamil ini tersebar dalam meme berisi kutipannya yang seolah memberikan dukungan kepada Ahok. Dalam meme tersebut Ridwan (dibuat) mengatakan, “yang menolak Ahok karena ia Tionghoa adalah orang bodoh.”

Emil sendiri merasa keberatan dengan pencatutan namanya dalam kampanye dari salah satu pendukung Ahok yang tidak resmi tersebut. Emil mengeluarkan klarifikasi lewat twitternya yang mengatakan: Saya tidak pernah mengeluarkan statement/meme ini. Mohon siapapun yang membuat/menyebarkan agar menghentikan. Nuhun. Ia mengakhiri twit-nya dengan salam khasnya.
 
Bantahan Ridwan Kamil terkait meme yang seolah menunjukkan dirinya mendukung Ahok dalam Pilkada DKI


Emil sendiri mengatakan bahwa dirinya tidak mau ikut campur dan dikait-kaitkan dengan pihak mana pun dalam pilkada di ibu kota yang memang panas saat ini. Ia mengaku netral-netral saja dan tidak condong kepada salah satu calon yang sedang bertarung untuk kursi DKI 1 periode 2017 – 2022 kelak. Sebelumnya Ridwan Kamil sempat menjadi salah satu calon kuat untuk ikut bertarung dalam pilkada DKI kali ini. Akan tetapi setelah mendapatkan nasihat dari Presiden Jokowi untuk tidak menjadi ‘kutu loncat’ dan menyelesaikan dulu tugas sebagai wali kota Bandung, Emil memutuskan untuk menjalankan dengan baik amanah yang kini dipegangnya terlebih dahulu.

Klarifikasi Emil tidak serta merta mendapat tanggapan baik dari netizen. Bahkan ada pihak-pihak yang menuduh Emil bereaksi terlalu berlebihan dalam hal ini. Menurut mereka meme dukungan itu sejatinya hanya “lucu-lucuan” saja.

Tetapi Emil tidak setuju. Ia bersikeras bahwa di era media sosial ini postingan apapun bisa dikutip. Namun ia mengingatkan agar kutipan-kutipannya tidak dihubungkan dengan isu politik. Ia juga meminta penyebaran meme tersebut dihentikan. “Kita bangun demokrasi yang lebih fair, lebih transparan dan etis,” katanya. Jelas bahwa Emil menilai bahwa berbohong tentang endorsement terhadap calon pemimpin menandakan pelecehan terhadap demokrasi dan menunjukkan ketiadaan etika.

Emil memang salah satu tokoh favorit untuk dimintai endorsement. Terbukti sebelum kejadian meme tersebut ia juga pernah “difitnah” mendukung Ahok dengan memakai kaos khas Teman Ahok yang bertuliskan “KTP GUE UDAH BUAT AHOK”. Sebenarnya memang tidak mungkin Ridwan Kamil memberikan KTP-nya untuk Teman Ahok yang saat itu masih berjibaku untuk mencari KTP karena belum ada partai yang meminang calonnya tersebut. Ridwan Kamil sudah pasti tidak memiliki KTP Jakarta karena itu ia tidak punya hak pilih di DKI. Akan tetapi ulah segelintir orang tersebut tetap memalukan karena seolah-olah Emil merupakan salah satu pendukung Ahok. Hanya saja pada waktu kejadian yang terjadi di bulan Maret itu RK memilih untuk tidak meresponnya. Mungkin terlalu bodoh kalau ada yang percaya.

Sebenarnya dalam foto yang telah diedit tersebut RK memakai kaos yang bertuliskan “Save Babakan Siliwangi.”
 
Sempat juga beredar foto hasil editan RK mengenakan kaos "KTP Gue Udah Buat Ahok"

Selain Ridwan Kamil, politisi sekaligus putri Alm. mantan presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid yaitu Yenny Wahid juga sempat dicatut namanya dalam meme yang berisi dukungan untuk Ahok. Dalam meme yang disebarkan oleh akun yang sama dengan yang memfitnah Emil, Yenny dibuat seolah mengatakan, “hanya orang berhati kotor yang tidak bisa menilai kebaikan Ahok.”

Yenny juga mengklarifikasi tidak pernah mengeluarkan pernyataan itu. "Pemberitahuan. Saya tidak pernah mengatakan seperti yang disebut di gambar," ujarnya melalui akun @yennywahid sambil meng-capture foto dari akun yang menyebarkannya.

Yenny Wahid putri Alm. Gus Dur juga dicatut namanya oleh pendukung Ahok.

 Dari "Lucu-lucuan" Sampai Ancaman Separatisme

Jika kedua tokoh yang dicatut namanya tersebut tampaknya hanya memberikan “kutipan” yang tidak berbahaya, lain halnya dengan pencatutan nama Lukas Enembe, Gubernur Papua. Pendukung Ahok dalam mencatut nama Lukas telah melakukan hal yang terlalu jauh dan berbahaya bagi keutuhan dan kedamaian NKRI. Tidak berlebihan kiranya jika kepolisian turun tangan atas aksi “teror” dunia maya yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Sebelumnya diberitakan pada beberapa media online bahwa Gubernur Papua Lukas Enembe, Spi. Mengeluarkan pernyataan, “Kalau Ahok tak boleh jadi Gubernur, biarkan Papua merdeka". Pernyataan itu tentu saja sangat sensitif. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa gejolak yang terjadi di tanah Papua bukan ancaman yang main-main. Bahkan ada upaya-upaya dari beberapa negara di tingkat internasional untuk memisahkan Papua dari tanah air Indonesia. Baru-baru ini salah satu diplomat ulung dari Indonesia telah melakukan usaha pembelaan yang mengesankan terhadap upaya beberapa negara kecil di Pasifik yang mendukung merdekanya Papua.
 
Gubernur Papua Lukas Enembe salah satu tokoh yang dicatut namanya oleh pendukung Ahok.
Karena itu pernyataan tersebut, jika benar keluar dari seorang pejabar gubernur Papua, sangat mungkin untuk menyulut terjadinya gejolak sosial. Terlebih lagi hal tersebut dihubung-hubungkan dengan permasalahan agama Ahok yang memiliki kesamaan dengan mayoritas masyarakat Papua. Kali ini pendukung Ahok yang tidak resmi ini sudah keluar batas dan mengancam keutuhan NKRI.

Aksi pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut membuat Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe merasa perlu memberikan klarifikasi berkaitan dengan berita dan  meme  tentang pernyataannya yang dihubungkan dengan “panasnya” Pilkada DKI saat ini.

Pada laman situs pribadinya ia menulis, “Saya perlu sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada masyarakat DKI dan masyarakat Papua bahwa saya sama sekali tidak pernah memberikan pernyataan berkaitan dengan Pilkada DKI, apalagi dihubung-hubungkan dengan keinginan agar Papua Merdeka jika Ahok tidak dijinkan jadi Gubernur”. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Papua saat mendampingi Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam kunjungannya ke Provinsi Papua, 17 Okrober 2016.

Lukas Enembe menjadi tidak nyaman dengan semakin viral-nya berita tersebut yang dikhawatirkan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan yang sudah terbangun dengan baik dan kokoh di Tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua. “sudah berkali-kali saya nyatakan bahwa NKRI harga mati bagi kami di Papua, jadi jangan ada yang mencoba merusak tatanan yang sudah kami bangun dengan baik di tanah ini. Kami tidak berpikir untuk merdeka, tapi saat ini kami hanya fokus pada bagaimana cara mensejahterakan rakyat yang hidup di atas tanah ini. ” tegas Enembe.

Gubernur melanjutkan bahwa kami bersama dengan rakyat Papua sangat senang dan gembira, Pemerintahan saat ini yang di pimpin oleh Bapak Jokowi sangat focus dalam membangun Papua. Sudah berkali-kali Pak Jokowi berkunjung ke Provinsi Papua dan ini menunjukkan bahwa beliau sangat ingin pembangunan Papua dapat berjalan dengan cepat, sambung Lukas Enembe.

“Saya tidak punya waktu untuk mengurusi soal Provinsi lain, apalagi soal DKI yang tentunya punya karakter permasalahan yang jauh berbeda dengan Papua. Saya hanya ingin focus bagaimana caranya membangun Papua menjadi lebih baik. Makanya  saya tidak akan berhenti  berjuang untuk melakukan perubahan terhadap Undang-undang No 21 tahun 2001, karena kunci menuju kesejahteraan rakyat papua adalah dengan melakukan perubahan Undang-undang tersebut”

Sebagaimana yang berkembang saat ini, telah beredar berita dan meme  seakan-akan Gubernur Papua memberikan pernyataan yang berkaitan dengan Pilkada DKI, yang menekankan bahwa “Kalau Non Muslim tidak boleh jadi Gubernur DKI atau Presiden Indonesia maka biarkan Papua Melanesia Merdeka”.

“ Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa saya, Lukas Enembe, Gubernur Provinsi Papua tidak pernah sama sekali memberikan pernyataan seperti yang berkembang saat ini berkaitan dengan Pilkada DKI. Ini adalah kerjaan orang-orang yang tidak senang dengan apa yang telah kami capai di Papua dan mencoba memecah belah kami dengan saudara-saudara kami yang lain di tanah air Indonesia yang sangat kami cintai” tutup Enembe.

Sangat bisa dimengerti bahwa pendukung pasangan calon tertentu memiliki keinginan kuat agar calonnya menang. Tapi kalau dengan cara bohong-bohong begini, "timses bayangan" yang bergerak di dunia maya ini tampaknya malah jadi bumerang bagi timses asli pasangan Ahok-Djarot yang sedang berupaya memenangkan calonnya. 


COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Fitnah Gubernur Papua, "Timses Bayangan" Ahok Ancam Keutuhan NKRI
Fitnah Gubernur Papua, "Timses Bayangan" Ahok Ancam Keutuhan NKRI
https://2.bp.blogspot.com/-sFv41-cCbiQ/WABgNrFhyyI/AAAAAAAADTc/__dJ370kC4Yl3EFthS_uC6RxkC4uvnO9wCK4B/s320/gubernurpapua.png
https://2.bp.blogspot.com/-sFv41-cCbiQ/WABgNrFhyyI/AAAAAAAADTc/__dJ370kC4Yl3EFthS_uC6RxkC4uvnO9wCK4B/s72-c/gubernurpapua.png
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/10/fitnah-gubernur-papua-timses-bayangan.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/10/fitnah-gubernur-papua-timses-bayangan.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy