Kasus Ahok dan Al Maidah, Jangan Tuduh Umat Islam Sok


Bagaikan bola panas yang terus bergulir, kasus penistaan agama yang terjadi di tengah huru-hara persiapan Pilkada DKI makin menuai pro dan kontra. Hal ini tidak mengherankan karena isu-isu yang terkait agama selalu sensitif, apalagi jika isu tersebut tidak diredam, justru makin sering diangkat dan dibicarakan, baik oleh orang yang pro maupun yang kontra.

Basuki sendiri setelah sempat bersikukuh dan menyatakan dirinya tidak bersalah, akhirnya memutuskan untuk meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh perkataannya. Dalam permintaan maafnya tanggal 10 Oktober 2016 lalu Basuki mengatakan, “Saya sampaikan kepada semua umat Islam, ataupun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam ataupun Al Quran. Basuki juga menyatakan harapannya agar polemik yang dibuatnya sendiri itu tidak lagi dilanjutkan pembahasannya. Ia menganggap jika polemik ini berlanjut akan mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berbaju dinas, dalam kunjungan resmi tugas kegubernuran di Kepulauan Seribu Basuki sebut orang yang tidak bisa/mau memilih dirinya karena beda keyakinan "dibohongi pake Surat Al Maidah ayat 51".

Permintaan maaf petahana Gubernur DKI Basuki T. Purnama terkait ucapannya yang fenomenal tentang Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu pada tanggal 29 September 2016 lalu, yang bertendensi penghinaan, pastinya telah diterima oleh umat Islam Indonesia. Akan tetapi tentunya hal tersebut tidak menjadikan Basuki bisa lepas dari kemungkinan jerat hukum. Kenyataannya kasus yang menimpa Basuki itu ternyata masuk ke dalam delik pidana dan bukan delik aduan dalam hukum pidana Indonesia. Jadi memang tidak salah jika sebagian umat Islam (karena sebagian tentu saja ada yang menjadi pendukung setia Basuki) masih menginginkan agar Basuki diproses secara hukum dan memperoleh keputusan lewat pengadilan.

Tindakan penghinaan terhadap Agama di Indonesia diatur melalui instrumen Penetapan Presiden Republik Indonesia No 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan / atau Penodaan Agama. Ketentuan yang lebih dikenal dengan UU PNPS No 1 Tahun 1965 ini sangat singkat isinya, karena hanya berisi 5 Pasal.

Selanjutnya dalam perkembangannya UU ini juga memperkenalkan bentuk tindak pidana baru yaitu tindak pidana penodaan agama kedalam KUHP dalam Pasal 156 a. Bunyi dari Pasal 156a KUHP tersebut adalah:

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan :

1.       yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.
2.       dengan maksud supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa

Jadi jelas bahwa langkah beberapa lembaga afiliasi umat Islam Indonesia untuk terus menggiring penanganan kasus pidana yang dilakukan oleh Basuki bukanlah langkah yang “haus darah”. Dalam negara hukum adalah kewajiban seluruh warga negara untuk menaati hukum. Ini termasuk juga memastikan bahwa orang yang bersalah dijatuhi hukuman yang adil. Lagipula salah satu tujuan keberadaan hukum adalah demi tercapainya keteraturan. Sementara itu keteraturan tidak mungkin terjadi jika hukum tidak ditegakkan dan “penjahat” tidak dihukum. Lain kali akan terjadi lagi peristiwa-peristiwa yang sama karena dianggap orang yang melakukan kesalahan bisa lepas dari hukuman hanya dengan permintaan maaf semata.

Pengadilan yang Berhak Memutuskan

Dalam permintaan maafnya gubernur DKI mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud melakukan penghinaan. Pihak-pihak pendukung Basuki seperti Nusron Wahid yang hadir dalam acara Indonesian Lawyer Club (ILC) tanggal 11 Oktober 2016 juga menyatakan hal yang sama. Nusron menyatakan dengan tegas bahwa, “yang paling tahu apa yang dimaksud Ahok adalah Ahok sendiri.” Artinya jika Basuki sudah mengatakan bahwa ia tidak menghina agama Islam, semua orang harus percaya perkataannya, karena apa yang ada di dalam hati dan otak Basuki saat ia mengatakan hal itu tidak bisa dietahui oleh orang lain kecuali Basuki sendiri.

Akan tetapi senator dari DKI Jakarta Fahira Idris jelas tidak sependapat dengan argumen Nusron. Sebelumnya Fahira telah mengeluarkan pernyataan bahwa Bukan hak Basuki untuk menentukan apakah dia tidak melakukan/tidak melakukan penistaan agama, tetapi pengadilan. Menurut Fahira pengadilan bisa menentukan keberadaan niat untuk menghina/tidak berdasarkan bukti video yang nanti akan diuji oleh berbagai pakar. Pakar-pakar yang akan menentukan keputusan pengadilan atas nasib Basuki termasuk pakar multimedia, bahasa, agama dan bidang keilmuan lainnya.

Di Indonesia sendiri kasus penistaan dan penghinaan terhadap agama bukan baru kali ini saja terjadi. Pada tahun 1990 sastrawan Arswendo Atmowiloto pernah terjerat kasus serupa. Saat itu melalui tabloid monitor miliknya Arswendo mengadakan survey "tokoh idola". Para pembacanya dipersilahkan menulis nama tokoh idola mereka, lalu dikirim ke alamat tabloid ini. Setiap orang bebas menulis nama siapapun sesukanya. Tidak ada list khusus yang dipersiapkan oleh redaksi.
 
Sastrawan Arswendo Atmowiloto juga pernah terjerat kasus penistaan agama dan harus mendekam di bui selama 4 tahun dan enam bulan.
Hasil polling ini ternyata sangat mengejutkan. Nama Presiden Soeharto terpilih sebagai tokoh idola urutan teratas, disusul oleh BJ Habibie, Soekarno, dan musisi Iwan Fals di tempat keempat. Nama Arswendo berada di peringkat ke-10, sedangkan nama Nabi Muhammad berada di peringkat ke-11.

Pencantuman nama Rasulullah SAW di urutan ke-11 inilah yang memicu kemarahan umat Islam. Saat itu, gerakan massa untuk mendemo Arswendo dan Tabloid Monitor sangatlah masif. Akhirnya tabloid yang sebenarnya pada waktu itu sedang berada di puncak kejayaan dengan jumlah oplah yang luar biasa terpaksa dibredel pemerintah. Arswendo pun harus masuk bui untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Arswendo dijerat dengan pasal-pasal KUHP terkait penodaan agama dan divonis dengan hukuman lima tahun penjara. Sedangkan pada saat banding di Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung, Arswendo akhirnya dijatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara.

Pada saat polemik tersebut terjadi Arswendo Atmowiloto tidak pernah berkelit dan membela diri atau menuding ada pihak-pihak yang berusaha mendiskreditkan dirinya. Begitu muncul polemik Arswendo bahwa langsung meminta maaf baik melalui media cetak maupun media elektronik. Tabloid Monitor sebelum dibredel juga telah menuliskan permintaan maaf yang memenuhi halaman pertama dari tabloid tersebut.

Kasus penistaan agama yang akhirnya mengantarkan pelakunya ke penjara juga tidak “eksklusif” hanya untuk penista agama Islam semata. Kasus ini juga tidak “eksklusif” untuk orang-orang yang dikenal luas oleh publik atau dianggap sebagai tokoh masyarakat.

Kenyataannya pada tahun 2013 silam seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Bali harus rela mendekam di penjara selama 14 bulan karena terbukti oleh pengadilan telah melakukan penghinaan terhadap agama Hindu. Wanita bernama Rusgiani aka Yohana tersebut dikabarkan menyebut persembahan Hindu “kotor dan menjijikkan.”

Karena menghina Canang Sari yang merupakan alat peribadatan umat Hindu di Bali, seorang ibu rumah tangga di penjara.
Rusgiani yang beragama Kristen ini diputus pengadilan telah secara sah dan meyakinkan bersalah, sengaja dan secara terbuka mengungkapkan dirinya dengan cara menyulut konflik dan mencemarkan nama baik agama tertentu di Indonesia. Hukuman yang dijatuhkan majelis yang diketuai A.A. Ketut Anom Wirakanta tersebut lebih ringan dari tuntutan 2 tahun hukuman oleh jaksa.

Kasus Rusgiani tersebut terjadi pada tanggal 25 Agustus 2012. Saat itu ia pergi ke rumah Ni Nengah Suliati  di Jimbaran untuk mendoakan ibu mertua Suliati yang sedang sakit. Suliati melaporkan bahwa saat Rusgiani melihat Canang Sari (alat peribadatan umat Hindu berupa sesajen) di jalan Rusgiani berkata, “Tuhan tidak bisa memasuki rumah ini karena ada Canang di sini. Canang menjijikkan dan kotor. Tuhan kaya, Dia tidak membutuhkan persembahan.”

Kata-kata Rusgiani yang diucapkan secara “privat” tersebut dilaporkan oleh Suliati ke pihak kepolisian karena Suliati merasa Rusgiani telah melakukan penghinaan terhadap agamanya. Dan bahkan tanpa adanya bukti video Rusgiani tetap dijatuhi hukuman penjara oleh manjelis hakim.

I Nyoman Kenak, ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia di persidangan Rusgiani menyatakan bahwa pernyataan Rusgiani telah menghina orang beragama Hindu dan mendorong intoleransi beragama.

Kenyataan ini tentunya sudah cukup menunjukkan bahwa "kengototan" umat Islam agar Basuki diproses secara hukum bukan sebagai sebuah bentuk “tirani mayoritas”, unjuk kekuasaan atau mentang-mentang di Indonesia penganut Islam paling banyak jumlahnya. Kenyataannya penghinaan terhadap agama Hindu oleh seorang Kristen juga telah diproses hukum dan mendapatkan putusan penjara.

Langkah hukum yang ditempuh juga tidak ada hubungannya dengan pilkada. Tuduhan yang dilemparkan berbagai pihak bahwa polemik ini sengaja dipanjang-panjangkan untuk menjegal Basuki maju dalam pilkada DKI  juga sangat tidak berdasar. Apabila nanti kenyataannya Basuki diputus harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan masuk bui dan otomatis tersingkir dari “pertandingan” memperebutkan DKI 1, ya itu adalah akibat perbuatannya sendiri. 

COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,85,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,224,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,52,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,36,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,6,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,21,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Kasus Ahok dan Al Maidah, Jangan Tuduh Umat Islam Sok
Kasus Ahok dan Al Maidah, Jangan Tuduh Umat Islam Sok
http://cdn-2.tstatic.net/jambi/foto/bank/images/ahok_20161007_111516.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-bse7sLWd7pE/VlVPSZhW_oI/AAAAAAAAAUE/w__-rOzo274/s72-c/bali-2011-jare-photography-1-30.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/10/kasus-ahok-dan-al-maidah-jangan-tuduh.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/10/kasus-ahok-dan-al-maidah-jangan-tuduh.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy