Menanti Penerapan UU Halal

Nur Mahmudi Ismail (Foto: Firtra Ratory)

Oleh : Nur Mahmudi Isma'il

Ngelmu.com - Terbitnya Undang-Undang No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pada 17 Oktober 2014 perlu kita syukuri. Setelah melalui perjuangan panjang, harapan masyarakat yang ingin mendapatkan jaminan kepastian produk yang mereka konsumsi agar sesuai keselamatan kesehatan dan hukum syariahnya sudah terlaksana.

Kaum Muslimin di mana pun tentu nyaman dengan produk berlabel halal. Kalau kita kilas balik, berdirinya LPPOM MUI pun merupakan wujud interpretasi kesadaran kaum Muslimin dalam memberikan perlindungan tentang produk halal. Dalam mengeluarkan sertifikasi halalnya, LPPOM didukung pakar tentang hukum dan teknis kehalalan suatu produk ditinjau dari kacamata keilmuan dan fikih.

Dalam perspektif ketahanan pangan, ada empat hal yang harus diperhatikan agar ketahanan pangan terjaga baik. Pertama, pangan itu harus mencukupi. Kedua, distribusi harus merata.

Ketiga, diversifikasi pangan harus dijalankan agar tidak bergantung pada beras dan terigu. Keempat, keamanan dan keselamatan pangan harus menjadi perhatian. Keamanan dan keselamatan pangan salah satunya, yakni menyentuh aspek kesehatan dan legalitas hukum bagi konsumennya.

Terkait hal ini, pemerintah merasa kehadiran UU Jaminan Produk Halal sangat penting dan bermanfaat bagi pelaku ekonomi (industri dan produsen pangan), terlebih lagi untuk konsumen. Jangan sampai ada kesalahpahaman bahwa sertifikasi halal itu membatasi produsen untuk memperoleh profit yang lebih baik. Jika produsen dan konsumen merasa sama-sama diuntungkan dalam proses ekonomi, semestinya bisa memberi keuntungan besar secara akumulatif bagi pemerintah.

Lambatnya penerapan jaminan produk halal di Indonesia dibandingkan negara lain, tentu tidak lepas stigma bahwa penerapan UU Jaminan Produk Halal bisa memicu anggapan minor terkait isu SARA, pribadi, atau kepentingan agama. Padahal tidak demikian. Penerapan sertifikasi halal sejatinya justru memberikan rasa aman dan nyaman kepada semua pihak, tanpa ada yang dirugikan.

Tengoklah Malaysia yang menjadi negara pertama di dunia yang mengembangkan standar makanan halal. Sertifikasi halal mulai digunakan sejak 2004. Bentuk keseriusan Malaysia mengembangkan industri halal adalah dengan menyelenggarakan acara tahunan Pameran Halal Antarabangsa Malaysia yang dimulai sejak 2003. Hingga 2010, Malaysia telah menghasilkan 200 ton produk halal setiap hari!

Halal milik semua umat dan golongan, begitu juga di negeri minoritas Muslim. Thailand, negara dengan penduduk mayoritas Buddha, tapi pemerintahnya justru memiliki visi menjadikan Thailand sebagai pusat ilmu dan pengujian status produk halal.

Hal ini karena Thailand fokus pada produk ekspor halal. Apakah dengan menerapkan standar halal neraca ekspornya merosot? Ekspor makanan halal Thailand justru tumbuh 20 persen setiap tahun.

Saking perhatiannya dengan produk berlabel halal, pada 2010 Pemerintah Thailand mengucurkan dana untuk program 'Thai Khem Khaeng' (Thailand yang Kuat), yang di dalamnya terdapat alokasi pengembangan makanan halal sebagai bagian dari rencana pembangunan ekonomi nasional.

Komitmennya terhadap produk halal patut ditiru. Thailand berkomitmen untuk menjadi negara yang mampu menghasilkan produk-produk halal nomor satu di ASEAN. Luar biasa!

Singapura dan Jepang pun menjadikan standardisasi halal menjadi bagian penting. Singapura dengan penduduk Muslim yang hanya 15 persen, tapi sertifikasi halalnya meningkat lima kali lipat dari dekade lalu. Hal ini karena banyaknya industri yang masuk di pasar halal. Karena itu, MUIS (Lembaga Sertifikasi Halal Singapura) berencana membangun brand halal melalui pengembangan produk, perdagangan, dan bisnis konsultan.

Kalau kita lihat negara-negara yang memiliki kepedulian terhadap ekonomi secara makro meski bukan mayoritas Muslim, seperti Thailand, Inggris, Jepang, atau Singapura, tapi mereka melihat perlunya standardisasi halal dari potensi pasar (bisnis) agar produk halal mereka bisa dipasarkan kepada semua kalangan, termasuk konsumen Muslim.

Saat mendapat sertifikasi halal, produk itu pasti sudah dilengkapi pula sertifikasi lain. Selain higienis dan bersih, secara hukum agama juga memenuhi syarat. Dengan demikian, negara maju sudah pasti akan mendukung penerapan jaminan produk halal di negaranya. Halal itu identik dengan sehat dan higienis.

Melihat grafik pertumbuhan yang meningkat terhadap standardisasi halal di beberapa negara, Pemerintah Indonesia berdasarkan UU No 33 Tahun 2004 memiliki kewajiban. Pertama, menyosialisasikan UU itu kepada warga Indonesia. Kedua, mempersiapkan lembaga dan aturan terkait yang menjamin lahirnya sertifikasi halal pada produk yang dipakai atau dikonsumsi.

Perjuangan untuk menumbuhkan kesadaran dan mengajak berbagai pihak membentuk lembaga, seperti LPPOM juga UU yang dihasilkan DPR itu sudah selesai. Dua tahun pascaditerbitkannya UU No 33 Tahun 2014, harusnya sudah lahir produk-produk pelaksana, misalnya perpres.

Hal itu agar implementasi penerapan jaminan produk halal bisa secepatnya dirasakan masyarakat. Saat ini, tugas pemerintah adalah menerjemahkan, bagaimana memberikan jaminan kepada konsumen produk-produk yang beredar di Indonesia dengan cap sertifikasi halal.

Kami berharap, penerapan jaminan produk halal yang menyeluruh dan maksimal di negara kita akan memberikan tren positif dari sisi ekonomi dan kesehatan. Produk bersertifikasi halal tentu semakin memiliki added value di benak konsumen. Meningkatnya omzet pasti diraih. Itu yang kami rasakan ketika mendampingi LPPOM MUI dan produsen yang mencantumkan sertifikasi halal pada produknya.

Kebijakan sertifikasi halal di mancanegara akan memberi angin segar bagi penerapan jaminan produk halal di Tanah Air kita. Terbukti, negara yang serius menerapkan konsep halal dalam produknya justru mengalami peningkatan volume ekspor, bukan justru melemah.

Ini tantangan kita. Lahirnya UU No 33 Tahun 2014 adalah pintu masuk agar lebih optimistis menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penataan jaminan halal yang baik. Masyarakat menanti peran pemerintah agar memberikan rasa nyaman dan aman, dalam mendapatkan produk bersertifikasi halal yang berkualitas sehingga mampu bersaing di kancah global.

Nur Mahmudi Isma'Il
Peneliti Utama Kebijakan Pangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,85,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,224,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,52,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,36,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,6,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,21,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Menanti Penerapan UU Halal
Menanti Penerapan UU Halal
https://1.bp.blogspot.com/-smcmxtst8s8/WAW4Y3EHeyI/AAAAAAAAHYA/4koY7nnUP_8V-lh2JG1btzl4NotoahN5ACLcB/s640/nur_mahmudi.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-smcmxtst8s8/WAW4Y3EHeyI/AAAAAAAAHYA/4koY7nnUP_8V-lh2JG1btzl4NotoahN5ACLcB/s72-c/nur_mahmudi.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/10/menanti-penerapan-uu-halal.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/10/menanti-penerapan-uu-halal.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy