Mengenali Karakteristik Anak Rentan Bullying dan Cara Mengatasinya

Membunuh atau dibunuh. Dalam khasanah hukum rimba, frase membunuh atau dibunuh menjadi sebuah kewajaran belaka. Di jaman manusia yang belum berbudaya, ketiadaan hukum dan norma-norma sosial orang-orang “kuat” menindas orang-orang lemah. Tetapi syukurlah kini kita hidup di dunia yang beradab, di mana hukum dan keteraturan diciptakan untuk memastikan bahwa tidak ada manusia yang bebas melakukan penindasan kepada manusia lain. Tapi benarkah demikian?

Kisah tentang seorang bocah yang cacat setelah di-bully oleh teman-temannya kini ramai menghiasi lini sosial media kita. Baru-baru ini kita juga dikejutkan dengan berita di mana seorang remaja putri disekap oleh teman-teman sebayanya yang sama-sama perempuan, lalu ditindas beramai-ramai sampai tubuhnya disunduti dengan rokok. Sepertinya itu jenis kekejaman yang hanya bisa kita temui dalam film G30S PKI yang kini sudah tidak pernah ditayangkan lagi di televisi.


Anak-anak kita tidak lagi 100% aman berada di lembaga-lembaga pendidikan kita. Sejak dulu, saat masih sekolah, saya juga mengenal istilah “digencet”. Adik kelas yang agak cantik dan bergaya sering tidak disukai oleh kakak kelasnya. Lalu kakak kelas dan teman-temannya akan mengerubungi korban di sebuah tempat sepi, lalu beramai-ramai memarahinya. Itu sering terjadi pada anak-anak abege galau di SMP dan SMU. Tapi kini anak-anak di sekolah dasar bahkan sudah tidak aman lagi.

Orang tua tentu tidak ingin anaknya menjadi seorang tukang bully atau yang lebih parah lagi, menjadi korban bully. Salah seorang anak kenalan saya terpaksa pindah sekolah ke luar kota saking trauma karena menjadi korban bully teman-teman sekelasnya. Terkadang kita tidak habis pikir, apa kerja guru-guru sehingga sampai bisa abai dengan kondisi tersebut. Tapi apa mau dikata, kejadian itu memang kerap terjadi.

Sebenarnya dalam kasus bullying terkadang tidak ada kaitannya dengan apakah seorang anak bertubuh besar atau kecil. Hal ini lebih terkait dengan mental sang anak. Memang ada orang-orang yang mentalnya rentan sehingga gampang menjadi korban bully. Biasanya anak yang bully-able ini memiliki karakteristik baik dari tampilan fisik, sifat maupun sikap yang menyebabkan ia memiliki peluang di-bully lebih besar oleh orang-orang di lingkungannya.

Pelaku bullying sendiri tidak sembarangan mem-bully korban. Mereka memiliki kecenderungan untuk membully orang-orang tertentu, yang memang memiliki karakteristik yang mudah menjadikan ia korban.
Setiap orang tua pasti merasa bahwa anaknya adalah yang paling hebat dan sempurna. Tetapi untuk menghindari anak-anak kita menjadi korban bully, orang tua tidak boleh menutup mata dan harus bersikap jujur kepada diri sendiri. Apakah anak Anda masuk salah satu kategori dibawah ini?

Anak yang tidak memiliki kemampuan membalas. Misalnya secara fisik kecil, lemah, atau tidak percaya diri.
Anak yang memiliki "kekurangan fisik" kerap menjadi korban bullying

Sebenarnya kekurangan fisik seperti bertubuh kecil tidak selalu menjadikan anak rentan sebagai korban bully. Bahkan sebagian pelaku bullying memiliki tubuh yang lebih kecil dari korbannya. Tetapi jika tubuh kecil anak Anda menjadikannya kurang percaya diri sehingga anak tidak nyaman dengan tubuhnya sendiri, Anda harus memperhatikan dan mencatat detail ini. Hal yang sebaliknya juga bisa terjadi. Anak-anak dengan tubuh yang terlalu bongsor juga berpotensi untuk merasa rendah diri dan rentan menjadi korban bullying.

Anak yang tidak memiliki hal yang ia (pembully) miliki. Misalnya anak pintar membully anak yang kurang pintar. Anak yang cantik membully yang kurang cantik.
Terkadang guru yang suka memberi cap kepada murid juga bisa mengundang bullying

Membanding-bandingkan antara anak kita dengan anak orang lain tentu saja bukan hal yang seharusnya dilakukan. Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga tidak ada anak atau manusia yang lebih superior dibandingkan sesamanya. Akan tetapi anak-anak, bahkan guru-guru, terkadang tidak tahu hal itu. Korban bullying bisa saja terjadi karena ada permainan “favoritisme/anak emas” di kalangan para guru. Anak-anak yang merasa dirinya lebih baik mem-bully anak-anak yang diberi cap “kurang”. Kekurangan itu bisa saja dari segi kepandaian maupun karena kurang cantik/tampan. Karenanya sebagai orang tua kita harus paham betul tentang kekurangan anak-anak kita. Mungkin di mata kita anak kita adalah yang paling cantik rupawan, tapi tidak usah menutup mata kalau ternyata ia memiliki kekurangan fisik yang bisa menjadi bahan olok-olok teman-temannya. Alih-alih melakukan denial dan bersikap seolah semuanya baik-baik saja, orang tua bisa mengangkat isu tersebut dan meminta anak membicarakan ketidaknyamanan yang dia rasakan. Demikian juga jika anak tidak terlalu cerdas. Orang tua harus mau membicarakan kelemahan anak tersebut secara terbuka dan memberikan panduan mengenai cara-cara yang harus dilakukan si anak untuk menjadi dan merasa lebih baik.

Anak yang tidak memiliki teman atau pendukung.
Tidak memiliki teman menjadikan anak sasaran empuk bullying.

Orang tua juga harus memperhatikan betul bagaimana pergaulan anak-anak. Salah satu hal yang seharusnya ditanyakan kepada anak setiap pulang sekolah bukan hanya apa yang mereka pelajari, tetapi juga bagaimana mereka bermain dengan teman-temannya. Anak yang terbiasa ditanya dan diperhatikan akan lebih terbuka apabila ada teman yang membuatnya tidak nyaman. Orang tua juga harus waspada jika ada indikasi anak tidak mampu mencari teman. Pelaku bully biasanya mencari anak yang lemah dan tidak memiliki teman/pelindung. Karena itu penting sekali untuk mengetahui siapa-siapa saja teman-teman anak kita.

Anak yang mungkin memiliki kelebihan tetapi levelnya dianggap lebih rendah. Misalnya kakak kelas membully adik kelasnya yang cantik atau pintar.
Senioritas juga kerap menjadi akar masalah bullying

Selain di-bully akibat kekurangan yang dimiliki, ternyata ada kemungkinan anak di-bully karena ia memiliki kelebihan dibandingkan dengan orang-orang sekitarnya. Kasus ini tidak jarang terjadi. Rasa iri karena  mereka “kalah” membuat anak-anak yang tidak memiliki pegangan hidup cenderung menjadi perusak. Karena itulah banyak kasus di mana seorang anak yang cantik di-bully oleh kakak kelasnya. Posisi anak sebagai “junior” dan kakak kelas sebagai “senior” membuat si senior merasa punya hak untuk melakukan bullying. Dalam kasus ini biasanya kekerasan akan meningkat secara gradual jika korban membiarkannya berlarut-larut.

Dibutuhkan usaha yang terencana dan terstruktur untuk menghilangkan bullying. Dan memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Orang tua mungkin merasa bahwa selama di sekolah anak menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Tapi kenyataannya pihak sekolah juga tidak bisa 100% mengawasi kegiatan para muridnya. Oleh karena itu anak harus dipersiapkan sejak dari rumah sehingga ia tidak mengundang pembully. Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anak tidak menjadi korban bullying.

Tumbuhkan kekuatan dan kepercayaan diri
Untuk menghidari bullying, tanamkan rasa percaya diri dan kekuatan dalam diri anak

Hal ini terlihat sederhana, namun poin inilah sebenarnya paling menantang. Menumbuhkan kepercayaan diri pada anak berarti kita perlu menanamkan pada pikiran dan perasaan anak, bahwa ia bernilai. Tunjukkan pada anak bahwa ia diterima apa adanya, disayang, didukung dan dilindungi. Anak-anak yang menjadi korban bullying sering merasa bahwa tidak ada yang bisa menolong mereka. Orang tua harus meyakinkan kepada anak bahwa apapun yang terjadi, anak selalu memiliki kasih sayang orang tua.

No labelling, no comparation, just accept.
Yakinkan anak bahwa ia berharga dan dicintai

Anak-anak yang mengembangkan sikap “bully-able” umumnya merasa bahwa ia tidak diterima oleh orang-orang sekitarnya. Sikap ini tanpa disadari bisa berasal dari perilaku orang tua. Orang tua yang menginginkan yang terbaik untuk anaknya terkadang bersikap keras agar anak bisa “dibentuk” sesuai standar orang tua. Kerap kali orang tua membandingkan anak dengan anak lain yang dirasa “lebih baik” atau orang tua yang tidak sabaran memberikan “label” seperti: bodoh, pemalas, lamban kepada anak dengan maksud agar anak menjadi lebih cekatan. Padahal dampaknya anak justru merasa bahwa label itu menjadi identitasnya yang sebenarnya.

Temukan bakat dan kelebihannya
Bimbing anak menemukan dan mengembangkan bakat dan kelebihannya

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Bisa saja anak kita tidak pandai pelajaran sekolah. Tetapi ia berbakat musik dan melukis. Atau tampaknya anak tidak ada bakat sama sekali seperti Nobita, tapi ternyata ia memiliki imajinasi tinggi dan punya refleks yang baik. Karena itu berikan peluang agar bakatnya berkembang.

Jika seekor ikan hanya dinilai dari kemampuannya memanjat pohon, maka seumur hidup ia akan merasa bahwa dirinya bodoh dan tak berharga. Kenali bakat anak Anda!

Dukung agar ia berteman

Anda mungkin tidak tahu karena seumur hidup Anda berteman semudah bernafas. Tetapi bagi beberapa orang ketrampilan berteman perlu diasah dan dibimbing. Anak-anak yang pada dasarnya pemalu dan tertutup sulit untuk membuka diri dan mencari teman. Karena itu anak perlu dibimbing untuk mengembangkan sifat-sifat yang membuat orang senang berteman dengannya.

Tumbuhkan sikap bekerja sama, suka menolong, terbuka, ramah, sopan, dll dengan membiasakannya dirumah. Bantu anak dengan mempertemukannya dengan teman-teman yang baik. Teman yang peduli, memiliki minat yang sama, suka menolong, dan lainnya.

Kembangkan sikap "Saya baik-baik saja”
Tanamkan kepada anak bahwa pem-bully adalah orang-orang yang justru paling patut dikasihani

Korban bullying terkadang merasa bahwa mereka memang pantas untuk di-bully. Mereka merasa bahwa mereka memang melakukan kesalahan yang mengakibatkan mereka menjadi seorang korban. Orang tua harus membantu anak mengembangkan sikap yang tepat. Tanamkan bahwa kalau kamu membully saya, bukan saya yang bermasalah, tapi kamu yang bermasalah.

Beri pemahaman bahwa setiap orang memiliki kekuatan serta kelemahan yang berbeda satu sama lain. Dan itu wajar. Kelebihan seseorang tidak layak menjadikannya sombong, dan kekurangan seseorang tidak layak menjadikannya minder.

Oleh karena itu kalau ada seseorang membully orang lain karena ia merasa lebih baik, apalagi bila hal yang dibully adalah sesuatu yang tidak bisa diubah, seperti fisik misalnya, maka kita justru perlu kasihan pada orang yang membully tersebut. Karena ia menghina ciptaan Allah, padahal ciptaan Allah tak pernah ada cacatnya, selalu sempurna.



COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,aksi mata-mata,1,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,2,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,86,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,229,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,mata-mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,54,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,37,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,7,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,timnas Indonesia,1,tindakan subversif WN Cina,1,Tips,1,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,22,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Warga Cina tanam benih cabe berbakteri,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,Yusuf Mansur,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Mengenali Karakteristik Anak Rentan Bullying dan Cara Mengatasinya
Mengenali Karakteristik Anak Rentan Bullying dan Cara Mengatasinya
http://kansas.kvc.org/wp-content/uploads/sites/2/2014/09/stop-bullying-833x576.png
http://1.bp.blogspot.com/-c978rrfjp4Q/VPX9lecjEjI/AAAAAAAAYko/eeqTRixOqIs/s72-c/2014-06-27_AOF_16523_RGB.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/10/mengenali-karakteristik-anak-rentan.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/10/mengenali-karakteristik-anak-rentan.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy