Menghadapi Remaja Kita dengan Games dan Sosmednya

Pornografi di internet bukanlah sebuah rekreasi yang tidak berbahaya. Ia adalah tsunami “spiritual dan moral” mengerikan yang akan menyapu seluruh bangsa (Foto: thespiritbusiness)

Oleh Elly Risman*


Ngelmu.com - Hari terasa seperti berlari. Begitulah, karena hidup sudah semakin sibuk, sering kita tidak menyadari bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita telah mengubah klasifikasi mereka dari anak-anak menjadi pra atau remaja.

Tubuhnya tambah tinggi, wajah mulai padat, tungkai tangan dan kaki memanjang, tubuh berbentuk. Karena sibuk, perubahan itu tidak begitu dikenali oleh orangtuanya. Namun untuk kami yang sesekali bertemu dengan cucu-cucu, ini adalah kenyataan yang menghentak jiwa ketika hanya jarak empat bulan, bertemu lagi cucu sulung kami tingginya melampaui hampir sejengkal! Bahasa agamanya, anak-anak ini memasuki tahapan akil baligh. Mereka menghadapi atau menjalani masa pubertasnya.

Seiring itu, berbagai hal terjadi termasuk kebiasaan mereka menggunakan gadget dan sosmed. Saya ingin berbagi dengan Anda pengalaman saya beberapa waktu lalu dalam versi yang lain. Duduklah di samping kiri saya seorang ayah separuh baya, sekitar awal 40-an. Saya sudah terlebih dahulu ngobrol panjang dengan anak sulungnya, laki--laki kelas 9 yang dikeluhkan ibunya kecanduan games.

S (saya)    : ” Apa yang bapak keluhkan dengan anak lelaki sulung bapak, pak?”
B (Bapak) : “Tidak ada bu, hanya suka main games…”
S         : “Apakah menurut bapak kesukaannya main games itu tidak serius?”
B         : “Yah biasa saja bu, karena kalau saya ajak sholat ke mesjid masih mau dan masih ngaji kalau saya suruh”.
S         : “Tahukah bapak bahwa anak bapak bermain games on line pakai WiFi tetangga sampai 45 -65 jam per pekan, sedangkan jumlah jam belajar di sekolah hanya 36,5 jam sepekannya?”
B           : “Haah? Tidak bu”
S           : “Menurut ahli tentang kecanduan games, namanya Graham Har Ding pak, kalau main games di atas 20 jam sepekan seseorang sudah kecanduan pak. Jadi menurut bapak, dengan lamanya anak bapak bermain apakah anak bapak sudah kecanduan belum pak?”.
B   : “Yah sudah lah bu !”
S   :  “Apakah bapak tahu anak bapak sudah ikut lomba games online se-Asia Tenggara dengan timnya dari dua negara tetangga?”
B   : “Oh, gitu ya bu.. Nggak bu!”

Gubraaaaak…Dalam hati saya: yang bapak tahu apa...paaak ?

Saya pastikan kalau saya tanyakan lebih lanjut tentang anaknya, saya akan mendapatkan jawabannya yang menunjukkan sama abainya beliau terhadap berbagai bentuk kebiasaan dan dampak buruk dari kecanduan lainnya yang dialami anaknya kini, akibat salah guna dari gadget dan sosmed yang difasilitasinya atas dasar kasih dan cinta. Saya bersandar sejenak, menghela nafas panjang dan terdiam…menyeru Allah…

Ruang praktek saya yang hening bertambah hening. Biarlah... bapak itu juga memerlukan waktu merenungi kondisi anaknya, sementara saya menata rasa. Menari-nari di benak saya  gambaran berapa juta ayah dan ibu di luar sana yang setara sikapnya dengan bapak muda di depan saya ini.

Foto: accesscounselinggroupinc
Abai, tidak tahu, anggap enteng, merasa aman, anak saya oke-oke saja, menganggap apa yang dilakukan anak dan remajanya sesuatu yang biasa untuk anak seumurannya, gaptek–jadinya merasa berat dan terbebani sehingga enggak sanggup dan menyerah pada keadaan. Semua itu adalah akar tunggal dan akar majemuk dari berbagai masalah dan bencana yang sekarang sedang kita alami.

Langsung teringat oleh saya kata-kata pengantar teman saya Mark B Kastleman untuk bukunya yang edisi bahasa Indonesia. Bangkit dan sadarlah! Pornografi di internet bukanlah sebuah rekreasi yang tidak berbahaya. Ia adalah tsunami “spiritual dan moral” mengerikan yang akan menyapu seluruh bangsa Anda. Menghancurkan siapapun yang dilewatinya. Jika tidak segera ditangani, ia akan menhancurkan semua orang dan segala sesuatu yang Anda sangat sayangi.

Dan yang paling rentan dan rapuh dalam masyarakat Anda adalah mereka yang berada dalam bahaya terbesar yaitu anak anak dan remaja Anda, satu satunya masa depan bangsa Anda. Huuuh!

Jadi, bagaimana menghadapi anak remaja kita dengan games dan sosmednya ?

1. Marilahkita saling membangunkan diri sendiri, pasangan, saudara kandung dan ipar, orangtua (bagi mereka yang menitipkan anaknya pada kakek neneknya), teman dan tetangga kita dari pingsan, abai, dan anggap enteng terhadap kebiasaan anak dalam menggunakan gadget-nya. Bagaimana dahsyatnya  dampak negatif dari games dan sosmed yang akan kita bahas lebih lanjut di bawah ini.
 
2. Kita harus menyadari bersama bahwa anak kita bukan milik kita. Jadi, jangan ketika dianugrahi ke kita mereka sempurna, saat kita pulangkan ada yang cedera : otak atau jiwanya.

3. Untuk bisa membicarakan atau mengatur ulang serta membatasi penggunaan gadget dan sosmed dengan anak nampaknya terlebih dahulu kita harus berupaya untuk memperbaiki komunikasi agar mampu menghangatkan kembali  hubungan dan membuat kita dapat menyelami sejauh mana keterlibatan dan ketergantungan anak kita dengan kedua hal tersebut dan bagaimana perasaannya.

Foto: umcom
4. Mari menoleh kembali ke pengasuhan masa kecilnya, apa saja yang terabaikan dan yang tertinggal selama ini dan apa akibatnya bagi perkembangan kemampuan berpikir, harga, dan kepercayaan diri serta pemahaman dan praktek agama dalam kehidupan sehari-hari yang berakibat pada kemampuan pengontrolan dirinya dari melakukan hal yang tidak patut bagi diri sendiri atau terhadap orang lain di sekitarnya.Yang tidak kalah pentingnya adalah kemandirian dan kemampuan bertanggung jawab pada Allah, diri sendiri, dan keluarga atas niat dan perbuatannya.

5. Bagaimana peran dan keterlibatan ayah selama ini dalam pengasuhan. Semoga tidak seperti contoh bapak di atas. Karena kalau ya, maka jarak terentang itu memerlukan waktu yang panjang untuk merapatkannya kembali. Sementara, peran ayah sangat signifikan dalam pengarahan, pengontrolan, dan perbaikan anak, lepas dari anak kita lelaki atau perempuan. Ayah harus sadar dan terlibat penuh, kalau beliau tidak melakukan kedua hal tersebut, maka maka ibu dan orang di sekitar harus berupaya karena Allah, untuk membantu menyadarkan ayah tentang hal ini. Tak bisa tanpa ayah…

Sebagai illustrasi, banyak sekali kasus terapi adiksi bermacam hal yang telah kami lakukan, sulit berhasil karena ayah tidak terlibat. Yang paling sulit adalah bila ketergantungan atau adiksi yang dialami anak tersebut, penyebab utamanya adalah buruknya  hubungan dengan ayahnya.

6. Perlu sekali teman teman ketahui, dari evaluasi tim psikolog kami yang praktek di klinik selama beberapa tahun terakhir ini, terjadi perubahan drastis dari jenis kasus yang kami hadapi. Kebanyakan dari masalah yang dihadapi bukan lagi seputar ketergantungan atau adiksi  pada internet, games, atau sosmed lagi tapi sudah pada dampaknya berupa : menunjukkan dan mempertontonkan diri/exhibisionist, perilaku gay dan lesbi, seks suka sama suka, dan berbagai kenakalan remaja yang khas era digital yang sangat berbeda dengan kenakalan remaja ketika anda muda dulu. Jauuuh...

Foto: triptease
7. Dengan membuat inventory terhadap berbagai hal di atas, teman-teman bisa membuat penjadwalan untuk memecahkan dan mengatasi masalah. Apa dulu yang dilakukan dan bagaimana melakukannya.

8. Sementara itu, teman-teman perlu mengecek tentang : games apa yang kini dimainkan anak, berapa jenis games, dan berapa besar konten pornografi di dalamnya. Hal lain adalah mencermati frekuensinya bermain, bukan tidak boleh sama sekali, tapi harus diperhatikan apa yang dinyatakan oleh ahli tentang games, Graham Harding : main games 15 jam sepekan, kecanduan pathologis. Jadi, usahakan di bawah 15 jam sepekan untuk anak-anak di atas 8 tahun hingga pra remaja. Hindari anak tidak bermain di hari sekolah (week days), tapi di week end Anda bebaskan dan melampaui 20-30 jam untuk dua hari. Sama saja bohong.

Jangan kehilangan kata untuk membicarakan dampak negatifnya dengan anak. Walau anak lebih pintar dari kita, tapi Anda orangtuanya. Kalau sekarang saja Anda tak bisa mengendalikan bagaimana 3-5 tahun ke depan? Untuk bisa membahasnya, Anda wajib menambah dan memperkaya diri dulu dengan pengetahuan tentang games.

9. Penting bagi Anda berusaha untuk mengenali bakat anak Anda dalam hal games ini. Seperti anak yang saya singgung di atas, sebenarnya selain ahli dalam main games, ternyata dia juga kreatif dalam desain dan sering dimintai teman-temannya untuk membuat logo grup olahraga atau hanya kelompok bermain. Sayang, hal ini tidak dikenali dan dikembangkan oleh orangtuanya. Kata kuncinya, anak dibantu bukan hanya jadi konsumen atau pengguna, tapi jadi pencipta atu produsen. Terserah apa, sejauh itu positif dan bermanfaat bukan yang berhubungan dengan maksiat.

10. Setelah Anda mengenali semuanya baru Anda mengarahkannya sesuai dengan temuan Anda. Jangan putus harapan terhadap rahmat Allah. Setelah semua usaha, tutuplah dengan doa.

Selamat berjuang – Pastikan Anda menang!

* Elly Risman adalah psikolog spesialis pengasuhan anak dan menjabat Direktur Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati. Elly dikenal sebagai tokoh yang gigih dalam menyuarakan perlunya orangtua mengasuh dan mendidik anaknya secara sungguh-sungguh.

COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,79,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,207,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,116,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,35,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Menghadapi Remaja Kita dengan Games dan Sosmednya
Menghadapi Remaja Kita dengan Games dan Sosmednya
https://4.bp.blogspot.com/-tj3cF8pxt1k/WAic4ZeaX_I/AAAAAAAAAGg/y7sUm8Xa-N8OKLR0v0kdX9KOqgVgkUSYgCLcB/s640/remaja%2Bdan%2Bsosmed_thespiritbusiness.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-tj3cF8pxt1k/WAic4ZeaX_I/AAAAAAAAAGg/y7sUm8Xa-N8OKLR0v0kdX9KOqgVgkUSYgCLcB/s72-c/remaja%2Bdan%2Bsosmed_thespiritbusiness.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/10/menghadapi-remaja-kita-dengan-games-dan.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/10/menghadapi-remaja-kita-dengan-games-dan.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy