Negeri Penuh Drama

SHARE:


Oleh Ari Wibowo

Ngelmu.com - Sebenarnya bangsa ini dikenal dengan penduduknya yang ramah, suka bergotong royong , bertoleransi tinggi dan pemaaf serta murah senyum.

Hanya saja, seringkali, kita lupa, bangsa ini juga terkenal sangat suka dengan sesuatu yang berbau drama. Hingga tak aneh, banyak hal di negeri ini yang acap kali didramatisir, keluar dari esensi alur ceritanya. Seorang kawan saya menyebutkan dengan bahasa lain,yaitu festivalisasi.

Tidak percaya?

Coba perhatikan penyelesaian beberapa kasus hukum yang ada. Seringkali dramatisasinya lebih dominan dari esensi substansi hukum itu sendiri. Bahkan masuk terlalu jauh ke area privat yg katanya tersangka  yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan esensi permasalahan.

Dari soal istri muda, sadapan pembicaraan yang  tak berelasi dengan masalah, hanya agar suasana dramatis nya langsung dicerna oleh permirsa saja. Dari hal hal sekunder bahkan tersier lain yang dipertontonkan ke segala penjuru dunia, agar pemirsa larut di dalamnya tanpa memahami esensi masalah.

Yang paling fenomenal dramatisasinya adalah kasus LHI dan Kuota Impor Sapi. Nyaris tak ada kaitan sama sekali drama dengan esensi tuduhan hukumnya. Bahkan yang bersangkutan terpaksa masuk penjara tanpa pernah jelas duduk perkaranya. Jika memang dalam memberantas mafia impor, kenapa sejak dipenjarakannya yang bersangkutan, mafia impor sapi makin merajalela? Salah tangkap atau memang ingin mengejar rating drama? Ahh...sudahlah..namanya juga negeri penuh drama.

Tapi kan itu soal politik, apa benar bangsa ini suka drama??

Ha ha ha, coba tengok layar kaca. Mungkin hanya Indonesia di antara seluruh bangsa di dunia, yang menyiarkan laporan khusus secara langsung sidang soal Kopi Sianida dengan segala embel embel dan akrobat ahli-ahli didalamnya. Terus menerus tak henti-henti hingga sekian episode di beberapa stasiun televisi. Aneh tapi nyata..!

Lalu, masih ingat penggerebekan 'sarang teroris' yang tampil langsung di layar kaca? Bagai film2 Hollywood kelas dunia, menangkap satu dua atau tiga manusia, yang dikepung dengan kendaraan lapis baja, dan senjata-senjata canggih serta sepasukan manusia dipertontonkan bagai bioskop ekstra yang jutaan manusia bisa menontonnya. Bahkan adegan tembak menembak dan darah sebenarnya menjadi santapan anak-anak bangsa. Keterlaluan!

Belakangan, masih ingat juga kan, operasi tangkap tangan (OTT) yang dikunjungi oleh presiden yang mulia?? helooow?

Belum lagi aksi-aksi cowboy cap angsa menerabas asap di hutan-hutan dan merangsek ke gorong -gorong yang tak ada bekas esensinya.

Masih belum percaya kalau bangsa ini pecinta drama ?

Mari kita tengok ke dalam, ke rumah-rumah penduduk negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kertaraharja. Tayangan sinetron dramatis yang berseri seri jumlahnya, adalah santapan utama rumah tangga rumah tangga indonesia. Dari kanak -kanak hingga dewasa, dari bocah mungil hingga mbah-mbah. Konten nya? tak terlalu perlu dibahas, yang penting efek drama begitu kata penjajanya.

Yaaah.... memang inilah sisi lain bangsa ini, suka dengan yang berbau drama. Sehingga wajar, untuk memunculkan gagasan dan isu diperlukan sebuah drama se drama drama nya

Begitu juga, untuk menutupi sebuah gagasan atau isu, diperlukan sebuah drama se drama drama nya.

Harus ada lakon, tokoh dan cerita.

Liat saja, di setiap isu-isu besar bangsa yg miring, seringkali tetiba hadir fragmen drama yang muncul dadakan. Pembenaran atau kebenaran agak sulit membedakannya.

Entah tiba2 muncul penangkapan teroris lah, kelangkaan barang lah dan lain sebagainya.

Nah, termasuk belakangan ini, sedang diputar sebuah drama 2 hinga 3 atau bahkan 4 babak yang sedang disiapkan dalam helatan Pilkada DKI Jakarta.

Awalnya drama dimulai dengan Petahana yang mulai khawatir digerogoti elektabilitas dan popularitasnya. Dimainkanlah drama satire yang sangat sangat beresiko tapi berpotensi menaikan keduanya (elektabikiras & popularitas). Tapi tak dinyana, publik mulai bisa membedakan mana drama berkualitas yang bisa dinikmati mana yang sekedar untuk meraih rating saja.

Sepertinya alur lakon dan cerita drama yang sudah disiapkan sang sutradara kurang menuai hasil yang sempurna. Tak kurang banyak pihak yang mencibir drama tak bermakna ini. Bahkan gelombang penolakan atas drama semakin meninggi dan tak main main. Mulai masuk ke wilayah pidana.

Bahkan dalam kepanikannya, sang Petahana yang terkenal arogan dan bermuka baja, harus tunduk tak berdaya memohon maaf kepada pemirsa. Alih-alih hal ini akan mendapatkan belas merana, pemirsa yang kadung marah, tak tergoda untuk menghentikan proses hukumnya.
Hancur sudah efek drama yang hendak dimainkannya. Elektabikitas dan popularitas yang tadinya ingin dipompa, malah jungkir balik tak terduga.

Tentunya, sang sutradara tak boleh tinggal diam dan kalah. Harus diciptakan lakon baru dalam babak lanjutan drama. Agar Petahana tak makin nyungsep kehilangan eletabilitas dan popularitasnya.

Sentral cerita harus digubah. Tokoh utama juga harus dipindah. Agar tokoh utama sebenarnya, yaitu Petahana, selamat dan keluar dari kekusutan cerita.

Munculah aktor baru pengalih suasana. Mulailah babak baru drama yang berbeda.

Seperti awal drama sebelumnya, kini jutaan group-group wa, status-status sosial media, membahas aktor baru dan new drama yaitu : Nusron dan Kenyelenahannya.

Ramai bahkan ramai sekali hingga hiruk pikuk semua orang membahasnya.

Diam diam Petahana mengamati keriuhan ini di  Balaikota.

Sambil nyengir kuda, dia berkata :

"Fuuiihhh....selamet-selamet, hampir aje kelar idup gue....kena deh lu pada...."

Thanks ya Nusron..!! (red)


***
Jaringan aktivis Indonesia
Aktivis Mahasiswa 98


COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Negeri Penuh Drama
Negeri Penuh Drama
https://4.bp.blogspot.com/-uipXDxRAa3c/WABerX5KlHI/AAAAAAAAHSQ/DJ-SHCvSCxIybu9mdGiT1_Stfqvx-ZEXACLcB/s640/ari%2Bwibowo.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-uipXDxRAa3c/WABerX5KlHI/AAAAAAAAHSQ/DJ-SHCvSCxIybu9mdGiT1_Stfqvx-ZEXACLcB/s72-c/ari%2Bwibowo.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/10/negeri-penuh-drama.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/10/negeri-penuh-drama.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy