Petahana, Kontroversi dan Drama Politik dalam PILKADA DKI

SHARE:


Oleh Ari Wibowo, Jaringan Aktivis Indonesia (JAI)

Ngelmu.com - Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan oleh munculnya video dan liputan Petahana yang menyinggung masalah SARA.  Berbagai tanggapan muncul dari berbagai kalangan. Dari yang rasional hingga emosional. Memang , berbicara masalah SARA adalah sesuatu yang yang sangat sensitif dan perlu berhati-hati, karena berpotensi untuk memunculkan ketidaknyamanan dalam kontek sosial kemasyarakatan.

Apalagi dalam suasana politik yang sedang hangat – hangat nya menjelang Pilkada. Banjir diskusi dan tanggapan di WA group, status-status di media social seperti FB dan twitter hampir seperti di dominasi oleh tema ini.

Sebenarnya ada dua aspek yang perlu di cermati dari isu ini, yaitu aspek hukum dan politik. Hal ini bukan untuk menyederhanakan permasalahan atau apalagi dianggap tidak memiliki ‘kepedulian’ beragama. Tapi justru untuk menempatkan permasalahan pada tempatnya serta memuliakan agama, agar tidak dipermainkan.

Aspek Hukum


Di berbagai diskusi dan perbincangan isu ini begitu kencang bergulir, bahkan hingga memuculkan sikap emosional yang bisa menyebabkan isu ini justru menjadi bumerang bagi ummat Islam.

Kontroversi, atau lebih tepatnya Provokasi yang dilempar oleh Petahana, memang sebuah bahan bakar yang mudah sekali menyulut sumbu emosi kaum muslimin. Bahkan tidak jarang, dengan penyikapan emosional yang tidak tepat justru merugikan dan memojokan kaum muslimin. Apalagi, jika tindakan yang dilakukan melewati batas-batas dan norma-norma hokum yang ada.

Alih-alih, membela atau memperjuangkan kehormatan aqidah, tetapi tidak jarang dengan segala kelicikan dan strategi media mereka,  justru di putar balik dan dikondisikan sedemikian rupa, sehingga yang muncul adalah sisi kelam dan tak ramah dari pembela-pembela aqidah ini.

Poin-nya adalah, kaum muslimin perlu menyikapinya secara hati-hati dan tidak sekadar mengandalkan emosi semata. Jika memang ditemukan fakta yang kuat dan valid tentang penistaan agama atau pelecehannya, yang terbaik adalah melakukan pembelaan melalui jalur dan langkah hukum.

Hal ini sekaligus menjadi pembelajaraan bagi publik untuk tidak mencoba-coba melakukan penistaan atau pelecehan terhadap agama apa saja oleh siapa saja. Apakah oleh seorang pejabat publik atau rakyat biasa. Disisi lain, langkah ini jauh lebih elegan dan menguatkan sistem demokrasi serta hukum dalam bermasyarakat dan bernegara.

Sudah saatnya, pelaku-pelaku penistaan dan pelecahan agama apapun dan siapapun, di laporkan dan diproses secara hokum.  Termasuk, petahana yang dianggap melakukan penistaan dan pelecahan agama sebegaimana yang terlihat di video yang beredar viral.

Harus ada orang per orang pribadi, atau bisa juga kelompok, melaporkan Petahana kepada pihak berwajib dengan dalih dan anggapan tersebut, jika memang fakta dan datanya ada serta akurat.


Aspek Politik


Dalam suasana dan kondisi Politik saat ini yang begitu hangat, kontroversi yang dilakukan oleh Petahana tidak dapat dianggap sebagai sebuah kebetulan belaka. Apalagi menyangkut isu yang sangat sensitif.

Selalu saja terbuka peluang dalam sudut pandang politik. Sehingga tidak aneh, jika kontroversi ini bagi sebagian kalangan dianggap sebagai sebuah Provokasi dan Rekayasa untuk mencapai target-target politik tertentu. Ada drama yang hendak di ciptakan dari kontroversi ini, yaitu drama politik.

Dan tentunya, sutradara politik yang melakukan cipta kondisi drama politik ini, sangat tahu persis selera penikmat dan pelaku dramanya. Pilihan isu agama dalam drama ini adalah sebuah kisah yang akan banyak menyedot perhatian pemirsa hingga ke seantero mayapada. Ratingnya akan tinggi dan traffic nya bakal ramai. Hal ini mungkin saja dianggap perlu dan mendesak oleh sutradara dan produser, meski harus menuai kontroversi untuk menaikan rating dan traffic, apalagi jika  mengingat akhir-akhir ini, sang pemeran utama dalam drama politik tergeser oleh tokoh-tokoh pemeran pendatang lainnya.

Hasil survey beberapa lembaga membuktikan indikasi nya. Elektabilitas dan Popularitas pemeran utama lama (petahana), merosot tajam akhir-akhir ini. Lambat laun tersusul oleh pemeran-pemeran pendatang yang jauh lebih memikat hati pemirsa. Dan seperti biasa, kaum muslimin gegap gempita menyikapi drama politik ini.

Bayangkan, secara dramatis, kini ribuan grup wa sibuk membicarakan drama politik petahana. Status-status dan perbincangan di media social ramai dipenuhi soal kontroversi dan atau provokasi petahana ini. Jutaaan orang meradang dan memberikan sikap emosionalnya melalui channel-channel yang ada.

Untuk tahap ini, sepertinya produser dan sutradara politik berhasil memainkan peran nya untuk menggiring permirsa masuk dalam alur dan cerita drama nya. Sesuatu capaian yang indah meski harus melewati cara yang susah. Pemeran utama alias petahana kembali menjadi omongan banyak orang. Dan banyak orang mulai sedikit dijauhkan membicarakan pendatang – pendatang baru yang sebelumnya menjadi buah bibir dan omongan banyak orang.

Lalu, tidak lama lagi, instrumen- instrumen produser lainnya akan bekerja membalikan cerita. Bisa melalui media dan atau bahkan melalui lembaga-lembaga survey yang ada, bahwa sang Petahan, naik kembali pamor elektabilitas dan popularitasnya.

Mengenai Kontroversi atau Provokasinya, mudah saja, berikan klarifikasi bahwa maksud dan tujuan Petahan tidak melakukan penistaan dan atau pelecehan agama, atau bahkan sedikit berpura –pura  memohon maaf agar ending drama nya makin menaikan elektabilitas dan popularitasnya.

Ahhh... lagu lama dengan sedikit aransamen berbeda.

COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,17,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,33,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,16,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Petahana, Kontroversi dan Drama Politik dalam PILKADA DKI
Petahana, Kontroversi dan Drama Politik dalam PILKADA DKI
https://2.bp.blogspot.com/-mpwVlYBhjdQ/V_XxJFQaJSI/AAAAAAAAHN4/WJhPgQms94Ab9aTFhpDT3-qPkM8ShPS9QCLcB/s640/monas.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-mpwVlYBhjdQ/V_XxJFQaJSI/AAAAAAAAHN4/WJhPgQms94Ab9aTFhpDT3-qPkM8ShPS9QCLcB/s72-c/monas.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/10/petahana-kontroversi-dan-drama-politik.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/10/petahana-kontroversi-dan-drama-politik.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy