Sastra dan Aliran Sesat Jadi Media Favorit Penista Agama

SHARE:


Manusia memang makhluk yang senang dengan elu-elu dan bangga apabila dianggap “unik” kemudian dikenal luas, memiliki pengagum, pendukung dan pengikut. Tidak bisa dipungkiri bahwa cara yang paling mudah untuk dikenal luas oleh masyarakat adalah dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang kotroversial. Di Indonesia sendiri salah satu cara yang paling cepat untuk membuat kontroversi adalah dengan menghina, melecehkan dan menistakan simbol-simbol keagamaan, terutama agama Islam yang dianut oleh nyaris 90 persen rakyat Indonesia.

Kenyataan yang pahit memang, tetapi harus kita akui bahwa meskipun mengaku Muslim, banyak rakyat Indonesia yang justru tidak bangga dengan simbol-simbol keislaman. Bahkan bukan sekadar tidak bangga, mereka terganggu dan malu dengan simbol-simbol keislaman. Karena itu tidak sedikit yang justru bersorak kegirangan jika simbol-simbol tersebut dihinakan. Bahkan penghina simbol-simbol itu didukung dan dibela mati-matian. Padahal tidak ada faedahnya juga untuk mereka jika membela orang-orang seperti itu. Mau bagaimana lagi, sejarah mencatat bahwa penista simbol-simbol Islam sudah dilakukan sejak dulu kala, bahkan oleh orang-orang yang tercatat sebagai pahlawan dalam sejarah.

Pelecehan Lewat Sastra

Martodarsono dan Djojodikoro
HOS Tjokroaminoto merupakan salah satu tokoh yang protes keras terhadap pelecehan agama yang dilakukan oleh Djojodikoro di surat kabar Djawi Hiswara.

Tercatat pada tahun 1918 kedamaian kota Surakarta digoncang oleh surat kabar Djawi Hiswara edisi 11 Januari 1918 No.5. Surat kabar yang diterbitkan N.V.Mij. t/v d/z Albert Rusche&Co. dan dipimpin Martodarsono itu, memuat artikel Djojodikoro yang berjudul “Pertjakapan antara Marto dan Djojo”. Dalam artikelnya, Djojodikoro menulis “Gusti Kandjeng Nabi Rasoel minoem A.V.H. gin, minoem opium, dan kadang soeka mengisep opium.”

Para pengarang memang memiliki daya khayal yang tinggi. Terkadang atas nama seni dan inspirasi yang diakui datang dari Tuhan Yang Maha Esa mereka tidak tabu melabrak batas-batas kesopanan dan kesantunan dalam beragama. Entah apa agama orang yang tega menuliskan kata-kata yang dimaksudkan sebagai sastra tersebut yang jelas kejadian ini menimbulkan kemarahan di kalangan umat Islam.

Peristiwa ini oleh sejarawan Deliar Noer dipandang sebangai pertarungan antara kaum santri dan abangan. Sebab sejak beberapa tahun sebelumnya dan setelah peristiwa tersebut, kaum nasionalis Jawa yang abangan selalu melihat Islam sebagai tandingan yang berasal “dari luar”,  yang hendak menekan “kepercayaan Jawa”. Mereka kemudian mendirikan Comite Voor Het Javaansch Nationalism (Panitia Kebangsaan Jawa) untuk menyalurkan aspirasi ideologis mereka.

Kegerahan umat Islam merebak sampai ke daerah-daerah lain di luar Surakarta. Tidak mengherankan sebab umat Islam memang sehati dan sejiwa. Orang yang benar-benar beriman, di mana pun ia berada akan siap membela jika Nabinya dihina. Tokoh-tokoh Muslim semisal Tjokroaminoto dan Hasan bin Semit- mengadakan pertemuan maraton Sarekat Islam (SI) secara besar-besaran di Surabaya, untuk membahas penistaan agama a la Djawi Hiswara. Akhirnya terjadi protes besar-besaran oleh umat Islam. Sayangnya karena pemerintah saat itu dipegang oleh penjajah Belanda yang memang berniat menjegal pergerakan Islam, para pelaku penistaan agama tersebut dapat lolos dari jeratan hukum.

Tan Khoen Swie
 
Tan Khoen Swie
Pada pertengahan bulan Maret 1925 sebuah penerbit di Kediri yang dimiliki oleh seorang sastrawan bernama Tan Khoen Swie menerbitkan sebuah “karya sastra” yang diberi nama Kitab Darmogandul. Kitab ini merupakan salah satu acuan untuk aliran kebatinan yang banyak berkembang di Jawa saat itu. Kitab Darmogandul sendiri ditulis pada masa kolonial Belanda dan sebagian besar menceritakan runtuhnya Kerajaan Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak. Parahnya, kitab itu banyak melecehkan Islam, seperti menafsirkan ayat suci Al-Qur’an dengan kata-kata porno.

“Alif Lam Mim, dzalikal kitabu la raiba, fihi, hudan lilmuttaqin artinya menurut Darmogandul ialah Alif adalah huruf, hidup tak kena mati. Dzalikal: jika tidur kemaluannya nyengkal (bangkit). Kitabu la: kemaluan lelaki masuk di kemaluan perempuan dengan tergesa-gesa. Raiba fihi: perempuan yang pakai kain. Hudan:telanjang. Lil muttaqin: sesudah telanjang kemaluan lelaki termuat dalam kemaluan wanita.”

Kitab Darmogandul yang tidak diketahui penulisnya hingga kini, memang merupakan kitab yang ditujukan untuk melecehkan Islam, dan mengagungkan budaya lokal. Para Wali Songo digambarkan sebagai manusia-manusia yang tidak tahu balas budi yang mengkhianati Raja Majapahit. 

Tidak perlu dikatakan lagi bahwa terjadi protes besar-besaran kepada penerbit Tan Khoen Swie tersebut karena jelas-jelas telah melecehkan simbol-simbol agama Islam

Dr. Soetomo
 
Dr. Soetomo sempat terjerat kasus penghinaan agama Islam
Tokoh yang terkenal dalam sejarah sebagai pendiri Boedi Oetomo ini pernah juga mengeluarkan edisi surat kabar yang menghina agama Islam. Sekitar bulan Desember tahun 1930, surat kabar Soeara Oemoem yang diterbitkan oleh Studieclub Indonesia dan dipimpin oleh Dr. Soetomo, memuat berbagai tulisan yang menghina ibadah haji. Dalam tulisan-tulisan itu, penulis mempertanyakan manfaat naik haji, menganggap orang-orang yang dibuang ke Digul karena membela bangsa, lebih mulia dari orang-orang yang naik haji karena hanya “menyembah berhala Arab”, serta menganjurkan orang Islam untuk pergi ke Demak saja daripada ke Mekah.

Kontan saja umat Islam merasa dilecehkan dan dituduh tidak patriotik dengan tidak adil. Padahal sejarah membuktikan bahwa orang-orang Indonesia yang sudah menjalankan ibadah haji kembali ke tanah air dengan ghirah perjuangan yang lebih kokoh. Sebut saja H. Miskin dan H. Samanhudi. Sungguh tidak pada tempatnya menghina ibadah haji yang dilakukan oleh orang-orang Islam di era perjuangan kemerdekaan tersebut. Ormas Islam yang bergerak di bidang politik, sosial, dan keagamaan lalu mengadakan rapat-rapat umum yang menyerang penulis, Dr. Soetomo, dan Studieclub Indonesia. Di berbagai kota dibentuklah panitia-panitia untuk membentuk opini publik dalam menghadapi serangan orang-orang “kebangsaan”.

Setelah melihat reaksi umat Islam, Dr. Soetomo berusaha berdamai dengan mengatakan kepada pers bahwa ia dan ayahnya juga seorang muslim dan sering menyumbang kepada Muhammadiyah dan Nahdlatul ‘Ulama.  Pernyataan itu oleh Tokoh Persis, M.Natsir, dalam Majalah Pembela Islam disebut sebagai ‘sahadat model baru’.

Kehebohan Soeara Oemom habis terbenam, terbitlah tulisan nista lainnya yang dikarang oleh seorang berinisial Tj. W. di surat kabar Soeara Indonesia.  Dalam tulisan itu, ia menghina rukun dan perintah agama Islam. Salah satu rukun Islam yang dihina, masih sama dengan yang sebelumnya, yaitu ibadah haji. Tulisan itu kembali dikritisi oleh M. Natsir dengan tulisannya di Majalah Pembela Islam.

Sejatinya penghinaan terhadap ibadah haji itu adalah bentuk dukungan kepada penjajah Belanda. Seperti yang diketahui pada masa itu, Pemerintah Hindia-Belanda mengeluarkan bermacam-macam aturan yang membatasi dan menghambat pelaksanaan ibadah haji. Alasannya karena pemerintah Belanda trauma dengan perlawanan ummat Islam di Hindia-Belanda banyak digerakkan oleh para haji dan ulama.

HB. Jassin dan Ki Panji Kusmin
 
HB. Jassin
Pertama kali sejarah mencatatkan vonis hukuman terhadap kasus pelecehan agama terjadi pada tahun 1968. Waktu itu Majalah Sastra yang diasuh oleh tokoh sastra tenama Indonesia HB. Jassin mempublikasikan cerita kontroversial berjudul ‘Langit Makin Mendung’ karya sesorang yang menyebut dirinya sebagai Ki Panji Kusmin pada edisi Agustusnya.

Dalam cerpennya, Ki Panji Kusmin menceritakan kondisi masyarakat Indonesia pada saat zaman Gestapu yang masih dikuasai oleh paham Nasionalisme Agama Komunisme (Nasakom).  Idenya menulis Cerpen itu berawal dari rasa geli melihat golongan yang dahulu mendukung PKI, malah berbalik menyerang PKI setelah PKI terganyang. “Saja mau bilang bahwa umat Islam ikut bersalah djuga dengan meletusnja Gestapu!”. Namun masalah mencuat manakala ia mengimajinasikan Tuhan, Nabi, dan Malaikat seperti makhluk biasa dalam Cerpennya. Tuhan digambarkan menggeleng-gelengkan kepala, memakai kacamata emas,dan mengangguk-angguk.

Masyarakat pun tidak berkenan dengan cerpen yang melecehkan Allah SWT, Malaikat Jibril dan Rasulullah tersebut. Protes pertama terjadi Medan. Karya ini dinilai menghina dan melecehkan agama Islam. Sehingga Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melarang dan menyita majalah Sastra No. 8 edisi Agustus tahun 1968.

Menghadapi itu, Pimpinan majalah Sastra, Darsjaf Rahman, malah balik protes dan menuntut Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Protes ini dilayangkannya atas dasar nilai-nilai asasi perjuangan kemerdekaan pers yang menjiwai pers Indonesia. Ia juga meminta bantuan dan dukungan penuh dari SPS, PWI, serta seluruh simpatisan majalah Sastra. HB Jassin, selaku Pemimpin Redaksi majalah Sastra juga ikut protes. Menurutnya, Cerpen Kipandjikusmin tidak menghina agama Islam.

Tetapi nyatanya rekan-rekan sastrawan mereka justru banyak yang kontra dengan karya tersebut. Di antara para sastrawan tersebut adalah Jusuf Abdullah Puar, Buya Hamka, Wiratmo Soekito, Moh. Zabidin Jacub SH, Ajib Rosidi, dan Abdul Muis, dan Taufiq Ismail. Buya Hamka menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, tidak boleh menggambarkan sosok Tuhan. Hal senada juga ditegaskan oleh Ajib Rosidi dan Taufiq Ismail.

Menurut Ajip, kebebasan mencipta dengan menggunakan imajinasi mempunyai batasan-batasan dan tidak sepenuhnya bebas. Dan menurut Taufiq, kebebasan menampilkan Tuhan, Rasul, dan para Nabi ada batasannya. Batasannya, lanjut Taufiq, adalah adab dan logika yang telah digariskan dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Mengarungi gelombang protes, Darsjaf Rahman selaku Pemimpin Umum majalah Sastra, akhirnya meminta maaf kepada umat Islam.

Meskipun memaafkan umat Islam tetap mengingkan agar proses hukum dijalankan, berhubung sudah ada payung hukum terkait penistaan agama pada waktu itu. Akhirnya pengadilan memutuskan untuk menjatuhkan hukuman penjara 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun. Hukuman yang sama dijatuhkan kepada Ki Panji Kusmin secara in absentia. Pasalnya identitas asli sang penulis tidak kunjung diketahui.

Penistaan Agama Melalui Aliran Sesat
Selain melalui karya sastra pelecehan agama melalui ajaran-ajaran sesat juga marak terjadi di Indonesia. Entah memang berniat menista atau hanya keblinger karena terlalu “pinter”, yang jelas tokoh aliran sesat ini diputuskan bersalah atau penistaan agama. Tapi yang mengherankan, pengikut aliran ini banyak dan tidak jarang berasal dari golongan terpelajar.

Ahmad Musadeq
 

Di tahun 2016 berkembang kabar tentang ajaran Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Fakta menarik dari alilran Gafatar ini ternyata pencetusnya adalah Ahmad Musadeq, orang yang pernah mengaku sebagai nabi dan mendapat wahyu.

Pada tahun 2006 lalu, Ahmad Musadeq alias Abdussalam mengaku dirinya sebagai nabi setelah nabi Muhammad SAW, di tahun yang sama ia juga mendirikan sebuah gerakan yang bernama Al-Qiyadah Al-Islamiyah.

Pada tahun 2007 aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah dinyatakan sesat oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) setelah menjalani penelitian secara subyektif selama 3 bulan karena menyimpang dari ajaran Islam dan melakukan sinkretisme agama.

Pada 2008, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Musaddeq 4 tahun penjara dipotong masa tahanan atas pasal penodaan agama.

Aliran ini mempercayai bahwa Moshaddeq adalah Masih Al’Mau’ud, Mesias Yang Dijanjikan untuk ummat penganut ajaran Ibrahim / Abraham meliputi Islam (bani Ismail) dan Kristen (bani Ishaq), menggantikan Muhammad.

Termasuk di dalam kalimat syahadat, kata yang menyebutkan Nabi Muhammad juga dihapuskan. Aliran ini juga belum mewajibkan pengikutnya untuk menjalankan salat lima waktu dengan alasan kewajiban tersebut belum perlu dilaksanakan kecuali menjelang hijrah dan setelahnya.

Ahmad Musadeq kemudian menyatakan bertobat dari aliran sesatnya, namun ia diduga masih menyebarkan aliran sesatnya dengan mengganti nama aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah dengan nama Milah Abraham yang berkembang di daerah Depok, Jawa Barat.


Benar saja Musadeq kembali exist lewat Gafatar. Gafatar sendiri telah dilarang di Indonesia setelah Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 93 Tahun 2016, Nomor KEP-043/A/JA/02/2016, dan Nomor 233-865 Tahun 2016 tentang Perintah dan Peringatan kepada Mantan Pengurus, Mantan Anggota, Pengikut, dan/atau Simpatisan Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Fajar Nusantara atau Dalam Bentuk Lainnya untuk Menghentikan Penyebaran Kegiatan Keagamaan yang Menyimpang dari Ajaran Pokok Agama Islam. SKB tersebut dikeluarkan pada tanggal 24 Maret.

COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,17,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,33,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,16,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Sastra dan Aliran Sesat Jadi Media Favorit Penista Agama
Sastra dan Aliran Sesat Jadi Media Favorit Penista Agama
http://ketemulagi.com/wp-content/uploads/2016/01/Ahmad-Musadeq-dan-Gafatar.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-3aD8Hh-2mSw/TiPy2xRNaVI/AAAAAAAAANI/pGDK8NweZLg/s72-c/DSC00559.JPG
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/10/sastra-dan-aliran-sesat-jadi-media.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/10/sastra-dan-aliran-sesat-jadi-media.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy