Sayembara Tikus Cuma "Obat Puyeng", Akar Masalahnya Tidak Teratasi

Warga DKI Jakarta dan sekitarnya kini memiliki sumber penghasilan baru. Menjelang masa cuti kampanye, Wagub Djarot Saiful Hidayat mencanangkan program pembasmian tikus di ibu kota. Menariknya program ini dibikin dalam bentuk sayembara berhadiah. Djarot memulai pilot project program  itu pada Kamis, 27 Oktober 2016 di Kantor Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Populasi tikus di Jakarta nyaris samai populasi penduduk. Hiii...

Program yang digagas Djarot ini akan menghargai tangkapan satu ekor tikus senilai Rp 20 ribu. Diharapkan lewat program ini jumlah populasi tikus di ibu kota akan turun karena akan terjadi aksi perburuan besar-besaran oleh warga. Nantinya tentu diharapkan hewan yang telah menjadi momok untuk kesehatan dan kebersihan ini akan bisa dimusnahkan dari bumi Jakarta.

Menurut Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, program yang dilakukan Djarot itu masih merupakan program pencanangan. Ke depannya, Saefullah menyatakan program yang menggunakan dana operasional Djarot itu, baru bisa dijalankan sebagai program Pemprov DKI Jakarta setelah dianggarkan dalam APBD 2017. Untuk uji coba yang sudah berjalan sementara ini biayanya dibebankan kepada dana operasional wakil gubernur. Saefullah mengatakan bahwa program ini nantinya akan ikut dianggarkan dalam APBD 2017.

Program penangkapan tikus ini akan dijalankan di bawah pengawasan Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan yang salah satu tugasnya adalah pembasmian hama. Nantinya bangkai-bangkai tikus yang dikumpulkan dari masyarakat akan diolah menjadi pupuk.

Rencana program sayembara tangkap tikus ini sendiri menjadi sasaran empuk kontroversi. Berbagai pihak memberikan tanggapan atas program tersebut, tidak terkecuali lawan politik Ahok dan Djarot pada perhelatan pilkada DKI kali ini.

Juru bicara tim pemenangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, Rico Rustombi, mengatakan Pemprov DKI seharusnya bisa memikirkan ukuran dari program yang mau mereka jalankan. Rico pun mempertanyakan soal berapa jumlah tikus yang ada di DKI Jakarta, yang menjadi sasaran pembasmian. Rico menekankan sebuah program yang mau dijalankan harus ada ukurannya masing-masing dan hal itu harusnya bisa dijawab oleh Pemprov DKI, dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta. Masalahnya nantinya dana yang dikeluarkan untuk membiayai program tersebut harus dipertanggungjawabkan kepada publik.

Sementara itu Wakil Ketua Tim Pemenangan Agus-Sylvi, Abdul Aziz, lebih memilih untuk menyikapi rencana itu secara positif. Menurut dia, jika program itu baik untuk kesehatan masyarakat maka bukan hal yang harus dipermasalahkan. Namun ia tetap memberikan catatan bahwa pelaksanaan program tersebut harus tetap diawasi dengan seksama.

Tanggapan atas program ini juga muncul dari cagub nomer urut 3, Anies Baswedan. Meskipun tidak mengomentari secara langsung program yang dicanangkan tersebut, Anies membandingkan program yang direncanakan pemprov ini dengan program perburuan ular kobra yang sempat dilaksanakan di India.

Anies bercerita bahwa di India pernah ada obral, satu kobra diberi harga. Lalu yang terjadi adalah orang justru pada beternak kobra sampai akhirnya pemerintah memutuskan tidak lagi membeli kobra.

Parahnya setelah pemerintah membatalkan program pembelian kobra, para peternak yang sudah kadung menernak korba yang ditujukan untuk dijual tidak mau repot-repot membasmi sendiri hama kobra tersebut. Mereka melepaskan begitu saja hewan-hewan tersebut sehingga alih-alih mengurangi jumlah populasi kobra, yang ada justru jumlah kobra meningkat pesat dan menimbulkan kondisi yang lebih berbahaya bagi manusia.
 
India pernah mencanangkan program sayembara berburu kobra. Dampaknya justru banyak kobra yang sengaja diternak untuk dijual ke pemerintah. Program ini berakhir dengan kegagalan.
Dampak dari tingginya populasi tikus di Jakarta sendiri memang sudah mencapai tahap yang mengancam dan berbahaya. Jakarta sebagai kota megapolitan memiliki populasi tikus yang besar sehingga beban pencemaran akibat keberadaan hewan tersebut juga sangat tinggi. Pemprov sendiri sudah mengaku kewalahan menghadapi ledakan populasi tikus got.

Tikus memang dikenal sebagai hewan yang bisa berkembangbiak dengan cepat dalam jumlah yang banyak. Dalam satu kali masa kehamilan tikus betina bisa melahirkan 7 ekor anak.

Penyakit yang dibawa tikus menjadi alasan utama bahayanya hewan pengerat ini. Tikus got disebut sebagai inang berbagai penyakit seperti leptospirosis, pes, salmonella enterica sarovar typhimurium, penyakit rat bite fever (RBF), dan hantavirus pulmonary syndrome.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan, bahwa penyakit disebabkan tikus yang banyak berkembang ialah pes dan leptospirosis. Dua penyakit itu yang harus diwaspadai. Untuk saat ini penyakit yang diakibatkan PES sudah jarang terjadi. Lain halnya dengan kasus leptospirosis. Penyakit yang dibawa oleh air kencing tikus ini masih menjadi masalah utama di tengah banyaknya pemukiman padat penduduk dan musim penghujan. Biasanya sehabis hujan dan banjir kasus laptospirosis akan bermunculan.
 
Leptospirosis adalah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh tikus.
Di Jakarta sendiri perkembangan populasi tikus got sangat sulit untuk dikendalikan. Bukan rahasia lagi bahwa kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih sangat minim. Apalagi tingginya jumlah penduduk Jakarta yang tidak sebanding dengan jumlah lahan tempat tinggal telah memunculkan pemukiman-pemukiman kumuh dan padat penduduk.

Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Ali Maulana Hakim mengatakan perkembangan tikus got di Jakarta biasa terjadi di kawasan-kawasan padat penduduk. Kawasan ini juga yang paling berisiko mengalami banjir saat musim hujan. Akibatnya penyakit leptospirosis juga paling tinggi kejadiannya di kawasan-kawasan pemukinan padat tersebut.

Selain itu, pola hidup masyarakat yang masih gemar membuang sampah sembarangan juga menyumbang pesatnya perkembangbiakan tikus got. Tingginya populasi tikus got itu memang dimungkinkan dengan banyak tersedianya bahan makanan dari volume sampah rumah tangga yang besar. Karena mudah memperoleh makanan itulah maka populasi tikus bisa berkembang dengan pesat.

Selain itu juga, tak adanya predator alami bagi hewan pengerat itu telah mengakibatkan ledakan populasi tikus tidak tertahan.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama sendiri menyatakan bahwa rencana perburuan tikus itu penting dilakukan karena populasi tikus yang terlalu banyak bisa berdampak pada kesehatan, terutama di masa musim penghujan. Meskipun demikian Ahok mengaku sudah memikirkan kemungkinan terjadinya aksi “peternak tikus”.

Oleh karena itu menurutnya kegiatan perburuan tikus hanya akan dilakukan setahun sekali, bukan sepanjang tahun. Dikhawatirkan jika digelar sepanjang tahun akan memunculkan para peternak tikus untuk dijual ke Pemprov DKI Jakarta.

Perburuan Tikus Tidak Mengatasi Akar Masalah

Kebijakan membayar warga untuk berburu tikus tentu saja bukan solusi terbaik untuk masalah ledakan populasi tikus di Jakarta. Bahkan sesungguhnya ledakan populasi tikus ini merupakan sebuah ekses dari permasalahan yang jauh lebih mendasar, yaitu bagaimana memperbaiki tata ruang kota dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Mungkin tidak terbayangkan di benak kita saat ini bagaimana caranya membuat masyarakat Indonesia yang super apatis bisa menyadari pentingnya kebersihan. Jika kita melihat kepada negara Jepang misalnya, terlalu jauh gap budaya, disiplin dan tanggung jawabnya dengan masyarakat Indonesia. Tetapi siapa nyana, Jepang sendiri baru memulai “revolusi kebersihan” pada tahun 1972. Sebelumnya Jepang sendiri juga sama saja dengan Indonesia, banyak tempat-tempat kumuh dan sampah.

Untuk mendarahdagingkan pemeliharaan kebersihan lingkungan di masyarakat Indonesia dibutuhkan kebijakan yang persuasif dan represif. Di satu sisi pemerintah harus dapat memberikan skema insentif agar masyarakat sadar akan kebersihan. Di sisi lain penegakan hukum terhadap para pelaku pembuangan sampah sembarangan harus diperketat. Pemerintah juga tidak bisa terus-menerus ‘memanjakan’ masyarakat dengan semata-mata meningkatkan jumlah pekerja di bidang kebersihan. Sudah saatnya masyarakat Indonesia “dihajar”.



COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,aksi mata-mata,1,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,2,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,86,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,229,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,mata-mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,54,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,37,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,7,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,timnas Indonesia,1,tindakan subversif WN Cina,1,Tips,1,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,22,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Warga Cina tanam benih cabe berbakteri,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,Yusuf Mansur,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Sayembara Tikus Cuma "Obat Puyeng", Akar Masalahnya Tidak Teratasi
Sayembara Tikus Cuma "Obat Puyeng", Akar Masalahnya Tidak Teratasi
http://cdn2.tstatic.net/manado/foto/bank/images/ilustrasi-tikus-rumah_20160714_151302.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/10/sayembara-tikus-cuma-obat-puyeng-akar.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/10/sayembara-tikus-cuma-obat-puyeng-akar.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy