Seven Deadly Sins dalam Bersosmed

Ngelmu.com - Sosial media, dicinta tapi dibenci. Di era internet dan sosial media saat ini tampaknya hanya sedikit sekali orang yang tidak memiliki satu pun akun di berbagai platform sosial media yang tersedia. Orang-orang itu mungkin memiliki pengendalian diri yang sangat tinggi. Atau mungkin juga mereka benar-benar sibuk melakukan hal yang benar-benar penting sehingga – tidak seperti kita – memang benar-benar tidak punya waktu untuk bersosial media.

Terus terang dibandingkan orang-orang yang selalu “sibuk” bersosial media – seperti saya contohnya – orang-orang di atas sepertinya memiliki kehidupan yang lebih menarik dan “penuh”. Buktinya mereka tidak merasa butuh untuk memaksakan eksistensi mereka di dalam sebuah platform maya hanya demi sebuah ‘like’ atau ‘share’. Bravo. Tapi jujur, meski benci sosial media, saya tak bisa hidup tanpanya.

Sosial media sendiri telah banyak mempengaruhi ketenangan dan ketentraman hidup manusia modern. Jumlah penderita depresi yang disebabkan oleh cyberbullying maupun akibat terlalu terikat kepaa sosial media mengalami peningkatan di seluruh dunia. Setidak-tidaknya kini manusia-manusia sosial media, meskipun tidak depresi, mengalami kecanduan akut yang bisa menghabiskan berjam-jam hanya untuk memantau isi timeline-nya.

Sosial media sebenarnya sama seperti hal lain buatan manusia. Bisa digunakan untuk kebaikan atau keburukan. Pada akhirnya manusialah yang memutuskan untuk melakukan dosa, bukan salah sosial media. Ada tujuh dosa besar (seven deadly sins) yang dilakukan oleh manusia dalam bersosial media, yang manakah dosa kamu?

Pride (Sombong/Ujub/Riya)
Pencitraan hanya menampilkan sisi manusia yang ingin ditampilkan ke publik

Keberadaan sosial media telah mempermudah manusia untuk mengiklankan dirinya sendiri. Manusia sekarang bisa membentuk citra apa saja sesuai dengan keinginannya, terlepas dari benar atau tidaknya citra tersebut. Terkadang pengguna sosial media sebenarnya menyadari bahwa apa yang mereka tampilkan bukanlah kisah keseluruhannya. Tapi apa mau dikata, kebutuhan untuk merasa “lebih” dari orang lain terlalu menggebu dan tak tertahankan.

Mungkin Sobat Ngelmu berdalih bahwa foto-foto selama liburan atau tinggal di luar negeri yang kamu posting dengan jumlah ratusan itu hanya sebagai sebuah lucu-lucuan, kenang-kenangan yang menyenangkan yang ingin dibagi kepada “teman-teman”. Saya sih bukannya mau menghakimi, tapi hati-hati, bisa saja jauh di lubuk hati Sob sebenarnya Sob hanya ingin dianggap tajir dan keren. Dan Sob juga mau menunjukkan bahwa hidup kamu lebih menarik dan berwarna dibandingkan “teman-teman”mu.

Pride bisa juga muncul dalam bentuk yang lebih “halus”. Kita – manusia – memiliki kebutuhan untuk diakui sebagai orang yang memberikan dampak. Karena itu kita senang menampilkan saat-saat di mana kita berperilaku baik dan menjadi orang yang berguna untuk sesama. “Niat”nya sih supaya banyak orang tergerak dengan kerja kita. Tapi awas, jangan sampai niat baik dirusak oleh kesombongan.

Envy (Iri/Dengki/Hasad)

Timbulnya perasaan depresi akibat kebanyakan main sosmed disebabkan oleh dosa yang satu ini. Melihat orang lain tampak memiliki kehidupan dan prestasi yang lebih dari kita membuat kita merasa iri dan dengki kepada mereka. Akhirnya karena tidak bisa menyamai semaraknya hidup orang lain, kita menjadi rendah diri, minder dan berujung depresi.

Jalan hidup manusia tidak mungkin sama dan seragam. Mungkin waktu sekolah dulu Sobat Ngelmu adalah anak yang paling pinter, disayang guru dan selalu menjadi nomer satu. But life happens. Lalu sekarang kamu hanya seorang pria/wanita (nyaris) setengah baya yang belum punya pasangan, kerjaan nggak keren-keren amat, bisnis nggak laris, pendidikan standar-standar aja, nggak punya “prestasi” yang membanggakan, juga nggak pernah melakukan sesuatu yang “berdampak” untuk masyarakat, nusa dan bangsa.

Lalu di sosmed kamu bertebaranlah “teman-teman” yang bukan cuma makin cantik/ganteng, tapi juga punya kehidupan super oke. Misalnya ada teman SD kamu yang dulu ingusan dan sempet naksir kamu tapi kamu tolah mentah-mentah, eh, sekarang malah jadi salah satu official S.H.I.E.L.D keren berbaju kulit hitam ketat. Terus kemarin dia posting selfie bareng sama Black Widow. Rasanya kepingin jambak-jambak rambut sendiri nggak, sih?

Atau ada teman kuliah kamu yang dulu “saingan berat” tapi kamu nggak pernah sampe kalah-kalah banget sih. Eh, sekarang dia posting foto habis menerima Nobel untuk keberhasilan karya post-doctoralnya  menghapuskan HIV/AIDS dari muka bumi. Udah gitu, selain pintar dan sukses dalam karir, dia juga punya tujuh anak yang lucu dari suaminya sang Gubernur Timbuktu. Plus badannya tetep oke. Sementara kamu cuma bisa ngemil Chiki Balls sambil nonton video kucing di Youtube. Gimana kamu nggak depresi coba?

Wrath (Marah/Angotan)

Rasa depresi karena menganggap kehidupan kamu kalah oke dari orang lain membuat kamu jadi cepet angot. Untung aja sosmed semi anonim. Jadi kamu bisa bebas ngerecokin status-status nyebelin “temen-temen” kamu tanpa ada konsekuensi. Yah, nggak pernah ketemu lagi inilah sama mereka. Jadi nggak masalah kalo sekali-kali kamu nulis komentar nyinyir di status temen kamu si tukang pamer itu. Misalnya komen gini di foto teman kamu yang seharusnya lagi sekolah di luar negeri tapi malah posting foto liburan bersama  pinguin di Kutub Selatan, “Ciye yang jalan-jalan melulu. Happy banget hidup loe ya. Nggak ada beban. Padahal mah jalan-jalannya pake duit rakyat tuh. Ciyeeee…”

Atau sekali-sekali kamu juga perlu bikin status untuk menunjukkan ketidaksukaan kamu kepada orang-orang yang punya pendapat bertolak belakang dengan kamu. Misalnya gini, “Kalo sekali lagi ada yang bikin status ngejelekin presiden dan gubernur idaman gue, gue block dari hidup gue. Sampe mati gue nggak rela maafin orang-orang kayak begitu. Cih!”

Sloth (Malas)

Dosa yang ini sih jelas, ya. Sering banget kita niatnya cuma ngintip sebentar isi timeline sosmed. Tapi ternyata tanpa sadar kita malah sudah menghabiskan berjam-jam di sosmed tanpa mengerjakan hal yang produktif sama sekali.

Belum lagi kalau kita kebetulan punya teman yang memang sudah kaya dari jaman nenek moyangnya dan kerjaannya posting foto liburan terus. Kita jadi males deh kerja. Rasanya udah banting tulang kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki, dapet duitnya nggak seberapa. Lah, dia kok enak banget ya, mau apa-apa tinggal gesek. Huuft! Jadi pingin balik selimutan aja, apalagi di luar hujan.

Greed (Serakah/Tamak)

Pada jaman internet sekarang, bisnis maupun penipuan sama-sama berkembang lewat sosial media. Di satu sisi sosial media memberikan ruang bagi jiwa-jiwa kreatif untuk mengembangkan bisnis real-nya dan menciptakan perubahan dan karya nyata. Di sisi lain jiwa-jiwa yang “kebangetan kreatif” mencari celah dari sifat tamak manusia untuk menipu dan memanipulasi orang-orang yang “polos” tapi punya nafsu besar untuk cepat kaya.

Para penipu tahu betul bahwa manusia mudah terpancing dengan ilusi kesuksesan. Akhirnya cukup bermodalkan foto berlatar mobil dan rumah mewah yang boleh pinjam atau ngutang, para penipu mengaku-aku sudah sukses melalui “bisnis” yang menjanjikan dan tanpa risiko. Tentu karena mereka sangat baik hati, mereka juga ingin banyak orang bisa seperti mereka. Makanya mereka mengajak “teman-teman” di sosmed untuk bisa jadi kaya mendadak juga.

Akibatnya paling tidak ada segelintir yang seperti kerbau dicucuk hidung terjun bebas ke dalam “bisnis” tersebut, tanpa mau tahu apakah itu mengandung riba, atau apakah itu bisnis betulan atau penipuan. Dan segelintir lagi yang lumayan “cerdas”, nggak sampai tertipu, sih. Tapi akhirnya mereka merengek-rengek kepada suaminya supaya mau korupsi demi bisa beli tas Hermes Birkin kulit buaya albino sungsang yang dipakai sama istri si Anu.

Gluttony (Rakus)

“Sob udah pernah makan sate kadal bunting di resto XX belum? Gokil loh rasanya. Pokoknya belom jadi anak Jakarta kalo belom nyobain.” Setelah membaca posting foto seorang teman di sosmed, akhirnya hari Minggu dibela-belain ngantri tiga jam demi mencobai si satu kadal bunting tersebut. Rasanya? Biasa aja sih, ternyata. Harganya mahal pula. Tapi yang penting bisa pamer foto dong.

Sosial media menjadi sarana iklan yang sangat efektif untuk bisnis, terutama kuliner. Tempat makan yang mampu membuat dirinya viral bakalan mendapatkan pelanggan yang membludak. Mungkin nggak bertahan selamanya pelanggan sampai membludak, sih, kalo makanannya sebenarnya nggak enak-enak banget. Tapi cukupanlah.

Sosial media telah membuat kita menjadi rakus. Tanpa sadar kita terpancing oleh gambar-gambar dan komentar-komentar untuk mencoba, mencicipi dan membeli berbagai macam makanan maupun barang. Jauh lebih banyak dibandingkan yang sebenarnya kita butuhkan. Nanti gendut, loh!

Lust (Nafsuan/Birahi)

Kebutuhan kaum wanita maupun pria untuk dikagumi tampaknya naik berkali-kali lipat di era sosial media saat ini. Pose-pose yang tadinya cuma bisa dinikmati jika kita membeli majalah Playboy, HNM atau Mens Health, jadi bisa dinikmati dengan gratis, cukup dengan satu klik saja. Cuma dapat ‘like’ aja kayaknya dia udah bahagia banget tuh.

Bahkan tidak jarang kita bisa menikmati pose-pose menantang dari teman-teman yang kita kenal langsung. Kayak gitu kan lebih cihuy, ya? Apalagi kalo kebetulan orangnya dulu mantan gebetan alias the one that get away. Sekarang meskipun nggak bisa pegang, lumayan bisa ngeliat.


Oh, sosmed, kamu telah membuatku gila!

COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,aksi mata-mata,1,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,2,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,86,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,229,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,mata-mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,54,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,37,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,7,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,timnas Indonesia,1,tindakan subversif WN Cina,1,Tips,1,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,22,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Warga Cina tanam benih cabe berbakteri,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,Yusuf Mansur,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Seven Deadly Sins dalam Bersosmed
Seven Deadly Sins dalam Bersosmed
https://3.bp.blogspot.com/-muFyU3GTxTM/WBcCH-LoMVI/AAAAAAAABb0/lpVDMR0Il-YD9Vg3WD0nd9yxcmKnJ-SAwCLcB/s640/pencitraan.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-muFyU3GTxTM/WBcCH-LoMVI/AAAAAAAABb0/lpVDMR0Il-YD9Vg3WD0nd9yxcmKnJ-SAwCLcB/s72-c/pencitraan.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/10/seven-deadly-sins-dalam-bersosmed.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/10/seven-deadly-sins-dalam-bersosmed.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy