Ahok Keluarkan Strategi Didzalimi, Sudah Waktunya Umat Islam “Mengalah untuk Menang”

SHARE:


Hari Rabu tanggal 17 November 2016 menjadi momentum penting bagi upaya perjuangan umat Islam Indonesia dalam mencari keadilan hukum atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh petahana gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama atau yang biasa dipanggil Ahok. Penetapan Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama ini menjadi hal yang dinanti-nantikan oleh pihak pelapor dan Muslim Indonesia – khusus yang tergugah hatinya – atas pernyataan Ahok yang tidak ada juntrungannya saat ia kunjungan kerja di perkampungan nelayan Kepulauan Seribu, mengenai Surat Al Maidah ayat 51.
 
Kabareskrim tetapkan Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama
Setelah melewati pro dan kontra yang rasanya sudah berlangsung terlalu lama dari yang sepatutnya, akhirnya pihak Kabareskrim Polri menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dan akan melanjutkan penyidikan dan membawa kasus ini ke ranah pengadilan. Pihak tersangka langsung memanfaatkan momentum tersebut – seperti ‘politisi sejati’ yang mengerti betul kondisi kejiwaan rakyat Indonesia – dan mengadakan konferensi pers untuk menanggapi penetapan status tersangka tersebut. Dalam pidatonya Ruhut Sitompul selaku juru bicara tim sukses Basuki mengeluarkan kartu truf yang telah terbukti manjur membawa banyak tokoh ke posisi puncak: “Kami sedang didzalimi,” katanya. LOL.
 
"Kami sedang didzalimi. Tapi insya Allah Pak Ahok menang," kata Ruhut.
Didzalimi atau tidak, kenyataan bahwa Basuki masih bisa bergerak bebas bagaikan burung camar setelah pentapannya sebagai tersangka membuat sebagian orang bertanya-tanya. Ada apa dengan Polisi? Bukankah semua tokoh dan politisi yang ‘baru’ ditetapkan sebagai tersangka biasanya langsung digelandang dan dibui. Kasus-kasus yang menimpa Dahlan Iskan, Luthfi Hasan Ishaq dan Irman Gusman masih jelas dalam ingatan kita. Langsung saja foto mereka dengan tangan terbelenggu dan terkurung dalam jeruji besi menjadi viral di mana-mana, siap untuk menjadi amunisi bagi kawan maupun lawan. Pun dengan Jessica yang terkenal itu, begitu jadi tersangka langsung dibui juga. Memang Ahok dicegah untuk bepergian keluar negeri akibat status tersangkanya tersebut. Akan tetapi untuk kesehariannya sang petahana yang sedang rajin melakukan kampanye tersebut masih bisa beraktivitas seperti biasa. Bahkan tidak ada larangan baginya untuk tetap mengikuti pemilihan gubernur DKI Jakarta.
 
Tito Karnavian menjelaskan kenapa Ahok tidak ditahan meskipun statusnya sudah tersangka
Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan mengapa Ahok tidak ditahan meskipun statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian khusus hadir dalam konferensi pers kemarin dan mengajukan alasan mengapa Basuki tidak ditahan meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka. Jelasnya Tito mengatakan bahwa penahanan atas seorang tersangka TIDAK HARUS dilakukan oleh pihak kepolisian. Menurutnya secara hukum tersangka berhak memperoleh status “penangguhan penahanan”. Dan polisi berhak memberikan hal tersebut. Tito menjelaskan khusus dalam kasus dugaan penistaan agama ini, alasan polisi tidak menahan Basuki adalah karena:

Pertama, tidak terpenuhinya syarat objektif dimana penyidik harus mutlak dan bulat bahwa kasus adalah tindak pidana. Dikatakannya, dalam gelar perkara jelas terdapat perbedaan pedapat, sehingga dianggap tidak bulat. Tito menyatakan terjadi dissenting opinion di antara 27 penyidik kasus Ahok. Ada yang berpendapat bahwa kasus tersebut tidak memenuhi unsur pidana, ada yang berpendapat bahwa kasusnya sudah memenuhi unsur pidana. Tito mengakui bahwa jumlah penyidik yang berpendapat bahwa kasus Ahok memenuhi unsur pidana lebih banyak, karena itulah polisi akhirnya menetapkan status mantan Bupati Belitung Timur tersebut sebagai tersangka dan akan melanjutkan penyidikan untuk dibawa ke pengadilan.

"Karena tidak bulat maka unsur objektif yang menyatakan pidana tidak mutlak baik dari penyidik dan para ahli," katanya.

Kedua, faktor subjektif, di mana penahanan dilakukan karena kekhawatiran seorang tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Dalam konteks ini, penyidik menilai Ahok kooperatif dimana ia datang sebelum dipanggil penyidik, begitu juga datang saat dipanggil penyidik.

"Yang bersangkutan merupakan calon dalam Pilkada sekaligus cuti sebagai gubernur sehingga kecil kemungkinan melarikan diri. Sebagai antisipasi penyidik lakukan pencegahan," katanya.

Kemudian, untuk barang bukti, dikatakan Tito, bukti video yang menjadi acuan sudah disita kepolisian, sehingga tidak mungkin Ahok menghilangkan barang bukti.

Kemungkinan Ahok mengulangi perbuatannya, penydik pun tidak melihat hal tersebut. "Dengan dasar-dasar itu maka dari tim mereka tidak melakukan penahanan tapi melakukan pencegahan ke luar negeri," katanya. 
  
Tito sendiri menjamin bahwa para penyelidik dari pihak kepolisian bekerja sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia, bukan berdasarkan perintah atasan atau desakan dari pihak luar. Kapolri menjamin bahwa penindakan kasus ini akan dilakukan dengan obyektif dan profesional.

Tim dari kepolisian sendiri diinformasikan telah bekerja sejak tanggal 14 sampai 21 Oktober. Kepolisian bahkan melakukan diskresi dan melanggar peraturan internalnya yaitu tidak menuruti dua surat telegram yang menyatakan bahwa kasus yang melibatkan pasangan calon yang mendaftarkan diri, perintahnya ditunda sampai proses pilkada, agar Polri tidak menjadi alat dalam menjatuhkan sosok. Tapi melihat sensitivitasnya, Tito selaku Kapolri memutuskan untuk mengabaikan surat telegram tersebut dan alih-alih meminta Kabareskrim melakukan langkah penyelidikan dengan maraton.

Banyak Pihak Tidak Puas

Setelah jelas bahwa penetapan tersangka Ahok tidak akan diikuti dengan penahanan, bahkan tersangka masih bebas mengikuti pilkada DKI Jakarta, bisa dipastikan banyak pihak yang tidak puas. Tuntutan untuk memenjarakan Ahok terus bergaung di kalangan umat Muslim Indonesia. Ketidakpuasan atas ‘sekadar status tersangka’ terhadap Basuki mengakibatkan Forum Pembela Islam (FPI) yang juga menjadi motor aksi damai tanggal 4 November lalu, merencanakan aksi lanjutan pada tanggal 25 November mendatang.

Sekjen Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Bamukmin kecewa karena Ahok tak ditahan kepolisian. Oleh karenanya, dia mengancam akan kembali melakukan aksi unjuk rasa pada 25 November mendatang.

“Sama saja kita seperti anak kecil yang nangis merengek dikasih permen, nanti kalau permennya habis kita akan merengek lagi,” ungkap Novel.

FPI, kata Novel, memdesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera menahan Ahok karena telah menistakan Agama.

“Jadi silahkan saja ahok berstategi. Apapun itu, yang pasti kita umat islam akan terus mengawal kasus ini. Apapun yang terjadi segala konspirasi-konspirasi yang dilakukan ahok kita akan hadapi sampai ahok dijebloskan ke penjara, apapun itu,” jelas Novel.

Atas rencana aksi demo lanjutan dan desakan agar polisi segera menahan Ahok yang dilancarkan oleh FPI tersebut, Kapolri menanggapi, "Saya minta masyarakat berpikir rasional dalam mengawal kasus ini. Kami bekerja sesuai dengan undang-undang. Kalau ada yang meminta penahanan, saya curiga jangan-jangan ada agenda lain."

Tito meminta masyarakat menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Penyidik akan melakukan tugasnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Tersangka memiliki hak untuk praduga tak bersalah, jika ada pihak yang maksa melakukan tindakan hukum lain maka saya mengajak masyarakat berpikir rasional," imbuh Tito.

Penetapan Ahok sebagai tersangka berdasar Pasal 156a KUHP jo Pasal 28 ayat 4 UU ITE. Kapolri menegaskan, proses di pengadilan nanti akan lebih transparan.

"Kalau ada desakan kemungkinan memiliki agenda lain, negara kita negara hukum, kebhinekaan harus kita pertahankan," pungkas Tito.

Umat Islam Rapatkan Barisan dan Atur Ulang Strategi

Melihat tanggapan Kapolri tersebut jelas bahwa pihak kepolisian juga balik “mendesak” agar masyarakat, terutama umat Islam yang masih memiliki ghirah terhadap agamanya, agar menahan diri. Secara tersirat polisi tidak ingin ada aksi lanjutan dan menyiratkan bahwa alih-alih aksi mencari keadilan dari sisi hukum, aksi demonstrasi lanjutan untuk mendesak Ahok ditahan akan dianggap sebagai upaya untuk merusak kebhinekaan.

Saat ini umat Islam harusnya sudah menyadari bahwa meskipun tampaknya “angin” sudah sesuai harapan (dengan penetapan Ahok sebagai tersangka), nyatanya masih panjang jalan yang harus ditempuh untuk memperoleh keadilan yang sesungguhnya. Dan tampaknya sudah tidak bisa umat melanjutkan usaha mencari keadilan tersebut dengan desakan dan gerakan turun ke jalan. Kondisi ini akan membuat umat Islam bermain sesuai skenario pihak tersangka. Desakan demi desakan tanpa adanya strategi yang lebih mumpuni hanya akan menegaskan bahwa umat memang sedang mendzalimi pihak mereka.

Umat Islam tidak bisa terus melakukan strategi 'seperti anak kecil yang nangis merengek dikasih permen, nanti kalau permennya habis kita akan merengek lagi,' meminjam kata-kata Habib Novel. Itu akan membuat umat Islam terlihat lemah dan manja. 

Untungnya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) tampaknya paham mengenai situasi saat ini dan sudah mulai mengatur ulang strateginya. Wakil Ketua GNFP MUI Muhammad Zaitun Rasmin secara terbuka menyatakan optimis kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan berlanjut hingga pengadilan. GNPF MUI akan terus mengawal kasus tersebut hingga Ahok dihukum sesuai peraturan perundang-undangan.

Zaitun mengapresiasi Badan Reserse dan Kriminal (Baraeskrim) Mabes Polri yang telah menetapkan status tersangka terhadap Ahok. Begitu pula adanya pencekalan agar Ahok tidak boleh pergi ke luar negeri. Pencekalan tersebut dinilai wajar.

Saat ditanya apakah GNPF MUI akan tetap mengadakan aksi bela Islam jilid III setelah Ahok menjadi tersangka, Zaitun mengaku belum dapat memastikannya. Yang jelas, kata dia, GNPF MUI akan terus mengawal proses hukum tersebut.


Umat Islam sebaiknya segera merapatkan barisan dan mengatur ulang strategi. Jangan sampai justru kecolongan dan malah aksi-aksi umat menjadi bumerang dan mengatarkan tersangka ke kursi gubernur dengan strategi “didzalimi”-nya. 

COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,16,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Ahok Keluarkan Strategi Didzalimi, Sudah Waktunya Umat Islam “Mengalah untuk Menang”
Ahok Keluarkan Strategi Didzalimi, Sudah Waktunya Umat Islam “Mengalah untuk Menang”
https://img.okezone.com/content/2016/11/16/337/1542738/foto-foto-saat-kabareskrim-tetapkan-ahok-tersangka-M8bf3NqCfj.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/11/ahok-keluarkan-strategi-didzalimi-sudah.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/11/ahok-keluarkan-strategi-didzalimi-sudah.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy