5 Alasan Dukungan Ahok Tinggal 10-11% Pasca Status Tersangka

SHARE:

Foto: Merdeka.com

Oleh Denny JA

Ngelmu.com - Status tersangka di mata publik label yang buruk, bencana  bagi citra diri. Sudah tercipta tradisi Good Governance itu: menteri yang tersangka diminta mundur dan memang mundur dari jabatannya.

Gubernur yang tersangka juga mundur dari jabatannya. Bahkan pimpinan atau sekjen partai yang sudah tersangka, walau itu jabatan swasta, juga mundur dari jabatannya.

Umumnya pemilih Jakarta risih jika ada calon yang tersangka kok malah dikampanyekan untuk menjadi pejabat (gubernur)? Ini dianggap melawan tradisi Good Governance yang sudah berjalan dan terpuji.

Itulah tepatnya tantangan terberat Ahok ketika diputuskan bareskrim menjadi tersangka. Tidaklah heran, karena  status tersangka, sekitar 60 persen dari 24.6 persen pendukung lamanya pergi meninggalkan Ahok. Yang paling mencolok dari rombongan "eksodus" itu adalah pemilih PDIP, kalangan minoritas dan segmen pemilih menengah atas. Itu segmen pemilih yang selama ini kokoh di belakang Ahok.

Lalu berapa banyak pemilih Ahok yang tersisa? Yang setia dan tahan uji selalu kaum die hard, pemilih militan yang "hidup mati pokoknya ikut Ahok." Namun jumlah pemilih militan Ahok ini hanya 10-11 persen saja. Ini jumlah yang tak cukup bahkan untuk membantu Ahok lolos di putaran pertama.

Mereka yang kini aktif membela Ahok di ruang publik, dan mencoba menghidupkan kembali peluang Ahok, mereka bagian dari "die hard" yang kini jumlahnya hanya 10-11 persen saja dari pemilih Jakarta.

Namun Ahok masih memiliki waktu 3 bulan untuk mengubah semua itu. Bisakah Ahok dan die hardnya mengubah apa yang kini ada?

Tentu  dalam politik, banyak hal muskil bisa terjadi,  walau sangat sulit. Mengikuti judul film, bagi Ahok dan team die hardnya, bahkan untuk lolos di putaran kedua pilkada DKI Feb 2017 nanti  ini "the mission impossible."

Tom Cruise dalam dunia film selalu berhasil mencapai "the mission impossible." Apakah Ahok di dunia nyata akan berhasil pula?

-000-

Demikianlah kesimpulan survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI DENNY JA). Survei dilakukan pada tanggal 31 Oktober- 5 November 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of Error survei ini plus minus 4.8%. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset (FDG/focus group discussion, media analisis, dan indepth interview).

Elektabilitas Ahok terus merosot. Di bulan ini, sebelum tersangka, di November 2016, Elektabilitas Ahok sudah di bawah 30%, yaitu diangka 24.6 %. Elektabilitas Ahok turun 6.8 % dari survei yang sama di bulan Oktober 2016 (31.4%). Turun 24.5% jika dibanding survei Juli 2016 (49.1%). Dan elektabilitas Ahok turun 34.7% jika dibanding survei Maret 2016 (59.3%). Kasus dugaan penistaan agama (Kasus Al Maidah) adalah salah satu faktor utama turunnya suara Ahok di November 2016.



Saat survei dilakukan memang Ahok belum menyandang status tersangka, namun responden telah ditanya perihal dukungan bila Ahok menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama. Hasilnya adalah terjadi penurunan dukungan yang signifikan terhadap Ahok-Djarot.

 Setelah Ahok menjadi tersangka, dukungan untuk Ahok hanya di angka 10.6%. Ada 40% dari 24.6 persen pendukung bertahan mendukung Ahok-Djarot (10,6% dari 24,6%). Tetapi jumlah yang lebih besar 60% pendukung lama meninggalkan Ahok (14%  dari 24,6%).

Elektabilitas pasangan lainnya yaitu Anies-Sandi dan Agus-Sylvi naik mendapatkan limpahan suara dari dukungan yang meninggalkan Ahok-Djarot. Elektabilitas Anies-Sandi sebesar 20.00% (sebelum Ahok Tersangka) menjadi 31.90% (jika pertanyaan terbuka) dan  31.10 (jika pertanyaan tertutup  jika Ahok tersangka).

Elektabilitas Agus-Sylvi sebesar 20.9% (sebelum Ahok tersangka) menjadi 30.9% (jika pertanyaan terbuka) dan , 32.30% (jika pertanyaan tertutup  jika Ahok tersangka).

 Dengan keadaan seperti ini, Ahok-Djarot berpotensi tersingkir bahkan di pemilihan putaran pertama. Ahok-Djarot  di  nomor buncit diantara dua pasangan lainnya, dengan selisih tertinggal sekitar   20 persen.

-000-

Dari aneka segmen pemilih, pemilih mana yang meninggalkan Ahok-Djarot? Konf pers LSI hari jumat ini 18 November 2016 sudah mengurainya panjang lebar. Tak ingin saya ulangi lagi di tulisan ini.

Saya hanya ingin menggaris bawahi mengapa Ahok kini ditinggal?  Ada lima alasan.

Pertama, efek surat Al Maidah. 


Sejak menjadi viral, video pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang menafsirkan surat Al Maidah Ayat 51 memunculkan kontroversi dan dugaan penistaan agama Islam. Kontroversi dan protes sebagian besar ummat Islam tersebut berujung pada aksi demo besar-besaran sebanyak 2 (dua) kali yang menuntut Ahok diperiksa dan diadili.

Kasus dugaan penistaan agama ini menjadi perhatian publik Jakarta secara luas. Survei LSI Denny JA menunjukan bahwa sebesar 89.30 % responden menyatakan  mereka mengetahui kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Hanya dibawah 10 % saja yang mengatakan tak pernah mendengar.

Dari mereka yang pernah mendengar, sebanyak 73.20 % menyatakan  pernyataan Ahok tersebut  sebuah kesalahan. Mayoritas publik pun (65.7%) menyatakan  pernyataan Ahok soal Al Maidah Ayat 51   bentuk penistaan agama.

Mayoritas publik pun (63.7 persen) mendukung  adanya proses hukum terhadap Ahok meskipun Ahok telah meminta maaf.

Ibarat pertarungan tinju, kasus surat Al Maidah  "pukulan upper cut" yang hampir saja meng-KO" kan Ahok.

Kedua,  tingkat kesukaan Ahok makin turun.  


Tingkat kesukaan Ahok karena berbagai alasan juga menurun. Di survei Maret 2016, tingkat kesukaan Ahok masih sebesar 71.3 %. Di Juli 2016, tingkat kesukaan Ahok sebesar 68.9 %. Di bulan Oktober 2016, tingkat kesukaan sebesar 58.2 %. Dan saat ini, di survei November 2016, tingkat kesukaan Ahok sudah dibawah 50 % yaitu sebesar 48.30%.

Menurunnya tingkat kesukaan atas Ahok adalah "pukulan jeb yang beruntun dan berbahaya bagi tingkat keterpilihannya. Pemilih mustahil memilih orang yang tak disukainya.

Ketiga,  khawatir Jakarta di bawah Ahok penuh gejolak sosial. 


Massifnya gelombang penolakan terhadap Ahok, membuat masyarakat menjadi khawatir kedepan jakarta akan penuh gejolak sosial.

 Personaliti ahok yang cenderung konfrontasi dengan pihak yang bersebrangan, ditakutkan masyarakat akan membuat gejolak sosial. Dan terakhir berkembang psikologis tak aman jika Ahok tetap terpilih menjadi gubernur.

Apa gunanya sungai yang bersih, jakarta smart city, jika sebagian penduduknya menyimpam bom waktu selalu ingin menurunkan sang Gubernur karena karakter Gubenur yang tidak sensitif dengan emosi publik?

Keempat, Agus dan Anies semakin menjadi pilihan untuk Jakarta yang stabil. 


Kedua pasangan ini mampu untuk menampilkan minimal citra damai, yang akan membuat jakarta lebih stabil karena tidak adanya penolakan emosional. Gaya dari masing-masing kandidat yang ramah, santun, lebih bisa dterima.


Kelima,  citra buruk status tersangka. 


Selama ini semua pejabat (menteri, gubernur, dan lain-lain) yang menjadi tersangka diminta mundur dari jabatannya. Ini tradisi yang sudah kuat, tradisi  Good Governance. Mereka risi jika tokoh yang tersangka kok malah dikampanyekan menjadi pejabat.

-000-                  

Mungkinkan Ahok Bangkit Kembali? 

Ahok mungkin bangkit  jika bisa merebut kembali hati mayoritas pemilih Islam yang luka.  Mungkin pula Ahok bangkit  jika bisa “play victim” bahwa ia tak salah walau tersangka.

Mungkin pula Ahok bangkit  jika Agus dan Anies tak berhasil mengambil hati pendukung lama Ahok.

 Namun membangkitkan Ahok di tengah mayoritas pemilih yang sudah luka  memang hal yang maha sulit, walau tetap bisa saja dicapai.  Seperti yang ditulis di awal: itu the mission impossible.

Jika public mood atas Ahok tak berubah signifikan dalam tiga bulan ini, Ahok justru POTENSIAl tersingkir dalam putaran pertama.***


COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,16,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: 5 Alasan Dukungan Ahok Tinggal 10-11% Pasca Status Tersangka
5 Alasan Dukungan Ahok Tinggal 10-11% Pasca Status Tersangka
https://4.bp.blogspot.com/-m-_hb0fIRYk/WC6-0nOn1jI/AAAAAAAAIOo/AxB_oWPnDFQ_p8IqsMNoO2XmFQibFl_DgCLcB/s640/ahok%2Bmerdeka%2Bcom.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-m-_hb0fIRYk/WC6-0nOn1jI/AAAAAAAAIOo/AxB_oWPnDFQ_p8IqsMNoO2XmFQibFl_DgCLcB/s72-c/ahok%2Bmerdeka%2Bcom.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/11/alasan-dukungan-ahok-tinggal-10-11-persen-pasca-tersangka.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/11/alasan-dukungan-ahok-tinggal-10-11-persen-pasca-tersangka.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy