BLT Masih Jadi Program Semua Calon Gubernur DKI, Adakah Exit Strategy?

Adu program antar calon gubernur DKI Jakarta selalu “menegangkan” dan seru. Dari berbagai program yang dijual oleh para gubernur dan tim sukses, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) menjadi salah satu yang menarik untuk disimak.
 
Kartu Jakarta Pintar termasuk dalam program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bersyarat
Tampak pasangan calon Anies-Sandi dan Agus-Sylvi secara gamblang dan jelas menyatakan bahwa BLT akan menjadi salah satu program yang mereka usung. Sementara petahana Ahok-Djarot justru berjanji jika terpilih lagi tidak akan Memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga.

Anies-Sandi berjanji akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga Jakarta yang berada di garis kemiskinan. BLT akan diberikan secara temporer dalam kurun waktu enam bulan. "Selama enam bulan kita berikan mereka tidak kailnya, tidak bisa lagi prasarananya, tapi harus ikannya," kata Sandi.

Sandi berpendapat bahwa program BLT ini merupakan cara yang dilakukan untuk menolong masyarakat dalam jangka pendek. Selama enam bulan, masyarakat akan ditolong dengan pemberian bantuan uang tunai demi menjaga kelangsung hidup. Setelah itu, kata dia, masyarakat tetap didorong untuk berusaha secara mandiri dengan program kewirausahaan.

Memang dalam jangka panjang, program menciptakan lapangan pekerjaan dengan melahirkan pengusaha baru harus dilakukan secara berkelanjutan. Tetapi, masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan tetap perlu dibantu untuk keluar dari keterpurukan ekonomi lebih dulu.

Cagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono juga berjanji akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga yang benar-benar membutuhkan. “Banyak sekali plusnya dari saya nanti. Tunggu tanggal mainnya, saya akan jelaskan secara rinci,” ujarnya.

Sementara itu Ahok yang menolak BLT mengatakan bahwa program tersebut tidak sesuai dengan konsep keadilan sosial. Program BLT, kata dia, kerap disalahgunakan dan tidak tepat sasaran. Pemberian BLT kepada warga kerap dilakukan melalui pihak tertentu. Kemudian pihak itu menyalahgunakan anggaran dan bantuan tidak sampai ke warga yang membutuhkan.

"Kan bisa saja uang warga ditilep, malah warga miskin enggak dapat (bantuan) lagi," kata Ahok.

Dalam menjalankan programnya, Ahok menggunakan sistem cashless society, yakni memaksimalkan sistem non tunai. Salah satu contoh bantuan non-tunai tersebut adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Argumen Ahok dalam menolak program BLT tersebut memang ada benarnya. Program BLT ini sangat dekat dengan kondisi politik uang. Belum lagi pengawasan yang sulit dan besarnya kemungkinan penyelewengan mulai hulu hingga hilir membuat program BLT harus dikaji dengan sangat baik sebelum dilaksanakan. Dampaknya untuk psikologis masyarakat juga berpotensi menimbulkan ketergantungan sehingga masyarakat menjadi malas dan hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah apabila BLT diberikan tanpa syarat dalam jangka waktu yang tak terbatas.
 
Program BLT yang pernah dilakukan pemerintah RI menimbulkan antrean panjang dan peristiwa-peristiwa masyarakat yang jatuh sakit akibat mengantre. 
Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa program ini telah terbukti memberikan hasil yang positif dalam jangka panjang di beberapa negara, terutama jika pelaksanaannya benar-benar ditujukan pada program yang berdampak luas mengangkat standar kehidupan masyarakat. Banyak contoh negara yang telah sukses menjalankan program ini dan berhasil mengubah kondisi hidup masyarakat secara struktural.

Contoh-contoh keberhasilan BLT di dunia adalah Female Secondary School Assistance Project, program yang berdiri pada tahun 1994. Program bantuan langsung tunai ini berisi uang dengan syarat bersekolah untuk peningkatan pendidikan untuk anak-anak dan pencegahan pernikahan dini untuk para gadis di Banglades. Mirip dengan KJP bukan? Ya, memang program KJP itu juga termasuk bantuan langsung tunai.

Istilah Bantuan Langsung Tunai yang dalam Bahasa Inggrisnya disebut cash transfer pertama kali menjadi populer di Indonesia pada tahun 2005. Demi menanggulangi efek kenaikan harga akibat kenaikan harga BBM subsidi bagi kelompok masyarakat miskin, pemerintah Indonesia memperkenalkan program BLT kepada masyarakat.

Program ini dicetuskan oleh Jusuf Kalla tepat setelah dirinya dan Susilo Bambang Yudhoyono memenangkan pemilihan umum presiden dan wakil presiden Indonesia pada tahun 2004. Akhirnya, berdasarkan instruksi presiden nomor 12, digalakanlah program Bantuan Langsung Tunai tidak bersyarat pada Oktober tahun 2005 hingga Desember 2006 dengan target 19,2 juta keluarga miskin. Lalu, karena harga minyak dunia kembali naik, BLT pun kembali diselenggarakan pada tahun 2008 berdasarkan instruksi presiden Indonesia nomor 3 tahun 2008. Dan terakhir, pada tahun 2013, pemerintah kembali menyelenggarakan BLT tetapi dengan nama baru: Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Secara mekanisme, BLSM sama seperti BLT, dan jumlah anggaran yang dikeluarkan untuk program ini adalah 3,8 triliun rupiah untuk 18,5 juta keluarga miskin, dengan uang tunai 100 ribu rupiah per bulannya. 

KJP Adalah Bentuk BLT In-Kind (Conditional Cash Transfer)



Pengertian program BLT sendiri adalah program bantuan pemerintah berjenis pemberian uang tunai atau beragam bantuan lainnya, baik bersyarat (conditional cash transfer) maupun tak bersyarat (unconditional cash transfer) untuk masyarakat miskin.

Jelasnya program BLT tidak melulu harus dalam bentuk uang tunai melainkan bisa dalam bentuk lain seperti bantuan makanan, peralatan sekolah juga sarana dan prasarana usaha yang diberikan secara gratis kepada masyarakat. Jadi program KJP itu sebenarnya juga merupakan salah satu bentuk bantuan langsung tunai dari Pemda DKI kepada masyarakat.

Kartu Jakarta Pintar sendiri merupakan program BLT yang bersyarat (conditional) dan sangat terbatas (in-kind) di mana yang berhak menerima bantuan adalah anak dari keluarga kurang mampu yang sedang mengenyam pendidikan mulai dari jenjang SD sampai SMU. Jadi jika keluarga kurang mampu tidak memiliki anak yang sedang bersekolah, misalnya anaknya putus sekolah, tidak berhak mendapatkan kartu ini.

Kartu ini berbentuk ATM dari Bank DKI. Maksimal nominal penerima dana KJP untuk SD & PKBM adalah sebesar Rp100.000/bulan, SMP dan sederajat sebesar Rp150.000/bulan dan SMA sederajat sebesar Rp200.000/bulan.

Ditetapkan bahwa dari jumlah tersebut, maksimal yang dapat ditarik dengan cara dibelanjakan dengan ketentuan 2 minggu sekali adalah sejumlah Rp50.000 untuk siswa Sekolah Dasar (SD), Rp75.000 untuk siswa SMP dan sederajat serta Rp100.000 untuk SMA dan sederajat.

Bentuk bantuannya yang cashless yaitu dalam bentuk ATM tidak menjadikan KJP bukan termasuk program BLT, meskipun memang berbeda dari BLT/BLSM yang dilaksanakan pada tahun 2005 - 2013. Meskipun harus digunakan semata-mata untuk membeli perlengkapan sekolah tetap saja itu namanya bantuan langsung tunai/cash transfer, bukan bantuan non-tunai. Namun perlu diperjelas bahwa ini adalah jenis bantuan tunai bersyarat dan terbatas. 

Selanjutnya dapat dipahami bahwa setiap bentuk bantuan langsung tunai tidak boleh menciptakan ketergantungan dalam jangka panjang. Oleh karena itu strategi pengakhiran (exit strategy) penting bagi keberhasilan program BLT. Strategi ini juga erat kaitannya dengan keadilan horizontal, di mana pengakhiran program akan memberikan kesempatan bagi masyarakat lain untuk menikmati program lain yang bisa dilakukan dengan pendanaan program BLT. Sampai saat ini para calon gubernur termasuk petahana masih belum mengungkapkan strategi apa yang akan digunakan untuk mengakhiri program Kartu Pintar. Hal ini juga terjadi pada program Kartu Indonesia Pintar yang berlaku secara nasional. 

COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,79,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,207,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,116,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,35,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: BLT Masih Jadi Program Semua Calon Gubernur DKI, Adakah Exit Strategy?
BLT Masih Jadi Program Semua Calon Gubernur DKI, Adakah Exit Strategy?
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/01/1409262-kartu-pintar-620X310.JPG
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/11/bagi-bagi-uang-blt-masih-jadi-program.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/11/bagi-bagi-uang-blt-masih-jadi-program.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy