Biarkan Kuncupnya Menjadi Bunga

SHARE:


Oleh Rudy Syahputra*

Ngelmu.com - Dua tahun terakhir ini saya mencoba utk mengikuti perkembangan para mantan aktivis kampus ,setelah sekian lama tdk berkecimpung didunia para aktivis, maklum terakhir bergabung sekitar  tahun 2002, saat lengser Gusdur dan Naiknya Megawati dan juga terlibat dalam penjatuhan Soeharto dengan aksi pendudukan Gedung MPR/DPR.

Menginjak 13 tahun setelah itu, tentu saja ada perkembangan, perubahan terjadi yang mungkin terlihat oleh saya, berbagai macam organisasi yang digeluti oleh teman-teman mantan aktivis dari menjadi anggota partai, posisi anggota DPR, menjadi staff Ahli DPR, ada yang aktif dalam ormas membela bangsa, bahkan masuk dalam organisasi kepemudaan atau ormas pemuda independen, yang aktif di LSM pun cukup banyak sampai yg memberanikan diri menjadi bacagub di Ibu Kota Negeri. Hingga menjadi Entrepreneurs sambil tetap menjadi politisi, tentu saja dualisme profesi ini bukanlah hal yang mudah, tapi kawan-kawan pun banyak yang melakukan aktifitas tersebut.

Secara garis besar aktifitas yang dilakukan teman-teman tersebut masih masuk dalam kategori wajar, cukup menggembirakan, saya yang hanya aktivis pinggiran lebih banyak bergelut di dunia kerja, lalu mencoba peruntukan menjadi pebisnis dan beralihnya posisi menjadi wirausahawan sehingga mendapat membuka cakrawala baru, bahkan saya pun didapuk menjadi Ketua salah satu komunitas bisnis di daerah pinggiran Jakarta.

Menjadi ketua di suatu organisasi bukan lah pencapaian yang mudah, trust  building, komitmen, konsistensi menjadi makanan empuk sehari-hari yang harus dibuktikan, diberikan amanahnya pun juga penuh pengorbanan, adanya darah aktivis yang terus mengalir membuat kita menjadi tahan banting, sudah terbiasa menjadi pejuang, tak kenal menyerah, slogan "Perjuangan adalah Pelaksanaan Kata-Kata" tentu menjadi energi pembangkit di setiap aktifitas. Dan lagi-lagi niatnya hanya ingin berkontribusi untuk Indonesia tercinta.

Kontribusi tersebut seperti sudah tersetting dari dulunya, karena sejatinya kita dulu di kampus, diberikan pemahaman yang sama, artinya doktrin para aktivis di manapun, selalu ditekankan, dia akan tetap menjadi lilin, penerang kegelapan, pemecah kebekuan, pendobrak arus yang mandeg.

Kita liat dulu, Pangeran Diponegoro langsung melakukan perlawanan karena Belanda merampas tanah rakyat, HOS Cokroaminoto yang memperjuangkan hak-hak para petani hingga mendirikan Syarikat Dagang Islam, Soekarno- Hatta Proklamator kita, Kasman Singodimedjo, Prof Yamin yang merancang naskah Pancasila mempersiapkan kemerdekaan RI.

Bahkan yang baru-baru ini saja aktivis yang tetap konsisten memberikan pemikirannya, dari Indra J Pilliang Aktivis HMI yang tidak mau terkooptasi dengan kekuasaan atau aktivis Malari Hariman Siregar yang tetap harum namanya hingga sekarang atau adakah figur lain?

Jangan-jangan kita kehilangan figur aktivis tersebut? Sebut saja Anis Matta yang namanya timbul tenggelam, seiring dengan turunnya yang bersangkutan dari pimpinan partai, pernah menjadi tokoh inspirasi kaum Muda kampus dulu tahun 1998 di kalangan internal aktivis dakwah kampus, atau Andi Rahmat yang disebut sebagai Singa Parlemen lantaran kekritisannya pada saat kasus Century? atau ribuan Aktivis dakwah kampus yang terlibat dalam reformasi 98, entahlah di mana mereka kini berada. Kemana kah para aktivis – aktivis yang dulu pernah mengharumkan Indonesia pada periode awal reformasi?

Beberapa kebijakan menyatakan mereka sudah kembali ke “daerah” masing-masing. Padahal kalo kita boleh jujur, kembalinya para aktivis ini ke "daerahnya" masing2, bukanlah solusi atas saluran aktualisasi mereka, karena mereka sebenarnya dilahirkan pada rahim reformasi yaitu Kampus, penjatuhan Soeharto menjadi titik tolak lahirnya aktivis baru di republik ini, ciri- ciri mereka: berfikir sistematis; bergerak cepat ; pintar menaikkan eskalasi. Ciri-ciri tersebut tidak bisa disamakan ketika mereka kembali ke kampung halaman "daerah masing2", karena cara berfikir dan pola geraknya berbeda.

Sebut saja kawan-kawan yang dulu aktif di kampus sebagian besar dari mereka tidak ada yang benar-benar loyal aktif di daerah masing-masing, justru mereka banyak berkiprah di luar memperbesar "tribe", yang aktif di lini sosial sekarang sudah menjadi Direktur di organisasi tersebut, bahkan ada yg sudah menjadi Direktur pada salah satu bank, yang aktif di komunitas bisnis pun, mereka sudah menjadi pemimpin-pimpinan di komunitas tersebut.

Kembali pada pokok Tema, tahun 2015 mulai berkumpulnya  beberapa aktivis yang mencoba menyalurkan ruh kepemimpinan dalam kanalisasi wadah umum, tentu saja ini bisa menjadi  kanalisasi baru dalam membersamai Indonesia.

Berkumpulnya beberapa aktivis yang dulu pernah bahu membahu menegakkan panji reformasi, seakan menjadi angin segar untuk membangun kekuatan yang berserak, mulainya mereka mencoba keluar dari sarang, mengikuti proses seleksi kepemimpinan pada salah satu ikatan alumni dan hasilnya di luar dugaan, terjadinya beberapa friksi, test the water tidak berhasil, ada semacam barrier yang menghadang yang sangat berat untuk ditaklukkan.

Aksi 4 November 2016 menjadi pintu masuknya konsolidasi sesama aktivis ini, adanya JAK 98, Kornas ADK bahkan yang terbaru Sekber Aktivis, akankah kanalisasi ini menjadi ajang konsolidasi para aktivis? Kanalisasi ini bisa menjadi muara baru para aktivis dalam mengaktualisasi diri.

Logika aktivis adalah berbeda, mereka lahir menjadi aktivis terlebih dahulu baru masuk dalam barisan "dakwah".

Semestinya para stake holder sudah memahami kondisi seperti ini. Biarkanlah  kanalisasi-kanalisasi perjuangan ini tetap terus tumbuh demi memelihara motivasi juang. Jangan sampai baru tumbuhnya benih langsung dilakukan pembonsaian, dikooptasi oleh kekuasaan, yang kadang sulit dicari logikanya, ke mana arah yang dimaksud. Sudahi pola-pola komunikasi satu arah, justru pada akhirnya akan menjadi kontraproduktif.

Kondisi pengkooptasian secara massif, sistemik seperti ini akan mematikan kreatifitas para aktivis dan ujung2nya akan ada Saluran lain yang "mencuri" kreatifitas mereka, bahkan akan ada jalan lain yg mrk tempuh.

Atau memang semestinya mereka harus balik ke "kandang masing-masing"??

Biarkanlah Kuncup itu menjadi bunganya, kata salah satu pejuang dakwah yang namanya nyaris tak terdengar saat ini.

Allahua'lam

*Aktivis Pejuang Pinggiran

COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,16,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Biarkan Kuncupnya Menjadi Bunga
Biarkan Kuncupnya Menjadi Bunga
https://4.bp.blogspot.com/-NRHFLG83AV8/WCflReNzbYI/AAAAAAAAIGw/tT32jFhU1j0ZO4kEpNcCYlhv7csNg7rsACLcB/s640/biarkan%2Bkuncupnya%2Bmekar.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-NRHFLG83AV8/WCflReNzbYI/AAAAAAAAIGw/tT32jFhU1j0ZO4kEpNcCYlhv7csNg7rsACLcB/s72-c/biarkan%2Bkuncupnya%2Bmekar.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/11/biarkan-kuncupnya-menjadi-bunga.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/11/biarkan-kuncupnya-menjadi-bunga.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy