Dilarang Demo 2 Desember, Munarman Melawan

SHARE:

Ngelmu.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian melarang rencana aksi demo yang dilakukan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI pada 2 Desember 2016. Larangan berlaku karena aksi yang disebut Bela Islam Ketiga dengan menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan ini akan menggelar Salat Jumat di Jalan MH Thamtin, Jalan Jenderal Sudirman dan Bundaran Hotel Indonesia.

Menurut Tito, ada empat batasan dalam Undang-undang itu yang tidak boleh. Pertama, tidak boleh mengganggu hak asasi orang lain, termasuk memakai jalan, kalau jalan protokol itu tidak boleh dihalangi.

Yang kedua, tidak menganggu ketertiban umum, sangat jelas bahwa itu jalan protokol. Kalau itu diblok, otomatis akan mengganggu warga yang melewati jalan itu. Itu menganggu ketertiban publik. Dalam penilaian kami kepolisian, oleh karena itu maka kami akan melarang kegiatan itu.

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) sekaligus Koordinator lapangan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Munarman membantah penilaian Kapolri mengenai aksi 2 Desember. Berikut argumen Munarman yang dikutip dari media Youtube dengan judul "Argumen Cerdas Munarman Terhadap Kasus Ahok Blak-blakan di Depan Polisi":

1. Aksi 2 Desember untuk Penegakan Hukum
Munarman mengatakan seluruh rakyat Indonesia menginginkan tegaknya negara ini sebagai negara hukum dan menginginkan tegaknya keadilan. 


2. Tuntutan Penahanan Ahok sebagai Persamaan Hukum
Menurut Munarman, negara hukum dan berkeadilan itu penting. Salah satu pilar negara hukum menurut A.V Dicey adalah equality before the law atau permasaan di mula hukum.

Dalam kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Ahok, kalau diperhatikan, kasus tersebut sangat spesifik. Kasus terkait Pasal 156 a dan sepanjang republik ini berdiri, sejak adanya Pasal 156 a yang disisipkan melalui Undang-undang nomor 1 tahun 1965, PNPS 165, yang diundangkan lewat KUHP Pasal 165 dan UU No.1/PNPS/1965 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama, tidak pernah ada satu tersangka yang apabila disangka melakukan perbuatan sebagaimana diatur pasal 156 a, itu bebas berkeliaran.

"Tidak pernah ada itu." kata Munarman.

Munarman menyebutkan sejumlah kasus teerkait Pasal 156 a. Seperti  kasus Gafatar dam sebelumnya, Al-Qiyadah Al-Islamiyyah. Dua kali berkasus, Keduanya ditangkap dulu baru diperikaa di dalam penjara. "Ditangkap, ditahan, ditetapkan sebagai tahanan, dikeluarkan penahanan 20 hari kemudian diperiksa, melengkapi bukti-buktinya pada saat dia sudah ditahan," ujar Munarman.

Kasus lainnya Lia Eden. Lia dua kali terjerat hukum karena terkait Pasal 156 a juga dan posisinya ditahan terlebih dahulu baru kemudian disidik.

Ada pula kasus Arswendo Atmowiloto dengan Tabloid Monitor di mana Arswendo ditahan terlebih dahulu. Kasus Usman Roy yang Salat menggunakan bahasa Indonesia. Usman juga ditahan dahulu. Terdapat pula Kasus Tajul Muluk di Sampang, Madura yang juga ditahan.

"Jadi baru kali ini yang akan menjadi preseden," tutur dia.

Sebab praktiknya dalam kasus 156 a selalu ditahan terlebih dahulu. Apabila tidak dilakukan hal yang sama terhadap kasus-kasus 156 a, maka tidak boleh ada perbedaan perlakuan. "Kalau kita masih mau menjunjung tinggi hukum maka equality before the law mesti diterapkan," kata Munarman.


3. Alasan perbedaan perlakuan tidak miliki alasan kuat
Munarman menyebutkan argumentasi hukum perbedaan perlakuan untuk tersangka Ahok tidak kuat. Sebab ada syarat objektif untuk ditahan yaitu kejahatan yang diancam dengan hukuman 5 tahun ke atas.

"Jadi kejahatan yang diancam dengan hukuman 5 tahun atau selebihnya, itu bisa ditahan," paparnya.

Sementara syarat subjektif. Ini menjadi satu poin yang sulit disebutkan. Pasalnya, subjektifitas ini ditentukan penyidik.

"Kalau penyidik profesional, tidak berpihak, imparsial, dan profesional maka dia akan tahan (tersangka) itu, seharusnya," pungkasnya.

Namun bila penyidik tidak profesional, parsial dan personal tanpa melihat atau memandang siapa tersangka. Maka terjadi perlakuan perbedaan itu yaitu tersangka tidak ditahan. "Sekarang personal, parsial dan tidak profesional," ujarnya.

Munarman menjelaskan alasan disebutnya penyidik parsial, karena kasus ini dilihat dalam konteks Pilkada semata-mata. Seolah-olah kalau tersangka ditahan mengganggu proses Pilkada. Padahal tidak mengganggu sebetulnya.

Kedua, personal. Penyidik melihat ini karena tersangka seorang gubernur. "Bekingnya kuat sehingga tidak berani menahan, agak jeri," paparnya.

Ketiga, tidak profesional. Munarman mengatakan informasi dari proses penyelidikan sebelum gelar perkara dan saat gelar perkara. Hasil penyelidikannya, kata Munarman, pengalamannya sebagai pengacara belum pernah menghadapi penyidik jika ada pihak yang melapor atau klien dilaporkan, penyidik mencari ahli-ahli yang justru meringankan tersangka.

"Baru kali ini saya temui. Unprofesional. Jadi ini agak aneh," kata Munarman.

Sementara alasan subjektif tidak melarikan diri. Terdapat pula kejaganjilan. "Tidak melarikan diri, okelah karena wajah tersangka dikenal. Di mana-mana dikenal," tuturnya.

Namun untuk tidak menghilangkan barang bukti, kata Munarman, polisi agak gegabah sebab terkait dengan barang bukti yang digunakan dalam konteks upload di media resmi yaitu website resmi yang meng-upload video-video tersangka.

"Website resmi  di bawah kendali pemerintahan jadi sangat mungkin dia menggunakan pengaruhnya untuk menghilangkan itu website, menghilangkan video atau mengubah, memerintahkan untuk mengubah, mengedit video. Alasan menghilangkan barang bukti bisa kami bantah," ucap Munarman.

Mengenai alasan tidak mengulangi perbuatan, tambah Munarman, juga terbantahkan. Sebab baru 5 menit ditetapkan sebagai tersangka, kata Munarman, tersangka sudah menuduh orang lain dengan menuding ada peserta demo 4 November sebagai demo bayaran atau pernyataan lain saya akan menang jadi presiden.

"Artinya dia memfitnah orang demo bayaran menyebarkan kabar bohong, fitnah dan pencemaran nama baik. Itu perbuatan pidana juga sebetulnya," katanya.

COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,16,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Dilarang Demo 2 Desember, Munarman Melawan
Dilarang Demo 2 Desember, Munarman Melawan
https://3.bp.blogspot.com/-Nn-6Oylp7Gc/WDUKKAKVqtI/AAAAAAAAAFQ/MPyY9CQXafUdMBNLD9Pt-8ZhkRL2Ko0NQCLcB/s640/Munarman%2BAntara%2BYudi%2BAbdullah.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-Nn-6Oylp7Gc/WDUKKAKVqtI/AAAAAAAAAFQ/MPyY9CQXafUdMBNLD9Pt-8ZhkRL2Ko0NQCLcB/s72-c/Munarman%2BAntara%2BYudi%2BAbdullah.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/11/dilarang-demo-2-desember-munarman.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/11/dilarang-demo-2-desember-munarman.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy