Kisah Buni Yani dan Duta Besar Kubilai Khan

SHARE:


Don’t shoot the messenger. Alkisah Kubilai Khan mengirimkan duta besar yang membawa pesan yang sangat kurang ajar kepada Raja Singosari, Kertanegara. Kerajaan Mongol yang saat itu menguasai daratan Cina meminta upeti dari Singosari sebagai tanda Singosari tunduk kepada Dinasti Yuan. Kertanegara murka. Saking murkanya ia memerintahkan agar telinga si pembawa pesan dipotong dan dikirimnya kembali sang pembawa pesan untuk menyampaikan “isyarat sumpah serapah” kepada sang Khan.

Akibatnya Kubilai Khan menyiapkan invasi ke Jawa dengan lebih dari 1000 armada kapal. Tetapi sebelum invasi terjadi Kertanegara sudah terbunuh di tengah perang sipil dan calon penerusnya, Raden Wijaya, mendirikan Kerajaan Majapahit yang nantinya akan menghancurleburkan invasi Khan di Tanah Jawa. Kita patut berterima kasih kepada Majapahit karena berhasil membendung invasi tersebut. Tapi tampaknya invasi yang gagal lebih dari 7 abad lalu masih menyisakan rasa penasaran di hati para pemimpin kawasan tersebut. Saat ini Nusantara sedang kembali terancam invasi dari Cina. Tapi itu cerita untuk lain kali.

Cerita kali ini adalah mengenai seorang pria yang memiliki niat tulus untuk membongkar kebohongan dan memiliki perhatian untuk membuka mata masyarakat dengan kebenaran. Tetapi persis seperti kata pepatah: “kebenaran itu sering kali pahit” – pahitnya kebenaran yang diungkapnya justru membuatnya “ditembak”. Padahal seperti utusan Kubilai Khan, beliau sesungguhnya hanya sekadar seorang “pembawa pesan”.


Namanya adalah Buni Yani. Profesinya adalah dosen dan peneliti. Pria yang biasa-biasa saja ini mungkin tidak akan pernah terkenal dan tidak akan menderita seperti sekarang jika ia memilih untuk bungkam dan apatis terhadap kebohongan dan ketidakadilan yang diamatinya. Beliau mungkin akan tetap santai-santai bekerja dan beraktivitas jika bukan karena niat tulusnya meluruskan yang salah. Sementara kita semua memilih untuk menutup mata dan tidak peduli, Buni Yani benar-benar memahami dan meresapi sebuah kalimat bijak yang diucapkan oleh Edmund Burke: “The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing.”

Buni Yani menjadi terkenal sebagai “penyebar” video yang menunjukkan komentar Ahok terkait Al-Qur’an Surat Al Maidah ayat 51. Di akun facebooknya Buni mengunggah video tersebut karena merasa terusik dengan kata-kata Ahok. Karena video asli durasinya cukup panjang, Buni khusus memotong video tersebut untuk menunjukkan kalimat yang dirasa bermasalah. Meskipun tidak ada konten yang diubah, Buni Yani telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran informasi yang mengandung rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA sebagaimana Pasal 28 Ayat (2) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Buni dinilai telah menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kebencian atau permusuhan terhadap golongan atau kelompok atas SARA karena mem-posting kata-kata pada caption video Basuki T Purnama (Ahok) soal surat Al-Maidah 51. Kasus ini dilaporkan oleh Andi Windo pada tanggal 7 Oktober 2016.

Akhirnya pihak penyidik menyimpulkan Buni Yani kini diduga menyebarkan kebencian sehingga menetapkannya sebagai tersangka. "Yang bersangkutan telah menyebarkan informasi yang bisa menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang berdasarkan atas SARA," kata Kombes Setiyono yang ikut memeriksa Buni.

Polisi tidak melakukan upaya penahanan terhadap Buni. Namun polisi mengajukan surat permintaan cegah agar Buni tidak dapat bepergian ke luar negeri selama 60 hari ke depan.

Dalam unggahan video yang menjadi viral tersebut, Buni menuliskan transkrip pidato Ahok saat melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Seribu.

Transkrip tersebut yang menjadi awal dari kasus surah Al-Maidah ayat 51. Buni dianggap sengaja mencemarkan nama baik sang gubernur dengan tidak menuliskan kata “pakai” dalam transkripnya.

Meskipun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengklarifikasi potongan video yang diunggah Buni dengan video berisi pidato lengkap Ahok saat kunjungan tersebut, sebagian umat Muslim tetap merasa bahwa kata-kata Ahok menistakan agama Islam dan ayat suci Al-Qur'an.
 
Dukungan untuk Buni Yani

Profil Buni Yani

Buni Yani merupakan peneliti, dosen, wartawan dan aktivis yang sudah lama berkecimpung dalam pemberitaan isu-isu kemasyarakatan. Mulai tahun 1996 hingga 1999 Buni Yani bekerja sebagai jurnalis untuk Australian Associated Press (AAP) dan sering menulis tentang isu-isu terkait Asia Tenggara.

Diketahui bahwa Buni adalah seorang akademisi yang mencintai dunia kampus. Lulusan S1 Sastra Inggris dari Universitas Udayana ini memperoleh kesempatan untuk melanjutkan studi S2 di Universitas Ohio Amerika Serikat pada tahun 2000. Ia mendapatkan gelar Master of Arts dalam studi Asia Tenggara dari Ohio University pada tahun 2002.

Sejak tahun 2004 Buni berkarir di kampus London School of Public Relations, Jakarta sebagai dosen. Kemudian pada tahun 2010 ia mendapatkan beasiswa studi doktoral di Universita Leiden, Belanda. Ia mengambil gelar Doktoral sekaligus sebagai peneliti di Faculty of Social and Behavioral Sciences, Institute of Cultural Anthropology and Development Sociology, Leiden University.

Dalam kesehariannya Buni Yani hidup dengan kesederhanaan bersama keluarganya. Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Buni memperoleh bayaran untuk menodai nama baik salah satu calon gubernur.

Kediamannya yang berada di B2/15 RT 002 RW 007 Perumahan Kalibaru Permai, Cilodong, Depok menjadi rumah paling sederhana di deretannya. Dibandingkan rumah yang mengapitnya di kanan kiri, rumah bercat krem ini terlihat apa adanya. Bahkan cat sudah terlihat memudar. Di halamannya ditanami beberapa pohon dan rumput. Sendal dan sepatu terlihat dibiarkan begitu saja di depan pintu masuk.
 
Rumah tempat tinggal Buni Yani dan keluarga
Hanya ada dua sepeda terparkir di halaman rumah Buni. Setiap hari, Buni beraktifitas hanya memakai kendaraan roda dua. Satpam di perumahan tersebut mengonfirmasi bahwa keluarga Buni Yani tidak memilki kemewahan kendaraan beroda empat seperti umumnya kelas menengah di Indonesia.

Buni tinggal di perumahan itu sejak dibangun. Buni memiliki dua anak yang masih kecil. Anak pertamanya sekolah tingkat SMP. Sedangkan anak keduanya masih SD.

Buni vs Koordinator Jasmev

Geliat Buni Yani dalam mengungkapkan kebenaran isu-isu di ranah politik sebenarnya bukan baru saja terjadi di kasus Ahok. Sebelumnya Buni Yani pernah membongkar kasus kebohongan Koordinator Jokowi Advanced Social Media Volunteers (Jasmev) Kartika Djoemadi.

Kartika pernah mengaku-aku sebagai alumni Phd di salah satu Universitas di Belanda. Akan tetapi setelah Buni dan teman-temannya yang saat itu sedang belajar di Belanda melakukan penyelidikan keabsahan pengakuan Kartika tersebut, diketahui bahwa wanita itu berbohong.

Sebagai koordinator Jasmev Kartika memiliki kesempatan untuk mendapatkan posisi yang strategis pada pemerintahan Jokowi saat itu. Karena itu Buni Yani membongkar kebohongannya supaya masyarakat tahu bahayanya jika orang yang integritasnya diragukan mendapat jabatan.

Selain berkicau di akun Twitter-nya, Buni Yani juga menulis surat terbuka kepada Presiden Jokowi. Buni juga mengaku sudah berkomunikasi dengan salah seorang petinggi PDIP yang dekat dengan Jokowi tentang kondisi Kartika. Tetapi menurut Buni petinggi partai Banteng tersebut tidak bisa berbuat banyak karena Kartika dianggap berjasa besar dalam proses kemenangan Jokowi. Terakhir diketahui Kartika memperoleh posisi sebagai komisaris di BUMN Danareksa.

Buni vs Ahok


Buntut unggahan videonya di Facebook Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka yang terancam hukuman penjara. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan status tersangka itu bukan terkait penyebaran video, tapi menyangkut tiga paragraf tulisan Buni Yani yang dianggap menyebarkan kebencian.

"Kalimat ini yang tidak ada dalam video, ini yang menambah, menyebarkan informasi terkait dengan rasa permusuhan, rasa kebencian yang berdasarkan SARA. Ini yang kita ulas," kata Awi Setiyono dalam jumpa pers, Kamis sore.

Berikut ini tiga paragraf yang mengantar Buni Yani ke kursi panas tersangka:

PENISTAAN TERHADAP AGAMA?
"Bapak-Ibu (pemilih muslim).. Dibohongi Surat Almaidah 51 (masuk neraka) juga bapak ibu. Dibodohi."
"Kelihatannya akan terjadi suatu yang kurang baik dengan video ini."

"Tiga paragraf inilah berdasarkan saksi ahli meyakinkan penyidik yang bsrsangkutan melanggar pasal 28 ayat 2 UU ITE. Yang di dalam kurung itu ditambahkan sendiri," ucap Awi.

Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahardian mempertanyakan penggunaan pasal 27 dan 28 terkait penyebar kebencian terkait SARA dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang dianggapnya multitafsir.

Pasal 27 berkaitan dengan penghinaan dan pencemaran nama baik, sedangkan pasal 28 berkaitan dengan penghasutan terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Sarat multiinterpretasi," kata pengacara Buni Yani, Aldwin Rahardian, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, usai mendampingi pemeriksaan kliennya. Dia juga mengatakan, "Apalagi yang dipermasalahkan bukan video lagi, dan pemeriksaan forensik Bareskrim tidak ada persoalan (dalam video)... Yang kedua, yang dipersoalkan adalah caption intisari dan pendapat pribadi Pak Buni. Semua orang melakukan hal yang sama," tambahnya.
 
Buni Yani dan kuasa hukumnya
Menanggapi penetapan kasus tersangka Buni Yani tersebut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menuding polisi hanya ingin menunjukkan arogansinya saja dalam menangani kasus Buni Yani. Seharusnya, kata Neta, lembaga penegak hukum tersebut tidak membedakan antar kasus Buni Yani dengan kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok. Pasalnya dalam kasus Ahok dalam gelar perkara dilakukan terbuka sebentar dan baru ditetapkan tersangka. Namun, untuk Buni Yani gelar perkara tertutup dan langsung dijadikan tersangka pada panggilan pertamanya.

Semenjak kasusnya bergulir dan ia ditetapkan sebagai tersangka Buni Yani kerap mendapatkan ancaman. Ketika ancaman tersebut sudah diarahkan kepada lembaga tempat ia bekerja, Buni memilih untuk mengundurkan diri dari institusinya demi keselamatan institusi dan rekan-rekan kerjanya. Sekarang Buni Yani sudah kehilangan pekerjaannya dan sedang mengalami cobaan yang berat. Meskipun demikian Pak Buni tetap bersabar karena doa-doa orang yang didzalimi diijabah oleh Allah SWT. Semoga keadilan dapat ditegakkan.



COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Kisah Buni Yani dan Duta Besar Kubilai Khan
Kisah Buni Yani dan Duta Besar Kubilai Khan
https://3.bp.blogspot.com/-7UB6WQ1CKYo/WD6H1ADdU7I/AAAAAAAABhs/n9e4Utf1GjMiC_Hwnj2IuCdPPj5mgKEEwCEw/s320/siby.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-7UB6WQ1CKYo/WD6H1ADdU7I/AAAAAAAABhs/n9e4Utf1GjMiC_Hwnj2IuCdPPj5mgKEEwCEw/s72-c/siby.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/11/kisah-buni-yani-dan-duta-besar-kubilai.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/11/kisah-buni-yani-dan-duta-besar-kubilai.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy