Mengembalikan Hak BUMN Untuk Bantu APBN Dalam Membangun Perekonomian Indonesia


Oleh M Hafizh Bakri

Ngelmu.com - Dalam teori pilihan publik (public choice theory) atau yang juga dikenal sebagai pendekatan ekonomi politik baru (new politican economy approach) mengemukakan bahwa pemerintah ketika menjalankan aktivitasnya tidak efisien dan cenderung korup, hal itu terjadi karena orang-orang yg menggunakan pemerintahan hanya untuk mencapai tujuan mereka sendiri.

  Teori tersebut menjadi suatu realita yang tidak terbantahkan di Indonesia, Khususnya pada masa orde baru hingga saat ini, di mana praktek-praktek korupsi terjadi hampir di segala lini pemerintahan, khususnya di BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Indonesia seperti yang terjadi di Bulog, Telkom hingga Pertamina dan lain-lain.

  Berdasarkan kajian LPEM (Lembaga Penelitian Ekonomi Manajemen) Universitas Indonesia , Korupsi di BUMN terjadi karena beberapa hal diantaranya : Pertama, kualitas direksi lemah.  Kedua, pengangkatan direksi BUMN bukan berdasarkan kapabilitas tetapi bermuatan politik dan berdasarkan loyalitas. Ketiga, setoran uang yang menyebabkan terjadinya KKN. Bahkan BUMN sering dijadikan sapi perahan, baik untuk kepentingan pribadi, kelompok tertentu hingga partai politik sehingga korupsi di BUMN menjadi masalah yang sangat akut.

  Belum lagi masalah privatisasi yang sedang menyerang BUMN, semenjak UU 19 tahun 2003 tentang privatisasi BUMN dikeluarkan oleh pemerintah, BUMN dipaksa Initial Public Offering (IPO) atau menjual sahamnya dipasar modal, sehingga semua orang bisa memiliki BUMN termasuk pihak asing. Tercatat aset strategis seperti PT Pelindo II dan PT Pelindo III yang mengelola pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak, PT Telkomsel dan PT Indosat yang menguasai sektor telekomunikasi Indonesia, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), PT Krakatau Stell, PT Jasa Marga dan lain-lain mulai dikuasai oleh pihak swasta, tercatat dari tahun 1991-2011 jumlah BUMN yang diprivatisasi mencapai 26 perusahaan dan 13 perusahaan diantaranya sudah tidak menjadi kepemilikan negara secara mayoritas atau resmi milik swasta.

  Memang tujuan dari pemerintah melakukan privatisasi bukan untuk menjual BUMN, melainkan untuk memberdayakan BUMN agar lebih dinamis, transparan, kompetitif dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam kepemilikan BUMN.Tentu saja klaim ini harus ditijau kembali, sebab privatisasi merupakan penjualan aset-aset negara sehingga terjadi pemindahan atau menghilangkan kepemilikan dari milik negara/publik menjadi milik swasta (private sector).

  Menurut FITRA ( Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran), Privatisasi hanya menyetor rata-rata 1- 2,5 persen dari total APBN dan profitisasi bergerak pada kisaran 2- 3,5 persen. Sehingga, kontribusi BUMN ke APBN hanya sebesar enam persen. Apabila di komparasikan dengan pos “ cukai “ di pendapatan negara, kontribusi BUMN sangat mengecewakan karena cukai mampu menyumbang rata- rata sebesar 6,35 % terhadap pendapatan negara, padahal kita ketahui semua bahwa sektor bisnis yang digarap oleh BUMN merupakan sektor yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, seperti Pertamina (mengelola minyak), PLN ( mengelola listrik) dan masih banyak lagi.

  Pertamina sebagai BUMN terbaik di Indonesia atau perusahaan yang dianugerahkan sebagai perusahaan peringkat 123 di dunia versi majalah fortune. Pada tahun 2014, Pertamina hanya menyumbangkan pendapatannya sebesar Rp 78,22 triliun ke negara, dimana Rp 9,5 triliun disumbang melalui setoran dividen dan Rp 68,72 triliun disumbang melalui pembayaran pajak. Jika di persentasekan pertamina menyumbang 19 % dari total APBN.

  Bila dibandingkan dengan Petronas sesama National Oil Crude (NOC), kontribusi Pertamina belum ada apa-apanya. Karena Petronas menyumbangkan 40 % dari APBN Malaysia. Padahal dilihat dari potensi yang mereka punya, mereka tidak punya apa yang kita miliki dan jika dilihat dari sejarah Petronas pernah berguru ke Pertamina.

  Belum lagi masalah minimnya dukungan political will pemerintah dalam mengelola sumber daya alam secara mandiri, hal in terdokumentasikan dalam redaksi pidato Presiden Jokowi dalam KTT APEC 2014 “ we are waiting for you to come to Indonesia. We are waiting for you to invest in Indonesia. Thank you. Dari redaksi diatas cukup menggambarkan political will pemerintah dalam membangun perekonomian bangsa ini cenderung liberal dan seorang Presiden seperti seorang pengobral aset-aset bangsa ini. Tercatat, sejak dikeluarkannya UU No 1 tahun 1967 tentang penanaman modal asing, sampai saat ini ada 3.143 proyek yang dikelola oleh asing, 235 proyek dibidang pertambangan.

  Lebih mengherankan lagi pemerintah lebih mengutamakan perusahaan asing dari pada BUMN dalam mengeksplorasi sumber daya alam padahal BUMN mampu mengelola sumber daya alam tersebut, contohnya, tahun 2013 kasus blok Siak di Riau, pemerintah lebih memilih Chevron (USA) dari pada Pertamina dalam mengelola blok Siak.

Perspektif Islam


  Maka dari itu perlu solusi yang fundamental agar segala permasalahan yang dialami oleh BUMN teratasi, salah satunya dengan perspektif Islam. karena Islam telah mengatur segala jenis aktivitas manusia, bahkan masuk WC saja Islam mengaturnya, apalagi aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan BUMN  dan sumber daya alam.

  Dalam pandangan Islam kepemilikan terhada sumber daya alam yang ada dibumi pada dasarnya ialah milik Allah SWT (Qs. Al-Nuur : 33). Kepemilikan yang ada pada Allah pada dasarnya ialah semata untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan bagi segenap manusia. Untuk mengatur penggunaan kepemilikan tersebut di muka bumi, Allah mengaturnya lewat pesan universal Al-qur’an dan pesan-pesan rasul-Nya seperti yang ada dalam hadist dan sunnah.

“Kaum Muslim bersekutu ( memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: air, padang rumput dan api” ( HR Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah)

  Alasan mendasar dari eksisitensi kepemilikan ketiga hak tersebut (air, padang rumput dan api) karena manfaat hak ketiganya yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Peniadaan terhadap hak-hak publik tersebut akan mendorong terhadap kemiskinan, pemelaratan dan kemudharatan. Privatisasi terhadap ketiga hak tersebut berarti akan meniadakan hak-hak publik untuk menggunakan dan mengonsumsinya.

  Berangkat dari landasan Al-qur’an dan hadist, maka pandangan Islam terhadap pengelolaan sumber daya alam dan BUMN menjadi dasar penentu (illat) larangan dari kebijakan privatisasi oleh negara. Kepemilikan umum (air, ladang dan gas) tidak diperbolehkan diprivatisasi tetapi harus dikelola oleh masyarakat dan atau negara secara langsung.

Ketika pengelolaan sumber daya alam tersebut membutuhkan keahlian dan teknologi tertentu seperti pengelolaan minyak bumi, gas alam, batubara, sumber daya nuklir, geothermal dan lain-lainnya dikelola oleh negara langsung. Dengan demikian, Industri yang bergerak disektor kepemilikan umum yaitu BUMN dan harus bebas dari kepemilikan individual (privatisasi). Sehingga keterlibatan swasta dalam kepemilikan industri milik umum dalam hal ini harus dihilangkan. Maka dari itu sudah saatnya pemerintah khususnya BUMN mengambil hak-nya dalam pengelolaan sumber daya alam apalagi sumber daya alam yang strategis.

  Kalau kita hitung secara matematis dari potensi tambang Indonesia saja, sesungguhnya kita bisa membangun bangsa ini tanpa pajak. Dapat dilihat dari tabel di bawah ini


   Dari data di atas, dari ketiga bahan tambang Indonesia saja Indonesia saja bisa berkontribusi sebesar Rp 13.623,75 triliun atau sebesar 650 % dari APBN 2016, belum lagi ditambah bahan-bahan tambang lainnya serta pendapatan BUMN di bidang lainnya. Sehingga BUMN (tangan kiri) sangat besar pengaruhnya terhadap APBN ( tangan kanan).

  Sudah saatnya kita melakukan restrukturisasi BUMN, agar BUMN ini menjadi raja di rumahnya sendiri yaitu dengan: Pertama, merestrukturisasi BUMN atau membenahi manajemen BUMN agar tidak KKN. Kedua, melindungi BUMN-BUMN dari privatisasi, minimal tidak listing di pasar modal, karena dgn listing di pasar modal maka semua orang mempunyai kesempatan untuk memiliki BUMN apalagi dari pihak asing yang mempunyai modal besar serta melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing yang bergerak di sumber daya strategis seperti Freeport dan blok  Mahakam. Ketiga, political will dari pemerintah yang mampu melindungi seluruh hak-hak BUMN dalam mengelola seluruh industri strategis karena hakikatnya, ketika seluruh hak-hak BUMN diberikan maka BUMN mampu menjadi tulang punggung dalam membangun kesejahteraan di bangsa ini.

  Menurut Dahlan Iskan, ada dua alasan mengapa negara meniliki BUMN : Pertama, BUMN harus bisa dipakai sebagai alat ketahanan nasional, dimana industri strategis harus ditangani secara serius dan BUMN yang berada dalam industri tersebut harus diperkuat dan dibesarkan. Kedua, BUMN harus bisa berfungsi sebagai “Engine of Growth” atau mesin pertumbuhan ekonomi. Ketiga, BUMN harus bisa dipergunakan untuk menumbuhkan kebanggaan nasional. Dengan demikian sudah saatnya BUMN (tangan kiri) pemerintah membantu APBN (tangan kanan) pemerintah dalam membangun perekonomian. Karena, pembangunan akan lebih maju dan lebih cepat kalau “kedua tangan” saling bekerjasama.

COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,aksi mata-mata,1,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,2,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,86,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,229,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,mata-mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,54,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,37,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,7,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,timnas Indonesia,1,tindakan subversif WN Cina,1,Tips,1,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,22,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Warga Cina tanam benih cabe berbakteri,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,Yusuf Mansur,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Mengembalikan Hak BUMN Untuk Bantu APBN Dalam Membangun Perekonomian Indonesia
Mengembalikan Hak BUMN Untuk Bantu APBN Dalam Membangun Perekonomian Indonesia
https://4.bp.blogspot.com/-vBtYrr_cH0Q/WCJOlGyaUZI/AAAAAAAAH9I/4y-uOa-IQnAvTHaBq2BAAcWFRBFmvfrxwCLcB/s640/bumn.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-vBtYrr_cH0Q/WCJOlGyaUZI/AAAAAAAAH9I/4y-uOa-IQnAvTHaBq2BAAcWFRBFmvfrxwCLcB/s72-c/bumn.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/11/mengembalikan-hak-bumn-untuk-bantu-apbn.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/11/mengembalikan-hak-bumn-untuk-bantu-apbn.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy