Menjawab Mega: Apa Iya, Ahok Nggak Boleh Jadi Gubernur Karena Sipit dan Non Muslim?

SHARE:


Aksi damai untuk penegakan hukum atas tuduhan penghinaan agama oleh petahana gubernur Jakarta Basuki T. Purnama atau Ahok terbukti berlangsung dengan penuh kedamaian dan lancar. Pun demikian, tidak serta-merta semua pihak menghargai aksi dama kali ini, meskipun secara jelas aksi damai untuk menyampaikan pendapat dijamin kebebasannya oleh hukum Indonesia.

Caci maki dan hinaan terus bermunculan di media sosial terhadap para peserta dan pelaksana aksi demonstrasi damai kali ini. Terbukti tertib, bersih dan tidak merusak, mulai dipertanyakan kembali ada apa di balik aksi kali ini. Sayangnya, petahana gubernur Jakarta yang akan maju lagi dalam pilkada yang jadi pelaku pelanggaran hukum. Sehingga pihak-pihak yang memang kadung tidak simpatik dengan aksi demo yang sesungguhnya berlangsung sangat simpatik ini, terus mengajukan tuduhan bahwa aksi kali ini tidak lebih dari usaha menyedihkan dan putus asa untuk menjegal Ahok kembali berlaga dalam pilkada.
 
Aksi bela Islam tanggal 4 November berlangsung aman, damai dan bersih.
Pendapat-pendapat senada sebelumnya sudah dilontarkan oleh banyak pihak. Ketua partai pendukung Ahok di pilkada Jakarta, Megawati Soekarnoputri, merupakan salah satu tokoh yang gencar melakukan pembelaan kepada Ahok, sembari menyerang pihak-pihak yang menginginkan Ahok diproses hukum.

Megawati mempertanyakan alasan ketidaksukaan beberapa pihak terhadap Ahok. Katanya, "Pak Ahok kenapa enggak boleh jadi gubernur? Apakah karena dia matanya sipit, agamanya non-Muslim. Apakah itu Indonesia?" ucap Megawati.

Pertanyaan Megawati ini memang cukup menggelitik. Apa iya sih, Ahok nggak boleh jadi gubernur karena matanya sipit dan agamnya non-Muslim?
 
Mega sempat mempertanyakan alasan ketidaksukaan beberapa pihak terhadap Ahok.
Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa kita jawab dengan melihat undang-undang yang menjelaskan siapa yang berhak dicalonkan dan mencalonkan diri di dalam pemilu.

Mengenai persyaratan untuk menjadi kepala daerah, dapat dilihat dalam UU 8/2015. Calon kepala daerah (gubernur, walikota, atau bupati) bisa merupakan pasangan calon yang diusulkan oleh Partai Politik atau gabungan Partai Politik; dan/atau bisa juga merupakan pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang.

Untuk dapat menjadi calon kepala daerah, yang pasti adalah orang tersebut harus Warga negara Indonesia. Kemudian calon kepala daerah tersebut harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  3. berpendidikan paling rendah sekolah lanjutan tingkat atas atau sederajat;
  4. Dihapus
  5. Berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun untuk Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur serta 25 (dua puluh lima) tahun untuk Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati serta Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota;
  6. mampu secara jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh dari tim dokter;
  7. tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;
  8. tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
  9. tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dibuktikan dengan surat keterangan catatan kepolisian;
  10. menyerahkan daftar kekayaan pribadi;
  11. tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan/atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara;
  12. tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
  13. memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak dan memiliki laporan pajak pribadi;
  14. belum pernah menjabat sebagai Gubernur, Bupati, dan Walikota selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama untuk Calon Gubernur, Calon Bupati, dan Calon Walikota;
  15. belum pernah menjabat sebagai Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk Calon Wakil Gubernur, Calon Wakil Bupati, dan Calon Wakil Walikota;
  16. berhenti dari jabatannya bagi Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota yang mencalonkan diri di daerah lain sejak ditetapkan sebagai calon;
  17. tidak berstatus sebagai penjabat Gubernur, penjabat Bupati, dan penjabat Walikota;
  18. tidak memiliki konflik kepentingan dengan petahana;
  19. memberitahukan pencalonannya sebagai Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat, kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah bagi anggota Dewan Perwakilan Daerah, atau kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
  20. mengundurkan diri sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Pegawai Negeri Sipil sejak mendaftarkan diri sebagai calon; dan
  21. berhenti dari jabatan pada badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah sejak ditetapkan sebagai calon.

Berdasarkan undang-undang tersebut jelas bahwa tidak ada peraturan yang menyatakan kepala daerah harus berasal dari daerah tersebut atau merupakan putra daerah tersebut. Artinya selama yang bersangkutan adalan WNI, etnis dan asal daerah tidak menjadi halangan untuk yang bersangkutan maju dalam pilkada. Dan tidak ada pula peraturan yang mengharuskan kepala daerah menganut agama kepercayaan tertentu untuk berhak dicalonkan dan mencalonkan diri dalam pilkada.

Jadi jelas sekali bahwa berdasarkan hukum Indonesia pertanyaan Megawati terkait ciri-ciri fisik (etnis) dan agama petahana Ahok jawabannya adalah: Pak Ahok tidak pernah dilarang untuk menjadi gubernur bahkan presiden sekalipun di Indonesia.
 
Masalah Ahok akan kembali menjadi gubernur atau tidak tergantung "taste" rakyat Jakarta
Toh nyatanya sejak ditinggal Jokowi menjadi presiden, Ahok ADALAH gubernur DKI Jakarta. Tidak ada kudeta terhadap Ahok. Para PNS Pemda DKI juga melakukan kegiatan seperti biasa, di bawah kepemimpinan Ahok, karena mereka memang bekerja untuk rakyat Jakarta, bukan untuk gubernur. Rakyat Jakarta juga tetap mengajukan permohonan terkait kependudukan dan lain-lain kepada jajaran Pemda DKI yang gubernurnya adalah Ahok. Dan selama ia menjabat, Ahok tentu saja tetap bermata sipit dan beragama non-Muslim. Lalu apa alasannya mengatakan Ahok tidak boleh jadi gubernur karena bermata sipit dan beragama non-Muslim?

Tetapi tentu saja kenyataan bahwa ada pihak-pihak yang tidak suka kepada salah satu calon, apapun alasannya, merupakan hal yang sangat wajar. Apa mungkin ada orang yang disukai seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali? Terlebih lagi di negara demokrasi, di mana rakyatnya berhak mengemukakan pendapat, meskipun tentu harus tetap di dalam koridor-koridor tertentu.

Secara kinerja, penilaian keberhasilan walikota, gubernur maupun presiden terletak di tangan rakyat. Bagaimana kepuasaan rakyat Jakarta terhadap kinerja Ahok? Jika ada ketidakpuasan, tentu wajar jika rakyat menjadi tidak suka kepada Ahok. Begitu pula dengan pribadi Ahok. Jika rakyat menilai bahwa pribadi Ahok tidak sesuai dengan taste mereka, adalah hak mereka untuk tidak suka kepadanya. Demikian juga jika alasan rakyat untuk tidak suka kepada Ahok adalah karena adanya perbedaan dalam hal agama atau etnis. Apa mereka salah kalau tidak suka kepada Ahok karena berbeda agama? Tentu tidak, dong. Adalah hak rakyat untuk merasa tidak suka dan tidak nyaman. Bagaimana pun, demokrasi adalah masalah taste. Lagipula, cinta kan tidak bisa dipaksa, Bu.

Di Amerika Serikat yang negara super demokrasi, kenyataannya sejak merdeka pada tahun 1776 sudah 43 orang yang disumpah sebagai Presiden, hanya John F. Kennedy yang beragama Katolik. Presiden-presiden lain secara terbuka mengafiliasikan diri dengan berbagai aliran Protestan. Itu pun Kennedy harus berakhir secara paksa termin kepresidennya setelah mati ditembak. Dan Amerika Serikat memang negara yang mayoritas rakyatnya mengafiliasikan agama kepada ajaran Protestan. Dan jangan lupa juga bahwa Obama juga menjadi sasaran isu rasial dan SARA dalam pemilu Amerika Serikat.
 
Kennedy adalah satu-satunya Presiden yang berasal dari "agama minoritas" di sepanjang sejarah Amerika Serikat.
Jadi jelas bahwa di negara demokrasi, taste rakyat adalah hal yang bakal menentukan siapa yang bakal menjadi pimpinan. Dan dalam hal taste, jika ada upaya-upaya untuk mengarahkannya kepada salah satu calon tertentu, atau mengalihkan taste masyarakat dari salah satu calon, adalah hal yang wajar saja dalam demokrasi. Siapa pun yang ingin bertarung dalam pesta demokrasi, di negara manapun, harus siap mental dalam menghadang isyu dengan kedewasaan tinggi.

Jadi tidak usah terlalu baper dalam menghadapi adanya imbauan-imbauan dari elemen-elemen umat Islam untuk tidak memilih Ahok. Apakah imbauan-imbauan tersebut disertai dengan ancaman kekerasan kepada orang yang memilik Ahok atau Ahok? Apakah ada ancaman kudeta jika Ahok menang? Tidak, kan? Jadi santai saja, kalau memang taste  rakyat Jakarta adalah Ahok, dia boleh kok, jadi gubernur lagi.



COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Menjawab Mega: Apa Iya, Ahok Nggak Boleh Jadi Gubernur Karena Sipit dan Non Muslim?
Menjawab Mega: Apa Iya, Ahok Nggak Boleh Jadi Gubernur Karena Sipit dan Non Muslim?
http://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/megawati-soekarnoputri_20150409_120427.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-U8fgEkqUH4I/WBxSKuNiYrI/AAAAAAAABc8/H0oyFOEpE_w2DDI5X1qSr1IbK91me1powCLcB/s72-c/aksi.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/11/menjawab-mega-apa-iya-ahok-nggak-boleh.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/11/menjawab-mega-apa-iya-ahok-nggak-boleh.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy