Pahlawan Anonim, Perang Semarang, Pertempuran Sepuluh Nopember, Orang Pinggiran dan Sindiran Creon

Konvoi tentara NICA Belanda yang membonceng kedatangan tentara sekutu

Oleh Guspar Wong

Ngelmu.com - Saat itu tahun 1946. Tujuh puluh lima orang muda . Asal Semarang, Solo, Sragen, dan sekitarnya berkumpul. Sebagian menyelipkan senjata menenteng laras panjang dan berkalung peluru. Beberapa saja yang menyarungkan pistol di pinggang. Mereka menyelonjorkan kaki. Rehat. Melepas lelah: dalam sebuah rumah berdinding kayu, seusai penyerbuan markas besar Belanda yang berada di kota Semarang.

*
 Mari kita lihat episode sebelumnya. Saat sebagian dari mereka berpamitan kepada orang tua masing-masing: Masih dalam suasana 'Ied. Di kampung halaman, mereka meninggalkan orang tua, atau anggota keluarga lainnya. Bukan untuk mencari pekerjaan. Atau untuk tujuan menuntut ilmu yang lebih tinggi, layaknya kita saat muda. Melainkan untuk longmarch. Melewati pegunungan dan belantara. Ngarai dan tebing. Kadang mengendap-endap. Menuju Semarang. Untuk berperang. Melawan pasukan musuh dengan alutista yang lebih lengkap. kompit. Dan memiliki daya sengat yang mematikan secara massal.

Selanjutnya bayangkan: bagaimana rasa menyayat hati keluarga mereka, begitu tahu bahwa tanggal 11 muharam, atau 3 bulan setelah kepergian mereka: Tentara NICA yang membawa pesawat jenis capung, bergerak dari arah gudang British American Tobbaco (BAT) Pengampon , Semarang. Mengepung rumah singgah mereka. Lalu membombardir dari arah utara dan selatan sekaligus.

Selanjutnya? Peluru pun muntah ruah dari moncong mitraliur, takindato, dan dan acap kali bersamaan dengan lemparan granat artileri . Lalu kejadiannya begini: 75 orang muda itu tak lama bisa bertahan. Seorang berhasil lolos sambil membawa beberapa dokumen penting. 74 orang sisanya terbunuh. Mati. Bersimbah darah.

Ya. Mereka mati demi sesuatu yang absurd. Sesuatu yang dianggapnya akan menjadikan generasi sesudahnya tak lagi hidup tertindas. Mereka mati demi satu tuah kata saja. Yakni kata: Merdeka. Kata yang tanpa sadar menjadikan mereka cuma memiliki pemeo: Isy kariman au mut syahidan. Tak ada yang lain, selain pilihan melawan saat pengepungan yang berakibat pada kematian masal mereka: hidup mulia atau mati berkalang tanah sebagai syuhada. Merdeka atau mati.

Begitu kira-kira yang ada dalam benak mereka. (Kejadian selanjutnya lebih dramatis lagi: 74 anak muda itu dikubur dalam satu lubang sempit: Dengan cara digelontorkan begitu saja. persis seperti cara orang membuang sampah rongsokan ).

 *
Selanjutnya, mari kita menuju kota Surabaya: Menengok Sidik dan Haryono. Dua orang muda yang mengawal Sudirman saat mendebat Petinggi militer NICA di lobby Hotel Yamato. Perkelahian yang mengakibatkan Haryono babak belur dikeroyok serdadu NICA. Sedangkan Sidik, tewas. Tertembak pistol Ploegman, konon karena menjadikan tubuhnya sebagai tameng Sudirman.

Berikutnya, perhatikan episode bagaimana orang-orang muda Surabaya turun ke jalan. Dengan senjata seadanya, mereka bergerak. Seruan perang Bung Tomo adalah pemicunya. Seruan lewat radio yang sangat bertenaga karena memuat poin-poin mudzakarah dan simposium terbatas Tebuireng, Jombang yang juga diikuti Bung Tomo.

Juga simak pergerakan orang-orang muda pesantren yang hanya bersenjatakan bambu runcing sesuai seruan Kyai Sumomihardjo Parakan pasca Resolusi Jihad yang dibacakan oleh KH Hasyim Asy'ari medio 22 Oktober 1945.

*
 "Apa yang bisa dilakukan sekelompok manusia penakut saat melawan Brigade tempur terbaik perang dunia?", Begitu ejekan Van Mook saat berbincang dengan Van Der Plas, ketika mengomentari perlawanan dan kekuatan arek-arek Suroboyo waktu itu.

*
Tetapi sejarah berkata lain. Di Kota Surabaya, kota yg dibangun serta menempatkan Raden Ali Rahmatullah atau Sunan Ampel sebagai bupati pertama ini, Van Mook seperti dipaksa utk menelan mentah-mentah perkataannya sendiri. Karena dalam perang yang kemudian dikenal sebagai Pertempuran 10 Nopember tersebut, gerombolan orang yang dianggapnya sebagai penakut dan tak bisa berbuat apa-apa itu, justru berhasil memaksa Van Mook mengemis bala bantuan kepada Sekutunya.

Kronologi singkatnya begini: Liaison officer NICA menemui Winston Churchil yang sedang beristirahat di Chequers, pinggiran kota London. Churchil menyanggupi. Bantuan Inggris datang. Mayjend Mallaby dikirim, untuk memimpin Divisi V yang dikenal dengan sebutan Fighting Cock. Divisi yang terkenal berjaya di banyak medan pertempuran selama Perang Dunia II . Untuk bantuan kekuatan udara? Churchil juga mengirimkan Brigjend Robert Guy Loder Symonds yang memimpin pengintaian udara dari Royal Air Force.

Tapi justru di sinilah letak nahasnya: Inggris yang tak pernah kehilangan jenderalnya selama Perang Dunia II tersebut dipermalukan. Mallaby tewas terpanggang bersama mobil buicknya. Sedangkan Symonds terbakar bersama pesawatnya. Nama yang saya sebut terakhir konon karena tembakan dari mitraliyur yang dibidikkan oleh arek-arek Suroboyo.

*
Lalu ini pertanyaannya: Apakah arek-arek Suroboyo menang mudah? Sama sekali tidak!

Perang tersebut ternyata meminta bayaran sangat mahal. Aliran Sungai di bawah Jembatan Merah yang melintasi tengah kota adalah salah satu saksi derasnya darah pengorbanan mereka. Mirip dengan merahnya Sungai Poiters di Eropa Barat pada beberapa abad silam. Sungai Balad asy Syuhada. Sungai tempat genangan darah para pahlawan.

*
 Sekarang. Puluhan tahun setelah penguburan massal dalam satu lubang terhadap 74 orang muda tersebut. Saya yang ditemani seorang karib wartawan perempuan, dan seorang kawan sesama pendiri pesantren Tahfidzul Qur'an (penghafal al qur'an) di bilangan Pedurungan Semarang, hanya bisa termangu.

Terangnya jalanan kota Semarang di malam hari yang saya lintasi saat pulang usai menengok makam tersebut, tak lagi mampu mencegah buramnya pikiran. Mata saya tak lagi berkonsentrasi pada jalan raya yang saya lewati. Apalagi saat berhenti sejenak melihat sebuah bangunan tak terurus di daerah Pedurungan Semarang. Bangunan di mana Tan Malaka bersama orang-orang muda Semarang yang tergabung dalam Syarikat Islam mendidik anak-anak miskin secara gratis.

 **
Hanya teriakan anak-anak kecil -yang sedang berebut makanan gratis dengan kawan sebayanya di pinggir trotoar - yang membubarkan lamunan: Di negeri yang dibangun oleh belulang orang-orang yang tak pernah berharap imbalan. Di negeri yang entitas kebangsaannya disirami oleh cucuran merah darah dan pengorbanan nyawa anak-muda terbaiknya.

Benar, di negeri yang konon sangat kaya. Di mana pemerintahannya dipimpin anak bangsa sendiri. Ternyata masih banyak terdapat anak-anak kecil yang berebut makanan gratis. Apalagi episodenya secara telanjang terjadi di tempat yang hanya berjarak selemparan batu saja dari Kantor Pemerintahan Kota yang sedang mencanangkan diri sebagai kota lumbung pangan dan sekolah gratis.

***
 Perasaan yang tak terdefinisikan meluncur. Deras. Kali ini tak lagi bisa saya cegah. Hanya jari saya yang berusaha mengusap tetasan kecil air yang keluar dari bagian dalam mata. Hufff. Seandainya perasaan yang sama juga dimiliki para ketua partai yang sekarang menjadi partai penguasa dan yang selalu mengkampanyekan diri paling peduli dengan masalah kemiskinan pada saat berkampanye di pemilu sebelumnya. Tentu tak akan sesering ini kita menjumpai anak-anak berebut makanan gratis. Atau menjumpai banyak pengangguran. Juga banyak kekumuhan rumah kardus. Serta banyak kenestapaan.

Ya. Sepertinya, di tahun politik belakangan ini, pesan yang disampaikan oleh Creon dalam Antigone tulisan Shopokles benar: bahwa uang dan kekuasaan telah berhasil mengajari kita untuk hidup seperti bajingan. Ketulusan tak lagi menjadi bagian penting dalam kehidupan keseharian . Bahkan jangan-jangan, dalam berkeyakinan yang berurusan dengan Tuhan pun kita bersikap seperti para makelar. Nah.


COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,aksi mata-mata,1,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,2,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,86,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,229,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,mata-mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,54,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,37,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,7,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,timnas Indonesia,1,tindakan subversif WN Cina,1,Tips,1,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,22,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Warga Cina tanam benih cabe berbakteri,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,Yusuf Mansur,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Pahlawan Anonim, Perang Semarang, Pertempuran Sepuluh Nopember, Orang Pinggiran dan Sindiran Creon
Pahlawan Anonim, Perang Semarang, Pertempuran Sepuluh Nopember, Orang Pinggiran dan Sindiran Creon
https://1.bp.blogspot.com/-jDCs3FLIZwo/WCVoO15ILiI/AAAAAAAAIFU/T_8lOrjCtlYwzr2R-0h7-aPWTt2cU9ZFQCLcB/s640/tentara%2BNICA.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-jDCs3FLIZwo/WCVoO15ILiI/AAAAAAAAIFU/T_8lOrjCtlYwzr2R-0h7-aPWTt2cU9ZFQCLcB/s72-c/tentara%2BNICA.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/11/pahlawan-anonim-perang-semarang.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/11/pahlawan-anonim-perang-semarang.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy