Siapa Saja "Dalang" Demo 4 November 2016?


Demonstrasi besar-besaran yang rencananya dihelat pada tanggal 4 November mendatang belum-belum sudah menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak. Tidak mengherankan memang. Di negara yang mengaku berasaskan demokrasi, masing-masing kepala berhak untuk memiliki pendapat masing-masing. Masalah setuju atau tidak setuju itu biasa saja. Alasannya juga bermacam-macam. Boleh jadi orang yang tidak setuju demo besar tidak ada hubungannya dengan sentimen apapun, cuma sebatas malas menghadapi efek kemacetannya. Yah, namanya juga ibu kota.

Seperti diketahui, unjuk rasa besar-besaran akan dilakukan beberapa ormas pada 4 November mendatang. Unjuk rasa besar-besaran itu merupakan aksi lanjutan dari unjuk rasa yang dilakukan beberapa ormas pada Jumat, 14 Oktober 2016 lalu di depan Bareskrim Mabes Polri Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta di depan Balai Kota DKI Jakarta. Dalam unjuk rasa itu, massa menuntut diusutnya kasus dugaan penistaan agama Islam yang dilakukan oleh Ahok.

Terlepas dari berbagai pro dan kontra yang mengiringinya, demonstrasi adalah hak warga negara yang mengaku demokratis. Kenyataannya operator pelaksana aksi demonstrasi sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tentara dan kepolisian. Tujuannya tentu saja agar proses demonstrasi berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau mau berpikir tentu kita sepatutnya setuju dengan pendapat dari Habib Novel bin Muhammad Alaydrus berikut ini:

"Karena kita ini kadang aneh. Muslim sama Muslim kok cakar-cakaran. Yang demo, biarkan demo; didoakan. Sebab Negara juga mengizinkan kok; syarat dan ketentuan berlaku. Lah kita gak suka demo? Ya jangan (demo). Tapi gak usah melarang. Doakan kawan-kawan kita yang berjuang. Yang berjuang; jangan dicemooh, jangan dimaki, jangan dicaci. Jika demikian, bagaimana pertanggungjawaban kita di hadapan Allah? Saya terpaksa ngomong karena banyak yang bertanya; Habib bagaimana sikap (terkait demo)? Sikap saya sesuai dengan pemerintah. Selama pemerintah mengizinkan, selama hukum mengizinkan, asal agama tidak melarang, maka saya tidak pernah melarang. Selesai."

Sementara pihak memang sangat gencar merecoki rencana aksi demonstrasi pada tanggal 4 November mendatang. Bagi mereka tidak masalah siapa yang sebenarnya bakal hadir dan mendukung aksi tersebut, pokoknya karena FPI di bawah kepemimpinan Habib Rizieq Shihab adalah pihak yang paling gencar mempromosikan aksi tersebut, mereka langsung mencibir dan menganggap aksi akan anarkis. Lalu sebenarnya siapa saja sih, tokoh yang bakalan hadir memeriahkan aksi demonstrasi damai untuk menuntut pengusutan kasus penistaan agama tersebut?

Rachmawati Soekarnoputri

Kakak kandung mantan presiden Megawati Soekarnoputri ini menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam aksi demonstrasi besar pada tanggal 4 November 2016 mendatang. Ibu Rachma sudah menemui langsung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terkait unjuk rasa 4 November 2016. Ia mengatakan bahwa pertemuannya dengan Rizieq membahas berbagai persoalan guna menyatukan visi dan misi kebangsaan.

"Terutama juga di dalam rangka untuk nanti tanggal 4 November dan undangan beliau juga saya bersedia hadir nanti tanggal 4, Insya Allah. Tapi intinya saya meminta apa yang kita lakukan ini demi bangsa dan negara ke depan," ujar Rachmawati di Markas FPI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 31 Oktober 2016.

Rachmawati menjelaskan bahwa aksi 4 November mendatang dilakukan guna memperjuangkan penegakan hukum di Indonesia. Sebab, menurutnya, semua warga negara sama di mata hukum, tidak tebang pilih dan tidak ada unsur pilih kasih. Termasuk bagi Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Fadli Zon dan Fahri Hamzah

Dua politisi kawakan yang cukup concern dengan isyu-isyu ummat Islam ini sudah menyatakan kesediaan untuk ikut serta dalam aksi demonstrasi Bela Islam II mendatang.

Saat ditemui FPI dan sejumlah ormas Islam di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2016), Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah berjanji akan ikut aksi tersebut. "Insya Allah ajakan aksi pada 4 November 2016, saya siap hadir, karena ini menyangkut solidaritas rakyat. Pak Fakhri juga siap," kata Fadli Zon.

Fadli memastikan bahwa demonstrasi besar yang direncanakan tersebut sama sekali tidak terkait dengan usaha menjegal Ahok untuk kembali maju dalam pilkada DKI Jakarta. Pihak-pihak yang menyebarkan isyu tersebut melakukan fitnah dalam upaya mendiskreditkan usaha ummat Islam menuntut keadilan. Fadli Zon menilai bahwa aksi tersebut untuk meminta agar hukum ditegakkan dengan tanpa pandang bulu. "Kebersamaan dan kesetaraan di dalam hukum enggak pandang bulu. Siapa pun dari presiden sampai tukang becak semua sama. Kalau salah harus dihukum," ujar Fadli.

Aa Gym

Dai kondang Abdullah Gymnastiar yang dikenal dengan nama ngetop Aa Gym merupakan salah satu tokoh yang tampaknya sangat memperhatikan perkembangan kasus penistaan agama oleh Ahok. Aa sendiri sebelumnya sudah berkali-kali memberikan pernyataan bahwa kasus tersebut harus diproses hukum dengan seadil-adilnya. Dalam video yang dirilis secara pribadi maupun di sebuah acara televisi Aa Gym menilai bahwa penistaan terhadap agama masuk ke ranah hukum di Indonesia dan tidak boleh ada perlakuan yang berbeda oleh negara kepada pelakunya.

Karena itu pimpinan pondok pesantren Daarut Tauhid Bandung ini menyatakan siap hadir dalam demonstrasi besar pada tanggal 4 November 2016 mendatang. Lewat akun resmi media sosial facebook-nya, Aa Gym, pada Minggu tanggal 30 Oktober 2016 mengunggah video berdurasi 5 menit 56 detik mengenai aksi untuk menyelesaikan masalah yang dinilai melukai umat Islam.

"Sehubungan dengan tersebar luas rencana aksi damai, mengawal dari MUI semoga rencana aksi tanggal 4 November ini menggugah banyak pihak untuk lebih bersungguh-sungguh menyelesaikan ini dengan seadil-adilnya," ujar Aa di menit pertama video tersebut.

Ia percaya aparat penegak hukum akan menyelesaikan persoalan yang dinilai melukai umat Islam. Aa Gym berharap Presiden Joko Widodo serius memandang persoalan tersebut dan mengetahui betul permasalahan tersebut.

"Dan saya sepakat dengan Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Johannes Suryo Prabowo yang saya baca dalam tulisannya, bahwa untuk menghentikan demo sebesar apapun tidak bisa dengan akal-akalan kecuali satu saja, yaitu menghilangkan penyebabnya," kata dia seperti dilansir Antara.

"Lalu penyebabnya adalah harus segera diproses dengan cepat seadil-adilnya. Mudah-mudahan keadilan yang ditegakkan akan menjadi solusi terbaik. Saya kira, aksi damai untuk langkah-langkah yang konstitusional diperhatikan oleh pemegang amanah," ujar Aa Gym.

Pihaknya hanya menginginkan sikap yang adil, tidak lebih. Semoga semua bisa mengambil hikmah dan ambil bagian dalam menegakkan keadilan.

Felix Siauw
 
Felix menolak  jika dikatakan aksi 4 November 2016 berbau SARA. 
Dai muda sekaligus penulis dan pengamat isyu-isyu ummat Islam, Felix Siauw, menegaskan bahwa dirinya berkewajiban mengikuti aksi demonstrasi umat Islam pada Jumat, 4 November 2016. Dia siap mendukung ulama di Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk segera menegakkan hukum kepada Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap telah menghina Alquran.

"Maka insya Allah, menjadi kewajiban bagi saya untuk hadir di aksi esok, 4 November 2016," tulis Felix lewat akun Twitter resminya, pada hari Senin tanggal 31 Oktober 2016.

Felix menjelaskan, aksi damai mengawal Fatwa MUI tersebut bukan soal suku, ras dan antargolongan. Sebab, kecintaan kepada Allah menyatukan suku, ras dan antargolongan, menjadi umat yang satu, yaitu Muslim. Seperti yang kita ketahui Felix adalah pria yang merupakan keturunan Tionghoa dan dibesarkan dalam keluarga yang beragama Katolik. Bahkan sampai saat ini kedua orang tua beliau juga masih memeluk agama Katolik.

"Ini bukan tentang pilkada, sebab hati-hati yang terpanggil bukan hanya dari Jakarta, tapi dari segenap Nusantara," katanya.

Aksi tersebut, kata dia, juga bukan urusan uang karena yang akan meramaikan tak meminta barang balasan harta sedikitpun. "Bahkan, pengorbanan harta untuk membela kitab yang paling dicintainya," tulisnya.

Felix menegaskan, aksi pembelaan ini soalan aqidah yang terusik, Alquran yang dinistakan, Allah dan Rasul-Nya yang dilawan, dan para ulama yang dilecehkan. "Ini agama," katanya.

Ini, kata Felix, tentang melawan kesombongan dan kezaliman, tingkah pongah penguasa yang membela kepentingan para kapitalis yang tak punya nurani. Ini urusan amar makruf dan nahi munkar, menyampaikan kewajiban pada umat, yaitu dipimpin seorang Muslim yang menerapkan syariat Islam.

"Semoga jadi amal saleh bagi kita, saksi bahwa kita tak rela Alquran dan ulama dihinakan, keluar dampingi ulama, kawal hingga usai," ujar ustaz Felix.

Terakhir, Felix mengingatkan, aksi ini menjadi langkah serius umat Islam pada pihak berwenang agar segera mengusut kasus Ahok. "Agar tak berlambat-lambat dan lalai dalam perkara berat dan besar dalam agama."

Presiden Jokowi Tanggapi Rencana Aksi Demo 4 November 2016


Presiden Jokowi sendiri telah mengeluarkan pernyataan resmi untuk menanggapi rencana aksi demonstrasi besar pada tanggal 4 November 2016 mendatang. Sebagai kepala negara Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, itu hak demokrasi setiap warga. Asalkan berlangsung dalam koridor hukum yang berlaku.

“Silahkan! Boleh saja mau demonstrasi tapi yang penting jangan memaksakan kehendak atau yang merusak, yang anarkis. Ini yang tidak boleh,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menghadiri acara Hari Menabung Nasional, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (31/10) pagi.
Menurut Presiden, pemerintah terus akan menjamin setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, tetapi tetap mengutamakan ketertiban umum.

“Saya sudah memerintahkan kepada aparat untuk bersiaga dan menjaga, dan melakukan tugasnya dengan profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapapun,” ungkap Presiden seraya menegaskan kembali, bahwa demonstrasi adalah hak demokratis setiap warga.


COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Aceh,3,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,2,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,aksi mata-mata,1,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,2,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,86,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,229,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,mata-mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,118,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,34,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,43,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,54,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,21,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,37,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,7,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,timnas Indonesia,1,tindakan subversif WN Cina,1,Tips,1,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,22,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Warga Cina tanam benih cabe berbakteri,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,Yusuf Mansur,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Siapa Saja "Dalang" Demo 4 November 2016?
Siapa Saja "Dalang" Demo 4 November 2016?
https://2.bp.blogspot.com/-iNTIBYsrksY/WBf2cytAXyI/AAAAAAAABcQ/oTNHFRPjZdAE4VsbAIMKH-Do3kcLnYXIwCLcB/s320/aksi%2Bbela%2Bislam.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-iNTIBYsrksY/WBf2cytAXyI/AAAAAAAABcQ/oTNHFRPjZdAE4VsbAIMKH-Do3kcLnYXIwCLcB/s72-c/aksi%2Bbela%2Bislam.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/11/siapa-saja-dalang-aksi-4-november-2016.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/11/siapa-saja-dalang-aksi-4-november-2016.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy