Sisi Kelam Kisah Doraemon: Pembiaran Perilaku Bullying

Doraemon adalah legenda. Siapa yang tidak akrab dengan kisah robot biru berbentuk kucing yang tidak punya kuping dan berasal dari masa depan, tepatnya abad ke-22? Di negeri ini Baby boomers mengenal Doraemon sebagai tontonan cucu-cucu mereka. Generasi X mengenal Doraemon sebagai tontonan anak-anak mereka dan Generasi Y, para Millenial, tumbuh besar bersama film dan komik Doraemon yang tak pernah habis berpetualang. Sementara itu sampai sekarang Millennial tanpa rasa bersalah masih setia menikmati film serinya, acara paling lama bertahan dalam sejarah pertelevisian Indonesia, dengan dalih “menemani anak-anak”.
 
Doraemon dan kawan-kawan, legenda manga dan anime Jepang dari dulu hingga kini.
Kisah-kisah Doraemon sendiri sarat dengan nilai-nilai positif. Kerja sama, kerja keras, pantang menyerah dan persahabatan kerap kali menjadi tema-tema sentral dalam kisah-kisah itu. Apalagi Doraemon yang selalu memiliki benda-benda canggih hasil perkembangan teknologi abad ke-22, seperti banyak kisah science fiction lain, telah mendorong terciptanya penemuan-penemuan penting yang ada di dunia saat ini. Contohnya saja baling-baling bambu yang fenomenal itu. Sekarang sudah ada drone yang meskipun belum bisa membawa manusia terbang seperti baling-baling bambu, mulai dikembangkan sebagai alat transportasi paket, kamera dan lain-lain.

Di satu sisi Doraemon juga mengupas nilai-nilai persahabatan di antara tokoh-tokohnya yaitu Doraemon, Nobita, Shizuka, Giant dan Suneo. Di dalam kisah-kisah Doraemon petualangan, kelima tokoh anak-anak ini sering kali harus bahu membahu dan bekerja sama untuk bisa selamat dan keluar dari kesulitan. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan, karena itu bekerja sama adalah cara terbaik untuk memastikan semua bisa berhasil. Ini benar-benar sebuah nilai positif. Tetapi sayangnya persahabatan di antara anak-anak itu, terutama antara Nobita dengan Suneo dan Giant, menyimpan sisi kelam yang sarat dengan perilaku bullying.

Pengertian Bullying


Bullying didefinisikan sebagai perilaku agresif yang tidak diinginkan di antara anak-anak usia sekolah yang terkait dengan ketidakseimbangan kekuatan yang memang nyata atau berdasarkan persepsi korban-pelaku. Perilaku ini terjadi secara berulang atau memiliki potensi untuk terulang. Baik pelaku maupun korban bullying berpotensi mengalami gangguan kejiwaan serius dalam jangka panjang.

Untuk bisa dikategorikan sebagai bullying, perilaku yang terjadi harus agresif dan mengandung kondisi:

  • Adanya ketidakseimbangan kekuatan: Anak-anak pelaku bullying menggunakan kekuatan mereka – misalnya kekuatan fisik, popularitas atau akses terhadap informasi yang memalukan untuk korban – untuk mengintimidasi, mengontrol atau menyakiti korban. Ketidakseimbangan kekuatan ini bisa berubah-ubah sesuai waktu dan situasi, bahkan jika pihak-pihak yang terlibat tetap sama.
  • Pengulangan: perilaku bullying terjadi lebih dari satu kali atau berpotensi untuk terjadi lebih dari satu kali.


Jenis-jenis Bullying

Secara garis besar ada tiga jenis perilaku bullying:

Bullying bukan hanya sebatas menyakiti fisik. Berkomentar jahat dan sengaja menjauhi dan mengabaikan juga termasuk tindakan bullying.
  • Verbal termasuk mengatakan atau menuliskan hal-hal yang kejam kepada orang lain. Bullying yang termasuk kategori verbal termasuk: menggoda, memberikan julukan, berkomentar tidak pantas, mengolok-olok dan mengancam untuk menyakiti.
  • Sosial terkait dengan perilaku menghina atau menghancurkan reputasi atau hubungan orang lain. Termasuk bullying seraca sosial adalah: alienasi atau sengaja mengacuhkan seseorang dan menjauhinya, menghasut anak lain untuk tidak berteman dengan seseorang, menyebarkan gosip buruk tentang seseorang, sengaja mempermalukan seseorang di muka umum atau forum.
  • Fisik artinya menyakiti fisik atau merusak benda milik orang lain. Termasuk kategori bullying fisik adalah: menenda/memukul/mencubit, meludahi, mendorong atau menjegal, mengambil atau merusak milik anak lain dengan sengaja, memberikan gerakan tangan yang artinya kasar, jorok atau tidak sopan.


Contoh Bullying dalam Kisah Doraemon

Mencermati definisi dan kategori-kategori perilaku bullying di atas, dapat kita temukan banyak sekali contoh yang menggambarkan kegiatan bullying di dalam film dan komik Doraemon.

Seperti yang kita ketahui, Giant adalah anak bertubuh besar dan kuat yang ditakuti oleh teman-temannya. Bahkan anak-anak perempuan seperti Shizuka tidak lepas dari intimidasinya. Contohnya jika Giant mengadakan konser menyanyi, semua anak terpaksa datang meskipun mereka benci sekali mendengar suara nyanyian Giant yang jelek dan menimbulkan polusi suara.

Giant adalah contoh klasik pelaku bullying dan Nobita adalah contoh klasik korban bullying. Dengan tubuhnya yang besar dan kuat Giant memiliki keunggulan kekuatan dibandingkan Nobita yang lemah. Karena itu Giant selalu memaksa Nobita mengikuti kemauannya dengan ancaman kekerasan. Bahkan tidak jarang jika Nobita menolak atau gagal mengikuti keinginannya, ia akan benar-benar melakukan kekerasan fisik seperti pemukulan kepada Nobita. Kerap kita lihat Nobita dihajar sampai babak belur oleh Giant.
 
Contoh perilaku bullying yang dilakukan Giant terhadap Nobita
Ketidakseimbangan kekuatan juga ditunjukkan oleh Suneo dan Nobita. Suneo yang sebenarnya tidak terlalu kuat tubuhnya, bisa dengan semena-mena melakukan perilaku bullying kepada Nobita juga. Itu karena Suneo memiliki akses terhadap sumber daya yang memungkinkan ia “meminjam” kekuatan Giant untuk mem-bully Nobita. Karena Suneo anak orang kaya, ia bisa mempengaruhi Giant untuk menjahati Nobita jika Nobita membuat Suneo kesal atau Nobita menolak keinginan Suneo. Biasanya mainan dan komik merupakan bayaran Suneo atas jasa Giant untuk membantunya mem-bully Nobita.

Kesalahan Pola Didik Orang Tua
Orang tua dan guru memiliki peranan penting untuk menghentikan bullying

Salah satu hal yang cukup menarik sebagai bahan studi parenting dalam kisah Doraemon adalah reaksi orang tua terhadap perilaku bullying yang terjadi di dunia Doraemon tersebut. Sungguh tidak bisa saya bayangkan kalau saat ini ada seorang ayah yang justru marah-marah kepada anaknya yang pulang-pulang babak belur dihajar oleh temannya. Tapi justru itu tepatnya yang dilakukan oleh ayah Nobita ketika Nobita pulang dalam kondisi “kalah berkelahi” dengan Giant. Nobisuke bukannya mencari cara untuk menghubungi keluarga Giant dan menyelesaikan masalah dengan baik, justru malah menimpakan kesalahan kepada Nobita yang dianggapnya terlalu lemah sebagai anak laki-laki.

Fujiko F. Fujio sang pencipta Doraemon sendiri memang berasal dari generasi yang mengalami langsung kehancuran Jepang akibat Perang Dunia II. Karena itu cerita-cerita Doraemon, terutama terkait masa kecil ayah Nobita, banyak menggambarkan bagaimana perjuangan rakyat Jepang untuk bangkit paska hancur leburnya negara tersebut akibat kekalahan di perang itu. Rakyat Jepang tidak punya waktu untuk menjadi cengeng. Semua upaya dikerahkan untuk bertahan hidup. Dengan disiplin tinggi dan kerja keras mereka percaya semua bisa dilakukan. Dan kenyataannya memang daya tahan warga Jepang telah membawa negara mereka menjadi negara maju kurang dari 50 tahun setelah kehancuran melanda.

Nilai-nilai tersebut jugalah yang tampaknya ingin dibawa dan ditanamkan dalam kisah-kisah Doraemon. Kakek Nobita adalah pria yang tangguh sehingga ia mendidik ayah Nobita sebagai anak laki-laki yang juga harus tangguh. Dampaknya ayah Nobita, meskipun dalam batas-batas tertentu lebih soft dibandingkan sang kakek, juga menjalankan pola didik yang sama terhadap putranya. Dan di dalam pola pendidikan itu, ketangguhan sama dengan kekuatan fisik. Mereka sangat percaya bahwa seorang laki-laki harus punya kemampuan berkelahi, bahwa kekuatan adalah cara untuk menyelesaikan masalah dan menguasai orang lain.

Dalam ruang lingkup tertentu, ada benarnya juga bahwa anak membutuhkan sikap tough love dari orang tuanya. Orang tua memang tidak bisa terus-menerus harus mengawal dan menyelesaikan permasalahan anak. Apalagi sampai harus ikut turun tangan langsung dan menghajar balik anak yang melakukan kekerasan kepada anak kita. Dalam batas-batas tertentu orang tua juga harus terlebih dulu berusaha mengedepankan encouragement, menumbuhkan rasa percaya diri anak agar ia bisa menyelesaikan sendiri masalah atau menghadapi pem-bully.

Tetapi jika sudah masuk ke dalam perilaku kekerasan emosional yang berulang, bahkan sudah sampai kepada kekerasan fisik yang terjadi berkali-kali, orang tua harus melakukan tindakan. Sangat berbahaya bagi kejiwaan anak kita ke depannya jika orang tua yang diharapkan menjadi pihak yang bisa melindungi justru abai bahkan ikut mem-bully anak dan menyalahkannya karena anak kurang kuat atau kurang pintar.

Anak akan merasa kehilangan cinta kasih dan dukungan. Dan ia akan mulai merasa bahwa memang kesalahannyalah yang menyebabkan ia pantas untuk di-bully dan disakiti. Akhirnya ia akan tumbuh menjadi orang dewasa yang sakit. Ada kemungkinan ia akan menjadi pelaku kekerasan terhadap orang yang lebih lemah saat dewasa. Kemungkinan lain ia tidak akan sempat tumbuh dewasa. Perasaan tidak berharga dan tidak dicintai bukan tidak mungkin akan mendorong anak melakukan tindakan bunuh diri.

Ada Apa dengan Giant?

Giant adalah seorang anak yang sangat kompleks. Di satu sisi ia kerap menunjukkan sikap pemberani dan tidak takut ambil risiko. Ia adalah anak yang sering menyelamatkan Nobita dan teman-temannya dari situasi berbahaya dengan kemampuan fisiknya yang hebat. Ia juga seorang olahragawan tangguh dan punya rasa setia kawan yang tinggi. Ia siap melindungi teman-temannya dari gangguan pihak luar jika dibutuhkan.

Tapi di sisi lain ia adalah seorang narsis dan egomaniak. Ia tidak peduli bahwa suaranya jelek dan justru terus-menerus memaksa teman-temannya untuk mendengarkan nyanyiannya. Ia mudah meledak hanya karena hal-hal remeh. Dan ia memiliki kebutuhan untuk selalu dipatuhi. Giant akan berkelahi dengan anak lain yang menyakiti teman-temannya karena hanya ia yang menurutnya boleh menyakiti teman-temannya. Dan ia memiliki kecenderungan rasa takut dan hormat berlebihan kepada ibunya.
 
Nyonya Gouda menggunakan kekerasan untuk mendidik Giant
Akar permasalahan Giant adalah kekerasan yang dilakukan oleh ibunya. Nyonya Gouda adalah seorang wanita bertubuh kuat dan berjiwa pengusaha. Ia mendidik anak-anaknya dengan tangan besi. Jelas sekali bahwa ia sayang kepada kedua anaknya, Giant dan Jaiko. Tetapi kepada Giant ia tidak ragu menggunakan kekerasan fisik untuk “mendidik”. Bisa dibilang bahwa sebenarnya Giant adalah seorang anak yang pada dasarnya baik, tapi tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kekerasan.

Di sinilah siklus kekerasan terjadi. Nyonya Gouda yang melakukan kekerasan terhadap Giant menciptakan anak yang memiliki kecenderungan melakukan kekerasan dan menindas anak yang lebih lemah dari dirinya.  

Memang pada akhirnya dikisahkan saat mereka dewasa Giant, Nobita dan teman-temannya bisa “selamat” dan menjadi orang dewasa normal dan tetap berteman baik. Mereka “hidup bahagia selamanya”. Tetapi di dunia nyata, perilaku-perilaku yang terjadi dalam kisah Doraemon sangat bisa menghasilkan akhir yang tidak bahagia. Waspada! Stop bullying, dimulai dari keluarga kita.

COMMENTS

loading...
Nama

#PrayforAleppo,4,10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,2,2 tahun jokowi-JK,3,30 September,2,Aa Gym,1,Aceh,3,Aceng Rahmat,1,Administrasi,2,adversity quotient,2,Agung,1,agus yudhoyono,4,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,24,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,10,ahok tersangka,5,ahok tidak boleh jadi gubernur,3,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,AIMI,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,Akbar Hashemi Rafsanjani,1,aksi 121,2,Aksi 1212,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,22,aksi 312,1,aksi 412,2,Aksi Bela Islam,1,aksi bela islam jilid III,6,aksi BEM,1,aksi damai 212,7,aksi damai bela islam III,8,aksi demo 4 november 2016,6,aksi mahasiswa 121,2,aksi mata-mata,1,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,4,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,Aleppo,2,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,anak bermain,1,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,Anak korban perang di Suriah,1,analytics,1,Angelius Wake Kako,1,Anies Baswedan,8,Anton Charliyan,1,ASI,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,2,Bank,1,Bantuan,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,Bashar,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Bela Rakyat,1,BEM,1,Berita,15,berita terkini Aleppo,3,Biksu,1,binjai sumut,1,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,9,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,brealfie,1,bullying,3,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,3,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,Cagu,1,Cagub-Cawagub DKI,1,calon gubernur dki,4,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,2,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,Cristiano Ronaldo,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,Database,1,debat gubernur jakarta,2,debat pilkada jakarta,4,Debat Terbuka,2,Debat Terbuka Perdana,1,Demo,2,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,Demo FPI 161,3,demo mahasiswa,3,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,desain rupiah baru,5,Detik,1,dialog nasional,1,Din Syamsuddin,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,djarot,2,Doa,3,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dr Utami Roesli,1,Drama,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,10,Email,1,Enni Sri Hartati,1,Epilog,1,Erdogan,3,Fahmi Darmawansyah,1,fashion,1,Fatwa MUI,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,FPI,7,gadget,3,Gadget Nokia,1,Gadis Cacat,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Geografi,2,Gerindra,1,Globalisasi,1,GMBI,5,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,Gubernur Jambi,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,Habib Rizieq,4,habib rizieq shihab,9,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,Hari Ibu,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hotel Novita Jambi,1,Hubungan,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,106,Ibu,1,ibu dan anak,3,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,Imam Besar FPI,1,Imam Besar Pemimpin Republik Indonesia,1,Imam Prasodjo,1,Iman,1,IMD,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inneke Koesherawati,1,Inspirasi,2,Internasional,2,Internet,2,Investasi,1,Ira Koesno,1,Iran,1,ISIS,1,Islam,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,312,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,janji kandidat gubernur jakarta,1,Jaringan,1,Jasmani,1,Jatuh,2,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kanker payudara,1,kapal induk,1,Kapolda Jabar,1,Kapolda Jawa Barat,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,4,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,4,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,Kepulauan Seribu,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,21,Kesehatan Mata,1,kesehatan wanita,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,2,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komnas HAM,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,2,Komunikasi,1,Konflik,1,konflik suriah,3,Konsolidasi,1,Konstitusi,1,Konsultasi Syari'ah,2,Koperasi,1,korban terorisme,1,Korupsi,1,KPK,1,KPU DKI,1,Kucing,2,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,kuliner,1,Lafadz Alloh,1,Lagu,1,Laut Hitam,2,liburan,1,Lingkungan,4,Literasi,1,LSM,1,lukas enembe,1,Lukisan,1,Mabes Polri,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,Mahasiswa,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,Makar,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,2,manfaat daun patah tulang,1,Mantan,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,mata-mata,1,Maulid Nabi,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,menyusui,3,Metrotv,1,MK,1,Moderator,1,MUI,4,Muslim Rohingya,1,Myanmar,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,2,Negara,2,Norma,1,ojk,1,Olahraga,40,om telolet om,1,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,145,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,7,Organisasi,1,ormas,1,Ormas Dayak,1,otomotif,2,pahawan di uang rupiah,4,pahlawan dalam rupiah baru,5,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,Panelis,1,Panggil,1,panti rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa,1,Pantun,1,parenting,18,pasangan suami istri,3,pasien panti rehabilitasi disiksa,1,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pembunuhan pulomas,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,5,Penembakan,1,pengasuhan anak,10,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,53,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,Pengungsi Rohingya,1,pengusaha dan penguasa,1,Pengusiran,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penistaan Agama,2,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,penyakit lupus,1,Perang Narkoba,1,perang Suriah,4,perdukunan,1,pergantian desain uang rupiah,4,Peringatan,1,Peristia,1,Peristiwa,57,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,Pesawat Militer Rusia,2,Peserta,1,Pilgub DKI Jakarta,1,pilkada DKI,8,Pilkada Jakarta 2017,98,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Polisi,1,Politik,23,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,PP-PMKRI,1,ppatk,1,Prabowo,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,Presiden,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,2,Presiden Turki,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,3,Puisi,52,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reformasi,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,rumah tangga,1,Rupa,1,rupiah baru,5,Rusia,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,4,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,13,Sejarah Jakarta,1,Sejarah Natal,1,Sel,1,selingkuh,1,Seni,2,Sepak Bola,1,Serba-serbi,4,sertifikat halal,3,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,Sholat Shubuh,2,si buni yani,1,Sidang,3,Simbol Haji,1,Sintang,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,14,srebrenica,1,Sri Mulyani,2,stasiun televisi,1,Statistika,1,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Suriah,6,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,sylviana murni,2,Tabligh Akbar,2,tabligh akbar istiqlal,1,Tahanan Perempuan,1,tahun baru,2,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,11,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,Tengku Zulkarnain,1,tentang islam,1,terhangat,1,Terkini,4,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,timnas Indonesia,1,tindakan subversif WN Cina,1,Tips,1,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,3,tolak reklamasi,2,Tour Jakarta,1,tragedi suriah,1,Turki,2,uang baru,2,uji materi UU Pilkada,1,Ulos,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,2,Ustadz Bachtiar Nasir,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,Vespa,1,video,62,Wafat Saat Sujud,1,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wali Kota Jambi,1,Warga Cina tanam benih cabe berbakteri,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,Wirausahawan,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,Yayat Supriyatna,1,yenny wahid,1,Yusuf Mansur,2,
ltr
item
Ngelmu.com: Sisi Kelam Kisah Doraemon: Pembiaran Perilaku Bullying
Sisi Kelam Kisah Doraemon: Pembiaran Perilaku Bullying
http://www.parhlo.com/wp-content/uploads/2016/06/pdboXfT.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-1pffzYccGaI/VQu2sPGjJhI/AAAAAAAAAJo/j3EDANS6XEI/s72-c/bullyboy.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/11/sisi-kelam-kisah-doraemon-pembiaran.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/11/sisi-kelam-kisah-doraemon-pembiaran.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy