Sosok-Sosok Renta Pahlawan Keluarga

Kakek penjual es cincau (Foto: Paramita Caesara Aprilia/facebook)

Ngelmu.com - Sosok mereka boleh renta. Namun, tidak demikian dengan semangat mereka dalam mencari nafkah dan menjadi pahlawan keluarga.

Hari Pahlawan 10 November mengingatkan bangsa Indonesia akan perjuangan para pahlawan, yang dahulu hanya bermodalkan bambu runcing. Pahlawan-pahlawan itu terus hadir dalam setiap masa, lewat bentuk dan jalan yang berbeda. Apa yang mereka perjuangkan juga tidak sama.

Jika ditanya siapa sosok pahlawan dalam hidupmu, tidak sedikit yang memiliki jawaban "orangtua". Seperti halnya sosok-sosok renta pahlawan keluarga berikut ini, yang berjuang keras untuk mengais rezeki. Sebagai renungan bersama, ingatlah bahwa kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku, ibu-ibu tua duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang dagangan mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap.

1. 8 jam bekerja, kakek 95 tahun hanya dapat Rp16 ribu

Kakek Zubair (Foto: tribunews)
Usianya sudah renta, demikian pula dengan fisiknya. Kakek Zubair (95), warga Dusun Klanceng, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyusuri jalan raya sambil memikul jualan tahu setiap harinya. Sesekali dia beristirahat sambil mengusap peluh yang bercucuran dari dahinya.

“Guleh ampon seppo, Nak, sakeng e jekajeh terus ajuelen kaangguy kabotoan (saya sudah tua, Nak, tetapi saya harus terus berjualan untuk kebutuhan hidup sehari-hari),” ujarnya, dikutip Tribunews, Kamis (10/11/2016).

Dia mengaku sudah puluhan tahun berjualan dengan berjalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 40 kilometer. Setiap harinya, Zubair berangkat berjualan tahu goreng mulai sekitar pukul 15.00 WIB, dan baru pulang ke rumahnya pukul 01.00 WIB.

Jika tahunya terjual habis, Zubair ternyata hanya memperoleh penghasilan sebesar Rp16 ribu karena dia hanya mengambil keuntungan Rp200 dari satu tusuk berisi tiga tahu.

“Tidak masalah, Nak, meskipun hasilnya sedikit tetapi barokah dan halal. Daripada banyak tetapi tidak barokah, buat apa,” tuturnya.

Pernah, lanjut dia, saat berjualan turun hujan deras dan cukup lama. Akhirnya, tahu yang dia jual sama sekali tidak laku. Akhirnya dia mengembalikan tahu tersebut kepada juragannya.
Zubair hanya berharap, pada usianya yang semakin renta, ia selalu diberi kesehatan dan panjang umur.

“Saya tidak berharap apa-apa, saya hanya meminta kepada Allah agar selalu diberi kesehatan dan umur panjang, itu sudah cukup,” tutupnya.

2. Kakek 84 tahun berjualan es cincau

Kakek penjual es cincau (Foto: Paramita Caesara Aprilia/facebook)
Di akun facebook nya, Caesara Paramita Aprilia, menuliskan bahwa dirinya pernah posting tentang kakek penjual es cincau di Sektor 9 Bintaro ini. Namun, pada 13 September lalu, dia memosting lagi sosok kakek tersebut karena baru saja bertemu dan sangat miris dengan keadaan sang kakek. Begini bunyi postingannya:

Jadi, tadi saya melintas melewati jalan Kasuari Raya Bintaro sektor 9 menuju arah Senayan Bintaro. Tiba-tiba lihat kakek ini terduduk di trotoar di depan salah satu petshop di samping Ayam Bakar Mas Mono sektor 9. Si kakek tampak kelelahan. Cuaca lagi panas-panasnya.

Saya enggak tega, langsung putar balik dan beli dagangannya. Yang bikin saya mau nangis ternyata saya adalah pembeli pertama si kakek hari ini. Beliau mulai berjualan dari jam 11 dan sampai saya beli jam 12.30, dagangannya belum laku sama sekali. Saya tanya kalau hari hari biasanya laku enggak. Beliau bilang enggak tentu karena sekarang cuacanya juga enggak tentu. Kadang panas trus tiba-tiba hujan.

Saya tanya si kakek tinggal di mana sekarang. Beliau bilang sekarang tinggal sendiri di Parigi, istri di Cirebon. Beliau cerita dia sudah beberapa bulan nunggak kontrakan karena enggak mampu bayar. Untung yang punya kontrakan masih bermurah hati pada beliau.

Saya tanya lagi ke si kakek, umur beliau berapa. Ternyata umurnya 84 tahun =(( Makin pengen nangis karena di usianya harusnya beliau sudah enggak kerja. Keadaan hidup membuat beliau tetap harus berdagang mencari nafkah, meneruskan dagangan anaknya yang sudah meninggal. Karena enggak ada yang jadi tulang punggung keluarga. Istri pun sudah tua.

Yang lewat dan domisili sektor 9, yuk bantu larisin jualannya. Beliau biasa jualan dari arah perempatan Jombang yang ada toko kain Pronto Moda - Senayan Bintaro - Kasuari Raya - Kasturi -McD - Bintaro Womens and Children Clinic. Beliau patut diapresiasi dengan cara dibeli dagangannya. Beliau masih mau bekerja keras dan mencegah dirinya dari meminta minta di usia yang sudah tua.

3. Mantan guru yang berjuang lewat buku bekas

Kakek Ma'shum, mantan guru yang berjuang dengan menjual buku bekas (Foto: dream)
Kakek Ma'shum adalah seorang pensiunan guru yang memiliki segudang ilmu pendidikan. Dengan telaten, pria tua bertubuh kurus itu menyusun buku-buku bekas dagangannya di sisi jalan.

Kakek Ma'shum berjualan buku bekas di Pasar Singosari, Malang. Kenyamanan tak ingin 'bersahabat' dengan masa tuanya. Meski sudah renta, ia masih harus berjuang hidup mencari nafkah.

Pejuangan hidupnya sempat menjadi sorotan para netizen di facebook setelah Foto-fotonya diunggah Komunitas Share If You Care dan dengan cepat menjadi viral di media sosial. Dalam foto, terlihat betapa gigih dan pantang menyerahnya Kakek Ma'shum dalam berjualan. Tak kenal lelah, tak peduli cibiran, demi mendapatkan sedikit rezeki.

4. Penjual amplop di pasar kaget

Penjual amplop di pasar kaget (Foto: liputan6)
Seorang kakek tua tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop setiap harinya di Masjid Salman ITB, Bandung. Zaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa.

Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang aksesori lainnya. Mungkin ia tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Harga amplopnya Rp1.000 dalam satu bungkus plastik berisi 10 lembar. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi banyak orang, tetapi sangatlah berarti bagi kakek tersebut. Dia menjual amplop semurah itu, padahal harganya tidak semurah itu di warung.

Kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Kakek cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Dia mengaku dalam sehari belum tentu laku 10 bungkus saja, apalagi untuk 20 bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

5. Berjualan nasi uduk hingga tertidur

Kakek penjual nasi uduk (Foto: Hafizah Sari/facebook)

Di akun facebook, Hafizah Sari memosting hal demikian, belum lama ini:

Kemarin sehabis saya pulang kantor saya melewati tenda jualan nasi uduk kakek ini, agak sepi...sampai si kakek tertidur menunggu pembeli, enggak tega tanpa pikir panjang muter balik beli nasi uduk betawi si kakek. Tega enggak tega saya bangunkan dan si kakek langsung kaget dan buru-buru melayani saya.

Yang mau beli nasi uduk kakek boleh datang, alamatnya di depan Pertamina Maritime Training Center, sebelahnya pom bensin gas (depan halte busway Layur) Jl. Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Si kakek jualannya malam kemarin saya tanya sampai jam 10 malam saja atau selakunya/secapeknya baru pulang. Yang nanya kenapa baju kakek beda, ini saya foto dua kali. Saya kesana dua kali untuk beli.

Ayo ramein jualan kakek ini. Biarpun tidak banyak, tapi sangat membantu si kakek. Makasi yah kek, jadi teringat perjuangan orangtua betapa susahnya berkorban buat keluarga. Sehat terus ya kek, lancar rezeki kakek. Amiiin Ya Robbal Alamiiin.

COMMENTS

loading...
Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,20,aksi 312,1,aksi 412,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,79,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,207,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,116,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,35,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Sosok-Sosok Renta Pahlawan Keluarga
Sosok-Sosok Renta Pahlawan Keluarga
https://4.bp.blogspot.com/-CfkAaejWdRY/WCQpsQtoajI/AAAAAAAAAOE/dwwjE-RUKL4eyfzgEM98jKQqAQdLxY_SQCEw/s640/kakek%2Bpenjual%2Bes%2Bcincau_paramita%2Bcaesara%2Baprilia_facebook.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-CfkAaejWdRY/WCQpsQtoajI/AAAAAAAAAOE/dwwjE-RUKL4eyfzgEM98jKQqAQdLxY_SQCEw/s72-c/kakek%2Bpenjual%2Bes%2Bcincau_paramita%2Bcaesara%2Baprilia_facebook.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/11/sosok-sosok-renta-pahlawan-keluarga.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/11/sosok-sosok-renta-pahlawan-keluarga.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy