Aksi 411, 212; akankah ada aksi 911?


Oleh Imam Shamsi Ali*

Ngelmu.com - Nampaknya memang tiada peristiwa alam kecuali memang punya makna dan rahasia. Termasuk aksi-aksi yang terjadi di Jakarta dengan tujuan membela Islam dan negara. Sekali lagi, membela Islam dan negara.

Di Amerika Serikat nomor 411 adalah panggilan ketika membutuhkan sesuatu yang bersifat "non emergency". Sementara nomor 212 adalah satu dari kode panggilan telpon di kota New York.

Jika kita simak kedua nomor ini maka tentu sangat relevan dengan semangat perjuangan teman-teman di Jakarta. 411 atau aksi 4 Nopember lalu mengindikasikan sebuah keperluan penting, walaupun belum bersifat "life threatening" (hidup-mati). Itu terjadi karena tuntutan kepada apa yang disangkakan sebagai "penistaan agama", di satu sisi sudah berjalan, tapi di sisi lain ada indikasi dilambangkan, bahkan ada upaya dialihkan.

Setelah proses hukum terjadi dan ditetapkannya sang tertuduh sebagai "tersangka" maka nomor yang relevan adalah 212. Sebuah kode utama panggilan telpon di pusat kota New York (Manhattan). Kenapa nomor ini? Karena ini nomor biasa untuk saling berkomunikasi, silaturrahim dan saling mengingatkan. Bahwa panggilan 411 itu jangan diremehkan. Jika tidak maka boleh jadi berubah dari keperluan menjadi kebutuhan mendesak alias "emergency".

Dan kalau ternyata pertimbangan itu menjadi pertimbangan "darurat" maka nomor yang akan mengawali panggilan itu adalah 911. Harapan kita tentu tidak perlu. Maklum Jakarta terlalu padat untuk panggilan-panggilan darurat seperti itu.

Aksi 212

Sejujurnya sebagaimana kekaguman saya pada aksi 411, di mana jutaan manusia keluar ke jalan-jalan melakukan tuntutan, dan relatif aman, tertib dan damai. Tuntutan hukum kepada seorang minoritas Kristen China yang dianggap telah menodai ajaran agama mayoritas Muslim. Tapi tak satu kasus pun yang mengganggu agama maupun etnis lain dari kalangan minoritas itu.

Kini Aksi 212 akan berlangsung. Walaupun sempat terancam pelarangan polri, kini sebaliknya justeru polri akan turun tangan dan mambantu kelancaran aksi itu. Bahkan dibentuk semacam kepanitiaan bersama umat dan pihak pengamanan (Polri dan TNI).

Tentu akan banyak "qiila wa qaala" (gosip kiri kanan) di mana-mana. Aksi ini adalah "ekstremisme", aksi ini "intoleransi", aksi ini mengganggu ketetiban umum, hingga aksi ini sebagai "makar" kepada negara.

Apapun itu sekali lagi saya sangat bangga, baik sebagai seorang Muslim, dan juga sebagai orang Indonesia. Alasan saya sederhana:

1) Dunia bangga dengan Indonesia. Salah satunya adalah karena Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam praktek demokrasi. Dalam konteks ini kebebasan ekspresi menjadi salah satu esensi demokrasi. Dan ekspresi ketidak setujuan terhdap sesuatu dalam bentuk demonstrasi, termasuk kepada pemerintah, adalah bentuk ekspresi yang demokratis dan dijamin oleh konstitusi.

Oleh karenanya aksi yang dilakukan oleh umat Islam Indonesia adalah bentuk dan indikasi demokrasi yang sehat dan subur. Yang aneh, ketika mereka yang selama ini mengagungkan demokrasi tiba-tiba berbalik dan melihat aksi ini sebagai ancaman.

2) Salah satu karakter kehidupan demokrasi yang sehat adalah hadirnya "check and recheck" masyarakat terhadap pengambil kebijakan publik, termasuk dalam penegakan hukum. Oleh karenanya sebuah proses hukum harus dikawal, diawasi, sehingga kepastian penegakan hukum itu ada. Apalagi memang ketika penegakan hukum itu memang rentang di intervensi oleh kekuasaan politik. Di sinilah urgensi aksi-aksi publik yang damai dan dalam ruang kebebasan yang bertanggung jawab dan demokratis.

3) Aksi-aksi yang terjadi di Jakarta dan Indonesia  sesungguhnya merupakan "spirit renewal" atau pembaharu semangat membangun nasionalisme dan kebangsaan umat. Sejak perjuangan merebut kemerdekaan, hingga membangun dan mengisi kemerdekaan, umat Islam telah menjadi pilar sentra kebangsaan itu. Indonesia tidak akan maju tegap, stabil, makmur dan mampu bersaing dengan bangsa-bang lain kecuali umat Islam mengambil peranan penting di dalamnya.

Perdamaian, kemajuan, kemakmuran umat itulah wajah Indonesia. Ketentraman dan keadilan yang dirasakan oleh umat itulah yang akan menjadi rasa Indonesia. Bagaimana tidak, umat ini menjadi "jantung" dan "urat nadi" kehidupan berbangsa kita.

4) Upaya-upaya perpecahan atau memecah belahan, baik secara intra-umat maupun antar umat Indonesia, bahkan antara umat dan penguasa gagal. Kegagalan ini sekaligus membuktikan komitmen "ukhuwah" sekaligus komitmen bernegara umat yang berdasarkan "Persatuan Indonesia".

Aksi Jakarta, baik 411 maupun 212, keduanya baik secara langsung atau tidak merupakan kolaborasi mayoritas putra-putri bangsa. Aksi ini tidak sedikit mendapat dukungan dari umat agama lain. Dan sudah tentu aparat keamanan (kepolisian) ikut dalam melancarkan dan menjaga aksi tersebut.

Intinya, aksi itu menjadi indikator kuat jika persatuan kebangsaan itu masih solid.

5) Rencana aksi 212 itu juga sekaligus membuktikan bahwa komitmen keislaman bangsa tidak akan bisa dipisahkan dari kecintaan kepada negara. Bahwa sentimen Islam itu telah menyatu dengan semangat nasionalisme. Dan oleh karenanya jangan pernah dibenturkan. Keduanya sejalan, bagaikan ruh dan jasad dalam kehidupan berbangsa.

Ingat, kemerdekaan bangsa ini diperjuangkan dan dibangun di atas pekikan Allahu Akbar, linangan airmata dan tumpahan darah pejuang-pejuang umat. Dan karenanya upaya memisahkan umat dari kehidupan berbangsa dan bernegara bagaikan memisahkan ruh dari jasad kehidupan.

6) Khusus untuk aksi 212 dengan tema "Aksi Super Damai" dan dilakukan dalam bentuk sholat, dzikir dan doa, menunjukkan jati diri bangsa. Bahw bangsa Indonesia adalah bangsa yang religious, tapi mengedepankan nilai-nilai kedamaian dalam bersikap. Religiositas bangsa yang damai ini akan dicatat oleh sejarah dan dunia bahwa Indonesia adalah negara yang unik dalam tatanan dunia.

Setelah membuktikan jika Islam dan demokrasi senapas, kini kembali akan dibuktikan bahwa komitmen religiositas dan perdamaian itu adalah pilar pembangunan dunia. Bukan seperti yang dipersepsikan bahwa sebuah bangsa semakin religious akan semakin sangar dan menakutkan.

7) Aksi Jakarta juga pada akhirnya membuka mata dunia bahwa bagi orang-orang tertentu agama bukan "lip service" atau sekedar "hiasan" yang dapat dirubah, dimainkan, ditinggikan di satu waktu, tapi direndahkan di waktu lain. Aksi ini membuka mata bahwa bagi orang-orang Islam, dan saya yakin juga bagi umat lain, agama adalah fondasi hidup. Oleh karenanya harus diambil secara serius dan sungguh-sungguh.

Harapan kita semua, kiranya aksi ini diperhatikan oleh pihak-pihak yang berwewenang, diambil secara sungguh-sungguh, dan ditindak lanjuti. Jangan sampai dilihat sebelah mata, apalagi dipolitisir dan dijadikan tunggangan politik bagi orang-orang tertentu. Atau dijadikan objek mainan, ditadah, digenggam, tapi kemudian dilempar ke dalam tong sampah.

Jika itu terjadi maka tidak mustahil nomor 911 akan ditekan. Menandakan jika negara Indonesia sedang menghadapi ancaman besar, sehingga perlu "intervensi darurat".

Akhirnya, kepada pelaku aksi maupun pihak pengamanan agar menjaga "amanah" persatuan dan perdamaian. Jangan sama sekali tergoda oleh provokasi apapun untuk mencederai amanah itu. Jaga ketertiban dan keamanan sehingga aksi itu berlangsung dan insya Allah berakhir dengan aman dan damai.

Sebuah catatan sejarah yang membanggakan anak-anak bangsa. Amin!

* Presiden Nusantara Foundation & Muslim Foundation of America

COMMENTS

loading...
Nama

#PrayforAleppo,4,10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,2,2 tahun jokowi-JK,3,30 September,2,Aa Gym,1,Aceh,3,Aceng Rahmat,1,Administrasi,2,adversity quotient,2,Agung,1,agus yudhoyono,5,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,25,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,10,ahok tersangka,5,ahok tidak boleh jadi gubernur,3,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,AIMI,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,Akbar Hashemi Rafsanjani,1,aksi 121,2,Aksi 1212,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,22,aksi 312,1,aksi 412,2,Aksi Bela Islam,1,aksi bela islam jilid III,6,aksi BEM,1,aksi damai 212,7,aksi damai bela islam III,8,aksi demo 4 november 2016,6,aksi mahasiswa 121,2,aksi mata-mata,1,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,4,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,Aleppo,2,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,anak bermain,1,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,Anak korban perang di Suriah,1,analytics,1,Angelius Wake Kako,1,Anies Baswedan,9,Anton Charliyan,1,ASI,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,2,Bank,1,Bantuan,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,Bashar,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Bela Rakyat,1,BEM,1,Bendera Tauhid,1,Berita,15,berita terkini Aleppo,3,Biksu,1,binjai sumut,1,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,9,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,brealfie,1,bullying,3,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,3,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,Cagu,1,Cagub-Cawagub DKI,2,calon gubernur dki,4,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,2,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,Cristiano Ronaldo,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,Database,1,debat gubernur jakarta,3,debat pilkada jakarta,5,Debat Terbuka,2,Debat Terbuka Perdana,2,Demo,2,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,Demo FPI 161,3,demo mahasiswa,3,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,desain rupiah baru,5,Detik,1,dialog nasional,1,Din Syamsuddin,2,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,djarot,3,Doa,3,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dr Utami Roesli,1,Drama,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,7,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,10,Email,1,Enni Sri Hartati,1,Epilog,1,Erdogan,3,Fahmi Darmawansyah,1,fashion,1,Fatwa MUI,2,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,FPI,8,FPI ditolak,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,Gadis Cacat,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Geografi,2,Gerindra,1,Globalisasi,1,GMBI,5,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,Gubernur Jambi,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,Habib Rizieq,6,habib rizieq shihab,12,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,Hari Ibu,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hotel Novita Jambi,1,Hubungan,1,hujan saat aksi 212,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,107,Ibu,1,ibu dan anak,3,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,Imam Besar FPI,2,Imam Besar Pemimpin Republik Indonesia,1,Imam Prasodjo,1,Iman,1,IMD,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inneke Koesherawati,1,Inspirasi,2,Internasional,2,Internet,2,Investasi,1,Ira Koesno,1,Iran,1,ISIS,1,Islam,1,islamophobia,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,319,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,janji kandidat gubernur jakarta,1,Jaringan,1,Jasmani,1,Jatuh,2,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kanker payudara,1,kapal induk,1,Kapolda Jabar,1,Kapolda Jawa Barat,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,4,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,4,Kebudayaan,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,Kepulauan Seribu,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,21,Kesehatan Mata,1,kesehatan wanita,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,2,Kivlan Zein,1,kjp,1,KKR Natal,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komnas HAM,1,Kompetisi Halal Dunia,1,Komputer,2,Komunikasi,1,Konflik,1,konflik suriah,3,Konsolidasi,1,Konstitusi,1,Konsultasi Syari'ah,2,Koperasi,1,korban terorisme,1,Korupsi,1,KPK,1,KPU DKI,1,Kucing,2,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,kuliner,1,Lafadz Alloh,1,Lagu,1,Laut Hitam,2,liburan,1,Lingkungan,4,Literasi,1,LSM,1,lukas enembe,1,Lukisan,1,Mabes Polri,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,Mahasiswa,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Majelis Ulama Indonesia,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,Makar,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,2,manfaat daun patah tulang,1,Mantan,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,mata-mata,1,Maulid Nabi,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,menyusui,3,Metrotv,1,MK,1,Moderator,1,MUI,5,Muslim Rohingya,1,Myanmar,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,2,Negara,2,Norma,1,ojk,1,Olahraga,40,om telolet om,1,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,145,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,7,Organisasi,1,ormas,1,Ormas Dayak,1,otomotif,2,pahawan di uang rupiah,4,pahlawan dalam rupiah baru,5,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,Panelis,1,Panggil,1,panti rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa,1,Pantun,1,parenting,18,pasangan suami istri,3,pasien panti rehabilitasi disiksa,1,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pembunuhan pulomas,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,5,Penembakan,1,pengasuhan anak,10,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,53,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,Pengungsi Rohingya,1,pengusaha dan penguasa,1,Pengusiran,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penistaan Agama,2,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,penyakit lupus,1,Perang Narkoba,1,perang Suriah,4,perdukunan,1,pergantian desain uang rupiah,4,Peringatan,1,Peristia,1,Peristiwa,57,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,Pesawat Militer Rusia,2,Peserta,1,Pilgub DKI Jakarta,1,pilkada DKI,8,Pilkada Jakarta 2017,101,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Polisi,1,Politik,23,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,PP-PMKRI,1,ppatk,1,Prabowo,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,Presiden,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,2,Presiden Turki,1,Produk Mengandung Babi,1,program anies-sandi,1,program cagub DKI,2,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,3,Puisi,54,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reformasi,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,rumah tangga,1,Rupa,1,rupiah baru,5,Rusia,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,5,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,13,Sejarah Jakarta,1,Sejarah Natal,1,Sel,1,selingkuh,1,Seni,2,Sepak Bola,1,Serba-serbi,4,sertifikat halal,3,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,Sholat Shubuh,2,si buni yani,1,Sidang,3,Simbol Haji,1,Sintang,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,14,spanduk menolak wayang,1,srebrenica,1,Sri Mulyani,2,stasiun televisi,1,Statistika,1,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Suriah,6,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,sylviana murni,3,Tabligh Akbar,2,tabligh akbar istiqlal,1,Tahanan Perempuan,1,tahun baru,2,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,11,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,Tengku Zulkarnain,1,tentang islam,1,terhangat,1,Terkini,4,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,timnas Indonesia,1,tindakan subversif WN Cina,1,Tips,1,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,3,tolak reklamasi,2,Tour Jakarta,1,tragedi suriah,1,Turki,2,uang baru,2,uji materi UU Pilkada,1,Ulos,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,2,Ustadz Bachtiar Nasir,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,Vespa,1,video,65,Wafat Saat Sujud,1,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wali Kota Jambi,1,Warga Cina tanam benih cabe berbakteri,1,Wayang,2,wayang kulit,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,Wirausahawan,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,Yayat Supriyatna,1,yenny wahid,1,Yusuf Mansur,2,
ltr
item
Ngelmu.com: Aksi 411, 212; akankah ada aksi 911?
Aksi 411, 212; akankah ada aksi 911?
https://3.bp.blogspot.com/-Y-E30814ToI/WD9LhFHOKqI/AAAAAAAAIhI/J0zu7vk1SD4Y1UbWOqX-n-iXe9o5kQUugCEw/s640/longmarch%2Bciamis%2Bjakarta20.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-Y-E30814ToI/WD9LhFHOKqI/AAAAAAAAIhI/J0zu7vk1SD4Y1UbWOqX-n-iXe9o5kQUugCEw/s72-c/longmarch%2Bciamis%2Bjakarta20.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/12/aksi-411-212-akankah-ada-aksi-911.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/12/aksi-411-212-akankah-ada-aksi-911.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy