Jumat dan Taipan Mengancam?

SHARE:


Oleh Iwan Piliang

Ngelmu.com - Alhamdulillah selama #IPLintasTigaBenua  empat Jumat, hanya satu terlewat, yakni di New York, pas di hari dan jam ibadah, ikut tur lokal ke Wahington DC, Niagara Falls, Philadelphia, termasuk menyimak Independen Hall-nya USA. Insya Allah jika Allah SWT mengizinkan Jumatan 2 Desember ikut ke Monas, karena sesuai jadwal, dini harinya sudah di Jakarta. Akan tetapi membayangkan betapa histeria umat hadir ke Jakarta  apa cukup Monas menampung?

Jika video long march dari Ciamis akurat - - saya harus menulis demikian, karena belum diforensik digital, agar jernih, juga sesuai dengan UU ITE yang baru - - maka kalimat pernah  beberapa kali saya sampaikan di teve: jangan main-main dengan hati, kesucian hati dapat menembus tiga lapis baja, bukanlah kata-kata hampa semata.

Masih ingat nyanyian Aa Gym? "Jagalah hati jangan kau kotori, jagalah hati pelita hidup ini ..."

"Kalbu ..."

Saya pahami membersihkan hati amatlah sulit. Saya masih suka dongkol, kesal, emosi, menilai negatif dan seterusnya, termasuk pelit senyum. Padahal Rasulullah diberi bonus oleh Allah SWT menjadi pemimpin karena hatinya bersih, murah senyum.  Hati bersih dapat membedakan mana salah, benar, mana buruk, baik pantas, patut. Hati suci membuat Nabi Muhammad dapat Mi'raj ke langit ke-7.

Jadi ketika seorang Syeikh sempat berkomunikasi dengan saya di Maroko, dalam perjalanan #IPLintasTigaBenua mengatakan: selalu ada tangan Allah SWT untuk Indonesia, semoga saja demikian adanya. Aamiin.

Mungkin kekuatan hati ini tidak dicamkan oleh konglomerat dan taipan belum lama ini saya baca di media, mengancam akan menarik investasinya di Indonesia. Entah ancamannya serius atau tidak, karena belum tentu juga akurat - - lagi-lagi harus saya tulis begini demi UU ITE yang baru, karena saya belum konfirmasi ke sang taipan.

Jika saja kalimat sang taipan akurat, saya hanya ingin bilang: pasar ente di Indonesia utamanya, usaha berawal dari Indonesia, hingga kini mengkonglomerasi.

Saya kebetulan mengikuti perkembangan kalian, apalagi pada penghujung 1980-an pernah menjadi wartawan ekonomi. Saya beberapa kali memandu diskusi terbatas perbankan rutin bulanan di Executive Lounge, Hilton,  dimana sosok seperti Kamardi Arif, Widarsadipraja, Omar Abdalla, Kukuh Basuki dan direksi bank pemerintah lain selalu hadir di kiri dan kanan saya.

Kenyataan itu membuat saya mendapat cerita dari tangan pertama bagaimana kredit tambun dicurahkan ke kalian. Pemerintah mendukung agar ada namanya trickle down effect.

Kemudian apa yang terjadi.

Ketika kebijakan Pakto 1988, beberapa dari kalian dapat mendirikan bank swasta hanya dengan modal Rp 10 miliar. Modalnya dominan juga dari nama-nama saya sebut di atas. Mereka "dewa" bank pemerintah pemberi kredit tambun.

Kemudian apa yang terjadi?

Kalian langgar legal lending limit, batasan kredit ke grup sendiri. Kalian tabrak capital adequacy ratio, perbandingan modal dan aset. Belum puas "pesta" dana untuk investasi melabrak dua hal tadi, agar lebih oke, kalian lobby lagi pemerintah agar batasan mendirikan bank swasta hanya boleh dengan modal Rp 50 miliar. Sehingga kalian-kalian sajalah pemainnya. Maka awal 1990 ke luarlah peraturan itu

Apa yang terjadi?

Pelanggaran  dua hal di atas angkanya juga makin naik.  Seiring dengan itu, kalian memanfaatkan pasar modal, restrukturisasi modal dengan dana murah di bursa. Kalian makin jaya. Namun kelakuan pembiayaan terindikasi tajam disalah arah, dana jangka pendek digunakan investasi jangka panjang, maka ekonomi kepanasan, sampai harus ada BPPN, hingga harus ada dana rakyat untuk kalian berupa BLBI, belum lagi skala menengah meminta hair cut.

Apa yang terjadi?

Memang beberapa aset kalian harus masuk BPPN. Tetapi berikutnya dari negara tax heaven country, kalian "pesta" lagi dengan membeli aset itu kembali hanya di kisaran 20% saja dari nilai aset. Kalian kian hebat berglobalisasi. Dalam  telaah saya, kalian juga jagoan melakukan transfer pricing, akal-akalan pajak. Kata OECD, hampir 65% transaksi perdagangan Indonesia terindikasi transfer pricing. Angkanya kini sudah lebih Rp 2000 triliun setahun.

Apa yang terjadi?

Paparan di atas memang pemainnya kelas kakap. Mereka semula kita tahu bersama berawal dari mana dan dalam posisi kekayaan apa. Panjang secara data dan akurasi dapat saya tuliskan di sini, mungkin kalau katanya ada dialog nasional saya siap memaparkannya.

Lantas apa yang terjadi?

Pindah saja  ke era kekinian. Kalian juga dapat kemudahan tax amnesty, bukannya transfer pricing kalian dikejar, maka saya mengistilahkan  rakyat kebanyakan dihisap darah, dikikir tulang lalu ditimpuk kepala, berdarah, ditetesi cuka, begitulah nasib rakyat kebanyakan menyimak kalian.

Apa yang terjadi?

Politik kalian mainkan. Beberapa dari kalian punya partai politik. Bahkan taipan di Singapura, tidak pulang-pulang ikut membiayai partai baru. Karena di tengah situasi oligarli fulus mulus, uang segalanya. Partai kereta kekuasaan.

Apa yang terjadi?

TVRI pun kalian kebiri dengan tameng Undang-Undang. Mana ada teve negara di dunia nasibnya diseperti-TVRI-kan???

Sebaliknya frekuensi ada ranah publik kalian "rampok" hak dasarnya dengan seakan menjadikan televisi mu itu negaramu sendiri.

Lantas apa yang terjadi?

Seperti hari ini. Rasa keadilan, kebenaran seakan milik satu dua orang, satu dua kelompok. Padahal mayoritas warga di Indonesia orang  berbudi baik. Orang-orang bekerja dan beramal. Mereka beribadah, mereka mayoritas tahu menjaga toleransi. Mereka dominan paham mati hanya berbungkus kafan.

Sulit bagi kalain untuk membulli saya.  Mungkin ada menuding rasis. O, oooo, tunggu dulu, beberapa perjalanan waktu,  saya terdepan meng-advokasi David yang dibunuh di NTU, memverifikasi 17 orang hilang dari Serui ke Mamberamo, separuh keturunan Cina - - dalam perjalanan  ini saja beberapa kali  kami makan malam dengan kawan keturunan.

Hingga hari ini saya masih berkutat mencari seorang anak gadis  keturunan raib di Australia. Belum lagi bentuk pertemanan dan persahabatan lain terus berjalan dalam skala usaha, jauh dari urusan pri dan non pri. Tak ada urusan dengan perbedaan kulit. Keindonesiaan kita dengan kebhinekaan sudah selesai. Agar kalian lebih mafhum, untuk ranah kemanusiaan, contoh kasus David, penggalangan dana di Facebook, lebih 80% penyumbang Melayu. Salah satu contoh tak ada urusan dengan perbedaan.

Apa yang terjadi?

Hanya beberapa gelintir dari yang dibesarkan negara itu kini telah ingin lebih dari negara, menguasai negara. Termasuk memaksakan kehendak menempatkan boneka demi menyetir negara dan bangsa.  Tak perduli boneka itu orang psikopat, orang cacad dan atau memang sosok brilian. Premis  utama harus bisa disetir, demi bisnis dan politik. Ini kan yang kian mau?

Di sinilah  menjadi tak pas.

Inilah menjadi lucu.  Kalian berkopiah ke masjid, bertemu tokoh ulama, berkopiah-kopiah. Tahu tidak kalian kopiah terbaik salah satunya tetap buatan Sarbini, Sumbar.:-)

Lucu dan sangat lucu.

Pepatah Minang bilang di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Kok kalian seakan di mana kalian ada terindikasi tajam kini ingin menguasainya? Ingin sekehendak hati kalian? Termasuk menginjak hukum dan keadilan? Belum pernah dalam sejarah republik, lembaga seperti BPK direndahkan derajadnya sehingga tampak hina oleh oknum boneka kalian pelihara.

Nah sampai di sini, saya hanya ingin mengatakan kalian datang dengan ide rembuk dan dialog nasional? Jika kalian mau mendengar, saya siap hidangkan. Jangan takut, saya dulu 1990 pernah bantu kok go public salah satu konglomerasi dari kalian. Tapi saya juga tahu sosok vital di perusahaan kalian itu  mundur, karena kalian sangat rakus menghalkan segala cara, terlalu takzim seakan uang tak mengenal negara alpa akan Merah Putih.

Jika orang Medan bilang  ini Medan Bung. Saya mau tulis ini Indonesia laupan!

Saya tak membenci kalian. Secara personal saya terdepan membela kalian yang dizalimi. Tetapi ada persoalan berbangsa dan bernegara kita harus dibenahi: jawabnya segera, kudu.

Sehingga Jumat tanggal 2 pekan ini, bukan hendak menguliti siapapun saya sangat setuju. Allah SWT bila  berkehendak, menggerakkan hati-hati suci tak akan ada bisa membendung-Nya. Mari beribadah dengan senyum dan tawa, dengan riang dan gembira.

Mungkin inilah momen visualisasi kesucian hati.

Karenanya tanggal 2 nanti mari umat, ibadah jangan sampai ada yang mengotori.

Ruh komunikasi massa: hati nurani, akal, budi sudah dapat kita simak: ada teve minta diamankan, untuk tanggal 2 itu, harusnya tanya ke lubuk hati pemilik, pengelola, warga yang ngawur atau dirimu sangat ngaco?

Sampai di sini dulu kawan, maaf, kepanjangan. Doa selalu agar hati kita bersih. Semoga.  Aamiin.

COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Jumat dan Taipan Mengancam?
Jumat dan Taipan Mengancam?
https://4.bp.blogspot.com/-NyB5yF4gVQ8/WD6aQ8p_FkI/AAAAAAAAIfU/83uGPT8nnBMgS1kS8b-rnWQDCAy1jrVygCLcB/s640/iwan%2Bpiliang.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-NyB5yF4gVQ8/WD6aQ8p_FkI/AAAAAAAAIfU/83uGPT8nnBMgS1kS8b-rnWQDCAy1jrVygCLcB/s72-c/iwan%2Bpiliang.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/12/jumat-dan-taipan-mengancam.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/12/jumat-dan-taipan-mengancam.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy