Musibah, Antara Ujian, Azab dan Kemanusiaan

SHARE:



Oleh Zico Alviandri

Ngelmu.com - Semua Merasakan Musibah. Terguling-guling di tanah, Namrud menutup telinganya menahan sakit yang teramat sangat. Sebuah serangga halus, entah bagaimana caranya, berhasil masuk ke dalam kepala Namrud. Menyengat menimbulkan perih.

Putus asa menyergap. Berbagai cara diupayakan agar serangga itu segera keluar, namun tak kunjung berhasil. Tak tahan dengan sakit yang hebat, Namrud meminta agar kepalanya yang terbiasa dihinggapi mahkota itu dipukul kencang dengan sebuah besi. Seorang pelayan terpaksa melakukan itu. Dan benar, sebuah pukulan telah menyudahi rasa sakit di jasad Namrud. Untuk selamanya, karena raja yang menentang dakwah Nabi Ibrahim a.s. itu pun meregang nyawa.

Pada kisah lain, Rasulullah saw berkemul dalam pembaringan. Ia sedang menanggung demam yang levelnya dua kali lipat dari orang biasa. Seorang sahabat memberi kesaksian tentang sakitnya itu.

‘Abdullah bin Mas’ud berkata : Saya pernah datang kepada Rasulullah SAW ketika itu beliau demam panas sekali, lalu saya mengusapnya dengan tangan saya dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau menderita demam yang panas sekali.” Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Ya, sesungguhnya aku menderita demam sebagaimana panasnya dua orang diantara kalian”. Saya berkata, “Yang demikian itu apakah karena engkau mendapatkan dua pahala?” Rasulullah SAW menjawab, “Benar.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang ditimpa penderitaan berupa sakit atau yang lainnya, melainkan dengan itu Allah menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari)

Dan tak lama menanggung demam luar biasa, Rasulullah saw pun wafat. Manusia yang ma’shum itu tetap mendapatkan musibah sebagai pengantar pertemuannya dengan Allah swt. Sebagai mana manusia biasa.

Pada kisah lain, sebuah bahtera mengapung di atas luapan air bah. Hanya sedikit yang diangkut oleh kapal itu. Sementara di bawahnya, telah tenggelam satu peradaban yang menentang seruan untuk tunduk kepada Allah swt. Nuh a.s. yang menjadi kapten di atas bahtera itu memandang miris pada area yang telah menjadi danau. Ratusan tahun berupaya dengan cinta, menyeru kaumnya kepada Allah swt dengan sembunyi maupun terbuka, namun semua itu berujung pada keputusan Allah swt yaitu adzab yang memusnahkan.

Dan pada kisah lain, di sebuah negeri yang dipimpin sesosok tegas dan dekat kepada Allah swt, dengan sistem yang sesuai aturan-Nya, tertimpa pula bencana yang berkebalikan dengan yang dialami oleh kaum Nabi Nuh a.s. Suatu ketika sungai Nil surut. Air tak mengalir deras sehingga mengancam musim panen. Sebelumnya, Amr bin Ash r.a., gubernur baru Mesir telah menghentikan kebiasaan jahiliyah, yaitu menenggelamkan seorang gadis sebagai tumbal agar Nil mau mengalir dengan air yang mencukupi.

Kepanikan melanda. Dan dipersalahkanlah ajaran Islam yang telah menginterupsi adat yang telah berjalan berpuluh-puluh tahun. Akhir cerita, musibah itu berakhir setelah khalifah Umar r.a. menulis surat untuk sungai Nil. Surat itu dijatuhkan ke tengah sungai. “Dari hamba Allah, Amirul Mukminin, Umar bin Khattab. Amma ba’du. Jika engkau mengalir karena dirimu sendiri maka janganlah engkau mengalir. Namun jika yang mengalirkan airmu adalah Allah, maka mintalah kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk mengalirkanmu kembali,” begitu isi suratnya. (Tarikh Khulafa, Imam As-Suyuthi).

Pada kisah yang lain, bumi bergetar hebat meratakan apa yang ada di atasnya. Kaum Tsamud yang berisi manusia-manusia perkasa, pemahat gunung, pembangun istana-istana megah, berakhir sejarahnya pada sebuah gempa yang memusnahkan. Sebelumnya, sebuah unta betina yang diminta oleh Rasul mereka - Sholih a.s. - untuk dijaga, mereka bunuh dengan rasa sombong. Maka keputusan Allah pun tiba.

Namun di kisah lain, gempa pun mengguncang sebuah kawasan yang penghuninya beriman kepada Allah swt. Sontak rasa cemas meliputi para penduduk. Setelah gempa reda, Umar bin Khattab r.a. yang memimpin kota Madinah berpidato kepada rakyatnya, "Wahai manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!"

Dan kisah tentang musibah juga tertulis di Madinah saat Rasulullah saw hidup. Di sana pernah tertimpa kekeringan (hingga muncul kisah teladan wakaf oleh Utsman bin Affan r.a.), pernah dilanda paceklik, dll. Ya, musibah milik semua, dari peradaban yang ingkar kepada Allah swt, hingga komunitas yang tunduk kepada Allah swt.

Konsekuensi Iman


Hanya saja, konsekuensi keimanan lah yang membuat kita mengatakan bahwa musibah yang menimpa orang mukmin adalah ujian. Kita tidak menyebut itu adzab. Meski apa yang dialami sama dengan orang-orang kafir, yaitu musibah.

Seolah ada ketidakadilan pada dikotomi istilah musibah. Yang satu disebut adzab, yang lain disebut ujian. “Kok kesannya Allah itu jahat?,” begitu tulis seorang netizen. Mengapa dibedakan?

Jawabannya, karena bila musibah menimpa seorang mukmin, maka itu adalah peluangnya untuk mendapatkan pahala dengan cara kesabaran. Bila responnya sabar, ia lulus dari ujian. Dosanya terhapus, dan baginya pahala yang tak terbatas. ”… Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”  (QS Az-Zumar: 10)

Namun bagi orang tak beriman kepada Allah swt, apa pun penyikapannya atas musibah, tak akan ada pahala di akhirat untuk dirinya. Baik ia bersabar atau pun tidak.

“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.” (QS Ibrahim: 18)

Itulah letak perbedaannya. Sekeras apa pun musibah yang melanda seorang mukmin, dan seringan apa pun musibah yang menimpa orang kafir, tetap saja bagi orang mukmin itu adalah ujian, sedang bagi orang kafir tak disebut ujian. Ini dari perpektif Islam. Kalau ada yang menggugat, “who we are to judge?”, maka kita jawab bahwa kita hanya menghukumi berdasarkan apa yang Allah terangkan.

Namun musibah yang melanda orang beriman atau pun kafir, hakikatnya adalah undangan agar kembali tunduk kepada-Nya.

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS Al-Anfal 25)

Ibnu Abi ad-Dunya menyebutkan, dari Anas bin Malik; seorang laki-laki menemui Aisyah dan berkata, Wahai Ummil Mu’minin, ceritakan kepadaku mengenai gempa (az-Aizalah). Aisyah menjawab; Ketika orang-orang telah terbiasa dengan perzinaan, menuman keras dan berhura-hura, maka Allah SWT marah dan berfirman kepada kami; Gempalah atas mereka supaya mereka taubat dan kembali, jika tidak timpalah mereka. (laki-laki itu) bertanya lagi; Wahai Ummil Mu’minin, apakah hal itu merupakan adzab atas mereka? Aisyah menjawab: Itu semua merupakan cobaan dan ujian bagi orang-orang mu’min dan merupakan adzab bagi orang-orang kafir. (HR Al Hakim)


Kemanusiaan di Antara Musibah


Senang dengan musibah yang menimpa orang lain, itu dengki namanya. Terkecuali bila musibah itu menjadi kemenangan bagi orang mukmin, atau sebagai bentuk pertolongan untuk pihak tertindas.

Sudah santer kisah tentang seorang kafir yang suka melempari Rasulullah saw dengan kotoran. Suatu ketika orang itu absen dari kebiasaannya. Rasulullah saw pun mencari informasi. Didapati kabar bahwa orang itu sedang sakit. Lalu Rasulullah saw menjenguknya. Sekalipun dizalimi, Rasulullah saw masih memperlihatkan rasa kemanusiaan kepada orang yang menzaliminya.

Kemanusiaan muncul tanpa mendeteksi dulu apakah musibah itu tergolong azab atau ujian. Di setiap musibah, sudah seharusnya disusul dengan rasa kemanusiaan.

Allah swt tak membatasi mukmin untuk berbuat baik kepada orang yang tak beriman. Sabda-Nya, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS Al-Mumtahanah: 8)

Dan kepada pihak yang memerangi umat Islam, larangan hanya berlaku untuk menjadikan mereka wali, atau pemimpin, atau pelindung, atau kawan dekat, atau apa pun arti dalam bahasa Indonesia untuk kata wali itu.

“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS Al-Mumtanah: 9)

Menunjukkan rasa kemanusiaan kepada pihak musuh, sah-sah saja. Itu makanya kita dapati kisah Sholahuddin Al-Ayyubi mengobati Richard The Lion Heart, musuh umat Islam di Perang Salib. Para ulama’ tidak mempermasalahkan perbuatan Sholahuddin ini.

Dalam peperangan, Islam mengajarkan untuk memperlakukan tawanan perang dengan baik. Ya, meski statusnya musuh, tawanan perang berhak untuk mendapatkan kesantunan seorang muslim.

Apalagi kepada orang yang tidak memusuhi umat Islam. Dan terlebih lagi kepada sesama muslim sendiri.

Maka tak heran kita dapati berita pihak otoritas Palestina membantu pemadaman kebarakan yang sedang berlangsung di Israel. Apa pun dikategorikan kebakaran itu, adzab atau bukan, rasa kemanusiaan wajar ada. Dengan bantuan dari pihak Palestina, semoga pemerintah Israel beserta warganya menjadi sadar bahwa pelarangan adzan di masjid Al-Aqsho adalah kezaliman. Semoga dengan itu mereka mengoreksi kesalahannya, dan melepaskan penjajahan, penindasan, dan pendudukan terhadap tanah Palestina. Kalau tidak, saya yakin bencana yang lebih besar Allah persiapkan karena kezaliman mereka.

Dan rasa kemanusiaan itu sendiri tidak milik umat Islam semata. Tak jarang negara muslim mengalami musibah, lantas negara yang mayoritas berpenduduknya non muslim memberi bantuan. Kemanusiaan, sesuai namanya, adalah milik umat manusia.

Sebagai bagian dari peradaban, kita harus siap untuk bertimbal balik saling menampakkan empati, simpati, dan membantu satu sama lain saat ada bencana.


COMMENTS

Nama

10 tahun pernikahan,1,14 rumah sakit nakal,1,2 tahun jokowi-JK,2,30 September,1,Administrasi,1,Agung,1,agus yudhoyono,1,aher,1,ahmad musadeq,1,Ahok,17,Ahok Maju Jalur Partai,4,ahok menghina islam,8,ahok tersangka,1,ahok tidak boleh jadi gubernur,1,ahok tidak ditahan,1,ahok tidak mau cuti,1,Air Zam-zam,1,ajaran islam,1,aksi 2 desember,13,aksi 212,19,aksi 312,1,aksi bela islam jilid III,5,aksi damai 212,6,aksi damai bela islam III,6,aksi demo 4 november 2016,6,Akuntnsi,1,al maidah ayat 51,3,alasan ahok tidak ditahan polisi,1,amerika,1,amnesti pajak,1,Anak,5,Anak dan Media,1,anak dan remaja,2,analytics,1,Anies Baswedan,3,automotif,2,ayah muda,1,bachtiar nasir,1,Banjir,1,Bank,1,bantuan langsung tunai,1,barang bekas,1,batubara,1,Bela diri Berhijab,1,Berita,15,Biografi,1,Biografi Tokoh,12,Bisnis,1,bisnis makanan halal di AS,1,blt,1,boy sadikin,1,BPJS Palsu,1,bullying,2,bullying dalam kisah doraemon,1,bullying pada anak,2,buni yani,1,buni yani pengunggah video ahok,1,buni yani tersangka,1,calon gubernur dki,3,Cara,7,Cara Memilih Hewan Kurban,1,cara menghindari bullying,1,che guevara,1,Cium Tangan Politisi,1,cuti kampanye ahok,1,dahlan iskan,1,Dari,1,Dasar,1,demo 2 Desember 2016,1,demo 4 november,2,demo bela islam dan isu makar,1,demo bela islam II,2,demo bela islam III,1,demo BEM seindonesia,1,demo mahasiswa,1,demo tolak pemimpin kafir,1,demo tolak reklamasi,2,Demokrasi,1,Deradikalisasi,1,Detik,1,Dirgahayu TNI,2,dirjen pajak,1,Diusir,1,Donald Trump,3,dosa-dosa bersosial media,1,dukun,2,dukun penipu,2,Dunia Islam,6,dunia mistis,2,Durian Lokal Unggul,1,Ekonomi,4,ekosistem,1,Eksekusi Mati,1,elly risman,6,Email,1,Epilog,1,Erdogan,2,fashion,1,Fethullah Gulen,1,fidel castro,1,fidel castro dies,1,fidel castro meninggal,1,fidel castro wafat,1,Filsafat,1,fotografi,1,gadget,3,Gadget Nokia,1,gafatar,1,Games Terbaru,1,Garam,1,gas air mata,1,Gaya Hidup,3,gaya jilbab,1,Globalisasi,1,GNPF MUI,1,Go-Jek,1,gubernur jawa barat,1,Gula,1,habib rizieq shihab,1,Habibie,4,Haji,4,Haji 2016,1,Hak Asasi Manusia,2,halal haram,1,hari pahlawan,1,hayono isman,1,Hewan,1,Hijab,1,Hoax,1,Hukum,3,Hutan Indonesia,1,Ibrah Renungan,76,Ideologi,1,Idul Adha,1,Ikan Paus,1,Ilmu,1,ilmu sihir,1,imunisasi,3,Indonesia,3,Indonesia Raya,1,informasi pendidikan,1,Inspirasi,2,Internet,2,ISIS,1,Istri Bung Tomo Tutup Usia,1,Isu Hangat,204,isu makar,1,isu reshuffle Kabinet 2016,2,jajanan anak,1,jajanan berbahaya,1,jajanan sekolah,1,Jalan Raya,1,Jasmani,1,jembatan roboh,1,jilbab,1,jilbab indonesia,1,Joko Widodo,1,Jokowi,2,Jokowi Rombak Kabinet Jilid II,1,jpo pasar minggu roboh,1,jpo roboh,1,kader partai yang membelot di pilkada dki,1,kafir,1,kajian reklamasi,1,Kandungan Vaksin,1,kapolri Tito Karnavian,1,karakteristik korban bullying,1,kartu jakarta pintar,1,kasus penistaan agama,3,kasus vaksin palsu,2,Kata Mutiara Habibie,1,Keamanan Siber,1,Kebugaran,1,Keislaman,1,kelompok radikal,1,keluarga,2,kemenkes,1,kenapa ahok tidak boleh jadi gubernur,1,Kepemimpinan,1,kerajinan tangan,1,Kerusuhan SARA di Medan,2,Kesehatan,17,Kesehatan Mata,1,Keutamaan,5,kiamat,1,Kisah,1,kjp,1,klenik,1,Kolam Renang Unik,1,Komputer,1,Komunikasi,1,konflik suriah,1,Konstitusi,1,Koperasi,1,korban terorisme,1,KPK,1,Kucing,1,Kucing Anggora,1,Kudeta Turki,6,Lingkungan,4,lukas enembe,1,mafia jpo,1,mafia reklame,1,mahesa kurung,1,mahkamah konstitusi,1,Makam Fiktif Di Jakarta,1,makanan halal,1,makna 4 November,1,Malapetaka Duryudana,1,Manajemen,1,Manfaat,1,manfaat daun patah tulang,1,Marketing,1,Masjid,1,Mata,1,Media Sosial,2,megawati soekarnoputri,1,mengenal penipuan skema ponzi,1,menggunakan analytics untuk memenangkan pemilu,1,menjaga kebersihan,1,Metrotv,1,MK,1,MUI,1,Muslim Rohingya,1,Narkoba,1,Nasional,1,Negara,2,ojk,1,Olahraga,40,operasi tangkap tangan KPK,1,Opini,114,Optimalisasi Tax Amnesty Bagi Wajib Pajak dan UMKM,2,Orang Baik,1,orangtua dan anak,3,Organisasi,1,otomotif,2,pahlawan keluarga,1,Pajak,1,Panasbumi,1,pancasila,1,parenting,9,pasangan suami istri,2,Pebalap Lokal Siap Bersaing,1,pegawai ditjen pajak ditangkap KPK,1,pelecehan al quran,1,peluang usaha,1,Pembantaian Muslim,1,pemerintahan jokowi-JK,2,Pemimpin DKI,1,pendidikan,4,pengasuhan anak,7,Pengelolaan Harta,1,pengembang reklamasi,2,Pengertian,33,Pengertian Budaya,1,Pengertian Deradikalisasi,1,Pengertian Pendidikan,1,Pengertian Petahana,1,pengertian provokasi,1,pengertian proxy war,1,pengetahuan,1,pengusaha dan penguasa,1,penipuan,1,penipuan skema piramida,1,Penjarakan Ahok,3,Penutupan Sekolah,1,penyakit akibat tikus,1,penyakit dari sosial media,1,penyakit dari tikus meningkat di musim hujan,1,Perang Narkoba,1,perdukunan,1,Peristia,1,Peristiwa,34,pernikahan,1,pernyataan kapolri tentang demo bela islam III,1,Persis,1,pilkada DKI,4,Pilkada Jakarta 2017,51,Pilpres Amerika,4,PLTU batubara,1,pokemon,2,Polemik Wukuf Di Karbala,1,Politik,20,politik dalam islam,1,Politik Hukum Keamanan,1,politik islam,1,Politik Luar Negeri,1,Polri,1,ponzi scheme,1,Populasi pengguna Internet,1,ppatk,1,praktek perdukunan,1,Predator Anak,1,presiden AS,1,Presiden Joko Widodo,1,Produk Mengandung Babi,1,program cagub DKI,1,program listrik 35.000 MW,1,program perburuan tikus di DKI Jakarta,1,Provokasi,1,psikologi anak,2,Puisi,33,R.A Kartini,1,radikalisme,1,reklamasi teluk jakarta,3,reklamasi untuk siapa,1,renungan,2,Reshuffle Jilid II,7,Reshuffle Kabinet 2016,4,Revisi PP Telekomunikasi,1,Revisi UU Telekomunikasi,1,revolusi jilbab,1,Ridwan Kamil,3,risalah istiqlal,1,rokok,1,ruhut sitompul,1,Rupa,1,Sains,2,sakit jiwa dan sosial media,1,salafi,1,Sampah Jakarta,1,Sandiaga Uno,1,SARA,1,sayembara tikus,1,Sehat secara Islami,1,Sejarah,8,Sejarah Jakarta,1,selingkuh,1,Seni,2,Serba-serbi,4,sertifikat halal,2,seven deadly sins,1,Shalat Tahajud,1,si buni yani,1,Simbol Haji,1,Sistem,1,skema ponzi,1,Soekarno,1,sosial media,1,Sosiologi,1,sosmed,3,Sosok,3,Sri Mulyani,2,stop bullying,2,Suara Mahasiswa Indonesia,1,sugesti,1,sumber energi,1,surat Sri Mulyani,1,Sutan Bhatoegana tutup usia,1,tabligh akbar istiqlal,1,Tanggal Libur 2017,1,Tanjung Balai Medan,2,Tata Cara Berkurban,1,tax amnesty,7,teknologi,8,Telekomunikasi,2,Telkomsel,1,tentang islam,1,terhangat,1,teror perancis 2016,1,Teroris,2,terorisme,2,TNI,1,Tokoh,2,tokoh aksi demo 4 november,1,Tokoh Pers Nasional,1,tokoh-tokoh penistaan agama,2,tolak pemimpin kafir,1,tolak reklamasi,2,Turki,1,uji materi UU Pilkada,1,UNAS,1,Universitas Indonesia,1,unjuk rasa mahasiswa,1,UU sertifikasi produk halal,1,vaksin asli,1,vaksin palsu,5,video,17,wahabisme,1,Wakil Rakyat Main Judi,1,Wiranto,1,Wirausaha,1,wisata,1,Workshop Panasbumi,1,Workshop UI,1,yenny wahid,1,
ltr
item
Ngelmu.com: Musibah, Antara Ujian, Azab dan Kemanusiaan
Musibah, Antara Ujian, Azab dan Kemanusiaan
https://3.bp.blogspot.com/-vn1bOCMRXWc/WD6e_j3XHsI/AAAAAAAAIfo/a8INwllT5QYgztSzyHH1f1MxjV_qEF26QCLcB/s640/azab.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-vn1bOCMRXWc/WD6e_j3XHsI/AAAAAAAAIfo/a8INwllT5QYgztSzyHH1f1MxjV_qEF26QCLcB/s72-c/azab.jpg
Ngelmu.com
http://www.ngelmu.com/2016/12/musibah-antara-ujian-azab-dan-kemanusiaan.html
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/
http://www.ngelmu.com/2016/12/musibah-antara-ujian-azab-dan-kemanusiaan.html
true
2232086029491933273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy